Pagi harinya Van sudah menunggu di halaman depan kediaman Lara dua puluh menit sebelum pukul delapan pagi. Dan sekarang sudah pukul delapan, dengan sabar pria itu di dalam mobil menunggu Nona bosnya itu keluar dari kediamannya yang mewah. "Hoam..." Van menguap menandakan ia mulai bosan menunggu. "Kenapa dia lama sekali ya?"
Tak lama sosok yang ditunggu pun muncul. Seperti biasa Lara terlihat cantik dan anggun mengenakan pakaian kerjanya, rok diatas lutut dengan outer blazer fit body berwarna pink berpadu dengan kulitnya yang putih membuatnya semakin menawan. Wajah yang cantik dihias lipstik berwarna cherry pink menpel sempurna dibibirnya yang sensual. Rambut panjang kecoklatan yang bergelombang terurai indah. Dia sungguh indah saat berjalan tinggi badannya hanya 165 sentimeter namun bentuk tubuhnya yang sempurna, membuat gadis berusia 22 tahun itu tampak menawan saat berjalan menuju mobil.
"Berangkat sekarang," perintah Lara yang sudah duduk di kursi belakang.
"Ba- baik Nona," Van yang sejak tadi fokus memandangi Lara dari luar hingga masuk mobil hampir saja dibuat tidak fokus.
**
Di perjalanan menuju kantor hampir tidak ada interaksi sama sekali. Baik Lara maupun Van diam seribu bahasa, Lara juga tampak sibuk melihat layar tabletnya. Karena sudah hampir dua puluh menit suasanannya terasa kaku, Lara yang tidak tahan kalau tidak bicara pun mulai bosan. Ia memutuskan untuk mematikan tabletnya dan menyuruh Van menyalakan radio. Tanpa banyak tanya Van pun langsung melakukannya, ia menyalakan radio di dalam mobil. Stasiun radio itu kini memutar berbagai lagu, karena Lara kurang suka dengan lagu yang sedang diputar di stasiun radio tersebut ia pun menyuruh Van memindahkan frekuensinya. "Nona mau stasiun radio apa? Kalau pagi-pagi begini siaran radio kebanyakan hanya obrolan santai diiringi jeda lagu."
"Apa saja, siaran yang membahas berita selebritis juga bagus," ungkap Lara.
Van pun mencarikan siaran berita seperti yang diminta. Kali ini siaran radionya membahas tentang perceraian pasangan selebritis, Lara yang mendengarkannya pun langsung berkomentar, "Kenapa bisa pasangan yang terlihat serasi dan harmonis selama ini di depan layar tiba-tiba saja bercerai? Kalau menurutmu kenapa bisa begitu?"
Van diam dan tidak menjawab apa-apa. Kebalikan dari Lara yang suka mendengarkan berita selebriti, Van justru sangat benci siaran yang membahas tentang gosip dan kehidupan selebriti.
"Hey Tuan pengawal, apa kau tidak dengar aku bertanya?"
"Oh, jadi Nona tanya padaku?"
"Tentu saja aku tanya padamu, memang disini selain kita berdua ada siapa lagi?"
"Kalau begitu maaf Nona, sejujurnya aku tidak tahu apa-apa soal selebritis. Aku bahkan hampir tidak tahu sama sekali nama-nama artis."
"Benarkah?" Lara seolah tak percaya. "Aku baru tau ada orang sepertimu, apa kau tidak pernah nonton TV atau baca berita di media?"
"Aku hanya melihat dan membaca sesuatu yang memang aku tertarik, dan menurutku mengikuti berita dan gosip selebritis itu hanya untuk orang kurang kerjaan dan buang-buang waktu saja."
"Jadi maksudmu aku ini kurang kerjaan!?" Omel Lara tidak terima.
"Um— maksudku bukan begitu, maksudku kecuali anda Nona, kalau Nona Lara tidak mungkin kurang kerjaan." Gawat sepertinya Van salah bicara.
Lara mencebikan bibirnya sambil menggerutu di dalam hati. Dia saja sepertinya tidak pernah nonton TV, beraninya bilang orang lain yang suka berita selebriti tidak punya kerjaan.
Lewat kaca spion depan, Van bisa melihat ekspresi wajah Lara yang kini agaknya sedikit kesal.
"Um– Nona Lara, aku mohon—"
"Sudah matikan saja radionya!" Perintah Lara.
"Tapi Nona—"
"Aku bilang matikan saja, aku tidak mau dikira kurang kerjaan hanya karena mendengarkan itu." Sepertinya mood Lara sendang tidak baik membuatnya jadi mudah tersinggung. Van pun mematikan radionnya, ia jadi tidak enak hati sudah membuat mood bosnya turun. "Nona aku tidak bermaksud membuat mood-mu jadi jelek lho..."
"Hem," Jawab Lara cuek.
"Maafkan aku."
Lara menghela nafas, "Sudahlah lupakan saja, lagipula itu tidak penting kok!"
"Baiklah kalau begitu."
Suasana kembali hening, hingga akhirnya cair lagi saat Van bertanya, "Maaf Nona kalau boleh tau, kenapa kau sudah tidak diantar oleh pak tua, eh maksudku Tuan Jah lagi?"
"Itu karena Pak Jah sudah tua dan kesehatannya sering terganggu akhir-akhir ini, aku tidak tega jika masih harus memperkerjakannya setiap hari jadi kusuruh saja dia untuk berhenti kerja."
Ternyata dia gadis yang baik dan peduli, puji Van dalam hati. "Jadi itu artinya mulai hari ini aku yang akan mengantar Nona kemanapun pergi?"
"Iya."
Tak lama tiba-tiba Van teringat soal surat ancaman yang dilemparkan bersama batu yang mengenai kepalanya kemarin. "Oh iya Nona sebelum kita pulang kemarin aku melihat ini di dekat batu yang mengenaiku." Van memberikan secarik kertas yang sudah lecek itu kepada Lara.
"Apa ini?" Lara penasaran lalu mengambilnya dan langsung membaca isi surat lecek yang sudah dilipat-lipat itu. "I- ini kenapa?" Raut wajah Lara langsung ketakutan melihat tulisan di kertas itu. "Ap- apa maksud tulisan ini? Ke- kenapa sampai ada orang yang berbuat ini padaku?" Dari kaca spion depannya Van dapat melihat jelas raut wajah Lara setelah membaca isi kertas itu. Cemas dan takut hal itu tergambar jelas di wajah cantiknya saat ini, terlebih kejadian penyerangan kemarin yang membuat Lara hampir saja kehilangan nyawa, pasti masih menyisakan rasa trauma pada dirinya.
"Kau baik-baik saja kan Nona?" Tanya Van khawatir.
"Ya, aku tidak apa-apa," Meski bilang begitu, raut wajah dan sorot mata Lara tidak bisa bohong. Ia jelas tampak gelisah dan takut.
"Nona Lara tenang saja, apapun yang direncanakan orang-orang dibalik ancaman-ancaman yang kau terima, aku pastikan mereka tidak akan bisa menyentuhmu, karena aku akan selalu melindungimu bagaimanapun caranya."
"Iya terima kasih," Lara tersenyum kecil. Entah kenapa mendengar ucapan Van barusan kecemasan Lara sedikit berkurang dan membuatnya merasa aman.
**
Mira berada di depan lift lantai dua dan terlihat tengah berbicara di telepon, nampaknya pembicaraan yang cukup serius menyangkut perusahaan. Tiba-tiba saja setelah ia selesai menerima telepon malah dibuat kaget oleh suara Van yang muncul dari belakang.
"Nona Miranda," bisik Van.
"Hei kau mengagetkanku!" Ujar Mira kesal.
"Maaf ya hehe..."
"Kenapa kau disini? Dimana Nona Lara?"
"Dia sudah ada diruangannya."
"Oh!" Dari cara Miranda melihat Van sepertinya ia masih belum sepenuhnya yakin dengan pengawal pribadi Lara itu. "Itu apa yang kau bawa?" Miranda melihat Van membawa beberapa tentengan di tangannya.
"Oh ini aku juga tidak tahu apa isinya, aku hanya diberikan bingkisan-bingkisan ini oleh beberapa nona pekerja di kantor ini jadi aku terima saja," jelasnya. Miranda seketika memicingkan matanya ke arah Van.
"Kenapa kau melihatku dengan tatapan begitu Nona asisten, apa kau ada masalah denganku?"
"Tidak ada, tapi aku ingin mengingatkanmu satu hal."
"Apa itu?"
"Aku ingatkan padamu, jangan berani-berani berpikir untuk memanfaatkan Nona Lara, karena jika itu terjadi maka aku akan—"
"Akan apa?" Van balik menyerang ucapan Mira. "Kau tenang saja Nona Miranda aku tau dimana posisiku saat ini."
"Bagus jika kau paham."
"Miranda!" Seru Van.
Mira kaget mendengar Van memanggilnya dengan tegas.
Sebelum pergi Van mengatakan pada wanita itu, "Asal kau tau, aku bukanlah orang yang seharusnya kau waspadai."
"Apa maksudmu?" Tanya Mira bingung dengan maksud ucapan Van.
"Nanti kau juga akan tau sendiri. Oh iya Nona Miranda, tolong jangan pernah bicara seolah kau ingin mengancamku karena aku tidak suka itu, dan juga satu lagi, berikan sedikit rasa hormatmu padaku karena bagaimanapun aku lebih tua darimu, oke!" Van lalu melenggang pergi.
"Sial! Apa sebenarnya maksud dia bicara begitu?!" Mira sungguh penasaran dengan ucapan Van tadi soal mewaspadai orang lain. Sayangnya belum dapat kejelasan Van malah sudah keburu pergi.
Bersambung...
Jangan lupa like, vote, dan di comment biar aku semangat 💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 223 Episodes
Comments
Berdo'a saja
apa Van sudah tau siapa yang harus di waspadai
2023-07-17
1
May Tanty
koc saya curiga ya jangan2 si Miranda berhianat ke Lara..
2023-05-29
0
hera wati
tenang miranda..van akn mnjaga nya km hrs prcya itu ya kk ahtoor 😉
2022-10-12
1