Si Manusia Licik

Miranda langsung menoleh.

"Hai apa kabar?" Sapa pria itu dengan senyum sumringah.

"Tuan Jeden kau muncul dari mana?"

Jeden Lee, dia adalah direktur di divisi pemasaran Miracle Group. Pria berusia 26 tahun itu teman seangkatan Miranda saat sekolah menengah sekaligus senior Lara beda jurusan di kampusnya dulu. Jeden bisa dibilang cukup tampan dantingginya 180 sentimeter, hanya saja...

"Kau lama sekali Miranda, aku tadi sudah menunggumu."

"Maaf aku tadi agak telat karena tadi ada perbaikan jalan jadinya aku harus putar balik," jelas Mira.

"Kau menyetir sendiri?" Tanya Van.

"Iya, ayahku sudah tidak boleh kerja lagi oleh Nona Lara."

"Lara memecatnya?"

"Oh buka begitu, kata Nona ayahku sudah tua dan belakangan sering menurun kesehatannya, jadi dia tidak tega untuk mempekerjakannya dan menyuruhnya istirahat saja."

"Lalu siapa yang menyupiri Lara?"

"Soal itu tidak perlu khawatir, Nona kan sudah punya pengawal pribadi sendiri."

"Apa? Pengawal pribadi?" Jeden jadi teringat percakapan terakhirnya dengan Lara kemarin via pesan singkat. Disana Lara sempat membahas tentang pengawal pribadi. Aku jadi penasaran  dengan pengawal pribadi Lara, seperti apa dia?

Mira menepuk Jeden yang tengah bengong. "Tuan Jeden!"

"Ah iya ke-kenapa Mira?"

"Kita harus segera pergi, Nona sudah menunggu kita di restoran."

"Oh iya kau benar, aku hampir saja lupa," Ujar Jeden.

**

Lara sudah tiba di restoran sekitar sepuluh menit yang lalu. Ia kini ditemani Van menunggu kedatangan Mira dan Jeden. Van hanya duduk tegap sambil terus memandangi Lara yang sedari tadi hanya membolak balik menu tanpa memesan. Sejujurnya Lara melakukan itu bukan tanpa alasan, ia sengaja bersibuk memandangi buku menu supaya dirinya tidak berkontak mata langsung dengan Van, mengingat kejadian tadi pagi membuat Lara jadi agak canggung.

"Ehem, Nona kenapa dari tadi hanya membolak balik buku menu itu tanpa pesan apapun?"

"Um... Itu— aku tunggu Miranda datang saja pesannya."

Van berpikir sepertinya Lara agak kurang nyaman bersamanya saat ini, terlihat dari sorot matanya yang seolah menghindari menatap langsung dirinya.

"Kalau begitu..." Van beranjak dari kursinya.

"Eh, kau mau kemana?"

"Aku izin ke toilet dan merokok sebentar, boleh kan Nona?"

"Oh, yasudah."

Van pun pergi meninggalkan Lara sendirian.

"Van tiba-tiba izin pergi, apa karena merasa bosan duduk dengaku ya?" Lara tampak tidak senang ditinggal oleh Van.

Sekitar dua menit berselang akhirnya Miranda dan Jeden datang. Kedua orang itu pun langsung menghampiri Lara.

"Oh kalian sudah datang, silakan duduk aku baru saja mau pesan makanan."

"Hai Lara, senang melihatmu lagi," sapa Jeden.

"Hai Jed, selamat datang kembali."

Ketiganya pun memesan makanan terlebih dahulu sebelum mulai membicarakan soal pekerjaan.

Tak lama, makanan pesanan mereka bertiga pun tiba, dan obrolan pun dimulai sambil makan siang.

"Jadi Jeden, bagaimana pekerjaanmu di Tokyo?" Tanya Lara membuka pembahasan.

"Berjalan baik, tapi— bisakah kita tidak langsung membicarakan pekerjaan, maksudku kenapa tidak mulai dengan pertanyaan santai saja dulu."

Lara meneguk minumannya. "Sayangnya aku tidak tertarik bahas yang lain, aku hanya perlu bahas pekerjaan denganmu," jelas Lara dengan ekspresi datar.

Sepertinya atmosfernya tidak terlalu baik, pikir Mira melihat percakapan Lara dan Jeden. Bukan rahasia lagi, kalau Lara memang kurang suka dengan Jeden. Sebaliknya, Jeden terlihat sekali tertarik dengan Lara. Aku harus bagaimana? Di situasi begini Mirada dituntut harus netral. "Maaf Nona Lara, Tuan Jeden. Aku rasa kita hanya perlu sedikit santai saja membicarakan semuanya."

"Aku hanya tidak mau membuang waktu Mira, kau kan tau aku seorang pimpinan jadi aku tidak boleh membuang waktu kerjaku, benarkan Tuan Jeden?" Lara seolah menyindir Jeden dengan halus.

Sial! Gadis ini selalu saja memandang rendah diriku! "Ah iya ucapanmu benar Lara." Jeden tersinggung dengan ucapan Lara tapi ia harus menahan dirinya, karena bagaimanapun saat ini status jabatan Jeden di perusahaan Miracle belum terlalu aman. Ia masih harus bersabar.

"Yasudah ayo teruskan makannya," ujar Lara. Mereka bertiga pun makan sambil membicarakan soal promosi yang dilakukan  Jeden di tokyo, dari laporan data yang Lara terima ada beberapa masalah saat tengah melakukan pemasaran disana. Tampak beberapa kali perdebatan terjadi diantara Lara dan Jeden.

"Aku sudah melakukan pemasaran disana semampuku Lara, tapi mau bagaimana lagi mendapatkan pasar di negara lain itu tidak mudah," terang Jeden membela diri.

"Tentu tidak mudah kalau dilakukannya sambil melakukan hal lain yang tidak penting," balas Lara diikuti senyum palsu.

Apa maksudnya senyuman itu? Apa dia tengah menyindirku? "Um- maksud ucapanmu apa Lara, aku tidak mengerti?"

Lara melirik sinis. Pria ini pura-pura polos atau apa? Jelas-jelas dari laporan keuangan beberapa aliran dana yang ia keluarkan bukan untuk keperluan bisnis.

Sepertinya Nona Lara sudah tau soal aliran dana kantor yang diselewengkan oleh Jeden dan timnya, pikir Mira. "Tuan Jeden, kalau aku boleh tau kenapa selama dua minggu di tokyo kau dan sekretarismu selalu mangkir tiap aku tanya soal laporan agenda kerja?"

Sial! Miranda dia juga ikut memojokanku! Jeden sepertinya makin terpojok saat ini, ia bingung tidak punya jawaban untuk pertanyaan itu. "Oh soal itu—" Jeden tiba-tiba saja ketumpahan minuman, hal itu pun dijadikan alasan untuknya menghindar dari cecaran Lara dan Mira. "Maaf aku harus ke toilet dulu membersihkan ini."

"Silakan," ucap Lara dengan senang hati mengizinkan.

Miranda melirik Lara dan tersenyum kagum.

"Kenapa kau lihat aku begitu?"

"Aku hanya tengah kagum padamu Nona, semakin lama kau semakin terlihat luar biasa menghadapi orang-orang seperti Tuan Jeden."

Lara menyeringai, "Aku hanya ingin melindungi perusahaan yang sudah dibangun susah payah oleh keluargaku dari orang-orang licik yang suka main kotor. Kau lihat kan orang licik itu, jelas-jelas dengan sengaja menyenggol minumannya supaya ada alasan ke toilet!"

"Ya kau benar Nona."

Lara bertekad ; Bagaimanapun Miracle sekarang bergantung pada cara kepemimpinanku, jadi aku harus lakukan yang terbaik.

**

Jeden ke toilet membersihkan tumpahan minuman di pakaiannya. Disana ia marah-marah tidak terima. "Sial! Sial! Sial! Bagaimana mungkin gadis itu jadi semakin berani sekarang!" Jeden benar-benar tak menyangka kalau Lara bisa bicara pedas dan menyidirnya seperti tadi. "Sepertinya aku tidak boleh lagi meremehkannya, ditambah ada Mira yang selalu mendukungnya. Bagaimanapun tujuanku tidak boleh berhenti ditengah jalan!"

Lihat saja Lara aku akan mendapatkanmu dan juga hartamu, jadi cepat atau lambat kau pasti akan datang memohon padaku! Jeden tampak serius saat ini.

Baju Jeden sudah dibersihkan, mau tak mau ia pun harus kembali lagi ke meja makan.

Bugh! Tak sengaja bahu Jeden bertubrukan dengan bahu pria lain saat keluar dari toilet "Hei bodoh, apa kau buta!" Maki Jeden pada pria yang bertabrakan dengannya. Pria itu menoleh melihat kearah Jeden yang sudah pergi lalu mengulum seringai licik, "Kau tidak akan bisa menyentuh Nona Lara selagi ada aku bajin*an tengik!" Ternyata pria yang bertabrakan dengan Jeden adalah Van.

Bersambung...

Jangan Lupa di vote, like dan comment 💜

Terpopuler

Comments

Berdo'a saja

Berdo'a saja

waah musuh dalam selimut

2023-07-17

0

hera wati

hera wati

bgs lh rencana licik si jeden ketauan..tunggu aja jgn ksih kendor van orang licik itu..😠😠

2022-11-09

1

Muhammad Pratama

Muhammad Pratama

lanjut thor

2022-09-03

0

lihat semua
Episodes
1 Dikejar Penjahat
2 Jadilah Pengawalku
3 Pengawal Pribadiku
4 Pengawalku sangat Tampan
5 Jiwaku di genggamanmu
6 Muncul tiba-tiba
7 Mengobati Luka
8 Salah Bicara
9 Cemburu?
10 Jatuh cinta padanya?
11 Ketakutan di dalam Lift
12 Hukuman yang manis
13 Semanis Cherry
14 Si Manusia Licik
15 Hubungan yang Membingungkan
16 Kakak kelas
17 Zat Candu
18 Mendadak diserang
19 Tatapan haus darah
20 Salah Fokus
21 Ketegangan di ruang meeting
22 Siapa Mr. M ?
23 Pacarnya?
24 Thanks Kiss
25 Dua manusia Licik
26 Vander Liuzen
27 Merasa aman bersamamu
28 Menahan diri darimu
29 Sarapan Bersama
30 Kau sudah berubah
31 Menyenangkan dan melelahkan
32 Seratus ribu dollar semalam
33 Pria ini misterius
34 Cemburu yang melelahkan
35 Pergi ke klub malam
36 Aku bukan anak kecil lagi!
37 Kissing when you're...
38 Semalam itu bukan mimpi!
39 Pasangan Serasi
40 Tamparan keras
41 Sisi lain Vander
42 Konsekuensi
43 Tentangnya yang belum diketahui
44 Lebih terbuka denganya.
45 Naik Motor berdua
46 Tipeku itu seperti...
47 Kebakaran di Miracle
48 Berada dalam pelukannya
49 Mencoba mengancam
50 Menyetir sendirian
51 Basah dan hangat
52 Beban berat dipundaknya.
53 Pingsan
54 Aku... Jatuh cinta padamu
55 Jadilah kekasihku...
56 Senyum-senyum sendiri
57 Kissmark
58 Kissmark
59 Pujian untuk Vander
60 Noda Lipstik?
61 Hanya ingin dicintai
62 Gigit Jari
63 Bibi vs Bocah
64 Iblis berhati Malaikat
65 Partner Pesta.
66 Pasar Malam
67 Kencan Terindah
68 Kotak hadiah.
69 Rendah diri
70 Kediaman Hazel
71 Pria Bertopeng
72 Pasangan Dansa
73 Rencana licik
74 Penyelamat Lara.
75 Sakit...!
76 Di kamar mandi?
77 Benalu
78 Gunakan mulutmu
79 Terpojok
80 Hidupku bukan untuk masa lalu
81 Milikmu seorang
82 Kau Tuanku malam ini
83 Rindu padaku?
84 Pertemuan Virtual
85 Menemui Vander
86 Berniat buruk
87 Minuman beracun
88 Meredam Emosiku
89 Bermain Kasar
90 Hadiah untuk Vander
91 Kiriman Bunga
92 Selamat ulang tahun sayang...
93 Merasa Bersalah
94 Berbaikan...
95 Kakek dan Nenek Lara
96 Kembali ke tempat itu?
97 Duka bagi Lara
98 Menikahlah denganku.
99 Status hubungan kami
100 Resmi! Suamiku dan Istriku
101 Forced Kiss
102 Bergantunglah padaku
103 Bulan Madu
104 Dibawa pergi?
105 Penculik Lara
106 Wanita jahat harus dihukum
107 Tamu tidak penting
108 Kampung halaman.
109 Masa kecil dan Orang tuanya
110 Memiliki anak
111 Menjinakan Bom
112 Merasa Aneh
113 Isi Pesan
114 Rindu yang bekabut
115 Periksa ke dokter kandungan
116 Morning sickness
117 Suara Pria
118 Guru privat
119 Pembohong!
120 Ikut bersamaku
121 Sampai jumpa...
122 Mau Melahirkan.
123 He's Back (New Era is coming)
124 End of book 1 + Blurb season 2
125 Si pria kecil
126 Selamat datang kembali
127 Interview kerja
128 Sama Tapi berbeda.
129 Pekerjaan dan tanggung jawabnya
130 Minta disuapi
131 Amnesia
132 Menghilangkan Memori.
133 Mengembalikan ingatannya
134 Cemburu pada anak sendiri
135 Membuatku Gila
136 Paman bermasker
137 Izin keluar kantor
138 Jangan menangis
139 Tidak peduli
140 Pertemuan
141 Kesempatan
142 Sampai bertemu
143 Kepingan Puzzle
144 Mencoba mengingat
145 Memori baru
146 Suami dan Anakku
147 Ayah dan anak
148 Hadiah spesial
149 Papaku...
150 Dendam
151 Apa papa akan datang?
152 Jujur padaku.
153 Seharian bersama papa
154 Persaingan
155 Pindah
156 Permintaan ulang tahun
157 Hari perayaan dan hadiah
158 Undangan pesta
159 Insiden
160 Reuni
161 Penguntit
162 Makan malam bersama
163 Hari yang ditunggu
164 Siapa Pelakunya?
165 Memergoki
166 Janji, kepercayaan, dan cinta
167 Percaya padaku
168 Wanita Pembohong
169 Tidak bisa dimaafkan
170 Provokasi Lara
171 Apapun untukmu
172 Sampel DNA
173 Pergi Kencan
174 Tanggung Jawab
175 Menjawab Tantangan
176 Menjadi Pelindungmu
177 Berada dipihakku
178 Pantas mendapat Karma
179 Tamat Riwayatmu wanita jahat!
180 Pengganti Lara
181 Liburan Bersama
182 Pernikahan yang sesungguhnya
183 Aku Papa Kandungmu
184 Tugas seorang Ayah
185 Keluarga Bahagia.
186 Dicintainya selama bertahun-tahun
187 Patah Hati
188 Maafkan aku
189 Kehamilan kedua.
190 Bola Liar
191 Uji coba langsung
192 Konferensi Pers
193 Bertengkar Di kantor
194 Kau kan...?
195 Pulau Crux
196 Perjalanan Misi
197 See you soon
198 Menjalankan Misi
199 Perasaan yang tak pernah mati.
200 Niat Terselubung
201 Untuk Lara
202 Kejutan dan Hadiah
203 Identitas
204 Membentaknya
205 Menghilang
206 Penculik Lara
207 Rencana Kabur
208 Menyadarkanmu
209 Berharap Pertolongan
210 Aku lelah
211 Berhasil Kabur
212 Menemui Musuh terakhir
213 Hidup itu pilihan
214 Menemukanmu...
215 Penghormatan Terakhir
216 Seribu kali lebih sakit
217 Segera Melahirkan?
218 Putra kedua
219 Kembali Mesra
220 Konferensi Pers
221 Couple of the year
222 I Love U pengawalku yang tampan [End of story]
223 Bonus Part [Family is Home]
Episodes

Updated 223 Episodes

1
Dikejar Penjahat
2
Jadilah Pengawalku
3
Pengawal Pribadiku
4
Pengawalku sangat Tampan
5
Jiwaku di genggamanmu
6
Muncul tiba-tiba
7
Mengobati Luka
8
Salah Bicara
9
Cemburu?
10
Jatuh cinta padanya?
11
Ketakutan di dalam Lift
12
Hukuman yang manis
13
Semanis Cherry
14
Si Manusia Licik
15
Hubungan yang Membingungkan
16
Kakak kelas
17
Zat Candu
18
Mendadak diserang
19
Tatapan haus darah
20
Salah Fokus
21
Ketegangan di ruang meeting
22
Siapa Mr. M ?
23
Pacarnya?
24
Thanks Kiss
25
Dua manusia Licik
26
Vander Liuzen
27
Merasa aman bersamamu
28
Menahan diri darimu
29
Sarapan Bersama
30
Kau sudah berubah
31
Menyenangkan dan melelahkan
32
Seratus ribu dollar semalam
33
Pria ini misterius
34
Cemburu yang melelahkan
35
Pergi ke klub malam
36
Aku bukan anak kecil lagi!
37
Kissing when you're...
38
Semalam itu bukan mimpi!
39
Pasangan Serasi
40
Tamparan keras
41
Sisi lain Vander
42
Konsekuensi
43
Tentangnya yang belum diketahui
44
Lebih terbuka denganya.
45
Naik Motor berdua
46
Tipeku itu seperti...
47
Kebakaran di Miracle
48
Berada dalam pelukannya
49
Mencoba mengancam
50
Menyetir sendirian
51
Basah dan hangat
52
Beban berat dipundaknya.
53
Pingsan
54
Aku... Jatuh cinta padamu
55
Jadilah kekasihku...
56
Senyum-senyum sendiri
57
Kissmark
58
Kissmark
59
Pujian untuk Vander
60
Noda Lipstik?
61
Hanya ingin dicintai
62
Gigit Jari
63
Bibi vs Bocah
64
Iblis berhati Malaikat
65
Partner Pesta.
66
Pasar Malam
67
Kencan Terindah
68
Kotak hadiah.
69
Rendah diri
70
Kediaman Hazel
71
Pria Bertopeng
72
Pasangan Dansa
73
Rencana licik
74
Penyelamat Lara.
75
Sakit...!
76
Di kamar mandi?
77
Benalu
78
Gunakan mulutmu
79
Terpojok
80
Hidupku bukan untuk masa lalu
81
Milikmu seorang
82
Kau Tuanku malam ini
83
Rindu padaku?
84
Pertemuan Virtual
85
Menemui Vander
86
Berniat buruk
87
Minuman beracun
88
Meredam Emosiku
89
Bermain Kasar
90
Hadiah untuk Vander
91
Kiriman Bunga
92
Selamat ulang tahun sayang...
93
Merasa Bersalah
94
Berbaikan...
95
Kakek dan Nenek Lara
96
Kembali ke tempat itu?
97
Duka bagi Lara
98
Menikahlah denganku.
99
Status hubungan kami
100
Resmi! Suamiku dan Istriku
101
Forced Kiss
102
Bergantunglah padaku
103
Bulan Madu
104
Dibawa pergi?
105
Penculik Lara
106
Wanita jahat harus dihukum
107
Tamu tidak penting
108
Kampung halaman.
109
Masa kecil dan Orang tuanya
110
Memiliki anak
111
Menjinakan Bom
112
Merasa Aneh
113
Isi Pesan
114
Rindu yang bekabut
115
Periksa ke dokter kandungan
116
Morning sickness
117
Suara Pria
118
Guru privat
119
Pembohong!
120
Ikut bersamaku
121
Sampai jumpa...
122
Mau Melahirkan.
123
He's Back (New Era is coming)
124
End of book 1 + Blurb season 2
125
Si pria kecil
126
Selamat datang kembali
127
Interview kerja
128
Sama Tapi berbeda.
129
Pekerjaan dan tanggung jawabnya
130
Minta disuapi
131
Amnesia
132
Menghilangkan Memori.
133
Mengembalikan ingatannya
134
Cemburu pada anak sendiri
135
Membuatku Gila
136
Paman bermasker
137
Izin keluar kantor
138
Jangan menangis
139
Tidak peduli
140
Pertemuan
141
Kesempatan
142
Sampai bertemu
143
Kepingan Puzzle
144
Mencoba mengingat
145
Memori baru
146
Suami dan Anakku
147
Ayah dan anak
148
Hadiah spesial
149
Papaku...
150
Dendam
151
Apa papa akan datang?
152
Jujur padaku.
153
Seharian bersama papa
154
Persaingan
155
Pindah
156
Permintaan ulang tahun
157
Hari perayaan dan hadiah
158
Undangan pesta
159
Insiden
160
Reuni
161
Penguntit
162
Makan malam bersama
163
Hari yang ditunggu
164
Siapa Pelakunya?
165
Memergoki
166
Janji, kepercayaan, dan cinta
167
Percaya padaku
168
Wanita Pembohong
169
Tidak bisa dimaafkan
170
Provokasi Lara
171
Apapun untukmu
172
Sampel DNA
173
Pergi Kencan
174
Tanggung Jawab
175
Menjawab Tantangan
176
Menjadi Pelindungmu
177
Berada dipihakku
178
Pantas mendapat Karma
179
Tamat Riwayatmu wanita jahat!
180
Pengganti Lara
181
Liburan Bersama
182
Pernikahan yang sesungguhnya
183
Aku Papa Kandungmu
184
Tugas seorang Ayah
185
Keluarga Bahagia.
186
Dicintainya selama bertahun-tahun
187
Patah Hati
188
Maafkan aku
189
Kehamilan kedua.
190
Bola Liar
191
Uji coba langsung
192
Konferensi Pers
193
Bertengkar Di kantor
194
Kau kan...?
195
Pulau Crux
196
Perjalanan Misi
197
See you soon
198
Menjalankan Misi
199
Perasaan yang tak pernah mati.
200
Niat Terselubung
201
Untuk Lara
202
Kejutan dan Hadiah
203
Identitas
204
Membentaknya
205
Menghilang
206
Penculik Lara
207
Rencana Kabur
208
Menyadarkanmu
209
Berharap Pertolongan
210
Aku lelah
211
Berhasil Kabur
212
Menemui Musuh terakhir
213
Hidup itu pilihan
214
Menemukanmu...
215
Penghormatan Terakhir
216
Seribu kali lebih sakit
217
Segera Melahirkan?
218
Putra kedua
219
Kembali Mesra
220
Konferensi Pers
221
Couple of the year
222
I Love U pengawalku yang tampan [End of story]
223
Bonus Part [Family is Home]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!