“Maafkan saya Tuan,
saya sudah menggunakan kesempatan itu tadi, saat kita di rumah,”
ujar Dos dengan wujud kucing,
ia tidak bisa menggunakan kekuatannya untuk membantu tuannya.
Kucing berbulu kuning keemasan itu, hanya bisa mengeong dan mengarahkan cakarnya,
hal itu membuatnya merasa kesal, saat ia berpikir bisa mengalahkan serigala itu dengan mudah dengan auman singa, dan cakar tajam.
Tetapi kali ini ia hanya seekor hewan kecil yang mengemaskan, jangankan menolong tuanya menyelamatkan diri sendiri saja ia tidak akan mampu.
“Menjadi seekor kucing, hal yang menjengkelkan untukku Tuan, saya tidak mampu melakukan apapun untuk membantu”
“Tidak apa-apa Dos,
aku akan mencoba mengalahkan dengan kekuatan ini”
“Hiaaak!”
Buuum ….!
Boas terpaksa menggunakan kekuatan sihir yang ia miliki, setelah membaca sebuah mantra, yang meminta kekuatan kilatan petir, yang ia sematkan ke pedangnya.
“Hiaaak!”
Duaaar ….
Ia mengayunkan kanan kiri pedangnya, hingga kilatan petir menebas tubuh binatang berbulu itu,
setelah mengunakan kekuatan elemen, melalui pedangnya, akhirnya binatang itu mundur.
Boas berdiri dengan sikap waspada, karena para kawalan serigala itu walau berhenti, tetapi mereka menggonggong dengan suara nyaring, seakan-akan, memanggil kawanan yang lebih besar lagi.
Dos sudah bersiap dengan segala kemungkinan,
karena ada sesuatu yang berbeda dari serigala itu,
mata sebagian dari mereka memerah, dan mengeluarkan sinar seperti sebuah laser,
ada makhluk yang sengaja memerintahkan mereka agar terus menyerang.
Boas juga menyadari hal itu,
ia tidak mau perjalananya tertunda karena kawanan serigala.
“Tuan,
ada seseorang yang memerintahkan mereka, sebaiknya kita lari dari hutan ini, sebelum kita terkena sihir ilusi dari hutan ,”
ujar Dos melompat ke pundak tuannya.
Boas menggunakan kekuatan, berpindah tempat dengan jentikan jari tangan,
akhirnya tubuh mereka berada di tempat yang berbeda, tepatnya berada di tepi hutan.
Tetapi, rintangan yang mereka hadapi tidak sampai di sana, kini mereka kehilangan arah menuju tempat tujuan,
saat di tengah pencarian, sebuah tembakan peringatan di tujukan pada Boas,
Lagi-lagi mereka berada ditempat yang tidak diinginkan.
Puluhan tentara mengarahkan laras panjang pada Boas, dan kucingnya,
ternyata mereka sudah memasuki area wilayah perbatasan.
Maka inilah yang sulit, jika ia melawan dan menghabisi orang yang tidak bersalah, orang yang melakukan tugas dan kewajibannya,
maka Boas akan mendapat hukuman dari Dewa
jadi Boas tidak boleh menyakiti manusia lemah, wanita, anak-anak dan orang yang tidak bersalah.
Jika ia melakukan itu, maka ia akan mendapat tambahan hukuman, iya itu hukuman merasa sedih dan hampa,
dalam hati, perasaan sedih dan hampa satu hal yang ia benci, karena sangat menyiksa untuknya.
“Angkat tangan!”
“Tuan, gunakan kekuatan berpindah tempat lagi,
sebelum mereka menangkap kita dan mengintrogasi kita,”
ujar Dos.
Saat puluhan tentara penjaga perbatasan itu mendekat, dengan benda panjang itu diarahkan pada mereka berdua, dengan cepat Boas kembali menjentikkan jari tangannya, dan kembali tubuh mereka berdua sudah berada di tempat yang berbeda.
“Tuan, aku melihat peta yang aku baca, pintu yang akan kita gunakan ke planet itu, sudah dekat, tetapi kita ….”
Dos menghentikan meongannya dan melihat sekeliling,
lagi-lagi mereka masuk ke sarang serigala.
“Hadeh, kenapa kita selalu mendarat ditempat yang salah”
Lelaki bermata serigala itu akhirnya marah.
Jalan menuju planet itu, ternyata dijaga kawanan serigala buas,
Kamu punya jalan keluar Dos?”
Tanya Boas, merasa otaknya seakan buntu, dan dadanya dipenuhi kemarahan,
karena lagi-lagi dihadapkan dengan serigala-serigala.
“Bertahanlah sebentar lagi Tuan, saya akan mengusir mereka”
Tinggal beberapa menit lagi, kucing itu bisa berubah menjadi seekor singa jantan yang berani.
“Tidak, kamu tidak boleh berubah saat ini Dos,
bisa jadi, si iblis betina, lagi mengawasi kita,
dan ia akan tahu wujud mu yang sebenarnya, kalau kamu berubah saat ini, biarkan aku melakukannya dengan kekuatan pedangku, kamu cukup diam jangan mengunakan kekuatanmu, aku bisa merasakan kalau ada mahluk di hutan ini,”
pinta Boas,
dengan sikap patuh, ia menuruti perintah sang majikan.
Boas tidak ingin terjebak dalam hutan ilusi itu selamanya, dan mejadi santapan para serigala kelaparan, ia juga bisa merasakan ada mahluk yang mendekat kearah mereka.
“Tuan, kita tidak punya banyak waktu,
saya bisa merasakan ada mahluk yang mengejar kita” lakukanlah sesuatu sebelum mereka menemukan kita disini,” ucap dos.
Boas membuat gerakan tangan, seakan-akan memegang bola api dan mengarahkannya pada kawanan serigala, yang menutupi jalan menuju gua.
Buaaam …!
Buaaam …
Pada gerakan ketiga, gerombolan serigala itu meledak dan terbakar.
Terdengar rintihan pesakitan dari binatang menggonggong itu, dengan potongan daging berserak di sekitar ledakan,
saat mereka hancur dan tidak ada perlawanan,
sebelum mahluk malam itu menemukan mereka. Dengan cepat ia melompat masuk ke dalam gua, dan menutupnya dengan melongsorkan bibir gua, jalan masuk ke dalam goa akhirnya tertutup reruntuhan tanah.
Kini goa itu tertutup, dan gelap gulita,
hanya si kucing yang bisa melihat seisi dalam goa.
“Tuan, apa ini mirip dengan ungkapan; terhempas batu besar dan dan tersambar petir pula?”
“Iya, lebih tepatnya seperti itu, tetapi di duniaku, ini di sebut juga kemalangan yang doubel,”
ujar Boas, dengan tubuh penuh kewaspadaan,
tangan memegang pedang dengan posisi tubuh siap, mengayunkan pedang dan menebas.
Sepertinya menutup, bibir gua adalah satu kesalahan,
karena saat ini mereka terjebak di sarang serigala dan di sana ada serigala besar, dengan gigi taring yang panjang, yang mereka yakin sebagai pimpinan para serigala bringas itu.
“Jika kita melawan mereka, kita akan kehilangan waktu menuju portal waktu, kamu temukan pintu itu dan kita akan pergi dari sini”
“Baik Tuan”
“Dos menggunakan mata kucingnya untuk menembus kegelapan dalam gua,
akhirnya sebua pintu terlihat dibelakang ketua serigala,
Serigala itu sepertinya menjaga pintu itu terbuka, jika pintu itu terbuka mereka berencana berpindah tempat ke planet Themis.
“Itu dia Tuan,
di belakangnya, kita hanya butuh waktu sepuluh menit, sebelum pintu plasma itu tertutup dan akan terbuka seratus tahun lagi, lakukan sesuatu Tuan!”
“Baiklah”
Boas akhirnya menggunakan kekuatan elemen api, yang keluar dari tubuhnya, dan seolah-olah membakar tubuhnya sendiri,
Dos berjalan di belakang tuanya memegang satu obor besar.
Para serigala itu mundur dengan gesekan gigi marah, dan gonggongan, tetapi para serigala takut pada api mereka, tidak berani menyerang, saat Boas berjalan membuka blokade jalanan dari ratusan serigala, dengan kobaran api di seluruh tubuhnya, mereka semua mundur dan memberi jalan untuk Boas.
“Tuan bersiaplah melompat, pintu portalnya akan tertutup”
“Satu,dua, tiga!”
Keduanya melompat ke pintu yang terlihat seperti air laut, atau disebut pintu portal plasma erotina, yang bisa menghubungkan satu dunia ke dunia lain,
detik kemudian pintu itu tertutup dan menghilang.
Akhirnya Boas berhasil melewati kawanan serigala, dan mereka terhempas ke satu alam yang sangat eksotis,
sebuah planet Themis.
Bersambung .…
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
Albertus Sinaga
planet apakah ini
2023-10-25
0
Rihan Jamaien
Mantap semangat bacanya ga bertele-tele ceritanya👍👍👍👍
2023-08-10
0
Ida
bener² fantasi abis...
2022-12-21
0