Kakak kelas

Pukul sembilan pagi Lara berangkat mengunjungi kantor Appletree diantar oleh Van. Sejak awal masuk ke dalam mobil, Van tidak henti-hentinya mencuri-curi pandang melirik Lara yang duduk disebelahnya. Van merasa entah kenapa penampilan Lara hari ini lebih cantik dari biasanya. Ditambah lipstik merahnya membuat Lara terlihat lebih dewasa dan seksi. Apa yang aku pikirkan? Pria itu berusaha tetap fokus, tapi bau parfum Lara yang beraroma manis dan segar membuat Van benar-benar tidak tahan. Beberapa kali jari Lara menyelipkan rambutnya yang indah ke telinga. Van bisa melihat jelas tengkuk indah milik gadis itu hingga membuatnya menelan ludah beberapa kali.

"Kau haus ya?" Tanya Lara-tiba.

"Ti- tidak Nona aku tidak haus."

"Tapi aku lihat tadi kau beberapa kali menelan ludah, aku pikir tenggorokanmu kering?"

"Tidak Nona aku tidak haus,"

Sial aku ketahuan, ayolah yolah tahan dirimu Van! Maki Van di dalam pikirannya.

Ya mau bagaimanapun Van adalah pria dewasa yang normal, jadi wajar sekali bereaksi seperti itu melihat seorang wanita yang sangat menarik berada di dekatnya.

**

Lara akhirnya tiba di kantor Appletree, ia diantar oleh Van sampai masuk ke dalam lift yang akan membawanya ke ruangan pimpinan Appletree.

Di dalam lift Van bertanya. "Nona, apa tidak apa-apa kau sendirian saja?"

"Tidak apa-apa, lagipula ini pertemuan pentingku dengan pimpinan Appletree, jadi aku harus bertemu dengannya sendiri."

"Yasudah kalau begitu aku akan tunggu Nona di lobby utama, tapi jika ada hal aneh sedikit saja tolong segera hubungi aku."

Lara mengangguk paham. Tak terasa lift sudah hampir menujukan lantai 9, dimana itu adalah lantai tempat pimpinan perusahaan Appletree berada.

"Oh iya Van sebelum liftnya terbuka aku mau tanya."

"Tanya apa Nona?"

Lara merapikan rambut dan pakaiannya. Ia menghadap Van lalu bertanya, "Menurutmu apa hari ini aku cantik?"

"Apa?" Van agak tercengang mendengar pertanyaan Lara.

"Kenapa seperti kaget begitu? Aku jelek ya?"

Van terkekeh kecil lalu mendekatakan bibirnya di telinga Lara dan berbisik, "Nona Lara, satu fakta yang harus kau tau yaitu, Nona akan selalu jadi yang paling cantik dimanapun berada."

Lara tertegun, wajahnya langsung merah merona dibuatnya dengan ucapan Van barusan.

Tak lama pintu lift pun terbuka, "Nona sudah terbuka pintunya."

Lara pun tersadar dan segera keluar dari lift.

"Semoga berjalan lancar Nona," ucap Van.

Dari selah-selah pintu lift yang tertutup Lara bisa melihat Van tersenyum kecil menatapnya. Suasana hati Lara jadi semakin baik. Seketika ia pun optimis bisa mendapatkan kontrak kerjasama dengan Appletree.

**

Lara berjalan menuju ruang pimpinan. Di dekat ruangan itu ada meja sekretaris, dimana Lara langsung disambut oleh nona sekretaris itu. "Nona Lara Hazel, silakan masuk Nona Karina Foster sudah menunggu di dalam," ucap sekretaris itu.

Karina Foster? Lara sepertinya merasa tidak asing dengan nama itu.

"Baik terima kasih." Lara pun memasuki ruangan pimpinan Appletree. Setibanya di dalam ruangan Lara langsung disambut oleh suara seorang wanita. "Selamat datang di ruanganku Nona Lara Hazel, senang bisa bertemu denganmu lagi."

Mata Lara langsung tertuju kepada sosok wanita cantik dengan tinggi badan 170 sentimeter yang menyambutnya itu. "Ka- Karina?"

"Ya, ini aku Karina Foster, seniormu dulu di sekolah menengah. Kau masih ingat aku kan?"

Lara tersenyum miring. "Mana mungkin aku lupa dengan Kakak seniorku yang paling populer, dan sekarang dia adalah pimpinan dari salah satu perusahaan brand pakaian paling laris dinegeri ini. Wow!"

"Terima kasih sanjungannya, sungguh kehormatan dipuji oleh seorang Lara Hazel siswi paling terkenal sejak pertama masuk sekolah."

Melihat dari cara mereka bicara, sepertinya hubungan Lara dengan Karina dulu tidak terlalu bagus.

Wanita yang ada di hadapan Lara saat ini adalah kakak kelas Lara sekaligus pimpinan Appletree, salah satu perusahaan brand mewah lokal yang kini tengah naik daun. Lara juga cukup mengagumi brand pakaian itu.

"Apa kabar Nona Lara Hazel?'

"Baik,"

"Silakan duduk," Karina mempersilakan Lara duduk lalu membawakannya minuman.

"Jadi maksudmu mengundangku langsung adalah, ingin melihatku seolah merasa membutuhkan dirimu begitu?" Tanya Lara to the point.

Karina tertawa kecil seolah mengiyakan pertanyaan Lara. "Tidak juga tapi itu salah satunya. Aku memang ingin melihatmu seolah memohon padaku."

Lara tersenyum kecut, "Kau masih tidak suka padaku ya senior?"

"Memang semua orang harus suka padamu seperti di sekolah kita dulu?" Ujar Karina sinis.

"Tidak sih, tapi kita kan sekarang sudah dewasa. Jadi aku rasa hal-hal seperti persaingan di sekolah dulu sebaiknya tidak perlu diingat-ingat lagi."

Karina menatap Lara sinis. Ia teringat akan dimana dirinya dulu pernah dianggap ratu sekolah paling populer, namun ditahun ketiganya tiba-tiba saja kepopulerannya tergeser akibat Lara yang saat itu siswi baru langsung jadi idola disekolah. Hal itu membuat Karina merasa harga dirinya telah diinjak-injak oleh Lara yang notabennya adalah juniornya disekolah. Dan sejak saat itulah Karina menjadi tidak suka dengan Lara sampai sekarang.

Lara menghela nafas, "Begini saja, Nona Karina aku minta maaf kalau kau tidak suka padaku. Tapi kali ini aku harap kita bisa sama-sama profesional dengan tidak melibatakan permasalahan pribadi ke dalam bisnis. Karena jujur, aku datang kemari dengan membawa nama perusahaanku untuk melakukan penawaran kerjasama dengan perusahaanmu."

Sial! Apa dia secara tidak langsung mengejekku tidak profesional? Tapi yang dia katakan benar juga, sebagai pimpinan aku tidak boleh kehilanga profesionalitasku.

"Oleh karena itu aku bawakan proposal kerjasama yang bisa kau pelajari dulu." Lara  menyerahkan proposal yang sudah ia bawa untuk dibaca Karina.

**

Di kantor Miracle Jaden tampak berjalan menuju ke ruangan Lara. Mira yang kebetulan lewat depan ruangan Lara pun bertanya, "Tuan Jeden, apa kau ingin bertemu Nona Lara?"

"Iya."

"Aku sarankan kau kembali saja nanti, karena saat ini Nona Lara sedang pergi ke pertemuan bisnis dengan pimpinan perusahaan Appletree."

"Begitu ya? Oh iya Miranda, sepertinya kau itu dekat sekali ya dengan Nona Lara? Aku jadi teringat dengan kisah suatu perusahaan yang sudah lama bangkrut. Disana banyak pegawai yang kerja hanya karna punya hubungan dekat dengan petinggi perusahaan. Hal itupun menyebabkan budaya nepotisme besar-besaran, akibatnya terjadi kekacauan dalam perekrutan SDM dan akhirnya perusahaan itu pun bankrut."

Sontak mata Mira pun menajam menatap Jeden. Wanita itu tau persis kalau Jeden Lee kini sedang mencoba menyindirnya.

"Hei kenapa menatapku begitu?"

"Tidak apa-apa Tuan Jeden, aku hanya sedang melihat anda sepertinya sedang menyindir diri sendiri."

"Apa maksudmu!?"

"Ah bukan apa-apa. Permisi"

"Tunggu dulu!" Jeden menghalangi Mira yang mau pergi. "Dengar Miranda, sedekat apapun kau dan keluargamu dengan Lara, kau tetap saja hanya bawahan disini, jadi kau harus tau diri!"

"Terima kasih sudah mengingatkan Tuan, tapi aku juga ingin kau tau, walaupun kau juga pemegang saham Miracle, tetap saja Nona Lara adalah CEOnya," balas Lara lalu pergi.

"Cih! Asisten sialan! Lihat saja, aku juga akan memberimu pelajaran karena sudah berani menentangku." Sepertinya Jeden semakin serius melakukan rencana liciknya pada Lara dan orang-orangnya.

**

Karina baru saja selesai membaca proposal kerjasama yang ditawarkan oleh Lara.

"Jadi bagaimana Nona Karina, anda tertarik untuk menjadi salah satu partner Miracle?"

Miranda menyandarkan tubuhnya ke sofa. "Um, sejujurnya proposalmu menarik, tapi jujur saja aku masih butuh pertimbangan untuk bekerjasama. Oleh karena itu beri aku waktu tiga hari untuk memutuskan."

"Begitu ya? Tapi kau begini bukan karena rasa tidak sukamu padaku kan Nona Karina?"

"Tentu saja tidak, walau aku tidak suka padamu tapi aku ini profesional kalau urusan bisnis." Walau sebenarnya juga karena rasa tidak suka.

"Syukurlah kalau begitu." Lara tersenyum palsu sambil menggerutu di dalam hati. Wanita ini menyebalkan sekali sih! Sejujurnya Lara kesal dengan kesombongan Karina, tapi bagaimana pun ini bisnis jadi harus dihadapi dengan pikiran dingin dan rasional.

*

Van yang merasa bosan pun memilih berkeliling kantor Appletree sebentar, namun saat ia berkeliling tiba-tiba saja Lara meneleponnya.

Van  :  Iya Nona

Lara : Aku sudah selesai dan kini sedang ke toilet sebentar, kau tunggu aku segera di lobby ya...

Van  : Baik Nona aku akan menunggumu disana.

Van menutup teleponnya dan bergegas menuju lobby sebelum Lara keluar dari toilet.

Karina yang baru saja kembali dari toilet tiba-tiba dibuat tercengang saat dirinya berpapasan dengan seorang pria yang sepertinya tidak asing lagi baginya. "Pria itu kan?" Karina segera menoleh kebelakang dan memanggil pria itu "Hei Tuan tunggu!"

Merasa tak ada pria lain selain dia, pria yang tak lain adalah Van itupun menoleh. "Kau memanggilku Nona?"

"Iya aku menggilmu," ucap Karina menghampiri.

"Ada apa Nona?"

"Kau masih ingat denganku kan?"

Van memicingkan matanya, meingingat-ngingat sosok wanita dihadapannya itu. "Oh iya aku ingat, kau kan—" Akhirnya Van ingat juga.

"Iya kau benar, aku adalah pemilik tas yang dicopet yang sudah kau tolong waktu itu. Ngomong-ngomong kau sedang apa disini?"

"Aku hanya sedang menemani seseorang. Nona, maaf tapi aku harus segera pergi!"

"Tunggu sebentar!" Karina menarik tangan Van.

"Nona tolong lepaskan aku!"

"Aku akan lepaskan tapi setidaknya beritahu dulu namamu."

"Namaku Van, permisi!" Ujar Van sambil melepaskan tangannya dari Karina lalu pergi.

"Jadi namanya Van," ucap Karina sambil senyum-senyum.

Bersambung...

Jangan lupa vote, like, comment ya~💜

Terpopuler

Comments

Selvanus Sengiang

Selvanus Sengiang

lanjut Thor 👍

2023-08-22

1

Berdo'a saja

Berdo'a saja

yah kenapa

2023-07-17

0

Muhammad Pratama

Muhammad Pratama

mbak Karina naksir ya

2022-09-03

0

lihat semua
Episodes
1 Dikejar Penjahat
2 Jadilah Pengawalku
3 Pengawal Pribadiku
4 Pengawalku sangat Tampan
5 Jiwaku di genggamanmu
6 Muncul tiba-tiba
7 Mengobati Luka
8 Salah Bicara
9 Cemburu?
10 Jatuh cinta padanya?
11 Ketakutan di dalam Lift
12 Hukuman yang manis
13 Semanis Cherry
14 Si Manusia Licik
15 Hubungan yang Membingungkan
16 Kakak kelas
17 Zat Candu
18 Mendadak diserang
19 Tatapan haus darah
20 Salah Fokus
21 Ketegangan di ruang meeting
22 Siapa Mr. M ?
23 Pacarnya?
24 Thanks Kiss
25 Dua manusia Licik
26 Vander Liuzen
27 Merasa aman bersamamu
28 Menahan diri darimu
29 Sarapan Bersama
30 Kau sudah berubah
31 Menyenangkan dan melelahkan
32 Seratus ribu dollar semalam
33 Pria ini misterius
34 Cemburu yang melelahkan
35 Pergi ke klub malam
36 Aku bukan anak kecil lagi!
37 Kissing when you're...
38 Semalam itu bukan mimpi!
39 Pasangan Serasi
40 Tamparan keras
41 Sisi lain Vander
42 Konsekuensi
43 Tentangnya yang belum diketahui
44 Lebih terbuka denganya.
45 Naik Motor berdua
46 Tipeku itu seperti...
47 Kebakaran di Miracle
48 Berada dalam pelukannya
49 Mencoba mengancam
50 Menyetir sendirian
51 Basah dan hangat
52 Beban berat dipundaknya.
53 Pingsan
54 Aku... Jatuh cinta padamu
55 Jadilah kekasihku...
56 Senyum-senyum sendiri
57 Kissmark
58 Kissmark
59 Pujian untuk Vander
60 Noda Lipstik?
61 Hanya ingin dicintai
62 Gigit Jari
63 Bibi vs Bocah
64 Iblis berhati Malaikat
65 Partner Pesta.
66 Pasar Malam
67 Kencan Terindah
68 Kotak hadiah.
69 Rendah diri
70 Kediaman Hazel
71 Pria Bertopeng
72 Pasangan Dansa
73 Rencana licik
74 Penyelamat Lara.
75 Sakit...!
76 Di kamar mandi?
77 Benalu
78 Gunakan mulutmu
79 Terpojok
80 Hidupku bukan untuk masa lalu
81 Milikmu seorang
82 Kau Tuanku malam ini
83 Rindu padaku?
84 Pertemuan Virtual
85 Menemui Vander
86 Berniat buruk
87 Minuman beracun
88 Meredam Emosiku
89 Bermain Kasar
90 Hadiah untuk Vander
91 Kiriman Bunga
92 Selamat ulang tahun sayang...
93 Merasa Bersalah
94 Berbaikan...
95 Kakek dan Nenek Lara
96 Kembali ke tempat itu?
97 Duka bagi Lara
98 Menikahlah denganku.
99 Status hubungan kami
100 Resmi! Suamiku dan Istriku
101 Forced Kiss
102 Bergantunglah padaku
103 Bulan Madu
104 Dibawa pergi?
105 Penculik Lara
106 Wanita jahat harus dihukum
107 Tamu tidak penting
108 Kampung halaman.
109 Masa kecil dan Orang tuanya
110 Memiliki anak
111 Menjinakan Bom
112 Merasa Aneh
113 Isi Pesan
114 Rindu yang bekabut
115 Periksa ke dokter kandungan
116 Morning sickness
117 Suara Pria
118 Guru privat
119 Pembohong!
120 Ikut bersamaku
121 Sampai jumpa...
122 Mau Melahirkan.
123 He's Back (New Era is coming)
124 End of book 1 + Blurb season 2
125 Si pria kecil
126 Selamat datang kembali
127 Interview kerja
128 Sama Tapi berbeda.
129 Pekerjaan dan tanggung jawabnya
130 Minta disuapi
131 Amnesia
132 Menghilangkan Memori.
133 Mengembalikan ingatannya
134 Cemburu pada anak sendiri
135 Membuatku Gila
136 Paman bermasker
137 Izin keluar kantor
138 Jangan menangis
139 Tidak peduli
140 Pertemuan
141 Kesempatan
142 Sampai bertemu
143 Kepingan Puzzle
144 Mencoba mengingat
145 Memori baru
146 Suami dan Anakku
147 Ayah dan anak
148 Hadiah spesial
149 Papaku...
150 Dendam
151 Apa papa akan datang?
152 Jujur padaku.
153 Seharian bersama papa
154 Persaingan
155 Pindah
156 Permintaan ulang tahun
157 Hari perayaan dan hadiah
158 Undangan pesta
159 Insiden
160 Reuni
161 Penguntit
162 Makan malam bersama
163 Hari yang ditunggu
164 Siapa Pelakunya?
165 Memergoki
166 Janji, kepercayaan, dan cinta
167 Percaya padaku
168 Wanita Pembohong
169 Tidak bisa dimaafkan
170 Provokasi Lara
171 Apapun untukmu
172 Sampel DNA
173 Pergi Kencan
174 Tanggung Jawab
175 Menjawab Tantangan
176 Menjadi Pelindungmu
177 Berada dipihakku
178 Pantas mendapat Karma
179 Tamat Riwayatmu wanita jahat!
180 Pengganti Lara
181 Liburan Bersama
182 Pernikahan yang sesungguhnya
183 Aku Papa Kandungmu
184 Tugas seorang Ayah
185 Keluarga Bahagia.
186 Dicintainya selama bertahun-tahun
187 Patah Hati
188 Maafkan aku
189 Kehamilan kedua.
190 Bola Liar
191 Uji coba langsung
192 Konferensi Pers
193 Bertengkar Di kantor
194 Kau kan...?
195 Pulau Crux
196 Perjalanan Misi
197 See you soon
198 Menjalankan Misi
199 Perasaan yang tak pernah mati.
200 Niat Terselubung
201 Untuk Lara
202 Kejutan dan Hadiah
203 Identitas
204 Membentaknya
205 Menghilang
206 Penculik Lara
207 Rencana Kabur
208 Menyadarkanmu
209 Berharap Pertolongan
210 Aku lelah
211 Berhasil Kabur
212 Menemui Musuh terakhir
213 Hidup itu pilihan
214 Menemukanmu...
215 Penghormatan Terakhir
216 Seribu kali lebih sakit
217 Segera Melahirkan?
218 Putra kedua
219 Kembali Mesra
220 Konferensi Pers
221 Couple of the year
222 I Love U pengawalku yang tampan [End of story]
223 Bonus Part [Family is Home]
Episodes

Updated 223 Episodes

1
Dikejar Penjahat
2
Jadilah Pengawalku
3
Pengawal Pribadiku
4
Pengawalku sangat Tampan
5
Jiwaku di genggamanmu
6
Muncul tiba-tiba
7
Mengobati Luka
8
Salah Bicara
9
Cemburu?
10
Jatuh cinta padanya?
11
Ketakutan di dalam Lift
12
Hukuman yang manis
13
Semanis Cherry
14
Si Manusia Licik
15
Hubungan yang Membingungkan
16
Kakak kelas
17
Zat Candu
18
Mendadak diserang
19
Tatapan haus darah
20
Salah Fokus
21
Ketegangan di ruang meeting
22
Siapa Mr. M ?
23
Pacarnya?
24
Thanks Kiss
25
Dua manusia Licik
26
Vander Liuzen
27
Merasa aman bersamamu
28
Menahan diri darimu
29
Sarapan Bersama
30
Kau sudah berubah
31
Menyenangkan dan melelahkan
32
Seratus ribu dollar semalam
33
Pria ini misterius
34
Cemburu yang melelahkan
35
Pergi ke klub malam
36
Aku bukan anak kecil lagi!
37
Kissing when you're...
38
Semalam itu bukan mimpi!
39
Pasangan Serasi
40
Tamparan keras
41
Sisi lain Vander
42
Konsekuensi
43
Tentangnya yang belum diketahui
44
Lebih terbuka denganya.
45
Naik Motor berdua
46
Tipeku itu seperti...
47
Kebakaran di Miracle
48
Berada dalam pelukannya
49
Mencoba mengancam
50
Menyetir sendirian
51
Basah dan hangat
52
Beban berat dipundaknya.
53
Pingsan
54
Aku... Jatuh cinta padamu
55
Jadilah kekasihku...
56
Senyum-senyum sendiri
57
Kissmark
58
Kissmark
59
Pujian untuk Vander
60
Noda Lipstik?
61
Hanya ingin dicintai
62
Gigit Jari
63
Bibi vs Bocah
64
Iblis berhati Malaikat
65
Partner Pesta.
66
Pasar Malam
67
Kencan Terindah
68
Kotak hadiah.
69
Rendah diri
70
Kediaman Hazel
71
Pria Bertopeng
72
Pasangan Dansa
73
Rencana licik
74
Penyelamat Lara.
75
Sakit...!
76
Di kamar mandi?
77
Benalu
78
Gunakan mulutmu
79
Terpojok
80
Hidupku bukan untuk masa lalu
81
Milikmu seorang
82
Kau Tuanku malam ini
83
Rindu padaku?
84
Pertemuan Virtual
85
Menemui Vander
86
Berniat buruk
87
Minuman beracun
88
Meredam Emosiku
89
Bermain Kasar
90
Hadiah untuk Vander
91
Kiriman Bunga
92
Selamat ulang tahun sayang...
93
Merasa Bersalah
94
Berbaikan...
95
Kakek dan Nenek Lara
96
Kembali ke tempat itu?
97
Duka bagi Lara
98
Menikahlah denganku.
99
Status hubungan kami
100
Resmi! Suamiku dan Istriku
101
Forced Kiss
102
Bergantunglah padaku
103
Bulan Madu
104
Dibawa pergi?
105
Penculik Lara
106
Wanita jahat harus dihukum
107
Tamu tidak penting
108
Kampung halaman.
109
Masa kecil dan Orang tuanya
110
Memiliki anak
111
Menjinakan Bom
112
Merasa Aneh
113
Isi Pesan
114
Rindu yang bekabut
115
Periksa ke dokter kandungan
116
Morning sickness
117
Suara Pria
118
Guru privat
119
Pembohong!
120
Ikut bersamaku
121
Sampai jumpa...
122
Mau Melahirkan.
123
He's Back (New Era is coming)
124
End of book 1 + Blurb season 2
125
Si pria kecil
126
Selamat datang kembali
127
Interview kerja
128
Sama Tapi berbeda.
129
Pekerjaan dan tanggung jawabnya
130
Minta disuapi
131
Amnesia
132
Menghilangkan Memori.
133
Mengembalikan ingatannya
134
Cemburu pada anak sendiri
135
Membuatku Gila
136
Paman bermasker
137
Izin keluar kantor
138
Jangan menangis
139
Tidak peduli
140
Pertemuan
141
Kesempatan
142
Sampai bertemu
143
Kepingan Puzzle
144
Mencoba mengingat
145
Memori baru
146
Suami dan Anakku
147
Ayah dan anak
148
Hadiah spesial
149
Papaku...
150
Dendam
151
Apa papa akan datang?
152
Jujur padaku.
153
Seharian bersama papa
154
Persaingan
155
Pindah
156
Permintaan ulang tahun
157
Hari perayaan dan hadiah
158
Undangan pesta
159
Insiden
160
Reuni
161
Penguntit
162
Makan malam bersama
163
Hari yang ditunggu
164
Siapa Pelakunya?
165
Memergoki
166
Janji, kepercayaan, dan cinta
167
Percaya padaku
168
Wanita Pembohong
169
Tidak bisa dimaafkan
170
Provokasi Lara
171
Apapun untukmu
172
Sampel DNA
173
Pergi Kencan
174
Tanggung Jawab
175
Menjawab Tantangan
176
Menjadi Pelindungmu
177
Berada dipihakku
178
Pantas mendapat Karma
179
Tamat Riwayatmu wanita jahat!
180
Pengganti Lara
181
Liburan Bersama
182
Pernikahan yang sesungguhnya
183
Aku Papa Kandungmu
184
Tugas seorang Ayah
185
Keluarga Bahagia.
186
Dicintainya selama bertahun-tahun
187
Patah Hati
188
Maafkan aku
189
Kehamilan kedua.
190
Bola Liar
191
Uji coba langsung
192
Konferensi Pers
193
Bertengkar Di kantor
194
Kau kan...?
195
Pulau Crux
196
Perjalanan Misi
197
See you soon
198
Menjalankan Misi
199
Perasaan yang tak pernah mati.
200
Niat Terselubung
201
Untuk Lara
202
Kejutan dan Hadiah
203
Identitas
204
Membentaknya
205
Menghilang
206
Penculik Lara
207
Rencana Kabur
208
Menyadarkanmu
209
Berharap Pertolongan
210
Aku lelah
211
Berhasil Kabur
212
Menemui Musuh terakhir
213
Hidup itu pilihan
214
Menemukanmu...
215
Penghormatan Terakhir
216
Seribu kali lebih sakit
217
Segera Melahirkan?
218
Putra kedua
219
Kembali Mesra
220
Konferensi Pers
221
Couple of the year
222
I Love U pengawalku yang tampan [End of story]
223
Bonus Part [Family is Home]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!