Mendadak diserang

Van yang masih dalam keadaan emosi. Ia melampiaskan kemarahannya dengan meninju bagian kaca ada di dalam lift. "Argh sial!"

Hal itu tentu saja membuat beberapa pegawai yang satu lift dengannya jadi bergidik ngeri. Van yang menyadari hal itu pun langsung keluar segera setelah pintu lift terbuka.

"Sial!" Van menarik dan melonggarkan dasi yang terikat di kerahnya, serta melepas satu kancing kemejanya. Sepertinya dia memang tengah kesal dan kepanasan karena kejadian tadi, ditambah dirinya yang harus menahan diri dari reaksi sentuhan Lara. Di tengah rasa kesal dan marahnya, Van berhenti di Vending mesin untuk membeli minuman kaleng guna mengurangi rasa stress-nya. Saat tengah bersandar di tembok sambil meminum soda kaleng yang ia beli tadi, dirinya tiba-tiba saja dihampiri oleh Dona, pegawai yang waktu itu menggoda Van di kantin. Mau apa wanita itu mendekatiku? Pikir Van saat melihat wanita itu berjalan mendekatinya.

"Tuan..."

"Ada apa?" Tanya Van dengan wajah datarnya yang tampak dingin.

"Jadi kau pengawal Nona Lara ya?"

Van tak menjawab atau bereaksi apa-apa ia hanya terus saja meminum soda kalengnya sampai habis. Setelah habis ia meremukan kaleng itu dan melemparkannya ke dalam tempat sampah, dan beranjak pergi.

"Eh tunggu dulu Tuan!" Dona menarik lengan Van. Tatapan Van nampak tidak senang melihat wanita itu memegang lengannya.

"Lepaskan!" Ujar Van dengan nada marah.

Dona tidak melepaskan tangan Van, ia malah menggodanya dan berkata, "Tuan pengawal kau itu tampan sekali, dan aku rasa kita bisa—"

"Lepas!" Van menarik tangannya dengan kasar hingga membuat Dona refleks kaget dan melepaskan tangan Van.

"Jangan pernah menyentuhku, atau kalau kau masih nekat juga nasibmu akan seperti kaleng soda tadi!" Van menggertak lalu pergi meninggalkan Dona.

Diperlakukan begitu Dona pun langsung menggerutu kesal. "Hih! Sombong sekali! Dia tampan tapi kasar! Padahal juga cuma pengawal tapi sudah merasa jadi pria paling sempurna!"

**

Di ruangannya, Jeden tampak sangat kesakitan, tanggannya benar-benar hampir patah dibuat oleh pengawal brengsek itu pikirnya. "Argh..." Erang Jeden tak bisa menyembunyikan rasa sakitnya. Jeden pun meminta salah satu sekretarisnya yaitu Tara untuk memanggilkan dokter. "Pengawal busuk itu, tidak akan kubiarkan dia hidup tenang!" Jeden sepertinya tengah memikirkan cara untuk membalas perbuatan Van padanya. Ia kemudian mengambil ponsel miliknya lalu mengontak seseorang.

"Halo ini aku Jeden Lee, aku mau kau suruh beberapa orangmu melakukan sedikit pekerjaan."

.....

"Tidak sulit, hanya saja aku ingin kau beri pelajaran pada seorang pria."

.....

"Soal bayaran kau tak perlu cemas, yang jelas ikuti saja apa yang aku mau. Tentang siapa target dan kapan jamnya, nanti akan aku kirimkan pada kalian. Oke!"

.....

Jeden tersenyum licik. "Kau tunggu saja pembalasan dariku hari ini pria busuk!" Ujar Jeden.

**

Di tengah-tengah obrolan membicarakan soal kerjasama Miracle dengan Appletree, Lara malah tampak termenung sendiri. Mira yang menyadari hal itu pun langsung menyadarkan Lara. "Nona, Nona!"

"Eh? I- iya Mira ada apa?"

"Nona anda sedang memikirkan hal apa? Apa kau masih ingat kejadian ribut-ribut tadi di lobby?"

"Sedikit, tapi bukan itu juga itu juga sih..."

"Jujur saja ya Nona. Aku lihat, akhir-akhir ini kau jadi agak aneh."

"A- aneh bagaimana maksudmu?"

"Ya aneh, kau jadi suka mudah melamun, suka tiba-tiba kesal, kadang jadi pendiam ya seperti itulah. Tidak seperti kau yang biasanya aku kenal. Ada apa sebenarnya? Kau bisa cerita padaku Nona."

Lara berpikir, Mira memang sangat bisa dipercaya tapi kalau bahas ini dengan Mira Lara merasa agak malu. "Em– Mira, aku boleh tanya sesuatu?"

"Tentu saja, tanya apa?"

"Menurutmu kalau ada pria yang tiba-tiba kita dekati lalu dia menghindari kita itu apa maksudnya?"

"Eh, maksud Nona pria itu siapa?" Sepertinya Mira masih tidak paham pertanyaan Lara.

Tidak tahan berbelit-belit terus, pada akhirnya Lara pun jujur kepada Mira tentang Van yang beberapa kali malah menghindar tiap kali ia mendekatinya.

"Jadi yang membuat Nona akhir-akhir ini sering melamun itu Tuan Van?" Mira agaknya terkejut tapi tidak heran juga sih mendengarnya.

"Jadi Mira menurutmu kenapa? Apa dia tidak suka aku? Atau malah malas lihat aku karena aku tidak terlalu cantik menurutnya? Jawab Mira...," rengek Lara. Akhirnya sifat alami Lara yang agak suka memaksa Mira seperti anak kecil muncul lagi.

"Dengar ya Nona, alasan yang kau tanya tadi semua tidak masuk akal sama sekali. Kau itu cantik, seksi, imut dan lucu bagaimana mungkin alasan dia menghindar karna itu, pasti ada hal lain."

"Iya apa alasannya?"

"Aku juga tidak tahu," jawab Mira dengan polosnya.

"Ah Mira kau ini, menyebalkan. Kalau begitu mending tidak usah cerita tadi," gerutu Lara dengan pose menggemaskannya.

Mira tertawa geli. "Sudah jangan kesal begitu, nanti aku bantu cari tahu."

Lara langsung senyum sumringah mendengar Mira mau membantunya.

"Tapi Nona Lara, mendengar ucapan dan tingkahmu begini, apa kau jatuh cinta dengan Van?"

Lara langsung terkesiap seketika ditanya begitu, tapi sepertinya mau mengelak dari Mira juga percuma. Ia pun menghela nafas panjang. "Iya," jawab Lara santai.

"Apa!?" Malah Miranda yang dibuat kaget. "Jadi benar ya kau punya perasaan lebih buatnya?"

Lara mengangguk pelan

"Lalu kenapa kau malah murung begitu?"

"Soalnya aku takut dia yang  malah tidak punya perasaan apa-apa padaku!" Keluh Lara pasrah.

Mira menepuk-nepuk pelan pundak Lara mencoba menenangkan sang bos, "Sudah-sudah tidak terlalu dipikirkan, otakmu terlalu berharga kalau cuma buat memikirkan satu pria."Lagipula mana ada pria yang tidak suka pada Nona Lara, kecuali kalau pria itu tidak normal.

***

Malam harinya setelah pulang kerja, seperti biasa Van mengantar Lara dulu pulang ke kediamannya. Di sepanjang perjalanan baik Van ataupun Lara sama-sama diam dan tidak bicara apapun, keduanya bahkan seperti saling menghindari kontak mata satu sama lain. Aduh, kenapa jadi semakin canggung begini? Lagipula memang kenapa kalau aku suka padanya? Van juga tidak tahu kan? Dan soal dia yang suka menjauhiku tiba-tiba, apa aku tanyakan saja padanya langsung? Lara memutuskan menanyakan langsung pada Van perihal tersebut.

"Van!" Ujaer Lara pada akhirnya memecah keheningkan diantara mereka.

Van tersenyum kecil.

"Hei aku kan belum tanya apa-apa, kenapa sudah senyum?"

"Aku senyum karena senang ternyata Nona tidak marah padaku, soalnya aku pikir Nona sedang marah padaku tadi makanya Nona dari tadi diam saja. Ternyata, Nona masih mau bicara denganku," jelas Vander.

Jadi dari tadi dia pikir aku marah ya? "Oh iya Van aku mau tanya sesuatu padamu."

"Apa itu?"

Lara kau pasti bisa! "Aku mau tanya ke- napa—"

"Nona menunduk!" Teriak Van tiba-tiba lalu banting setir.

Lara yang tiba-tiba merunduk langsung panik, "Ada apa ini Van?"

Van memberhentikan mobilnya dan kemudian Lara pun mengankat kepalanya. Ternyata di depan ada dua mobil yang menghalangi mobil mereka. Lara pun langsung syok dibuatnya dengan keadaan saat ini. Mengingatkannya pada penyerangan beberapa waktu lalu. Tubuh Lara seolah mematung, tubuhnya gemetar diliputi rasa takut dan cemas. Ia terus saja melihat ke arah kaca depan mobil, dirinya melihat ada orang-orang berbaju hitam itu keluar dari mobil dan berjalan menuju ke arah mobil yang ia tumpanginya saat ini.

"Nona Lara?" Van sangat khawatir melihat keadaan Lara saat ini. Para pria berbaju hitam itu kini sudah dekat dengan mobil Lara.

"Sial!" Van pun berniat keluar mobil demi melindungi Lara, dan sebelum keluar Van berpesan pada Lara agar tetap di dalam mobil menunggunya. "Nona Lara kau harus janji padaku bahwa, apapun yang terjadi diluar aku mohon jangan pernah membuka kunci mobilnya, kau paham kan?"

Van menggenggam tangan Lara yang gemetar dan berkata dengan tatapan penuh keyakinan. "Nona tenang saja aku pasti akan melindungimu, oleh sebab itu tolong percayalah padaku."

Lara mengangguk pelan. Setelah Van keluar dari mobil, Lara langsung mengunci pintu mobilnya. Dari dalam mobil Lara menyaksikan Van datang sendirian menghampiri empat orang berbaju hitam yang mengepungnya itu. "Van kau harus kembali dengan selamat," ujar Lara khawatir.

Bersambung...

Jangan lupa bantu vote, like, comment ya biar semangat nulisnya💜

Terpopuler

Comments

Berdo'a saja

Berdo'a saja

anak buah jeden tuh

2023-07-17

2

hera wati

hera wati

jgn smpe klah van dn beri pelajan jg pd jeden..tuman heuk 😡

2022-11-12

1

🅰️Rion bee 🐝

🅰️Rion bee 🐝

itu pasti orang2 suruhan jaedan yg gak terima dikalahin sama van..😡

2022-08-12

4

lihat semua
Episodes
1 Dikejar Penjahat
2 Jadilah Pengawalku
3 Pengawal Pribadiku
4 Pengawalku sangat Tampan
5 Jiwaku di genggamanmu
6 Muncul tiba-tiba
7 Mengobati Luka
8 Salah Bicara
9 Cemburu?
10 Jatuh cinta padanya?
11 Ketakutan di dalam Lift
12 Hukuman yang manis
13 Semanis Cherry
14 Si Manusia Licik
15 Hubungan yang Membingungkan
16 Kakak kelas
17 Zat Candu
18 Mendadak diserang
19 Tatapan haus darah
20 Salah Fokus
21 Ketegangan di ruang meeting
22 Siapa Mr. M ?
23 Pacarnya?
24 Thanks Kiss
25 Dua manusia Licik
26 Vander Liuzen
27 Merasa aman bersamamu
28 Menahan diri darimu
29 Sarapan Bersama
30 Kau sudah berubah
31 Menyenangkan dan melelahkan
32 Seratus ribu dollar semalam
33 Pria ini misterius
34 Cemburu yang melelahkan
35 Pergi ke klub malam
36 Aku bukan anak kecil lagi!
37 Kissing when you're...
38 Semalam itu bukan mimpi!
39 Pasangan Serasi
40 Tamparan keras
41 Sisi lain Vander
42 Konsekuensi
43 Tentangnya yang belum diketahui
44 Lebih terbuka denganya.
45 Naik Motor berdua
46 Tipeku itu seperti...
47 Kebakaran di Miracle
48 Berada dalam pelukannya
49 Mencoba mengancam
50 Menyetir sendirian
51 Basah dan hangat
52 Beban berat dipundaknya.
53 Pingsan
54 Aku... Jatuh cinta padamu
55 Jadilah kekasihku...
56 Senyum-senyum sendiri
57 Kissmark
58 Kissmark
59 Pujian untuk Vander
60 Noda Lipstik?
61 Hanya ingin dicintai
62 Gigit Jari
63 Bibi vs Bocah
64 Iblis berhati Malaikat
65 Partner Pesta.
66 Pasar Malam
67 Kencan Terindah
68 Kotak hadiah.
69 Rendah diri
70 Kediaman Hazel
71 Pria Bertopeng
72 Pasangan Dansa
73 Rencana licik
74 Penyelamat Lara.
75 Sakit...!
76 Di kamar mandi?
77 Benalu
78 Gunakan mulutmu
79 Terpojok
80 Hidupku bukan untuk masa lalu
81 Milikmu seorang
82 Kau Tuanku malam ini
83 Rindu padaku?
84 Pertemuan Virtual
85 Menemui Vander
86 Berniat buruk
87 Minuman beracun
88 Meredam Emosiku
89 Bermain Kasar
90 Hadiah untuk Vander
91 Kiriman Bunga
92 Selamat ulang tahun sayang...
93 Merasa Bersalah
94 Berbaikan...
95 Kakek dan Nenek Lara
96 Kembali ke tempat itu?
97 Duka bagi Lara
98 Menikahlah denganku.
99 Status hubungan kami
100 Resmi! Suamiku dan Istriku
101 Forced Kiss
102 Bergantunglah padaku
103 Bulan Madu
104 Dibawa pergi?
105 Penculik Lara
106 Wanita jahat harus dihukum
107 Tamu tidak penting
108 Kampung halaman.
109 Masa kecil dan Orang tuanya
110 Memiliki anak
111 Menjinakan Bom
112 Merasa Aneh
113 Isi Pesan
114 Rindu yang bekabut
115 Periksa ke dokter kandungan
116 Morning sickness
117 Suara Pria
118 Guru privat
119 Pembohong!
120 Ikut bersamaku
121 Sampai jumpa...
122 Mau Melahirkan.
123 He's Back (New Era is coming)
124 End of book 1 + Blurb season 2
125 Si pria kecil
126 Selamat datang kembali
127 Interview kerja
128 Sama Tapi berbeda.
129 Pekerjaan dan tanggung jawabnya
130 Minta disuapi
131 Amnesia
132 Menghilangkan Memori.
133 Mengembalikan ingatannya
134 Cemburu pada anak sendiri
135 Membuatku Gila
136 Paman bermasker
137 Izin keluar kantor
138 Jangan menangis
139 Tidak peduli
140 Pertemuan
141 Kesempatan
142 Sampai bertemu
143 Kepingan Puzzle
144 Mencoba mengingat
145 Memori baru
146 Suami dan Anakku
147 Ayah dan anak
148 Hadiah spesial
149 Papaku...
150 Dendam
151 Apa papa akan datang?
152 Jujur padaku.
153 Seharian bersama papa
154 Persaingan
155 Pindah
156 Permintaan ulang tahun
157 Hari perayaan dan hadiah
158 Undangan pesta
159 Insiden
160 Reuni
161 Penguntit
162 Makan malam bersama
163 Hari yang ditunggu
164 Siapa Pelakunya?
165 Memergoki
166 Janji, kepercayaan, dan cinta
167 Percaya padaku
168 Wanita Pembohong
169 Tidak bisa dimaafkan
170 Provokasi Lara
171 Apapun untukmu
172 Sampel DNA
173 Pergi Kencan
174 Tanggung Jawab
175 Menjawab Tantangan
176 Menjadi Pelindungmu
177 Berada dipihakku
178 Pantas mendapat Karma
179 Tamat Riwayatmu wanita jahat!
180 Pengganti Lara
181 Liburan Bersama
182 Pernikahan yang sesungguhnya
183 Aku Papa Kandungmu
184 Tugas seorang Ayah
185 Keluarga Bahagia.
186 Dicintainya selama bertahun-tahun
187 Patah Hati
188 Maafkan aku
189 Kehamilan kedua.
190 Bola Liar
191 Uji coba langsung
192 Konferensi Pers
193 Bertengkar Di kantor
194 Kau kan...?
195 Pulau Crux
196 Perjalanan Misi
197 See you soon
198 Menjalankan Misi
199 Perasaan yang tak pernah mati.
200 Niat Terselubung
201 Untuk Lara
202 Kejutan dan Hadiah
203 Identitas
204 Membentaknya
205 Menghilang
206 Penculik Lara
207 Rencana Kabur
208 Menyadarkanmu
209 Berharap Pertolongan
210 Aku lelah
211 Berhasil Kabur
212 Menemui Musuh terakhir
213 Hidup itu pilihan
214 Menemukanmu...
215 Penghormatan Terakhir
216 Seribu kali lebih sakit
217 Segera Melahirkan?
218 Putra kedua
219 Kembali Mesra
220 Konferensi Pers
221 Couple of the year
222 I Love U pengawalku yang tampan [End of story]
223 Bonus Part [Family is Home]
Episodes

Updated 223 Episodes

1
Dikejar Penjahat
2
Jadilah Pengawalku
3
Pengawal Pribadiku
4
Pengawalku sangat Tampan
5
Jiwaku di genggamanmu
6
Muncul tiba-tiba
7
Mengobati Luka
8
Salah Bicara
9
Cemburu?
10
Jatuh cinta padanya?
11
Ketakutan di dalam Lift
12
Hukuman yang manis
13
Semanis Cherry
14
Si Manusia Licik
15
Hubungan yang Membingungkan
16
Kakak kelas
17
Zat Candu
18
Mendadak diserang
19
Tatapan haus darah
20
Salah Fokus
21
Ketegangan di ruang meeting
22
Siapa Mr. M ?
23
Pacarnya?
24
Thanks Kiss
25
Dua manusia Licik
26
Vander Liuzen
27
Merasa aman bersamamu
28
Menahan diri darimu
29
Sarapan Bersama
30
Kau sudah berubah
31
Menyenangkan dan melelahkan
32
Seratus ribu dollar semalam
33
Pria ini misterius
34
Cemburu yang melelahkan
35
Pergi ke klub malam
36
Aku bukan anak kecil lagi!
37
Kissing when you're...
38
Semalam itu bukan mimpi!
39
Pasangan Serasi
40
Tamparan keras
41
Sisi lain Vander
42
Konsekuensi
43
Tentangnya yang belum diketahui
44
Lebih terbuka denganya.
45
Naik Motor berdua
46
Tipeku itu seperti...
47
Kebakaran di Miracle
48
Berada dalam pelukannya
49
Mencoba mengancam
50
Menyetir sendirian
51
Basah dan hangat
52
Beban berat dipundaknya.
53
Pingsan
54
Aku... Jatuh cinta padamu
55
Jadilah kekasihku...
56
Senyum-senyum sendiri
57
Kissmark
58
Kissmark
59
Pujian untuk Vander
60
Noda Lipstik?
61
Hanya ingin dicintai
62
Gigit Jari
63
Bibi vs Bocah
64
Iblis berhati Malaikat
65
Partner Pesta.
66
Pasar Malam
67
Kencan Terindah
68
Kotak hadiah.
69
Rendah diri
70
Kediaman Hazel
71
Pria Bertopeng
72
Pasangan Dansa
73
Rencana licik
74
Penyelamat Lara.
75
Sakit...!
76
Di kamar mandi?
77
Benalu
78
Gunakan mulutmu
79
Terpojok
80
Hidupku bukan untuk masa lalu
81
Milikmu seorang
82
Kau Tuanku malam ini
83
Rindu padaku?
84
Pertemuan Virtual
85
Menemui Vander
86
Berniat buruk
87
Minuman beracun
88
Meredam Emosiku
89
Bermain Kasar
90
Hadiah untuk Vander
91
Kiriman Bunga
92
Selamat ulang tahun sayang...
93
Merasa Bersalah
94
Berbaikan...
95
Kakek dan Nenek Lara
96
Kembali ke tempat itu?
97
Duka bagi Lara
98
Menikahlah denganku.
99
Status hubungan kami
100
Resmi! Suamiku dan Istriku
101
Forced Kiss
102
Bergantunglah padaku
103
Bulan Madu
104
Dibawa pergi?
105
Penculik Lara
106
Wanita jahat harus dihukum
107
Tamu tidak penting
108
Kampung halaman.
109
Masa kecil dan Orang tuanya
110
Memiliki anak
111
Menjinakan Bom
112
Merasa Aneh
113
Isi Pesan
114
Rindu yang bekabut
115
Periksa ke dokter kandungan
116
Morning sickness
117
Suara Pria
118
Guru privat
119
Pembohong!
120
Ikut bersamaku
121
Sampai jumpa...
122
Mau Melahirkan.
123
He's Back (New Era is coming)
124
End of book 1 + Blurb season 2
125
Si pria kecil
126
Selamat datang kembali
127
Interview kerja
128
Sama Tapi berbeda.
129
Pekerjaan dan tanggung jawabnya
130
Minta disuapi
131
Amnesia
132
Menghilangkan Memori.
133
Mengembalikan ingatannya
134
Cemburu pada anak sendiri
135
Membuatku Gila
136
Paman bermasker
137
Izin keluar kantor
138
Jangan menangis
139
Tidak peduli
140
Pertemuan
141
Kesempatan
142
Sampai bertemu
143
Kepingan Puzzle
144
Mencoba mengingat
145
Memori baru
146
Suami dan Anakku
147
Ayah dan anak
148
Hadiah spesial
149
Papaku...
150
Dendam
151
Apa papa akan datang?
152
Jujur padaku.
153
Seharian bersama papa
154
Persaingan
155
Pindah
156
Permintaan ulang tahun
157
Hari perayaan dan hadiah
158
Undangan pesta
159
Insiden
160
Reuni
161
Penguntit
162
Makan malam bersama
163
Hari yang ditunggu
164
Siapa Pelakunya?
165
Memergoki
166
Janji, kepercayaan, dan cinta
167
Percaya padaku
168
Wanita Pembohong
169
Tidak bisa dimaafkan
170
Provokasi Lara
171
Apapun untukmu
172
Sampel DNA
173
Pergi Kencan
174
Tanggung Jawab
175
Menjawab Tantangan
176
Menjadi Pelindungmu
177
Berada dipihakku
178
Pantas mendapat Karma
179
Tamat Riwayatmu wanita jahat!
180
Pengganti Lara
181
Liburan Bersama
182
Pernikahan yang sesungguhnya
183
Aku Papa Kandungmu
184
Tugas seorang Ayah
185
Keluarga Bahagia.
186
Dicintainya selama bertahun-tahun
187
Patah Hati
188
Maafkan aku
189
Kehamilan kedua.
190
Bola Liar
191
Uji coba langsung
192
Konferensi Pers
193
Bertengkar Di kantor
194
Kau kan...?
195
Pulau Crux
196
Perjalanan Misi
197
See you soon
198
Menjalankan Misi
199
Perasaan yang tak pernah mati.
200
Niat Terselubung
201
Untuk Lara
202
Kejutan dan Hadiah
203
Identitas
204
Membentaknya
205
Menghilang
206
Penculik Lara
207
Rencana Kabur
208
Menyadarkanmu
209
Berharap Pertolongan
210
Aku lelah
211
Berhasil Kabur
212
Menemui Musuh terakhir
213
Hidup itu pilihan
214
Menemukanmu...
215
Penghormatan Terakhir
216
Seribu kali lebih sakit
217
Segera Melahirkan?
218
Putra kedua
219
Kembali Mesra
220
Konferensi Pers
221
Couple of the year
222
I Love U pengawalku yang tampan [End of story]
223
Bonus Part [Family is Home]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!