Keesokannya.
"Hari sabtu kok kerja?" tanya Jimin yang sedang duduk di kursi meja makan dengan memperhatikan Nala menyajikan sarapan.
"Kan kerja di toko, Om."
Nala yang sedang berdiri itu menarik kursi lalu duduk dan membuka piringnya. Mengambil nasi goreng yang baru saja dimasaknya.
Nala mengambilkan satu piring untuk Jimin terlebih dulu.
Setelahnya baru mengambil untuk dirinya.
Teringat dengan Dhev, Nala kembali bangun dan meninggalkan Jimin yang sudah mulai sarapan.
Nala membangunkan Dhev dan Dhev yang sedang digoyangkan lengannya oleh Nala itu tersenyum manis dengan mata masih terpejam membuat Nala tersadar akan ketampanan seorang Dhev.
"Om ganteng, tapi sayang, nyebelin!" gumam Nala tanpa sadar dan itu terdengar oleh Dhev.
Dhev membuka mata dan secepat kilat membawa Nala dan sekarang posisi Nala berada di bawah Dhev, Nala sangat terkejut dengan Dhev yang tiba-tiba membuka mata dan memutar posisinya.
"Aku memang tampan," bisik Dhev di telinga Nala. Setelah itu Dhev bangun meninggalkan Nala yang masih terdiam.
Dengan coolnya, Dhev terus berjalan tanpa melihat kebelakang, Dhev menghampiri Jimin yang sedang menyeruput kopi hitamnya.
Diam karena sedang merasakan degupan jantung yang berdetak sangat cepat.
"Astaga, apa ini? Kenapa aku deg-degan?" batin Nala seraya menarik nafas dalam.
Nala menarik nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan, setelah dirasa tenang, Nala kembali ke meja makan dan terlihat hanya Dhev yang duduk di sana.
Dengan malu-malu Nala kembali duduk dan mencoba seperti biasa, tidak ingin memperlihatkan kegugupannya di depan Dhev.
"Om Jim kemana?" tanya Nala tanpa melihat Dhev yang sedang menikmati nasi gorengnya.
"Pantes Kenzo merengek minta nasi goreng buatan Nala, ternyata enak," batin Dhev, pria itu sampai tidak mendengar pertanyaan Nala.
Nala pun mengulangi pertanyaannya, "Om, kemana Om Jim?"
"Hah? Kamu nanya aku?" tanya Dhev seraya menatap Nala yang juga sedang menatapnya.
"Nanya sama hantu," kata Nala yang kemudian melanjutkan memakan nasi gor…
DUDA GALAK JATUH CINTA
Cinta Yang Masih Terjaga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 162 Episodes
Comments
Lina Wati
ada y orang tua nyalahin anak karna musibah +takdir mana anak y madih bocil lg
perlu di getok kela ya dev tu biar enceran dikit
kok jadi q yg jenhkel y sama dev
2023-04-03
1
milk shake🍓🥤
aku harap simika adiknya siAna bisa jadian dgn sijimin brekele😁😆😂😂
2023-03-21
1
ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠Hana Nurul Azizah🍩ᴬ∙ᴴ࿐
Alhamdulillah akhirnya kamu sudah menyadarinya ... Takdir itu ana meninggal bukan Salah anakmu... Seorang IBu akan melindungi bagaimanapun kondisi dirinya
2023-02-16
0