Cemburu?

Di ruangannya Lara terlihat melamun, ia meletakan dagunya diatas kedua tangannya sebagai tumpuan. "Kenapa ya aku tidak bisa fokus hari ini?" Ia melihat ke arah jam digital yang ada di dekatnya. "Sudah siang, apa karena aku belum makan jadinya tidak fokus ya? Atau?"

Lara tiba-tiba teringat akan ucapan Van di mobil tadi yang mengatakan akan melindunginya. Lara menepuk kedua pipinya, "Kenapa sih aku jadi malu-malu begini ingat perkataan Van tadi? Padahal melindungiku kan memang sudah jadi tugasnya."

Tak lama kemudian bel di ruanganya berbunyi, "Oh i- iya masuklah," ucap Lara setenang mungkin.

"Maaf Nona mengganggu jam istirahatmu."

"Tidak apa-apa Miranda. Memangnya ada apa?"

Miranda menghadap Lara yakni untuk memberitahukan kalau Jeden Lee direktur pemasaran di Miracle, lusa sudah akan kembali dari Tokyo dalam rangka workshop selama dua minggu.

"Jadi dia sudah akan pulang? Tumben sekali dia tidak memberitahuku dulu?"

"Kalo soal itu Tuan Jeden bilang, Nona yang sulit di hubungi."

"Benarkah?" Lara langsung meraih ponselnya yang ada di atas meja yang dari tadi memang sejujurnya belum ia sentuh sama sekali. "Astaga!" Ternyata ada lebih dari lima puluh panggilan dan belasan pesan dari Jeden yang Lara tidak Tahu.

"Kenapa Nona?"

"Hehe ternyata ponselku aku bisukan makanya dari tadi aku tidak tau ada panggilan ataupun pesan masuk," jelas Lara malu-malu.

"Sepertinya Nona sedang tidak fokus ya?"

"Entahlah! Oh iya Mira kita makan siang bersama yuk!"

"Sebenarnya aku mau tapi maaf Nona kali ini aku tidak bisa," Miranda hari ini sudah berjanji kepada ayah dan ibunya untuk pulang dan makan siang dirumah.

"Begitu ya?"

"Maaf ya Nona."

"Tidak apa-apa, oh iya bagaimana keadaan Pak Jah?"

"Ayahku sudah sehat, dia bilang maaf karena sudah merepotkanmu."

"Oh tidak sama sekali, aku malah senang mendengar Pak Jah sudah sehat."

"Sekali lagi aku minta maaf tidak bisa menemanimu Nona."

"Astaga Mira, kita ini sudah saling kenal sejak lama kenapa kau masih saja begitu tidak enakan padaku, sudahlah tidak apa-apa."

"Kalau begitu aku permisi dulu Nona."

"Miranda tunggu!"

"Ada apa Nona?"

"Um– itu, aku mau tanya, ap– apa kau melihat Van?"

Mira mengernyitkan keningnya, "Memangnya ada apa Nona bertanya begitu?"

"Ya– aku mau tau saja dia dimana, soalnya aku ada perlu dengan dia."

"Kenapa kau tidak telepon saja."

"Oh iya kau benar, haha kenapa aku tidak kepikiran, bodoh sekali aku," Lara tiba-tiba jadi malu sekali rasanya.

"Nona kau ini kenapa sih?" Miranda merasa Lara agak aneh.

"Aku? Aku tidak apa-apa, sudahlah kau cepat pulang pasti orang tuamu sudah menunggu dirumah, oh iya sampaikan juga salamku buat Nyonya Jah."

"Baikalah kalau anda bilang begitu, aku permisi dulu."

"Bye Miranda, huft!" Akhirnya Miranda keluar juga dari ruangannya. Lara sungguh malu dibuatnya, kenapa juga dirinya harus bertingkah aneh begitu saat bahas Van di depan Miranda? "Ya ampun Lara sepertinya kau benar-benar butuh makan deh!"

**

Di kantin perusahaan Van terlihat tengah menikmati sebotol air mineral, tiba-tiba saja ada dua orang pegawai perempuan datang duduk didekatnya dan menggodanya.

"Hai Tuan, aku baru kemarin melihatmu apa kau pegawai baru disini?" Ucap Dona salah satu pegawai miracle yang doyan bergosip.

"Tuan namamu siapa? Aku Tara aku dari divisi marketing."

"Tuan perempuan tua itu sudah kepala tiga, lebih baik kenalan denganku yang masih muda."

Astaga...! Wanita-wanita ini kenapa sih?  Van jadi bingung mau bersikap bagaimana. Disatu sisi ia merasa terganggu, disisi lain ia tetap harus jaga sikap demi nama baik Lara.

"Tuan kenapa kau diam saja, kau tidak mau pesan makanan apapun? Atau mau aku pesankan saja."

"Jadi siapa namamu, aku tidak pernah tahu ada pegawai yang super tampan seperti dirimu."

Kedua wanita itu benar-benar membuat Van tergganggu dan risih. Untungnya tak lama kemudian ponsel Van berdering sehingga ia punya alasan untuk lepas dari kedua makhluk itu. "Ah maaf nona-nona aku harus angkat telepon sebentar."

"Eh, kenapa kau harus pergi dari sini hanya untuk angkat telepon? Angkat saja disini." Dona menahan lengan Van agar tidak beranjak dari duduknya. Sial! Van baru saja ingin menjawab namun keburu panggilannya mati. Dan saat ia memeriksa history ponselnya, ternyata panggilan barusan dari Lara.

"Ternyata Nona yang telepon!"

"Nona? Nona siapa maksudmu? Panggil saja aku Tara, atau kau bisa panggil aku kakak karena usia kita pasti tidak terpaut jauh," Ucap Tara dengan gestur genit.

Selang sebentar datanglah pesan masuk dari Lara. Pesannya bertuliskan ;

Lara : "Jadi kau sedang asyik dengan para wanita genit itu hingga tidak sempat untuk mengangkat panggilanku?! *emot kesal."

"Jadi dia melihatku disini?" Mata Van langsung bergerak ke sekeliling mencari keberadaan Lara. Dimana dia? Mata Van langsung tertuju pada gadis cantik yang berdiri agak jauh memandang ke arahnya dengan tatapan tidak suka, dan tak lama gadis cantik itu pun buang muka lalu pergi. Van pun refleks meminta kedua wanita pengganggu itu agar tidak menghalanginya. Akan tetapi mereka masih keras kepala menahannya, hingga akhirnya Van naik pitam dan mendadak berubah jadi dingin dan serius. "Aku bilang minggir sekarang, atau aku buat kalian enyah selamanya!" Melihat Van yang mendadak jadi serius membuat kedua wanita itu bergidik ketakutan lalu buru-buru pergi. Segera Van dengan langkah cepat dan wajah khawatir mengejar Lara. Van mengejar namun Lara keburu tak terlihat. Dirinya pun bertanya pada resepsionis, "Apa Nona Lara keluar sedirian?

"Iya Nona Lara baru saja keluar gedung sendirian."

"Sial!" kekhawatiran Van semakin menjadi, ia pun buru-buru keluar mengendarai mobilnya untuk mencari Lara.

**

"Aku harap dia masih berada disekitaran sini." Van dengan mata tajamnya menyisir di setiap jalan dan tempat yang ia lewati, berharap Lara masih ada di dekat sini. Untungnya tak lama kemudian Van pun menemukan gadis ber-blazer merah jambu yang ia cari. Gadis itu duduk didekat air mancur taman. Dengan segera Van pun turun dari mobil dan menghampirinya.

"Nona Lara!"

Mendengar namanya dipanggil, Lara langsung menengadahkan kepalanya menatap sosok Van yang kini ada dihadapannya.

"Nona kenapa kau sendirian disini? Kenapa kau tidak bilang kalau kau mau keluar? Kau tau kan berbahaya sekali sendirian keluar saat ini."

Lara bangkit dari duduknya. "Untuk apa aku bilang, bukankah kau sedang bersenang-senang dengan dua wanita tadi?!"

"Nona sepertinya kau salah paham."

"Salah paham apa, aku lihat sendiri kau menikmati duduk diantara dua wanita tadi hingga panggilan ku saja tidak kau angkat! Masih mau mengelak!?" Ujar Lara kesal. "Lagipula— memangnya mereka lebih cantik dari aku apa?"

Van tersenyum kecil. "Nona apa kau tidak senang kalau aku dekat dengan perempuan lain?"

"Eh? A- apa maksud perkataanmu? Kau pikir aku cemburu?"

"Aku tidak sebut Nona cemburu lho padahal."

Lara seketika jadi malu, untuk menutupi rasa malunya gadis itu malah marah-marah di depan Van. "Pokoknya kau itu menyebalkan, sok tampan, suka tebar pesona, dan genit aku malas melihatnya!"

"Lalu kau ingin aku bagaimana?" Suara Van mendadak serius dan terdengar mengintimidasi.

Kalau sudah begini Lara jadi kikuk dibuatnya. Bibir Van saat ini dekat sekali dengan kening Lara, ia bahkan bisa merasakan hembusan nafas pria itu dikeningnya. Degup jantung Lara berubah jadi makin cepat. Astaga kenapa denganku, kenapa perasaanku jadi begini? Pria ini juga, kenapa tiba-tiba auranya berubah sih?

"Nona tolong jawab, apa kau marah aku dekat dengan wanita-wanita itu? Kau tidak suka dengan mereka? Kau ingin aku menjauhi mereka, atau kau mau aku memberi pelajaran pada meraka? Katakan saja apapun itu, aku akan lakukan semua yang kau perintahkan, yang penting kau memaafkanku."

Degup jantung Lara makin tak terkendali, ditambah Van kini malah berpindah jadi bicara didekat telinganya. "Katakan saja Nona kau ingin aku bagaimana, hidupku sepenuhnya kini ada ditanganmu." Wajah Lara terasa semakin panas, tubuhnya pun merasa seperti tergelitik saat mendengar desah suara Van membisiki telinganya. "Nona Lara aku–" Lara semakin tidak tahan ia pun mendorong pria itu.

Lara mengantur nafasnya. "Baiklah dengar ya Van, pertama mulai sekarang kau tidak boleh genit-genit atau dekat-dekat dengan wanita lain apalagi dikantor, dan yang kedua kau harus segera angkat panggilanku kalau aku telepon kapanpun itu. Dan yang ketiga–"

"Ketiga apa?"

Dengan wajah memerah karena malu Lara memberanikan diri mengatakannya, "Yang ketiga kau harus ingat, aku bukan cemburu padamu, aku– aku hanya tidak suka saja pengawalku dikenal sebagai pria genit. Dan yang terakhir! Bilang pada wanita yang suka genit padamu itu kalau kau pengawal pribadiku dan jangan kasih kesempatan mereka genit-genit lagi padamu, paham?!"

Van lagi-lagi dibuat menyeringai kecil dengan semua perkataan Lara.

"Jangan diam saja, kau paham kan maksudku?"

"Iya Nona aku paham."

"Oh iya ada satu pertanyaan."

"Apa itu?" Van Penasaran.

"Um— menurutmu, aku dibanding dua pegawai wanita tadi siapa yang lebih cantik?"

"Huh?" Van dibuat melongo mendengar pertanyaan polos dari Lara. Dia membandingkan dirinya dengan bawahannya sendiri? Apa gadis ini otaknya sudah eror?

"Sudah jawab saja!" Desak Lara.

"Kalau menurutku—"

"Sudah-sudah, tidak perlu kau dijawab!" Lara tiba-tiba malah berubah pikiran dan merasa malu sendiri dengan pertanyaannya itu.

"Nona yakin tidak mau dengar jawabanku?"

"Sudah tidak usah! Ayo kita ke restoran saja makan siang!" Ujar Lara menahan malu dan berjalan duluan.

Van pun hanya bisa tertawa kecil melihat raut wajah malu-malu menggemaskan gadis yang kini berjalan didepanya itu. "Gadis yang aneh, padahal semua orang juga tau jawabannya siapa yang tercantik kalau ditanya begitu," gumam Van.

Bersambung...

Jangan lupa di like komentar dan favoritin biar author semangat 💜

Terpopuler

Comments

Berdo'a saja

Berdo'a saja

lucu vemesh imut kayak nya gitu deh

2023-07-17

0

Bembi Arkana

Bembi Arkana

mnrik

2022-12-30

0

Deliani Deliani

Deliani Deliani

yabg cantik lara ya van

2022-11-23

1

lihat semua
Episodes
1 Dikejar Penjahat
2 Jadilah Pengawalku
3 Pengawal Pribadiku
4 Pengawalku sangat Tampan
5 Jiwaku di genggamanmu
6 Muncul tiba-tiba
7 Mengobati Luka
8 Salah Bicara
9 Cemburu?
10 Jatuh cinta padanya?
11 Ketakutan di dalam Lift
12 Hukuman yang manis
13 Semanis Cherry
14 Si Manusia Licik
15 Hubungan yang Membingungkan
16 Kakak kelas
17 Zat Candu
18 Mendadak diserang
19 Tatapan haus darah
20 Salah Fokus
21 Ketegangan di ruang meeting
22 Siapa Mr. M ?
23 Pacarnya?
24 Thanks Kiss
25 Dua manusia Licik
26 Vander Liuzen
27 Merasa aman bersamamu
28 Menahan diri darimu
29 Sarapan Bersama
30 Kau sudah berubah
31 Menyenangkan dan melelahkan
32 Seratus ribu dollar semalam
33 Pria ini misterius
34 Cemburu yang melelahkan
35 Pergi ke klub malam
36 Aku bukan anak kecil lagi!
37 Kissing when you're...
38 Semalam itu bukan mimpi!
39 Pasangan Serasi
40 Tamparan keras
41 Sisi lain Vander
42 Konsekuensi
43 Tentangnya yang belum diketahui
44 Lebih terbuka denganya.
45 Naik Motor berdua
46 Tipeku itu seperti...
47 Kebakaran di Miracle
48 Berada dalam pelukannya
49 Mencoba mengancam
50 Menyetir sendirian
51 Basah dan hangat
52 Beban berat dipundaknya.
53 Pingsan
54 Aku... Jatuh cinta padamu
55 Jadilah kekasihku...
56 Senyum-senyum sendiri
57 Kissmark
58 Kissmark
59 Pujian untuk Vander
60 Noda Lipstik?
61 Hanya ingin dicintai
62 Gigit Jari
63 Bibi vs Bocah
64 Iblis berhati Malaikat
65 Partner Pesta.
66 Pasar Malam
67 Kencan Terindah
68 Kotak hadiah.
69 Rendah diri
70 Kediaman Hazel
71 Pria Bertopeng
72 Pasangan Dansa
73 Rencana licik
74 Penyelamat Lara.
75 Sakit...!
76 Di kamar mandi?
77 Benalu
78 Gunakan mulutmu
79 Terpojok
80 Hidupku bukan untuk masa lalu
81 Milikmu seorang
82 Kau Tuanku malam ini
83 Rindu padaku?
84 Pertemuan Virtual
85 Menemui Vander
86 Berniat buruk
87 Minuman beracun
88 Meredam Emosiku
89 Bermain Kasar
90 Hadiah untuk Vander
91 Kiriman Bunga
92 Selamat ulang tahun sayang...
93 Merasa Bersalah
94 Berbaikan...
95 Kakek dan Nenek Lara
96 Kembali ke tempat itu?
97 Duka bagi Lara
98 Menikahlah denganku.
99 Status hubungan kami
100 Resmi! Suamiku dan Istriku
101 Forced Kiss
102 Bergantunglah padaku
103 Bulan Madu
104 Dibawa pergi?
105 Penculik Lara
106 Wanita jahat harus dihukum
107 Tamu tidak penting
108 Kampung halaman.
109 Masa kecil dan Orang tuanya
110 Memiliki anak
111 Menjinakan Bom
112 Merasa Aneh
113 Isi Pesan
114 Rindu yang bekabut
115 Periksa ke dokter kandungan
116 Morning sickness
117 Suara Pria
118 Guru privat
119 Pembohong!
120 Ikut bersamaku
121 Sampai jumpa...
122 Mau Melahirkan.
123 He's Back (New Era is coming)
124 End of book 1 + Blurb season 2
125 Si pria kecil
126 Selamat datang kembali
127 Interview kerja
128 Sama Tapi berbeda.
129 Pekerjaan dan tanggung jawabnya
130 Minta disuapi
131 Amnesia
132 Menghilangkan Memori.
133 Mengembalikan ingatannya
134 Cemburu pada anak sendiri
135 Membuatku Gila
136 Paman bermasker
137 Izin keluar kantor
138 Jangan menangis
139 Tidak peduli
140 Pertemuan
141 Kesempatan
142 Sampai bertemu
143 Kepingan Puzzle
144 Mencoba mengingat
145 Memori baru
146 Suami dan Anakku
147 Ayah dan anak
148 Hadiah spesial
149 Papaku...
150 Dendam
151 Apa papa akan datang?
152 Jujur padaku.
153 Seharian bersama papa
154 Persaingan
155 Pindah
156 Permintaan ulang tahun
157 Hari perayaan dan hadiah
158 Undangan pesta
159 Insiden
160 Reuni
161 Penguntit
162 Makan malam bersama
163 Hari yang ditunggu
164 Siapa Pelakunya?
165 Memergoki
166 Janji, kepercayaan, dan cinta
167 Percaya padaku
168 Wanita Pembohong
169 Tidak bisa dimaafkan
170 Provokasi Lara
171 Apapun untukmu
172 Sampel DNA
173 Pergi Kencan
174 Tanggung Jawab
175 Menjawab Tantangan
176 Menjadi Pelindungmu
177 Berada dipihakku
178 Pantas mendapat Karma
179 Tamat Riwayatmu wanita jahat!
180 Pengganti Lara
181 Liburan Bersama
182 Pernikahan yang sesungguhnya
183 Aku Papa Kandungmu
184 Tugas seorang Ayah
185 Keluarga Bahagia.
186 Dicintainya selama bertahun-tahun
187 Patah Hati
188 Maafkan aku
189 Kehamilan kedua.
190 Bola Liar
191 Uji coba langsung
192 Konferensi Pers
193 Bertengkar Di kantor
194 Kau kan...?
195 Pulau Crux
196 Perjalanan Misi
197 See you soon
198 Menjalankan Misi
199 Perasaan yang tak pernah mati.
200 Niat Terselubung
201 Untuk Lara
202 Kejutan dan Hadiah
203 Identitas
204 Membentaknya
205 Menghilang
206 Penculik Lara
207 Rencana Kabur
208 Menyadarkanmu
209 Berharap Pertolongan
210 Aku lelah
211 Berhasil Kabur
212 Menemui Musuh terakhir
213 Hidup itu pilihan
214 Menemukanmu...
215 Penghormatan Terakhir
216 Seribu kali lebih sakit
217 Segera Melahirkan?
218 Putra kedua
219 Kembali Mesra
220 Konferensi Pers
221 Couple of the year
222 I Love U pengawalku yang tampan [End of story]
223 Bonus Part [Family is Home]
Episodes

Updated 223 Episodes

1
Dikejar Penjahat
2
Jadilah Pengawalku
3
Pengawal Pribadiku
4
Pengawalku sangat Tampan
5
Jiwaku di genggamanmu
6
Muncul tiba-tiba
7
Mengobati Luka
8
Salah Bicara
9
Cemburu?
10
Jatuh cinta padanya?
11
Ketakutan di dalam Lift
12
Hukuman yang manis
13
Semanis Cherry
14
Si Manusia Licik
15
Hubungan yang Membingungkan
16
Kakak kelas
17
Zat Candu
18
Mendadak diserang
19
Tatapan haus darah
20
Salah Fokus
21
Ketegangan di ruang meeting
22
Siapa Mr. M ?
23
Pacarnya?
24
Thanks Kiss
25
Dua manusia Licik
26
Vander Liuzen
27
Merasa aman bersamamu
28
Menahan diri darimu
29
Sarapan Bersama
30
Kau sudah berubah
31
Menyenangkan dan melelahkan
32
Seratus ribu dollar semalam
33
Pria ini misterius
34
Cemburu yang melelahkan
35
Pergi ke klub malam
36
Aku bukan anak kecil lagi!
37
Kissing when you're...
38
Semalam itu bukan mimpi!
39
Pasangan Serasi
40
Tamparan keras
41
Sisi lain Vander
42
Konsekuensi
43
Tentangnya yang belum diketahui
44
Lebih terbuka denganya.
45
Naik Motor berdua
46
Tipeku itu seperti...
47
Kebakaran di Miracle
48
Berada dalam pelukannya
49
Mencoba mengancam
50
Menyetir sendirian
51
Basah dan hangat
52
Beban berat dipundaknya.
53
Pingsan
54
Aku... Jatuh cinta padamu
55
Jadilah kekasihku...
56
Senyum-senyum sendiri
57
Kissmark
58
Kissmark
59
Pujian untuk Vander
60
Noda Lipstik?
61
Hanya ingin dicintai
62
Gigit Jari
63
Bibi vs Bocah
64
Iblis berhati Malaikat
65
Partner Pesta.
66
Pasar Malam
67
Kencan Terindah
68
Kotak hadiah.
69
Rendah diri
70
Kediaman Hazel
71
Pria Bertopeng
72
Pasangan Dansa
73
Rencana licik
74
Penyelamat Lara.
75
Sakit...!
76
Di kamar mandi?
77
Benalu
78
Gunakan mulutmu
79
Terpojok
80
Hidupku bukan untuk masa lalu
81
Milikmu seorang
82
Kau Tuanku malam ini
83
Rindu padaku?
84
Pertemuan Virtual
85
Menemui Vander
86
Berniat buruk
87
Minuman beracun
88
Meredam Emosiku
89
Bermain Kasar
90
Hadiah untuk Vander
91
Kiriman Bunga
92
Selamat ulang tahun sayang...
93
Merasa Bersalah
94
Berbaikan...
95
Kakek dan Nenek Lara
96
Kembali ke tempat itu?
97
Duka bagi Lara
98
Menikahlah denganku.
99
Status hubungan kami
100
Resmi! Suamiku dan Istriku
101
Forced Kiss
102
Bergantunglah padaku
103
Bulan Madu
104
Dibawa pergi?
105
Penculik Lara
106
Wanita jahat harus dihukum
107
Tamu tidak penting
108
Kampung halaman.
109
Masa kecil dan Orang tuanya
110
Memiliki anak
111
Menjinakan Bom
112
Merasa Aneh
113
Isi Pesan
114
Rindu yang bekabut
115
Periksa ke dokter kandungan
116
Morning sickness
117
Suara Pria
118
Guru privat
119
Pembohong!
120
Ikut bersamaku
121
Sampai jumpa...
122
Mau Melahirkan.
123
He's Back (New Era is coming)
124
End of book 1 + Blurb season 2
125
Si pria kecil
126
Selamat datang kembali
127
Interview kerja
128
Sama Tapi berbeda.
129
Pekerjaan dan tanggung jawabnya
130
Minta disuapi
131
Amnesia
132
Menghilangkan Memori.
133
Mengembalikan ingatannya
134
Cemburu pada anak sendiri
135
Membuatku Gila
136
Paman bermasker
137
Izin keluar kantor
138
Jangan menangis
139
Tidak peduli
140
Pertemuan
141
Kesempatan
142
Sampai bertemu
143
Kepingan Puzzle
144
Mencoba mengingat
145
Memori baru
146
Suami dan Anakku
147
Ayah dan anak
148
Hadiah spesial
149
Papaku...
150
Dendam
151
Apa papa akan datang?
152
Jujur padaku.
153
Seharian bersama papa
154
Persaingan
155
Pindah
156
Permintaan ulang tahun
157
Hari perayaan dan hadiah
158
Undangan pesta
159
Insiden
160
Reuni
161
Penguntit
162
Makan malam bersama
163
Hari yang ditunggu
164
Siapa Pelakunya?
165
Memergoki
166
Janji, kepercayaan, dan cinta
167
Percaya padaku
168
Wanita Pembohong
169
Tidak bisa dimaafkan
170
Provokasi Lara
171
Apapun untukmu
172
Sampel DNA
173
Pergi Kencan
174
Tanggung Jawab
175
Menjawab Tantangan
176
Menjadi Pelindungmu
177
Berada dipihakku
178
Pantas mendapat Karma
179
Tamat Riwayatmu wanita jahat!
180
Pengganti Lara
181
Liburan Bersama
182
Pernikahan yang sesungguhnya
183
Aku Papa Kandungmu
184
Tugas seorang Ayah
185
Keluarga Bahagia.
186
Dicintainya selama bertahun-tahun
187
Patah Hati
188
Maafkan aku
189
Kehamilan kedua.
190
Bola Liar
191
Uji coba langsung
192
Konferensi Pers
193
Bertengkar Di kantor
194
Kau kan...?
195
Pulau Crux
196
Perjalanan Misi
197
See you soon
198
Menjalankan Misi
199
Perasaan yang tak pernah mati.
200
Niat Terselubung
201
Untuk Lara
202
Kejutan dan Hadiah
203
Identitas
204
Membentaknya
205
Menghilang
206
Penculik Lara
207
Rencana Kabur
208
Menyadarkanmu
209
Berharap Pertolongan
210
Aku lelah
211
Berhasil Kabur
212
Menemui Musuh terakhir
213
Hidup itu pilihan
214
Menemukanmu...
215
Penghormatan Terakhir
216
Seribu kali lebih sakit
217
Segera Melahirkan?
218
Putra kedua
219
Kembali Mesra
220
Konferensi Pers
221
Couple of the year
222
I Love U pengawalku yang tampan [End of story]
223
Bonus Part [Family is Home]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!