Zat Candu

Setibanya di Miracle Lara masuk duluan ke dalam kantor karena ia harus segera mengecek email yang masuk, sedangkan Van pergi dulu untuk memarkirkan mobil.

Saat Lara hendak menunggu lift terbuka, tiba-tiba saja dari arah samping muncul Jeden yang berteriak, "Lara Hazel!"

Lara pun menoleh ke arah datangnya Jeden, dari raut wajahnya pria itu sepertinya sedang emosi. "Ada apa dia memanggilku begitu?"

Jeden menghampiri Lara dan langsung menarik tangan gadis itu untuk ikut dengannya. "Ayo ikut aku!"

Lara kaget dan langsung marah, "Apa-apaan kau ini, lepaskan tanganku!"

"Tidak! Kau harus ikut aku sekarang juga, ada yang perlu kita bicarakan!"

"Bicarakan apa? Tidak bisakah kau lebih sopan tuan Jeden Lee!" Ujar Lara sambil terus mencoba melepaskan cengkeraman tangan Jeden. Sayangnya Jeden sama sekali tak peduli dan terus mencengkeram dengan kuat pergelangan tangan Lara.

"Jeden aku bilang lepaskan, tanganku sakit!" Seru gadis itu kesakitan sambil terus mencoba melepaskan tangannya.

"Heh! Sakit? Bagaimana kalau begini?" Jeden malah semakin pemperkuat cengkramannya hingga membuat Lara berteriak.

"Aw sakit Jeden!" Lara menggunakan satu tangannya yang lain untuk melepaskan cengkraman Jeden dari pergelangan tangannya. "Jeden kau gila! Cepat lepaskan tanganku sakit—"

"Berisik!" Jeden membentak Lara dengan keras. Lara pun syok sekaligus malu. Ini pertama kalinya seumur hidup Lara dibentak di depan umum. Bahkan Lara bisa merasakan kalau semua pegawai di tempat itu kini sedang melihat ke arahnya sambil berbisik satu sama lain. Konyolnya meskipun disana ada penjaga, namun tak ada yang berani ikut campur karena baik Jeden ataupun Lara keduanya punya saham dan jabatan tinggi di Miracle.

"Lepaskan aku sekarang atau—"

"Atau apa Lara Hazel!"

"Atau kau berurusan dengaku!" Seru Van yang muncul tiba-tiba. Van dengan tatapan buasnya menatap Jeden seolah mangsa yang akan ia terkam. Jeden pun sempat dibuat bergidik dengan tatapan Van.

"Lepaskan Nona Lara!" Teriak Van, namun Jeden masih tak mau melepaskannya juga. Hingga akhirnya Van mendatangi Jeden dan langsung memelintir satu tangan Jeden hingga membuatnya mengrang kesakitan. "Argh!"

"Lepaskan Nona Lara atau dalam hitungan detik aku hancurkan tanganmu!" Ancam Van serius.

Jeden akhirnya melepaskan cengkramannya dari tangan Lara. Van yang masih tidak terima dengan perlakuan Jeden pada Lara pun semakin keras memelintir tangan Jeden bahkan hampir saja mematahkan tulangnya. Untungnya Lara masih berbaik hati dan meminta Van agar melepaskannya. Pada akhirnya Van menuruti Lara dan melepaskan Jeden lalu mendorongnya hingga terjatuh.

Jeden kesakitan, ia tidak terima lalu marah pada Van dan memakinya. "Kau pria tengik busuk, siapa kau beraninya kau ikut campur urusanku!?

Van lagi-lagi menatap Jeden dengan tatapan tajam penuh amarah. "Aku adalah pengawal pribadi Nona Lara. Tugasku adalah melindunginya, jadi siapapun yang berani menyakiti Nona Lara seujung kuku saja, maka dia tidak akan hidup tenang!" Tegas Van saat itu dihadapan pegawai lain yang mungkin juga, banyak yang baru tau kalau dirinya adalah pengawal pribadi Lara.

Sialan, jadi dia ini pengawal pribadi Lara?

"Van ayo kita pergi dari sini, dan untuk kalian semua bubar, kembali bekerja!" Titah Lara yang kemudian pergi dikawal Van memasuki lift.

"Baik Nona," ucap para pegawai yang kemudian kembali ke tempat kerja masing-masing.

Begitu pun Jeden, sambil memegangi tangannya yang kesakitan pria itu pergi dengan perasaan dendam. Merasa telah dipermalukan oleh Van yang statusnya tidak jauh beda dengan bawahan, Jeden pun bersumpah akan membalasnya. "Aku akan membalasmu pria tengik, tunggu saja!"

**

Di kamar mandi kantor terlihat Dona si biang gosip dari divisi marketing tengah membicarakan kejadian di lobby tadi. "Hai Tara, kau lihatkan tadi suasanannya benar-benar tegang," ucap Dona sambil merapikan lipstiknya.

"Iya, tapi berkat kejadian tadi aku jadi tau kalau pria tampan yang kita goda waktu itu ternyata pengawalnya Nona Lara."

"Ya, kau benar! Tapi sayang sekali dengan wajah dan badan sebagaus itu dia hanya jadi pengawal Bos kita yang masih bau kencur itu," ungkap Dona seraya mengejek Lara yang ia anggap hanya gadis kemarin sore yang terpaksa jadi CEO hanya karena anak mendiang Yuka Hazel (Ayah Lara)"

"Wah Dona berani sekali kau bicara begitu tentang Nona Lara kita yang tidak bisa apa-apa itu," balas Tara ikut mengejek.

"Memang benar kan, bayangkan saja usianya jauh dibawah kita tapi dia bisa langsung jadi CEO, memang kelebihan Nona manja itu selain wajah dan tubuhnya yang bagus apa lagi? Perusahaan ini juga sejak dibawah kepemimpinannya jadi sering tidak stabil."

"Benar juga ya hahaha..."

"Tapi setidaknya bos yang kalian gosipkan itu tidak bermulut sampah seperti kalian!" Tegas Miranda.

Tara dan Dona kaget, wajah mereka pun langsung pucat pasi melihat Miranda yang tiba-tiba muncul. "No- Nona Miranda sejak kapan anda—"

"Padahal kalian berdua masih mengais uang dari perusahaan ini, tapi beraninya kalian menghina bos yang bahkan kalian tidak kenal dekat, apa kalian ini waras!" Tegur Mira.

"Ma- maafkan kami Nona Mira tolong jangan adukan kami pada Nona Lara, kami mengaku salah," ucap Dona memohon.

Mira memandang remeh dan tersenyum kecut pada kedua pegawai tukang gosip itu. "Kalian beruntung karena punya atasan seperti Nona Lara, jika aku jadi Nona Lara mungkin benalu seperti kalian sudah kutendang jauh-jauh sejak lama! Sekarang enyahlah, ingat jika kudengar kalian berani mengatakan hal buruk tentang Nona Lara lagi, aku pastikan saat itu juga kalian keluar dari Miracle, paham?!"

"Pa- paham Nona Miranda, kalau begitu kami permisi duluan."

Miranda menghela nafas membuang emosi marahnya. "Dasar pegawai tidak tahu diri! Kalian tidak tahu betapa bekerja keras dan berusahannya gadis kecil yang kalian ejek itu. Ia bahkan rela mengubur cita-citanya dan malah memilih menjadi CEO disini." Mira tau persis bagaimana beratnya Lara menjalani tugasnya sebagai CEO, itulah mengapa Mira sangat marah jika ada yang berani menghina gadis yang dianggap adiknya itu.

**

Lara masuk ke ruangannya ditemani Van, sejak di lift Lara terus saja mengusap-usap pergelangan tangannya yang bekas dicengkram oleh Jeden tadi.

Pasti tangannya sakit dan panas rasanya.

Van secara inisiatif langsung mengambil alat kompres dari dalam lemari es diruangan Lara dan meminta gadis itu agar duduk. Lara yang tangannya sakit pun menurut.

"Nona tolong kemarikan tanganmu."

Lara lansung mengulurkan tangannya yang memerah akibat cengkraman Jeden untuk di kompres. Dengan lembut dan hati-hati Van mengompres pergelangan tangan Lara yang ramping itu. Bekas cengkraman itu sangat terlihat jelas di kulit Lara yang putih mulus. Van sangat marah melihat bekas tangan itu ada dikulit Lara. Jika saja Nona Lara tak melarangku, sudah ku patahkan kedua tangan baj*ngan itu!

Sementara itu, dibanding merasakan sakit di pergelangan tangannya Lara malah lebih fokus memandangi Van yang terlihat begitu hati-hati mengompres tangannya, seolah sedikit saja ia takut akan menyakiti Lara. Mata Lara mendadak sendu, hatinya berdesir namun juga terasa sesak disaat bersamaan.

Kemerahan dikulit Lara mulai memudar "Nona, apa tanganmu masih sakit?"

Lara menggeleng, "Sudah lebih baik kok," ucap Lara lembut.

"Nona, aku minta maaf lagi-lagi aku tidak menjagamu dengan baik, aku benar-benar payah," ungkap Van dengan penuh sesal. "Kau tau Nona, tadi saat aku melihat pria itu menyakitimu jiwaku seperti dibakar, aku seperti tidak tau lagi harus apa saat itu, yang aku tau aku ingin menjauhkanmu dari pria itu. Lalu aku ingin mencabik dan mengoyak pria itu tanpa ampun."

"Van..." Lara tiba-tiba memegang kedua pipi Van dan memandanginya dengan tatapan lembut dihiasi senyum tipisnya yang manis. "Terima kasih karena selalu ingin melindungiku," ucap Lara diikuti senyuman manisnya.  Seketika wajah Van memerah, dan suhu tubuhnya memanas.

Gawat!

Van tidak bisa jika berlama-lama begini disentuh Lara, bisa-bisa dirinya lepas kontrol, apalagi emosi Van saat ini sedang memuncak. Van akhirnya menarik dirinya dari sentuhan tangan halus Lara lalu berkata, "Nona aku minta maaf tapi sepertinya aku harus permisi sekarang." Van pun dengan secepat mungkin meninggalkan ruangan Lara.

Di sisi Lain, Lara justru terlihat sedih melihat Van yang malah pergi. "Dia kenapa sering kali menghindariku saat aku mendekat padanya?"

**

Van ke toilet dan membasuh wajahnya, desah nafasnya masih tak beraturan. Ia memandangi cermin di depannya sambil menyentuh pipinya. "Bahkan sentuhannya masih terasa meski sudah dibasuh. Argh! Ini sungguh menyiksaku!"

Bagi Van, aroma tubuh Lara, wajahnya, dan sentuhannya, semua yang ada di gadis itu bagai zat candu yang mampu membuatnya mabuk kepayang hingga lupa diri hanya dalam waktu hitungan detik saja. Hal ini sulit bagi Van karena semakin dia menahannya semakin menyiksa pula rasanya. Tapi jika tak dilawan maka ia tidak akan pernah bisa lepas lagi.

Bersambung...

TEMAN-TEMAN JANGAN LUPA DIVOTE, COMMENT DAN LIKENYA BUAT SEMANGATIN AUTHOR MAKASIH 💜

Terpopuler

Comments

Berdo'a saja

Berdo'a saja

kalian sama sama kecanduan

2023-07-17

1

Deliani Deliani

Deliani Deliani

van kstskan sejujurnya

2022-11-24

0

hera wati

hera wati

knp klian gk jjur sja pd prasaan klian msing²..ayo ahtoor bkin mrk mngakui nya...dn tuk ahtoor smngatt trs ya nie ta ksih kopi hehe☕

2022-11-12

1

lihat semua
Episodes
1 Dikejar Penjahat
2 Jadilah Pengawalku
3 Pengawal Pribadiku
4 Pengawalku sangat Tampan
5 Jiwaku di genggamanmu
6 Muncul tiba-tiba
7 Mengobati Luka
8 Salah Bicara
9 Cemburu?
10 Jatuh cinta padanya?
11 Ketakutan di dalam Lift
12 Hukuman yang manis
13 Semanis Cherry
14 Si Manusia Licik
15 Hubungan yang Membingungkan
16 Kakak kelas
17 Zat Candu
18 Mendadak diserang
19 Tatapan haus darah
20 Salah Fokus
21 Ketegangan di ruang meeting
22 Siapa Mr. M ?
23 Pacarnya?
24 Thanks Kiss
25 Dua manusia Licik
26 Vander Liuzen
27 Merasa aman bersamamu
28 Menahan diri darimu
29 Sarapan Bersama
30 Kau sudah berubah
31 Menyenangkan dan melelahkan
32 Seratus ribu dollar semalam
33 Pria ini misterius
34 Cemburu yang melelahkan
35 Pergi ke klub malam
36 Aku bukan anak kecil lagi!
37 Kissing when you're...
38 Semalam itu bukan mimpi!
39 Pasangan Serasi
40 Tamparan keras
41 Sisi lain Vander
42 Konsekuensi
43 Tentangnya yang belum diketahui
44 Lebih terbuka denganya.
45 Naik Motor berdua
46 Tipeku itu seperti...
47 Kebakaran di Miracle
48 Berada dalam pelukannya
49 Mencoba mengancam
50 Menyetir sendirian
51 Basah dan hangat
52 Beban berat dipundaknya.
53 Pingsan
54 Aku... Jatuh cinta padamu
55 Jadilah kekasihku...
56 Senyum-senyum sendiri
57 Kissmark
58 Kissmark
59 Pujian untuk Vander
60 Noda Lipstik?
61 Hanya ingin dicintai
62 Gigit Jari
63 Bibi vs Bocah
64 Iblis berhati Malaikat
65 Partner Pesta.
66 Pasar Malam
67 Kencan Terindah
68 Kotak hadiah.
69 Rendah diri
70 Kediaman Hazel
71 Pria Bertopeng
72 Pasangan Dansa
73 Rencana licik
74 Penyelamat Lara.
75 Sakit...!
76 Di kamar mandi?
77 Benalu
78 Gunakan mulutmu
79 Terpojok
80 Hidupku bukan untuk masa lalu
81 Milikmu seorang
82 Kau Tuanku malam ini
83 Rindu padaku?
84 Pertemuan Virtual
85 Menemui Vander
86 Berniat buruk
87 Minuman beracun
88 Meredam Emosiku
89 Bermain Kasar
90 Hadiah untuk Vander
91 Kiriman Bunga
92 Selamat ulang tahun sayang...
93 Merasa Bersalah
94 Berbaikan...
95 Kakek dan Nenek Lara
96 Kembali ke tempat itu?
97 Duka bagi Lara
98 Menikahlah denganku.
99 Status hubungan kami
100 Resmi! Suamiku dan Istriku
101 Forced Kiss
102 Bergantunglah padaku
103 Bulan Madu
104 Dibawa pergi?
105 Penculik Lara
106 Wanita jahat harus dihukum
107 Tamu tidak penting
108 Kampung halaman.
109 Masa kecil dan Orang tuanya
110 Memiliki anak
111 Menjinakan Bom
112 Merasa Aneh
113 Isi Pesan
114 Rindu yang bekabut
115 Periksa ke dokter kandungan
116 Morning sickness
117 Suara Pria
118 Guru privat
119 Pembohong!
120 Ikut bersamaku
121 Sampai jumpa...
122 Mau Melahirkan.
123 He's Back (New Era is coming)
124 End of book 1 + Blurb season 2
125 Si pria kecil
126 Selamat datang kembali
127 Interview kerja
128 Sama Tapi berbeda.
129 Pekerjaan dan tanggung jawabnya
130 Minta disuapi
131 Amnesia
132 Menghilangkan Memori.
133 Mengembalikan ingatannya
134 Cemburu pada anak sendiri
135 Membuatku Gila
136 Paman bermasker
137 Izin keluar kantor
138 Jangan menangis
139 Tidak peduli
140 Pertemuan
141 Kesempatan
142 Sampai bertemu
143 Kepingan Puzzle
144 Mencoba mengingat
145 Memori baru
146 Suami dan Anakku
147 Ayah dan anak
148 Hadiah spesial
149 Papaku...
150 Dendam
151 Apa papa akan datang?
152 Jujur padaku.
153 Seharian bersama papa
154 Persaingan
155 Pindah
156 Permintaan ulang tahun
157 Hari perayaan dan hadiah
158 Undangan pesta
159 Insiden
160 Reuni
161 Penguntit
162 Makan malam bersama
163 Hari yang ditunggu
164 Siapa Pelakunya?
165 Memergoki
166 Janji, kepercayaan, dan cinta
167 Percaya padaku
168 Wanita Pembohong
169 Tidak bisa dimaafkan
170 Provokasi Lara
171 Apapun untukmu
172 Sampel DNA
173 Pergi Kencan
174 Tanggung Jawab
175 Menjawab Tantangan
176 Menjadi Pelindungmu
177 Berada dipihakku
178 Pantas mendapat Karma
179 Tamat Riwayatmu wanita jahat!
180 Pengganti Lara
181 Liburan Bersama
182 Pernikahan yang sesungguhnya
183 Aku Papa Kandungmu
184 Tugas seorang Ayah
185 Keluarga Bahagia.
186 Dicintainya selama bertahun-tahun
187 Patah Hati
188 Maafkan aku
189 Kehamilan kedua.
190 Bola Liar
191 Uji coba langsung
192 Konferensi Pers
193 Bertengkar Di kantor
194 Kau kan...?
195 Pulau Crux
196 Perjalanan Misi
197 See you soon
198 Menjalankan Misi
199 Perasaan yang tak pernah mati.
200 Niat Terselubung
201 Untuk Lara
202 Kejutan dan Hadiah
203 Identitas
204 Membentaknya
205 Menghilang
206 Penculik Lara
207 Rencana Kabur
208 Menyadarkanmu
209 Berharap Pertolongan
210 Aku lelah
211 Berhasil Kabur
212 Menemui Musuh terakhir
213 Hidup itu pilihan
214 Menemukanmu...
215 Penghormatan Terakhir
216 Seribu kali lebih sakit
217 Segera Melahirkan?
218 Putra kedua
219 Kembali Mesra
220 Konferensi Pers
221 Couple of the year
222 I Love U pengawalku yang tampan [End of story]
223 Bonus Part [Family is Home]
Episodes

Updated 223 Episodes

1
Dikejar Penjahat
2
Jadilah Pengawalku
3
Pengawal Pribadiku
4
Pengawalku sangat Tampan
5
Jiwaku di genggamanmu
6
Muncul tiba-tiba
7
Mengobati Luka
8
Salah Bicara
9
Cemburu?
10
Jatuh cinta padanya?
11
Ketakutan di dalam Lift
12
Hukuman yang manis
13
Semanis Cherry
14
Si Manusia Licik
15
Hubungan yang Membingungkan
16
Kakak kelas
17
Zat Candu
18
Mendadak diserang
19
Tatapan haus darah
20
Salah Fokus
21
Ketegangan di ruang meeting
22
Siapa Mr. M ?
23
Pacarnya?
24
Thanks Kiss
25
Dua manusia Licik
26
Vander Liuzen
27
Merasa aman bersamamu
28
Menahan diri darimu
29
Sarapan Bersama
30
Kau sudah berubah
31
Menyenangkan dan melelahkan
32
Seratus ribu dollar semalam
33
Pria ini misterius
34
Cemburu yang melelahkan
35
Pergi ke klub malam
36
Aku bukan anak kecil lagi!
37
Kissing when you're...
38
Semalam itu bukan mimpi!
39
Pasangan Serasi
40
Tamparan keras
41
Sisi lain Vander
42
Konsekuensi
43
Tentangnya yang belum diketahui
44
Lebih terbuka denganya.
45
Naik Motor berdua
46
Tipeku itu seperti...
47
Kebakaran di Miracle
48
Berada dalam pelukannya
49
Mencoba mengancam
50
Menyetir sendirian
51
Basah dan hangat
52
Beban berat dipundaknya.
53
Pingsan
54
Aku... Jatuh cinta padamu
55
Jadilah kekasihku...
56
Senyum-senyum sendiri
57
Kissmark
58
Kissmark
59
Pujian untuk Vander
60
Noda Lipstik?
61
Hanya ingin dicintai
62
Gigit Jari
63
Bibi vs Bocah
64
Iblis berhati Malaikat
65
Partner Pesta.
66
Pasar Malam
67
Kencan Terindah
68
Kotak hadiah.
69
Rendah diri
70
Kediaman Hazel
71
Pria Bertopeng
72
Pasangan Dansa
73
Rencana licik
74
Penyelamat Lara.
75
Sakit...!
76
Di kamar mandi?
77
Benalu
78
Gunakan mulutmu
79
Terpojok
80
Hidupku bukan untuk masa lalu
81
Milikmu seorang
82
Kau Tuanku malam ini
83
Rindu padaku?
84
Pertemuan Virtual
85
Menemui Vander
86
Berniat buruk
87
Minuman beracun
88
Meredam Emosiku
89
Bermain Kasar
90
Hadiah untuk Vander
91
Kiriman Bunga
92
Selamat ulang tahun sayang...
93
Merasa Bersalah
94
Berbaikan...
95
Kakek dan Nenek Lara
96
Kembali ke tempat itu?
97
Duka bagi Lara
98
Menikahlah denganku.
99
Status hubungan kami
100
Resmi! Suamiku dan Istriku
101
Forced Kiss
102
Bergantunglah padaku
103
Bulan Madu
104
Dibawa pergi?
105
Penculik Lara
106
Wanita jahat harus dihukum
107
Tamu tidak penting
108
Kampung halaman.
109
Masa kecil dan Orang tuanya
110
Memiliki anak
111
Menjinakan Bom
112
Merasa Aneh
113
Isi Pesan
114
Rindu yang bekabut
115
Periksa ke dokter kandungan
116
Morning sickness
117
Suara Pria
118
Guru privat
119
Pembohong!
120
Ikut bersamaku
121
Sampai jumpa...
122
Mau Melahirkan.
123
He's Back (New Era is coming)
124
End of book 1 + Blurb season 2
125
Si pria kecil
126
Selamat datang kembali
127
Interview kerja
128
Sama Tapi berbeda.
129
Pekerjaan dan tanggung jawabnya
130
Minta disuapi
131
Amnesia
132
Menghilangkan Memori.
133
Mengembalikan ingatannya
134
Cemburu pada anak sendiri
135
Membuatku Gila
136
Paman bermasker
137
Izin keluar kantor
138
Jangan menangis
139
Tidak peduli
140
Pertemuan
141
Kesempatan
142
Sampai bertemu
143
Kepingan Puzzle
144
Mencoba mengingat
145
Memori baru
146
Suami dan Anakku
147
Ayah dan anak
148
Hadiah spesial
149
Papaku...
150
Dendam
151
Apa papa akan datang?
152
Jujur padaku.
153
Seharian bersama papa
154
Persaingan
155
Pindah
156
Permintaan ulang tahun
157
Hari perayaan dan hadiah
158
Undangan pesta
159
Insiden
160
Reuni
161
Penguntit
162
Makan malam bersama
163
Hari yang ditunggu
164
Siapa Pelakunya?
165
Memergoki
166
Janji, kepercayaan, dan cinta
167
Percaya padaku
168
Wanita Pembohong
169
Tidak bisa dimaafkan
170
Provokasi Lara
171
Apapun untukmu
172
Sampel DNA
173
Pergi Kencan
174
Tanggung Jawab
175
Menjawab Tantangan
176
Menjadi Pelindungmu
177
Berada dipihakku
178
Pantas mendapat Karma
179
Tamat Riwayatmu wanita jahat!
180
Pengganti Lara
181
Liburan Bersama
182
Pernikahan yang sesungguhnya
183
Aku Papa Kandungmu
184
Tugas seorang Ayah
185
Keluarga Bahagia.
186
Dicintainya selama bertahun-tahun
187
Patah Hati
188
Maafkan aku
189
Kehamilan kedua.
190
Bola Liar
191
Uji coba langsung
192
Konferensi Pers
193
Bertengkar Di kantor
194
Kau kan...?
195
Pulau Crux
196
Perjalanan Misi
197
See you soon
198
Menjalankan Misi
199
Perasaan yang tak pernah mati.
200
Niat Terselubung
201
Untuk Lara
202
Kejutan dan Hadiah
203
Identitas
204
Membentaknya
205
Menghilang
206
Penculik Lara
207
Rencana Kabur
208
Menyadarkanmu
209
Berharap Pertolongan
210
Aku lelah
211
Berhasil Kabur
212
Menemui Musuh terakhir
213
Hidup itu pilihan
214
Menemukanmu...
215
Penghormatan Terakhir
216
Seribu kali lebih sakit
217
Segera Melahirkan?
218
Putra kedua
219
Kembali Mesra
220
Konferensi Pers
221
Couple of the year
222
I Love U pengawalku yang tampan [End of story]
223
Bonus Part [Family is Home]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!