Semanis Cherry

Malam harinya Lara tidak bisa tidur, padahal ia sudah sejak tadi mencoba memejamkan matanya. Jarum jam di dinding pun sudah menunjukan pukul dua pagi, itu tandanya sudah dua jam lebih Lara mencoba tidur namun tak bisa. Lara memasukan kepalanya kebawah batal berteriak untuk meluapkan stresnya. "Argghh... kenapa sulit sekali rasanya aku tidur, ini semua gara-gara dia!"

Lara duduk terkapar diatas ranjanganya, dengan tubuh dililit selimut ia termenung frustasi karena sejak tadi otaknya tidak bisa berhenti memikirkan Van. Bentuk tubuhnya yang kokoh dan berotot, bahkan aroma tubuh Van seperti masih bisa ia rasakan saat ini.

"Kenapa sih aku ini sebenarnya? Seumur hidup aku tidak pernah seperti ini kepikiran tentang laki-laki?"

Lara sungguh tidak paham perasaan apa yang tengah ia rasakan saat ini, apa benar kalau ini perasaan orang jatuh cinta? Bahkan dengan hanya mengingat wajah Van saja membuat Lara seperti ingin terus melihatnya, ingin dengar suaranya dan ingin sekali berada di dekatnya. "Van sedang apa ya? Apa dia sudah tidur?" Lara sangat ingin tau Van sedang apa, tapi ia malu jika harus menghubunginya duluan, terlebih ia tidak punya alasan jelas untuk menelepon pria itu.

Lara meletakan kedua telapak tangannya di dada, merasakan degup jantungnya terpacu setiap kali ingat dan membayangkan wajah Van, ditambah suara huskynya yg seksi seolah membisikinya. Tanpa sadar wajah Lara langsung merah dibuatnya. "Astaga aku ini kenapa sih?" Lara makin merasa aneh pada dirinya sendiri.

"Tunggu dulu!"

Tiba-tiba Lara teringat novel yang pernah ia baca saat sekolah dulu, tentang seorang gadis yang diam-diam suka pada kakak kelasnya, penggambaran suasana hati tokoh perempuan di novel itu kurang lebih mirip seperti yang dirasakan Lara saat ini. "Apa jangan-jangan aku sungguhan suka pada Van? Aku sungguh sudah jatuh cinta kah?Lara tertegun ia langsung menepuk kedua pipinya. "Tidak, tidak! Mana mungkin aku jatuh hati pada pria itu. Ini pasti efek aku belum pernah pacaran saja makanya seperti ini. "Tapi kalau iya bagaimana...?" Lara semakin bingung dengan perasaannya. Apa benar perasaannya saat ini karena rasa suka sungguhan atau hanya sekedar tertarik saja pada Van?

"Apa aku coba tanya Mira saja." Lara meraih ponselnya yang ada diatas nakas dan menelepon asistennya itu.

**

Sementara itu Miranda ternyata sudah tertidur lelap sejak tadi. Tiba-tiba saja ponselnya berbunyi, wanita itu pun terbangun meraba-raba dengan mata setengah terbuka mencari ponselnya.

"Iya, halo?"

...

"Nona ada apa, ini masih pagi buta, kenapa menelponku hoam..." Mira sepertinya ngatuk berat sampai menerima telepon saja ia setengah sadar.

...

"Mau tanya apa Nona?"

...

Baiklah coba tanyakan aku akan dengarkan.

...

Miranda mencoba mendengarkan Lara, namun sepertinya kali ini Mira kalah dengan rasa kantuknya, alhasil Mira malah tertidur lagi dengan pulas dan tidak jadi mendengarkan apa yang dikatakan Lara.

**

"Halo, halo! Mira kau masih disana kan?" Mira tak menjawab lagi. "Hais, sepertinya Mira malah tertiduran saat mendengarkanku." Lara langsung mematikan panggilannya. "Aku jadi tidak enak pada Mira karena sudah mengganggu istirahatnya.

**

Karena Lara tetap saja tak kunjung bisa tidur, ia pun akhirnya turun ke dapur dan membuat segelas susu, diketahui susu cukup efektif membantu orang yang susah tidur. Biasanya Lara minta tolong buatkan pelayan, tapi karena ini sudah larut dan semua pelayan sudah istirahat jadi ia membuatnya sendiri. Setelah membuat susu Lara membawa susu itu ke kamarnya

Namun, Lara bukannya langsung meminum susunya, ia malah tiba-tiba mengambil ponselnya dan membuka layarnya dengan harapan mungkin Van mengiriminya pesan sayangnya tidak ada pesan sama sekali dari Van. "Ini gila, kenapa aku sampai berharap sekali dia mengirimiku pesan?" Wajah Lara seketika berbalut kecewa dan sedih. "Ini tidak adil, aku terus memikirkannya, sedangkan dia disana bisa saja sedang tidur atau memikirkan wanita lain, huh menyebalkan!" Lara yang lelah dengan sendirinya, akhirnya meminum susunya lalu kembali mencoba tidur.

*

Sudah pukul sembilan pagi, Van sudah sejak  pukul 7. 30 menunggu Lara di kediamannya, namun gadis itu tak kunjung keluar. "Sebenarnya Nona Lara sedang apa? Kenapa lama sekali, aku tanya pada pelayan mereka bilang Nona bangun kesiangan. Tapi tidak biasanya dia kesiangan." Tak berselang lama akhirnya Lara muncul. Seperti biasa ia tampak cantik dan berkelas dengan style kantornya, tapi kali ini ia mengenakan kacamata hitam. Lara masuk ke mobil dan menyuruh Van segera jalan. Di jalan Van terus melihat Lara dari kaca spion, ia penasaran kenapa Lara tak kunjung melepas kacamatanya itu. Hari ini Nona juga terlihat lebih pendiam dan kalem. "Um, Nona maaf tapi kenapa kau terus pakai kacamata itu?"

"Kenapa memangnya?"

"Tidak aku hanya ingin tahu saja."

Lara akhirnya melepas kacamata itu.

Ada sedikit lingkaran hitam dimata Lara. Jadi itu alasan pakai kacamata. "Sudah tau kan alasanku pakai ini?"

"Nona apa kau kurang tidur?"

"Ya!"

"Kau harusnya tidak begadang Nona, itu tidak baik untuk kesehatan."

Enak saja bicara begitu, asal kau tau aku itu semalam susah bisa tidur kan karena dirimu! Gerutu Lara dalam hati.

"Van, kita beli bunga dulu ya?" Pinta Lara.

"Bunga untuk apa?"

"Aku ingin berziarah ke makam orang tuaku, tiba-tiba saja aku rindu mereka." Dari pantulan kaca spion Van bisa melihat jelas tatapan mata Lara yang terlihat sendu saat membicarakan orang tuanya.

"Baiklah Nona."

***

Miranda yang sudah datang ke kantor mendatangi ruangan Lara. Namun sekretarisnya mengatakan kalau Lara belum datang. "Kenapa Nona Lara belum datang?" Miranda akhirnya menelepon bosnya itu.

Miranda : Halo Nona anda baik-baik saja kan?

Lara : Iya Mira aku baik-baik saja, ada apa?

Mira : sekretarismu bilang kau belum datang aku kira Nona sakit?

Lara : Tidak kok, aku memang sengaja datang terlambat karena aku mampir ke makam papa dan mama dulu.

Mira : Begitu ya? Yasudah kalau begitu.

Lara : memangnya ada apa kau ada perlu denganku kah?

Mira : Tadinya aku ingin bicarakan soal jadwal pertemuan Nona dan petinggi Appletree, mereka minta pertemuannya dimajukan jadi lusa. Apa nona bisa?

Lara : Soal itu coba kau tanyakan pada sekretarisku apa aku ada jadwal kosong besok lusa atau tidak.

Mira : Baik kalau begitu aku tutup teleponnya Nona.

***

"Bye!" Lara mengakhiri obrolannya dengan Mira. Saat ini Lara berada di kawasan pemakaman elit tempat kedua orang tuanya dimakamkan. Sambil membawa buket bunga dafodil kesukaan sang ibu, Lara akhirnya tiba di depan makam kedua orang tuanya. Makam kedua orang tua Lara saling bersebelahan, dan makamnya terlihat terurus serta bersih. Lara meletekan masing-masing buket itu diatas nisan kedua orang tuanya. Lara terlihat mengusap kedua nisan itu lalu berdoa.

Dari jarak sekitar lima meter Van memperhatikan Lara yang tengah berdoa dengan tenang dan penuh khidmat di depan makam kedua orang tuanya. "Sepertinya dia sangat rindu pada ayah dan ibunya, Nona Lara kan anak tunggal, apa dia merasa kesepian setelah ditinggal selamanya oleh kedua orang tuannya?" Van menatap penuh iba, ia melihat ke atas langit dengan mata terpejam dan membayangkan bagaimana persaan Lara waktu pertama kali tau ayah dan ibunya meninggal secara bersamaan, pasti hatinya benar-benar hancur saat itu. "Bagaimana dia mengahadapinya di usia yang masih belia?"

"Van..." Bisik Lara.

"Oh Nona aku sudah selesai? Maaf aku tidak melihatmu datang."

"Kau sedang apa? Kenapa kau menengadah keatas dengan mata tetutup?"

"Tidak aku hanya sedang merasakan angin sejuk di musim gugur."

Lara tertawa kecil.

"Ada apa? Apa aku bertingkah konyol?"

Lara menggeleng. "Aku hanya sedikit tidak menyangka, ternyata kau cukup melankolis dalam menikmati keindahan alam."

"Iya sedikit, aku jadi malu," ucap Van

Lara kembali tertawa kecil. Melihat Lara tersenyum dan tertawa begitu membuat hati Van terasa hangat.

"Nona kalau aku boleh tau kapan orang tuamu meninggal?"

"Delapan tahun lalu dalam kecelakaan mobil yang cukup tragis," jelas Lara dengan mata berkaca-kaca. Sepertinya Lara masih trauma jika ingat hal itu.

"Nona aku minta maaf membuatmu jadi–"

"Tidak kok! Aku memang sedih jika ingat itu, tapi aku tidak mau larut dalam kesedihan." Lara langsung tersenyum seolah ingin memberitahu kalau ia tidak lagi larut dalam kesedihan karena kehilangan orang tuanya. Van jadi merasa cukup lega karena Lara tidak tenggelam dalam kesedihan terlalu lama.

"Sudahlah, lebih baik kita kembali ke kantor. Tidak baik juga bos datangnya terlalu siang."

"Nona tunggu sebentar!" Van tiba-tiba meletakan tangannya di rambut Lara seolah mengusapnya. "Eh kenapa?" Tanya gadis itu terksiap dibuatnya.

"Aku baru saja menyingkirkan kelopak bunga di rambut Nona," jelas Van diikuti senyum tipisnya.

"Oh cuma kelopak bunga, terima kasih ya aku kira apa," ucap Lara sedikit tersipu malu.

"Tidak boleh sampai ada satu kelopak bunga pun di rambut Nona."

"Ah kalau hanya sedikit tidak masalah kok!"

"Tentu saja itu masalah," sanggah Van.

"Kenapa masalah? Kan cuma kelopak bunga."

"Masalah, karena kasihan para kelopak bunga itu mereka jadi kalah cantik kalau disandingkan dengan Nona Lara."

DEGH!

Lagi-lagi jantung Lara mulai berdegup tak beraturan, wajahnya pun jadi merona. Aduh kenapa dia Tiba-tiba bicara begitu sih?

"Nona kepanasan ya? Wajah Nona kok tiba-tiba merah begitu?"

"A- aku tidak kepanasan kok, sudahlah ayo kita kembali ke kantor!" Lara dengan perasaan malu beranjak pergi duluan.

Van hanya bisa tersenyum kecil lalu berkata, "Dia benar-benar manis semanis cherry kalau sedang tersipu malu begitu."

**

Miranda sudah tiba di bandara untuk menjemput Jaden Lee, ia melihat jam tangannya. "Harusnya ia keluar dari pintu ini." Tak lama suara pria yang terdengar agak berat memanggilnya dari belakang.

"Miranda!"

Bersambung...

TEMAN-TEMAN JANGAN LUPA DIVOTE, COMMENT DAN LIKENYA BUAT SEMANGATIN AUTHOR MAKASIH💜

Terpopuler

Comments

Berdo'a saja

Berdo'a saja

kupu-kupu 🦋🦋🦋🦋 pada beterbangan

2023-07-17

1

anisa fadilah

anisa fadilah

aku kira semanis cerry itu ungkapan ciuman terntanya enggak

2023-01-20

0

hera wati

hera wati

orang tua nya lara meninggal psti ada sesuaktu di dlm kjdian kcelakaan itu hehe....lanjut ahtoor smngat 45 💪💪

2022-11-09

1

lihat semua
Episodes
1 Dikejar Penjahat
2 Jadilah Pengawalku
3 Pengawal Pribadiku
4 Pengawalku sangat Tampan
5 Jiwaku di genggamanmu
6 Muncul tiba-tiba
7 Mengobati Luka
8 Salah Bicara
9 Cemburu?
10 Jatuh cinta padanya?
11 Ketakutan di dalam Lift
12 Hukuman yang manis
13 Semanis Cherry
14 Si Manusia Licik
15 Hubungan yang Membingungkan
16 Kakak kelas
17 Zat Candu
18 Mendadak diserang
19 Tatapan haus darah
20 Salah Fokus
21 Ketegangan di ruang meeting
22 Siapa Mr. M ?
23 Pacarnya?
24 Thanks Kiss
25 Dua manusia Licik
26 Vander Liuzen
27 Merasa aman bersamamu
28 Menahan diri darimu
29 Sarapan Bersama
30 Kau sudah berubah
31 Menyenangkan dan melelahkan
32 Seratus ribu dollar semalam
33 Pria ini misterius
34 Cemburu yang melelahkan
35 Pergi ke klub malam
36 Aku bukan anak kecil lagi!
37 Kissing when you're...
38 Semalam itu bukan mimpi!
39 Pasangan Serasi
40 Tamparan keras
41 Sisi lain Vander
42 Konsekuensi
43 Tentangnya yang belum diketahui
44 Lebih terbuka denganya.
45 Naik Motor berdua
46 Tipeku itu seperti...
47 Kebakaran di Miracle
48 Berada dalam pelukannya
49 Mencoba mengancam
50 Menyetir sendirian
51 Basah dan hangat
52 Beban berat dipundaknya.
53 Pingsan
54 Aku... Jatuh cinta padamu
55 Jadilah kekasihku...
56 Senyum-senyum sendiri
57 Kissmark
58 Kissmark
59 Pujian untuk Vander
60 Noda Lipstik?
61 Hanya ingin dicintai
62 Gigit Jari
63 Bibi vs Bocah
64 Iblis berhati Malaikat
65 Partner Pesta.
66 Pasar Malam
67 Kencan Terindah
68 Kotak hadiah.
69 Rendah diri
70 Kediaman Hazel
71 Pria Bertopeng
72 Pasangan Dansa
73 Rencana licik
74 Penyelamat Lara.
75 Sakit...!
76 Di kamar mandi?
77 Benalu
78 Gunakan mulutmu
79 Terpojok
80 Hidupku bukan untuk masa lalu
81 Milikmu seorang
82 Kau Tuanku malam ini
83 Rindu padaku?
84 Pertemuan Virtual
85 Menemui Vander
86 Berniat buruk
87 Minuman beracun
88 Meredam Emosiku
89 Bermain Kasar
90 Hadiah untuk Vander
91 Kiriman Bunga
92 Selamat ulang tahun sayang...
93 Merasa Bersalah
94 Berbaikan...
95 Kakek dan Nenek Lara
96 Kembali ke tempat itu?
97 Duka bagi Lara
98 Menikahlah denganku.
99 Status hubungan kami
100 Resmi! Suamiku dan Istriku
101 Forced Kiss
102 Bergantunglah padaku
103 Bulan Madu
104 Dibawa pergi?
105 Penculik Lara
106 Wanita jahat harus dihukum
107 Tamu tidak penting
108 Kampung halaman.
109 Masa kecil dan Orang tuanya
110 Memiliki anak
111 Menjinakan Bom
112 Merasa Aneh
113 Isi Pesan
114 Rindu yang bekabut
115 Periksa ke dokter kandungan
116 Morning sickness
117 Suara Pria
118 Guru privat
119 Pembohong!
120 Ikut bersamaku
121 Sampai jumpa...
122 Mau Melahirkan.
123 He's Back (New Era is coming)
124 End of book 1 + Blurb season 2
125 Si pria kecil
126 Selamat datang kembali
127 Interview kerja
128 Sama Tapi berbeda.
129 Pekerjaan dan tanggung jawabnya
130 Minta disuapi
131 Amnesia
132 Menghilangkan Memori.
133 Mengembalikan ingatannya
134 Cemburu pada anak sendiri
135 Membuatku Gila
136 Paman bermasker
137 Izin keluar kantor
138 Jangan menangis
139 Tidak peduli
140 Pertemuan
141 Kesempatan
142 Sampai bertemu
143 Kepingan Puzzle
144 Mencoba mengingat
145 Memori baru
146 Suami dan Anakku
147 Ayah dan anak
148 Hadiah spesial
149 Papaku...
150 Dendam
151 Apa papa akan datang?
152 Jujur padaku.
153 Seharian bersama papa
154 Persaingan
155 Pindah
156 Permintaan ulang tahun
157 Hari perayaan dan hadiah
158 Undangan pesta
159 Insiden
160 Reuni
161 Penguntit
162 Makan malam bersama
163 Hari yang ditunggu
164 Siapa Pelakunya?
165 Memergoki
166 Janji, kepercayaan, dan cinta
167 Percaya padaku
168 Wanita Pembohong
169 Tidak bisa dimaafkan
170 Provokasi Lara
171 Apapun untukmu
172 Sampel DNA
173 Pergi Kencan
174 Tanggung Jawab
175 Menjawab Tantangan
176 Menjadi Pelindungmu
177 Berada dipihakku
178 Pantas mendapat Karma
179 Tamat Riwayatmu wanita jahat!
180 Pengganti Lara
181 Liburan Bersama
182 Pernikahan yang sesungguhnya
183 Aku Papa Kandungmu
184 Tugas seorang Ayah
185 Keluarga Bahagia.
186 Dicintainya selama bertahun-tahun
187 Patah Hati
188 Maafkan aku
189 Kehamilan kedua.
190 Bola Liar
191 Uji coba langsung
192 Konferensi Pers
193 Bertengkar Di kantor
194 Kau kan...?
195 Pulau Crux
196 Perjalanan Misi
197 See you soon
198 Menjalankan Misi
199 Perasaan yang tak pernah mati.
200 Niat Terselubung
201 Untuk Lara
202 Kejutan dan Hadiah
203 Identitas
204 Membentaknya
205 Menghilang
206 Penculik Lara
207 Rencana Kabur
208 Menyadarkanmu
209 Berharap Pertolongan
210 Aku lelah
211 Berhasil Kabur
212 Menemui Musuh terakhir
213 Hidup itu pilihan
214 Menemukanmu...
215 Penghormatan Terakhir
216 Seribu kali lebih sakit
217 Segera Melahirkan?
218 Putra kedua
219 Kembali Mesra
220 Konferensi Pers
221 Couple of the year
222 I Love U pengawalku yang tampan [End of story]
223 Bonus Part [Family is Home]
Episodes

Updated 223 Episodes

1
Dikejar Penjahat
2
Jadilah Pengawalku
3
Pengawal Pribadiku
4
Pengawalku sangat Tampan
5
Jiwaku di genggamanmu
6
Muncul tiba-tiba
7
Mengobati Luka
8
Salah Bicara
9
Cemburu?
10
Jatuh cinta padanya?
11
Ketakutan di dalam Lift
12
Hukuman yang manis
13
Semanis Cherry
14
Si Manusia Licik
15
Hubungan yang Membingungkan
16
Kakak kelas
17
Zat Candu
18
Mendadak diserang
19
Tatapan haus darah
20
Salah Fokus
21
Ketegangan di ruang meeting
22
Siapa Mr. M ?
23
Pacarnya?
24
Thanks Kiss
25
Dua manusia Licik
26
Vander Liuzen
27
Merasa aman bersamamu
28
Menahan diri darimu
29
Sarapan Bersama
30
Kau sudah berubah
31
Menyenangkan dan melelahkan
32
Seratus ribu dollar semalam
33
Pria ini misterius
34
Cemburu yang melelahkan
35
Pergi ke klub malam
36
Aku bukan anak kecil lagi!
37
Kissing when you're...
38
Semalam itu bukan mimpi!
39
Pasangan Serasi
40
Tamparan keras
41
Sisi lain Vander
42
Konsekuensi
43
Tentangnya yang belum diketahui
44
Lebih terbuka denganya.
45
Naik Motor berdua
46
Tipeku itu seperti...
47
Kebakaran di Miracle
48
Berada dalam pelukannya
49
Mencoba mengancam
50
Menyetir sendirian
51
Basah dan hangat
52
Beban berat dipundaknya.
53
Pingsan
54
Aku... Jatuh cinta padamu
55
Jadilah kekasihku...
56
Senyum-senyum sendiri
57
Kissmark
58
Kissmark
59
Pujian untuk Vander
60
Noda Lipstik?
61
Hanya ingin dicintai
62
Gigit Jari
63
Bibi vs Bocah
64
Iblis berhati Malaikat
65
Partner Pesta.
66
Pasar Malam
67
Kencan Terindah
68
Kotak hadiah.
69
Rendah diri
70
Kediaman Hazel
71
Pria Bertopeng
72
Pasangan Dansa
73
Rencana licik
74
Penyelamat Lara.
75
Sakit...!
76
Di kamar mandi?
77
Benalu
78
Gunakan mulutmu
79
Terpojok
80
Hidupku bukan untuk masa lalu
81
Milikmu seorang
82
Kau Tuanku malam ini
83
Rindu padaku?
84
Pertemuan Virtual
85
Menemui Vander
86
Berniat buruk
87
Minuman beracun
88
Meredam Emosiku
89
Bermain Kasar
90
Hadiah untuk Vander
91
Kiriman Bunga
92
Selamat ulang tahun sayang...
93
Merasa Bersalah
94
Berbaikan...
95
Kakek dan Nenek Lara
96
Kembali ke tempat itu?
97
Duka bagi Lara
98
Menikahlah denganku.
99
Status hubungan kami
100
Resmi! Suamiku dan Istriku
101
Forced Kiss
102
Bergantunglah padaku
103
Bulan Madu
104
Dibawa pergi?
105
Penculik Lara
106
Wanita jahat harus dihukum
107
Tamu tidak penting
108
Kampung halaman.
109
Masa kecil dan Orang tuanya
110
Memiliki anak
111
Menjinakan Bom
112
Merasa Aneh
113
Isi Pesan
114
Rindu yang bekabut
115
Periksa ke dokter kandungan
116
Morning sickness
117
Suara Pria
118
Guru privat
119
Pembohong!
120
Ikut bersamaku
121
Sampai jumpa...
122
Mau Melahirkan.
123
He's Back (New Era is coming)
124
End of book 1 + Blurb season 2
125
Si pria kecil
126
Selamat datang kembali
127
Interview kerja
128
Sama Tapi berbeda.
129
Pekerjaan dan tanggung jawabnya
130
Minta disuapi
131
Amnesia
132
Menghilangkan Memori.
133
Mengembalikan ingatannya
134
Cemburu pada anak sendiri
135
Membuatku Gila
136
Paman bermasker
137
Izin keluar kantor
138
Jangan menangis
139
Tidak peduli
140
Pertemuan
141
Kesempatan
142
Sampai bertemu
143
Kepingan Puzzle
144
Mencoba mengingat
145
Memori baru
146
Suami dan Anakku
147
Ayah dan anak
148
Hadiah spesial
149
Papaku...
150
Dendam
151
Apa papa akan datang?
152
Jujur padaku.
153
Seharian bersama papa
154
Persaingan
155
Pindah
156
Permintaan ulang tahun
157
Hari perayaan dan hadiah
158
Undangan pesta
159
Insiden
160
Reuni
161
Penguntit
162
Makan malam bersama
163
Hari yang ditunggu
164
Siapa Pelakunya?
165
Memergoki
166
Janji, kepercayaan, dan cinta
167
Percaya padaku
168
Wanita Pembohong
169
Tidak bisa dimaafkan
170
Provokasi Lara
171
Apapun untukmu
172
Sampel DNA
173
Pergi Kencan
174
Tanggung Jawab
175
Menjawab Tantangan
176
Menjadi Pelindungmu
177
Berada dipihakku
178
Pantas mendapat Karma
179
Tamat Riwayatmu wanita jahat!
180
Pengganti Lara
181
Liburan Bersama
182
Pernikahan yang sesungguhnya
183
Aku Papa Kandungmu
184
Tugas seorang Ayah
185
Keluarga Bahagia.
186
Dicintainya selama bertahun-tahun
187
Patah Hati
188
Maafkan aku
189
Kehamilan kedua.
190
Bola Liar
191
Uji coba langsung
192
Konferensi Pers
193
Bertengkar Di kantor
194
Kau kan...?
195
Pulau Crux
196
Perjalanan Misi
197
See you soon
198
Menjalankan Misi
199
Perasaan yang tak pernah mati.
200
Niat Terselubung
201
Untuk Lara
202
Kejutan dan Hadiah
203
Identitas
204
Membentaknya
205
Menghilang
206
Penculik Lara
207
Rencana Kabur
208
Menyadarkanmu
209
Berharap Pertolongan
210
Aku lelah
211
Berhasil Kabur
212
Menemui Musuh terakhir
213
Hidup itu pilihan
214
Menemukanmu...
215
Penghormatan Terakhir
216
Seribu kali lebih sakit
217
Segera Melahirkan?
218
Putra kedua
219
Kembali Mesra
220
Konferensi Pers
221
Couple of the year
222
I Love U pengawalku yang tampan [End of story]
223
Bonus Part [Family is Home]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!