Muncul tiba-tiba

Aron tampak sedikit bingung, "Aku hanya meminjamkan seratus dolar dan kau mengembalikannya sepuluh kali lipat, sepertinya kau sudah dapat pekerjaan dengan gaji yang besar ya?"

Van hanya diam lalu meneguk kembali gelas wine ditangannya. "Sebaiknya kau pesan minuman juga Ron biar aku yang bayar hari ini." Aron pun langsung memesan minuman seperti kata Van. Kedua pria dewasa itu mulai saling berbincang santai sambil minum-minum.

"Jadi sekarang kau bekerja dimana? Bagaimana dengan istrimu yang kau nikahi tahun lalu?" Terakhir kali bertemu, Aron mengatakan kalau dirinya akan segera menikah.

"Aku hanya bekerja di toko barang-barang antik, memang tak sebesar penghasilan saat aku bekerja untuk Crux tapi untuk saat ini, itu saja sudah cukup. Terlebih istriku kini sedang hamil tiga bulan, dengan kerja begitu aku bisa lebih sering menjaga istriku."

Melihat temannya bercerita begitu, Van jadi yakin Aron hidup dengan bahagia sekerang bersama istri dan calon anaknya.

"Biaya masa depan anak itu mahal, apa kau tidak berniat kembali bekerja saja untuk Crux?"

Aron tertawa geli lalu meneguk minumannya. "Heh harusnya pertanyaan itu kau tanyakan saja pada dirimu sendiri." Aron jadi penasaran tentang pekerjaan Van sekarang. "Kau sendiri memangnya apa pekerjaanmu sekarang?"

Van menatap Aron. "Yang pasti pekerjaan ini tidak akan membuatku langsung dipecat."

Aron tertawa geli mendengarnya. Dirinya paham betul bagaimana rekam jejak Van yang selalu saja berakhir dengan dipecat diwaktu singkat disetiap baru mulai bekerja. Mulai dari menjadi pengantar susu, menjadi pengantar makanan, cleaning service hingga terakhir menjadi pelayan di sebuah restoran. Dan alasan pemecatannya rata-rata sama, yakni Van yang selalu saja berakhir dengan memukul ataupun ribut dengan pelanggan maupun sesama pekerja lain. Hal itu membuat Van lelah mencari kerja, hingga pada akhirnya ia memilih untuk hidup menjadi gelandangan dengan bergantung belas kasihan dari orang lain.

Van sendiri hanya bisa tersenyum kecut mengingat hal itu. Tapi mau bagaimana lagi, bagi Van yang tak memiliki ijazah sekolah tinggi atau sertifikat kecapakan kerja seperti orang pada umumnya, pekerjaan yang bisa ia dapatkan hanya pekerjaan level dasar, meskipun Van sebenarnya memiliki otak yang sangat cerdas dan menguasai banyak bidang.

"Sudahlah itu semua sudah berlalu, yang penting adalah saat ini." Aron menepuk pundak temannya itu. "Sekarang ini kau sudah dapat pekerjaan yang bagus dan cocok untukmu bukan?"

Van mengangguk kecil. "Ya kau benar,"

"Tapi kalau aku boleh tau sebenarnya kau bekerja untuk siapa?"

"Dia seorang pimpinan perusahaan besar dikota ini, aku ditugaskan untuk menjadi pengawalnya pribadinya."

Aron tersenyum dan mengangguk paham, "Ternyata memang benar, pekerjaan yang memicu adrenalin dan bisa mengancam nyawa, adalah yang paling cocok untukmu."

Apa yang dikatakan Aron barusan itu benar, pekerjaan yang paling cocok untuk Van saat ini memang pekerjaan seperti ini, pekerjaan yang memerlukan ketahanan fisik dan intuisi tinggi. Namun bukan berarti ia juga ingin selamanya seperti itu.

**

Jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam, hari ini memang ada pekerjaan yang harus diselesaikan hari itu juga, itu sebabnya Lara dan Mira pulang larut. Di depan lobby Pak Jah sudah menunggu kedua gadis itu untuk diantar pulang.

"Nona silakan segera masuk mobil, karena ini sudah malam," ucap Pak Jah dengan sangat penuh perhatian membukakan pintu.

"Terima kasih Pak Jah." Lara sangat bersyukur memiliki orang-orang yang setia dan tulus padanya seperti pak Jah dan Mira, bagi Lara Pak Jah itu sudah dianggapnya seperti wali pengganti sejak dirinya sudah tak lagi memiliki orang tua.

Pak Jah sudah siap untuk menjalankan mobilnya namun tiba-tiba saja sepertinya kesehatan Pak Jah agak kurang baik. "Uhuk-uhuk!" Pak Jah batuk-batuk dan suaranya pun serak. Maklum saja Pak Jah sudah berusia 57 tahun jadi wajar saja jika kesehatannya sering terganggu.

"Pak Jah apa kau baik-baik saja?" Tanya Lara khawatir.

"Ah iya Non- uhuk- Uhuk! Aku hanya sedikit kurang sehat saja," Pak Jah seolah mengabaikan kesehatannya agar tetap profesional.

"Pak Jah jika kau sedang tidak sehat aku mohon jangan paksakan dirimu," ungkap Lara yang tidak tega melihatnya.

"A- aku tidak apa-apa Nona sungguh—"

"Stop!" Ujar Miranda dengan raut wajah sedih dan mata berkaca-kaca. "Pak Jah bukan, Ayah... aku mohon jangan paksakan dirimu seperti ini, usiamu sudah tak muda lagi jadi tolong berhentilah mengabaikan dirimu hanya demi orang lain, hatiku sebagai anak sakit melihatmu begitu. Apalagi kejadian hari ini aku benar-benar tidak sanggup melihatmu kesakitan, jadi aku mohon jangan lagi memaksakan diri– huhu..."

Lara yang duduk disebelah Mira jadi merasa sangat bersalah, hatinya ikut teriris mendengar ucapan Mira barusan. Pak Jah memang sudah sangat banyak barjasa bagi Lara dan keluarganya, sudah seharusnya giliran Lara yang kini berterima kasih. Lagipula benar kata Miranda pak Jah sudah semakin tua, ia seharusnya tidak perlu lagi menyupiri Lara hingga larut malam begini.

"Pak Jah..."

"Iya Nona?"

"Aku rasa yang dikatakan Mira itu benar sekali, diusiamu yang sekarang kau tidak seharusnya memaksakan diri. Kau sudah sangat banyak membantuku, menjagaku, menasehatiku bahkan kau memperlakukanku sama seperti kau memperlakukan Mira, jujur aku senang sekali. Tapi kali ini aku mohon, turuti kata-kata putrimu yang ada disebelahku ini." Lara melirik Mira yang kini tengah bersedih. "Tolong Pak Jah, mulai besok istirahatlah dirumah, nikmati waktumu dan tidak perlu lagi memikirkanku, usiaku sudah dua puluh dua tahun, jadi aku rasa aku sudah cukup dewasa untuk kemana-mana tanpa harus terlalu dikhawatirkan."

"Nona Lara apa kau akan...?" Tanya Miranda menatap Lara.

Lara menggeleng, "Tidak Mira, aku tidak akan memecat Pak Jah sampai kapanpun. Aku bilang begitu karena ingin agar mulai besok Pak Jah tidak perlu lagi mengantarku kemana-mana. Mulai besok pak Jah hanya perlu menikmati hidup dan istirahat itu yang aku mau."

"Ta- tapi Nona kalau aku tidak lagi menyupirimu Lalu?"

"Kau tidak usah pikirkan itu, aku yang akan urus itu semua. Sekarang ini yang penting adalah kau harus segera ke rumah sakit." Lara menyuruh pak Jah ke rumah sakit dengan Mira.

"Tapi bagaimana denganmu Nona?" Tanya Mira khawatir.

"Tenang saja aku tau siapa yang harus aku hubungi setelah ini." Lara meyakinkan dua orang baik ini agar tak terlalu khawatir padanya. Setelah diyakinkan akhirnya Mira membawa ayahnya itu ke rumah sakit sedangkan Lara masih menunggu di kantor.

[* Sedikit fakta, Pak Jah adalah ayah kandung Miranda. Pak Jah sudah bekerja dengan keluarga Hazel hampir 30 tahun. Mira yang sering datang ke kediaman Hazel pun akhirnya menjadi teman kesayangan Lara sejak kecil, itu sebabnya mereka begitu dekat dan Lara begitu menyayangi Mira hingga menganggapnya seperti kakaknya sendiri]

**

Lara menunggu jemputan, tapi sudah hampir lima belas menit orang yang menjemputnya tak kunjung datang.

"Kemana sih dia? Apa dia terlalu asyik menghabiskan uang hingga lupa prioritasnya!" Lara kesal karena Van tak kunjung datang. Merasa bosan diam saja menunggu, Lara pun akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan sendirian di sekitaran area kantor Miracle.

"Miracle kalau di malam hari auranya sungguh horor sekali ya?" Ungkap Lara yang agak bergidik melihat suasana sepi diselimuti udara dingin. [Karena sudah mau musim gugur jadi suhu semakin dingin] Lara terus berjalan mengelilingi taman kantor. Tiba-tiba saja ia dikagetkan dengan orang yang entah darimana datangnya langsung mendekapnya dengan erat dari belakang.

DUG! Terdengar seperti suara kepala yang terbentur benda keras.

Bersambung...

Tolong di vote dan diberi komentar, jangan lupa jempolnya author makin semangat nulis, thank you~💜

Terpopuler

Comments

Berdo'a saja

Berdo'a saja

siapa ituuu

2023-07-17

0

hera wati

hera wati

duh knp tuh...

2022-10-12

0

Muhammad Pratama

Muhammad Pratama

waduh kira2 kenapa tu kepalanya

2022-09-02

1

lihat semua
Episodes
1 Dikejar Penjahat
2 Jadilah Pengawalku
3 Pengawal Pribadiku
4 Pengawalku sangat Tampan
5 Jiwaku di genggamanmu
6 Muncul tiba-tiba
7 Mengobati Luka
8 Salah Bicara
9 Cemburu?
10 Jatuh cinta padanya?
11 Ketakutan di dalam Lift
12 Hukuman yang manis
13 Semanis Cherry
14 Si Manusia Licik
15 Hubungan yang Membingungkan
16 Kakak kelas
17 Zat Candu
18 Mendadak diserang
19 Tatapan haus darah
20 Salah Fokus
21 Ketegangan di ruang meeting
22 Siapa Mr. M ?
23 Pacarnya?
24 Thanks Kiss
25 Dua manusia Licik
26 Vander Liuzen
27 Merasa aman bersamamu
28 Menahan diri darimu
29 Sarapan Bersama
30 Kau sudah berubah
31 Menyenangkan dan melelahkan
32 Seratus ribu dollar semalam
33 Pria ini misterius
34 Cemburu yang melelahkan
35 Pergi ke klub malam
36 Aku bukan anak kecil lagi!
37 Kissing when you're...
38 Semalam itu bukan mimpi!
39 Pasangan Serasi
40 Tamparan keras
41 Sisi lain Vander
42 Konsekuensi
43 Tentangnya yang belum diketahui
44 Lebih terbuka denganya.
45 Naik Motor berdua
46 Tipeku itu seperti...
47 Kebakaran di Miracle
48 Berada dalam pelukannya
49 Mencoba mengancam
50 Menyetir sendirian
51 Basah dan hangat
52 Beban berat dipundaknya.
53 Pingsan
54 Aku... Jatuh cinta padamu
55 Jadilah kekasihku...
56 Senyum-senyum sendiri
57 Kissmark
58 Kissmark
59 Pujian untuk Vander
60 Noda Lipstik?
61 Hanya ingin dicintai
62 Gigit Jari
63 Bibi vs Bocah
64 Iblis berhati Malaikat
65 Partner Pesta.
66 Pasar Malam
67 Kencan Terindah
68 Kotak hadiah.
69 Rendah diri
70 Kediaman Hazel
71 Pria Bertopeng
72 Pasangan Dansa
73 Rencana licik
74 Penyelamat Lara.
75 Sakit...!
76 Di kamar mandi?
77 Benalu
78 Gunakan mulutmu
79 Terpojok
80 Hidupku bukan untuk masa lalu
81 Milikmu seorang
82 Kau Tuanku malam ini
83 Rindu padaku?
84 Pertemuan Virtual
85 Menemui Vander
86 Berniat buruk
87 Minuman beracun
88 Meredam Emosiku
89 Bermain Kasar
90 Hadiah untuk Vander
91 Kiriman Bunga
92 Selamat ulang tahun sayang...
93 Merasa Bersalah
94 Berbaikan...
95 Kakek dan Nenek Lara
96 Kembali ke tempat itu?
97 Duka bagi Lara
98 Menikahlah denganku.
99 Status hubungan kami
100 Resmi! Suamiku dan Istriku
101 Forced Kiss
102 Bergantunglah padaku
103 Bulan Madu
104 Dibawa pergi?
105 Penculik Lara
106 Wanita jahat harus dihukum
107 Tamu tidak penting
108 Kampung halaman.
109 Masa kecil dan Orang tuanya
110 Memiliki anak
111 Menjinakan Bom
112 Merasa Aneh
113 Isi Pesan
114 Rindu yang bekabut
115 Periksa ke dokter kandungan
116 Morning sickness
117 Suara Pria
118 Guru privat
119 Pembohong!
120 Ikut bersamaku
121 Sampai jumpa...
122 Mau Melahirkan.
123 He's Back (New Era is coming)
124 End of book 1 + Blurb season 2
125 Si pria kecil
126 Selamat datang kembali
127 Interview kerja
128 Sama Tapi berbeda.
129 Pekerjaan dan tanggung jawabnya
130 Minta disuapi
131 Amnesia
132 Menghilangkan Memori.
133 Mengembalikan ingatannya
134 Cemburu pada anak sendiri
135 Membuatku Gila
136 Paman bermasker
137 Izin keluar kantor
138 Jangan menangis
139 Tidak peduli
140 Pertemuan
141 Kesempatan
142 Sampai bertemu
143 Kepingan Puzzle
144 Mencoba mengingat
145 Memori baru
146 Suami dan Anakku
147 Ayah dan anak
148 Hadiah spesial
149 Papaku...
150 Dendam
151 Apa papa akan datang?
152 Jujur padaku.
153 Seharian bersama papa
154 Persaingan
155 Pindah
156 Permintaan ulang tahun
157 Hari perayaan dan hadiah
158 Undangan pesta
159 Insiden
160 Reuni
161 Penguntit
162 Makan malam bersama
163 Hari yang ditunggu
164 Siapa Pelakunya?
165 Memergoki
166 Janji, kepercayaan, dan cinta
167 Percaya padaku
168 Wanita Pembohong
169 Tidak bisa dimaafkan
170 Provokasi Lara
171 Apapun untukmu
172 Sampel DNA
173 Pergi Kencan
174 Tanggung Jawab
175 Menjawab Tantangan
176 Menjadi Pelindungmu
177 Berada dipihakku
178 Pantas mendapat Karma
179 Tamat Riwayatmu wanita jahat!
180 Pengganti Lara
181 Liburan Bersama
182 Pernikahan yang sesungguhnya
183 Aku Papa Kandungmu
184 Tugas seorang Ayah
185 Keluarga Bahagia.
186 Dicintainya selama bertahun-tahun
187 Patah Hati
188 Maafkan aku
189 Kehamilan kedua.
190 Bola Liar
191 Uji coba langsung
192 Konferensi Pers
193 Bertengkar Di kantor
194 Kau kan...?
195 Pulau Crux
196 Perjalanan Misi
197 See you soon
198 Menjalankan Misi
199 Perasaan yang tak pernah mati.
200 Niat Terselubung
201 Untuk Lara
202 Kejutan dan Hadiah
203 Identitas
204 Membentaknya
205 Menghilang
206 Penculik Lara
207 Rencana Kabur
208 Menyadarkanmu
209 Berharap Pertolongan
210 Aku lelah
211 Berhasil Kabur
212 Menemui Musuh terakhir
213 Hidup itu pilihan
214 Menemukanmu...
215 Penghormatan Terakhir
216 Seribu kali lebih sakit
217 Segera Melahirkan?
218 Putra kedua
219 Kembali Mesra
220 Konferensi Pers
221 Couple of the year
222 I Love U pengawalku yang tampan [End of story]
223 Bonus Part [Family is Home]
Episodes

Updated 223 Episodes

1
Dikejar Penjahat
2
Jadilah Pengawalku
3
Pengawal Pribadiku
4
Pengawalku sangat Tampan
5
Jiwaku di genggamanmu
6
Muncul tiba-tiba
7
Mengobati Luka
8
Salah Bicara
9
Cemburu?
10
Jatuh cinta padanya?
11
Ketakutan di dalam Lift
12
Hukuman yang manis
13
Semanis Cherry
14
Si Manusia Licik
15
Hubungan yang Membingungkan
16
Kakak kelas
17
Zat Candu
18
Mendadak diserang
19
Tatapan haus darah
20
Salah Fokus
21
Ketegangan di ruang meeting
22
Siapa Mr. M ?
23
Pacarnya?
24
Thanks Kiss
25
Dua manusia Licik
26
Vander Liuzen
27
Merasa aman bersamamu
28
Menahan diri darimu
29
Sarapan Bersama
30
Kau sudah berubah
31
Menyenangkan dan melelahkan
32
Seratus ribu dollar semalam
33
Pria ini misterius
34
Cemburu yang melelahkan
35
Pergi ke klub malam
36
Aku bukan anak kecil lagi!
37
Kissing when you're...
38
Semalam itu bukan mimpi!
39
Pasangan Serasi
40
Tamparan keras
41
Sisi lain Vander
42
Konsekuensi
43
Tentangnya yang belum diketahui
44
Lebih terbuka denganya.
45
Naik Motor berdua
46
Tipeku itu seperti...
47
Kebakaran di Miracle
48
Berada dalam pelukannya
49
Mencoba mengancam
50
Menyetir sendirian
51
Basah dan hangat
52
Beban berat dipundaknya.
53
Pingsan
54
Aku... Jatuh cinta padamu
55
Jadilah kekasihku...
56
Senyum-senyum sendiri
57
Kissmark
58
Kissmark
59
Pujian untuk Vander
60
Noda Lipstik?
61
Hanya ingin dicintai
62
Gigit Jari
63
Bibi vs Bocah
64
Iblis berhati Malaikat
65
Partner Pesta.
66
Pasar Malam
67
Kencan Terindah
68
Kotak hadiah.
69
Rendah diri
70
Kediaman Hazel
71
Pria Bertopeng
72
Pasangan Dansa
73
Rencana licik
74
Penyelamat Lara.
75
Sakit...!
76
Di kamar mandi?
77
Benalu
78
Gunakan mulutmu
79
Terpojok
80
Hidupku bukan untuk masa lalu
81
Milikmu seorang
82
Kau Tuanku malam ini
83
Rindu padaku?
84
Pertemuan Virtual
85
Menemui Vander
86
Berniat buruk
87
Minuman beracun
88
Meredam Emosiku
89
Bermain Kasar
90
Hadiah untuk Vander
91
Kiriman Bunga
92
Selamat ulang tahun sayang...
93
Merasa Bersalah
94
Berbaikan...
95
Kakek dan Nenek Lara
96
Kembali ke tempat itu?
97
Duka bagi Lara
98
Menikahlah denganku.
99
Status hubungan kami
100
Resmi! Suamiku dan Istriku
101
Forced Kiss
102
Bergantunglah padaku
103
Bulan Madu
104
Dibawa pergi?
105
Penculik Lara
106
Wanita jahat harus dihukum
107
Tamu tidak penting
108
Kampung halaman.
109
Masa kecil dan Orang tuanya
110
Memiliki anak
111
Menjinakan Bom
112
Merasa Aneh
113
Isi Pesan
114
Rindu yang bekabut
115
Periksa ke dokter kandungan
116
Morning sickness
117
Suara Pria
118
Guru privat
119
Pembohong!
120
Ikut bersamaku
121
Sampai jumpa...
122
Mau Melahirkan.
123
He's Back (New Era is coming)
124
End of book 1 + Blurb season 2
125
Si pria kecil
126
Selamat datang kembali
127
Interview kerja
128
Sama Tapi berbeda.
129
Pekerjaan dan tanggung jawabnya
130
Minta disuapi
131
Amnesia
132
Menghilangkan Memori.
133
Mengembalikan ingatannya
134
Cemburu pada anak sendiri
135
Membuatku Gila
136
Paman bermasker
137
Izin keluar kantor
138
Jangan menangis
139
Tidak peduli
140
Pertemuan
141
Kesempatan
142
Sampai bertemu
143
Kepingan Puzzle
144
Mencoba mengingat
145
Memori baru
146
Suami dan Anakku
147
Ayah dan anak
148
Hadiah spesial
149
Papaku...
150
Dendam
151
Apa papa akan datang?
152
Jujur padaku.
153
Seharian bersama papa
154
Persaingan
155
Pindah
156
Permintaan ulang tahun
157
Hari perayaan dan hadiah
158
Undangan pesta
159
Insiden
160
Reuni
161
Penguntit
162
Makan malam bersama
163
Hari yang ditunggu
164
Siapa Pelakunya?
165
Memergoki
166
Janji, kepercayaan, dan cinta
167
Percaya padaku
168
Wanita Pembohong
169
Tidak bisa dimaafkan
170
Provokasi Lara
171
Apapun untukmu
172
Sampel DNA
173
Pergi Kencan
174
Tanggung Jawab
175
Menjawab Tantangan
176
Menjadi Pelindungmu
177
Berada dipihakku
178
Pantas mendapat Karma
179
Tamat Riwayatmu wanita jahat!
180
Pengganti Lara
181
Liburan Bersama
182
Pernikahan yang sesungguhnya
183
Aku Papa Kandungmu
184
Tugas seorang Ayah
185
Keluarga Bahagia.
186
Dicintainya selama bertahun-tahun
187
Patah Hati
188
Maafkan aku
189
Kehamilan kedua.
190
Bola Liar
191
Uji coba langsung
192
Konferensi Pers
193
Bertengkar Di kantor
194
Kau kan...?
195
Pulau Crux
196
Perjalanan Misi
197
See you soon
198
Menjalankan Misi
199
Perasaan yang tak pernah mati.
200
Niat Terselubung
201
Untuk Lara
202
Kejutan dan Hadiah
203
Identitas
204
Membentaknya
205
Menghilang
206
Penculik Lara
207
Rencana Kabur
208
Menyadarkanmu
209
Berharap Pertolongan
210
Aku lelah
211
Berhasil Kabur
212
Menemui Musuh terakhir
213
Hidup itu pilihan
214
Menemukanmu...
215
Penghormatan Terakhir
216
Seribu kali lebih sakit
217
Segera Melahirkan?
218
Putra kedua
219
Kembali Mesra
220
Konferensi Pers
221
Couple of the year
222
I Love U pengawalku yang tampan [End of story]
223
Bonus Part [Family is Home]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!