BAB 8 Jangan Ganggu Rumahku!

Banyak hal yang terjadi sehingga Nina sama sekali tidak percaya dengan kabar meninggalnya Asrok. Sejak semalam Nina terus bicara dengan kekasihnya melalui sambungan telepon dan menutup panggilannya begitu Nana datang pagi-pagi. Bahkan, pria yang dikabarkan meninggal tiba-tiba saja datang secara misterus ke rumah Nina dan minta tidur di kamar karena ia menggigil kedinginan.

Mereka bahkan sempat berhubungan badan sebelum akhirnya Pak Diki dan yang lainnya datang kemari beberapa jam kemudian. Wajar jika Nina emosi karena semua orang mengira pria yang ia cintai diruomorkan meninggal dengan cara mengenaskan.

“Mbak … seng tenanan? Isok ae sing ndek kamar sampean iku duduk mas Asrok!” (Kak, beneran loh? Bisa saja yang di kamar kamu itu bukan mas Asrok).

Nana sama sekali tidak percaya dengan penjelasan sepupunya. Suasana menjadi tegang karena Nina tetap teguh pada ucapannya begitupula dengan Nana yang ngotot kalau Asrok sudah tiada.

“Aku serius Nan, beneran! Kalau kalian masih tidak percaya, masuklah! Di dalam kamar ada mas Asrok, kok! Cuma sekarang dia sedang tidur karena badannya tidak sehat.” Nina tak mau kalah, ia menantang keluarganya untuk membuktikan bahwa apa yang ia ucapkan itu benar.

Seketika, Nana dan ayahnya saling pandang. Mulut mereka menganga lebar mendengar pernyataan Nina yang sangat tidak masuk akal itu. Jelas-jelas diluaran sana sedang heboh dengan meninggalnya Asrok tapi Nina malah bilang kalau Asrok ada di dalam kamarnya.

Tak ingin buang waktu, dua orang ayah dan anak itu mencoba mendekat ke dekat pintu kamar Nina bermaksud memeriksa sendiri dengan mata kepala mereka. Eric sebenarnya juga ingin mengekor di belakang mereka, tapi langkahnya dicegah oleh Refald.

“Tetaplah di sini. Jangan bergerak kemanapun.” Refald memperingatkan dan matanya menatap tajam pintu kamar Nina. Sekali lagi, Refald memanggil nama semua pasukannya tapi tetap saja nihil. Meski kekuatan Refald berangsur kembali, ia masih belum bisa memanggil seluruh pasukannya untuk menghadap dirinya.

“Sial! Harusnya aku bisa memanggil mereka. Kenapa mereka belum datang juga,” gumam Refald.

“Brays, apa ada hantu suka gentayangan siang-siang? Hantu apaan? Hantu kesiangan.” Eric berkomentar karena ia mendengar gumaman Refald.

“Pasukanku bisa datang kapan saja, Ric. Tak perlu menunggu siang ataupun malam, begitu kekuatanku kembali aku bisa memanggil mereka semua sesuka hati. Bersiap-siaplah, sebentar lagi jiwa penasaran itu akan keluar!” Refald memperingatkan. Dua pemuda itu sama-sama berdiri tegap bersiap menghadang sesuatu yang akan datang melewati mereka.

Perlahan, pak Diki membuka pintu kamar Nina dan betapa terkejutnya mereka karena sekelebat bayangan hitam menembus pintu dan melesat cepat hendak pergi keluar rumah Nina. Refald yang berdiri diambang pintu langsung mengulurkan satu tangannya dan mencekik leher sosok makhluk astral tersebut saat hendak melintasi Refald.

Dengan gerakan secepat kilat Refald menjatuhkan sosok yang berasal dari dunia lain itu ke tanah. Hantu penasaran itupun tak berdaya dan tak kuasa menghadapi tekanan kuat dari tangan Refald di lehernya. Makhluk itu terus memberontak, tapi Refald terus menekannya semakin kuat. Sosok tersebut melihat aura lain yang terpancar dari Refald seolah ia takkan bisa mengalahkan Refald dengan mudah.

Ya jelas Refald tidak bisa kalah dan bisa menyentuh makhluk astral tak kasat mata. Sebab, tunangan Fey ini bukan manusia sembarangan. Ia adalah manusia yang terpilih menjadi pemimpin pasukan dedemit dari klan tertentu yang diwariskan turun-temurun dari nenek moyang Refald.

Bersamaan dengan itu, baik Nina ataupun Nana, langsung berteriak kencang sekencang-kencangnya setelah melihat apa yang ada di dalam kamarnya. Sedangkan pak Diki hanya bisa tertegun menyaksikan 2 hal aneh di luar nalar manusia terjadi di depan matanya sampai ia tak bisa berkata-kata. Eric jadi penasaran akan apa yang sedang terjadi di kamar Nina sampai membuat kedua wanita itu histeris dan tampak shock.

Pemuda itu berlari untuk mencari tahu. Sama halnya dengan yang lainnya, Mata Eric melotot hampir melompat keluar ketika melihat ada sebuah tulisan berdarah terpampang jelas di dinding kamar Nina.

MATILAH KAU! JANGAN GANGGU RUMAHKU!

Itulah tulisan berdarah yang terpampang di dinding kamar Nina. Karena tulisan itu berasal dari darah seseorang, bau anyir darah semakin menyeruak dan semakin menambah seram makna yang terkandung dalam tulisan tersebut.

Tidak salah lagi, tulisan tersebut adalah tulisan yang sengaja di tulis menggunakan darah manusia. Dan sudah bisa dipastikan darah siapa yang digunakan. Itu adalah darah Asrok, kekasih Nina yang dikabarkan telah meninggal bunuh diri.

Nina langsung pingsan di pelukan Nana, sementara pak Diki mendekati Refald yang tetap menahan arwah di tangannya. Bahkan Refald menduduki jiwa arwah tersebut diatasnya agar makhluk tak kasat mata itu tidak melarikan diri lagi.

“Apa yang terjadi ini, Den? Apa yang kau lakukan? Siapa Aden ini sebenarnya?” tanya pak Diki penuh selidik. Meski ia tak bisa melihat apa yang dilihat Refald. Namun ia merasakan ada sesuatu aneh dan penuh mistis sedang terjadi di sini.

Aksi Refald sama sekali tak bisa dikatakan sebagai perilaku orang normal. Sudah jelas kalau tamu-tamu tak diundang pak Diki ini bukanlah pemuda biasa. Aura kekuatan Refald bahkan bisa pak Diki rasakan dan sangat berbeda dari sebelumnya saat ia pertama kali melihat Refald. Ia seolah melihat sosok lain dalam diri seorang Refald.

Dengan tenang, Refald mulai menjelaskan. “Maaf sebelumnya, Pak. Saya tidak bisa berdiri karena saya menahan arwah gentayangan setelah kematiannya bisa dikatakan tidak wajar. Arwah yang saya tangkap ini adalah arwah pemuda desa yang baru saja meninggal itu. Ini adalah arwah dari pria yang bernama Asrok. Kekasih nona Nina. Namun ia tidak berbahaya karena ia datang untuk melidungi kekasihnya dari ancaman kuntilanak merah yang terus mengikuti mereka sejak keduanya keluar dari desa angker …”

Belum juga Refald menyelesaikan ucapannya, pak Diki sudah gemetar ketakutan. Tubuhnya bahkan oleng sehingga menarik perhatian Eric untuk menolongnya. Sedangkan Nana, sama sekali tidak tahu harus bagaimana. Ia bingung tapi juga tidak bisa berbuat apa-apa.

“Lah malah pak Diki pingsan! Gimana ini Brays?” tanya Eric. Ia ngeri-ngeri sedap melihat sosok arwah gentayangannya Asrok dimana seluruh tubuhnya bermandikan darahnya sendiri.

“Le-lepaskan aku! Si-apa kalian?” berontak arwah Asrok berusaha lepas dari cengkeraman Refald. Namun, tunangan Fey sama sekali tak menggubris permintaan arwah Asrok.

“Bantu nona Nana meletakkan tubuh sepupunya di kursi panjang. Setelah itu, letakkan pak Diki di kursi sebelahnya lagi. Cepat sadarkan mereka berdua sebelum hal yang lebih buruk terjadi. Maaf tidak dapat membantu karena aku tak bisa meninggalkan arwah ini sampai para pasukanku datang,” ujar Refald pada Eric.

Eric langsung mengiyakan tanpa berkomentar apa-apa. Ia memeriksa kondisi Nina yang pingsan dan mengambil alih tubuhnya dari Nana.

“Atos-atos, Mas!” (Hati-hati, Mas) pinta Nana mencemaskan kondisi sepupunya.

“Apanya yang atos, Nona?” tanya Eric sama sekali tak mengerti maksud ucapan wanita cantik di depannya.

“Lek ngangkat Nina ojok kasar-kasar Mas, iku maksudku.” (Kalau mengangkat Nina jangan kasar-kasar Mas, itu maksudku)

Meski Nana sudah menjelaskan, tetap saja Eric semakin bingung dan tidak mengerti. Ya iyalah nggak ngerti, kan Eric ini bule, mana paham dia bahasa khas daerah Jawa.

“Up to you what ever you want, I don’t understand what you talking about!” geram Eric pada Nana. Ia terpaksa menggunakan bahasa Inggris saking kesalnya.

“Take care to carry Nina,” sengal Nana kesal juga dengan Eric yang sok bicara bahasa Inggris segala. Iapun juga memakai bahasa Inggris untuk menjelaskan pada Eric maksud ucapannya.

Tentu saja Eric terkejut bukan kepalang, wanita desa yang ia anggap aneh ini ternyata bisa bahasa Inggris juga. Benar-benar tak terduga.

"Kau bisa bahasa Inggris?” tanya Eric masih terkejut.

“Yo isok lah Mas, kan aku yo sekolah, yo diwuruk’i bahasa asing.” (Ya bisalah, Mas. Aku kan anak sekolah, juga diajari bahasa asing) cetus Nana.

“Can you speak English, please? Astaga, kenapa pakai bahasa jawa lagi.” Eric semakin kliyengan mendengar wanita didepannya ini kembali menggunakan bahasa jawa.

“Emoh, aku ora seneng ngomong Inggris, aku luweh seneng ngomong jowo!” (Nggak, aku tidak suka bicara bahasa Inggris. Aku lebih suka bicara bahasa Jawa)

Wanita bernama Nana itu bersikap sewot dan jutek pada Eric tapi sangat ramah dan sopan saat melihat Refald. Sejak tadi, Refald sudah menahan tawa dari balik punggung Eric mendengar pembicaraan antara dua orang beda bahasa dan negara ini. Melihat Eric dan Nana, Refald jadi merindukan tunangannya.

Aku akan menemuimu, Honey. Segera setelah keluar dari desa ini. Batin Refald menatap tajam arwah yang terus saja berusaha keras melawannya.

BERSAMBUNG

***

Terpopuler

Comments

Rara Aida

Rara Aida

i think you can't speak english nana but you do it

2024-01-13

0

suci

suci

kisahnya di bab 8 ini aku suka sekali.karena yg tadinya seram menjadi seperti lelucon

2024-01-12

1

Black Shadow

Black Shadow

harusnya judulnya "pemimpin pasukan dedemit" itu lebih cocok

2023-05-04

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Dua Sejoli
2 BAB 2 Keputusan Refald
3 BAB 3 Misteri Desa Angker
4 BAB 4 Misteri Sosok Kunti
5 BAB 5 Kabur
6 BAB 6 Insting Refald tidak Pernah Salah
7 BAB 7 Misteri Kematian Asrok
8 BAB 8 Jangan Ganggu Rumahku!
9 BAB 9 Saran Refald
10 BAB 10 Tawa Refald
11 BAB 11 Hampir Celaka
12 BAB 12 Pasukan Dedemit
13 BAB 13 Usulan Pak Po
14 BAB 14 Dendam Kuntilanak Merah
15 BAB 15 Arahan Raja
16 BAB 16 Bogem Mentah Rafald
17 BAB 17 Mbak Kun
18 BAB 18 Amukan Refald
19 BAB 19 Kunci
20 BAB 20 Bantuan
21 BAB 21 Cara Membasmi Kuyang
22 BAB 22 Dimulai
23 BAB 23 Serangan Telak
24 BAB 24 Ritual Dimulai
25 BAB 25 Refald vs Kuntilanak Merah
26 BAB 26 Karma dan Janji
27 BAB 27 Kutukan Kuntilanak
28 BAB 28 Tantangan
29 BAB 29 Salah Pilih
30 BAB 30 Janji dan sumpah Refald + (pengumuman pemenang GA)
31 BAB 31 Dimulai
32 BAB 32 Jurus Rayuan Maut
33 BAB 33 Refald si Pelindung
34 BAB 34 JENGLOT
35 BAB 35 Lubang Hitam
36 BAB 36 Habis Gelap Terbitlah Terang
37 BAB 37 Eric dan Nana
38 BAB 38 Desa Kuntilanak
39 BAB 39 Rumah Megah
40 BAB 40 Pintu
41 BAB 41 Kasih tak Sampai
42 BAB 42 Peristiwa Kelam
43 BAB 43 Dendam Kuntilanak
44 BAB 44 Aksi si Pocong Tampan
45 BAB 45 Refald vs Fey
46 BAB 46 Cenayang
47 BAB 47 MANTRA
48 BAB 48 Ketulusan Cinta Refald
49 BAB 49 Refald vs Pak Po
50 BAB 50 Kambing Hutan
51 BAB 51 Awal dari Segalanya
52 BAB 52 ARWAH
53 BAB 53 Lapangan Sesat
54 BAB 54 Perlindungan Refald
55 BAB 55 OPLAS
56 BAB 56 Pasangan Suami Istri
57 BAB 57 Galau
58 BAB 58 Takdir yang Dirubah
59 BAB 59 Takdir Refald dan Fey
60 BAB 60 Malapetaka
61 BAB 61 Berpisah untuk Bertemu Kembali
62 BAB 62 Cinta dan Dendam
63 BAB 63 Hawa Jahat
64 BAB 64 Buku yang Terbuka
65 BAB 65 Kalabnya Seorang Pangeran Demit Refald
66 BAB 66 Marah yang Teredam
67 BAB 67 Kedatangan RatuKuyang
68 BAB 68 Teror Kuyang 2
69 BAB 69 Kompetisi Cinta
70 BAB 70 Wewe Gombel
71 BAB 71 Dasar Gerobak Jalan
72 BAB 72 Jeweran Pak Po
73 BAB 73 Mantra Pak Po punya
74 BAB 74 Klontang Klantung Klentong
75 BAB 75 Klentang Klenting
76 BAB 76 Raja Mirza Banta
77 BAB 77 Cinta dan Pengorbanan
78 BAB 78 Pingsan
79 BAB 79 Rusaknya Suasana
80 BAB 80 Jebakan
81 BAB 81 Raja Dedemit Refald ala Edward
82 BAB 82 Biksu Tong
83 BAB Undangan
84 BAB 84 Perjalanan
85 BAB 85 Kopi Hitam
86 BAB Perang di Mulai
87 BAB 87 Dunia Pergombalan Refald
88 BAB 88 Informasi dari Pak Po
89 Draft Perang dan Cinta Refald untuk Fey
90 BAB 90 Obrolan
91 BAB 91 Kabut Tebal
92 BAB 92 Asmedeus John
93 BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
94 BAB 93 PERTARUNGAN 2 RAJA
95 BAB 94 Kenangan
96 BAB 95 Selesai
97 BAB 96 Tamu tak Diundang
98 BAB 97 Debat Refald dan Fey
99 BAB 98 Gala
100 BAB 99 Penjelasan Tak Terduga
101 BAB 100 Undangan
102 BAB 101 Jurus Pergombalan Ria
103 BAB 102 Pertunjukan
104 BAB 103 Pesan
105 PENGUMUMAN NOVEL BARU
106 BAB 104 Sandera
107 BAB 105 Mantra
108 BAB 106 Kekuatan Refald
109 BAB 107 Kisah Cinta Refald dan Fey
110 PENGUMUMAN NOVEL BARU
111 PENGUMUMAN NOVEL BARU
112 PART SPESIAL DI MALAM 1 SURO JUDUL : KETIKA PAK PO JATUH CINTA
113 PENGUMUMAN NOVEL BARU
114 PENGUMUMAN NOVEL BARU
Episodes

Updated 114 Episodes

1
BAB 1 Dua Sejoli
2
BAB 2 Keputusan Refald
3
BAB 3 Misteri Desa Angker
4
BAB 4 Misteri Sosok Kunti
5
BAB 5 Kabur
6
BAB 6 Insting Refald tidak Pernah Salah
7
BAB 7 Misteri Kematian Asrok
8
BAB 8 Jangan Ganggu Rumahku!
9
BAB 9 Saran Refald
10
BAB 10 Tawa Refald
11
BAB 11 Hampir Celaka
12
BAB 12 Pasukan Dedemit
13
BAB 13 Usulan Pak Po
14
BAB 14 Dendam Kuntilanak Merah
15
BAB 15 Arahan Raja
16
BAB 16 Bogem Mentah Rafald
17
BAB 17 Mbak Kun
18
BAB 18 Amukan Refald
19
BAB 19 Kunci
20
BAB 20 Bantuan
21
BAB 21 Cara Membasmi Kuyang
22
BAB 22 Dimulai
23
BAB 23 Serangan Telak
24
BAB 24 Ritual Dimulai
25
BAB 25 Refald vs Kuntilanak Merah
26
BAB 26 Karma dan Janji
27
BAB 27 Kutukan Kuntilanak
28
BAB 28 Tantangan
29
BAB 29 Salah Pilih
30
BAB 30 Janji dan sumpah Refald + (pengumuman pemenang GA)
31
BAB 31 Dimulai
32
BAB 32 Jurus Rayuan Maut
33
BAB 33 Refald si Pelindung
34
BAB 34 JENGLOT
35
BAB 35 Lubang Hitam
36
BAB 36 Habis Gelap Terbitlah Terang
37
BAB 37 Eric dan Nana
38
BAB 38 Desa Kuntilanak
39
BAB 39 Rumah Megah
40
BAB 40 Pintu
41
BAB 41 Kasih tak Sampai
42
BAB 42 Peristiwa Kelam
43
BAB 43 Dendam Kuntilanak
44
BAB 44 Aksi si Pocong Tampan
45
BAB 45 Refald vs Fey
46
BAB 46 Cenayang
47
BAB 47 MANTRA
48
BAB 48 Ketulusan Cinta Refald
49
BAB 49 Refald vs Pak Po
50
BAB 50 Kambing Hutan
51
BAB 51 Awal dari Segalanya
52
BAB 52 ARWAH
53
BAB 53 Lapangan Sesat
54
BAB 54 Perlindungan Refald
55
BAB 55 OPLAS
56
BAB 56 Pasangan Suami Istri
57
BAB 57 Galau
58
BAB 58 Takdir yang Dirubah
59
BAB 59 Takdir Refald dan Fey
60
BAB 60 Malapetaka
61
BAB 61 Berpisah untuk Bertemu Kembali
62
BAB 62 Cinta dan Dendam
63
BAB 63 Hawa Jahat
64
BAB 64 Buku yang Terbuka
65
BAB 65 Kalabnya Seorang Pangeran Demit Refald
66
BAB 66 Marah yang Teredam
67
BAB 67 Kedatangan RatuKuyang
68
BAB 68 Teror Kuyang 2
69
BAB 69 Kompetisi Cinta
70
BAB 70 Wewe Gombel
71
BAB 71 Dasar Gerobak Jalan
72
BAB 72 Jeweran Pak Po
73
BAB 73 Mantra Pak Po punya
74
BAB 74 Klontang Klantung Klentong
75
BAB 75 Klentang Klenting
76
BAB 76 Raja Mirza Banta
77
BAB 77 Cinta dan Pengorbanan
78
BAB 78 Pingsan
79
BAB 79 Rusaknya Suasana
80
BAB 80 Jebakan
81
BAB 81 Raja Dedemit Refald ala Edward
82
BAB 82 Biksu Tong
83
BAB Undangan
84
BAB 84 Perjalanan
85
BAB 85 Kopi Hitam
86
BAB Perang di Mulai
87
BAB 87 Dunia Pergombalan Refald
88
BAB 88 Informasi dari Pak Po
89
Draft Perang dan Cinta Refald untuk Fey
90
BAB 90 Obrolan
91
BAB 91 Kabut Tebal
92
BAB 92 Asmedeus John
93
BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
94
BAB 93 PERTARUNGAN 2 RAJA
95
BAB 94 Kenangan
96
BAB 95 Selesai
97
BAB 96 Tamu tak Diundang
98
BAB 97 Debat Refald dan Fey
99
BAB 98 Gala
100
BAB 99 Penjelasan Tak Terduga
101
BAB 100 Undangan
102
BAB 101 Jurus Pergombalan Ria
103
BAB 102 Pertunjukan
104
BAB 103 Pesan
105
PENGUMUMAN NOVEL BARU
106
BAB 104 Sandera
107
BAB 105 Mantra
108
BAB 106 Kekuatan Refald
109
BAB 107 Kisah Cinta Refald dan Fey
110
PENGUMUMAN NOVEL BARU
111
PENGUMUMAN NOVEL BARU
112
PART SPESIAL DI MALAM 1 SURO JUDUL : KETIKA PAK PO JATUH CINTA
113
PENGUMUMAN NOVEL BARU
114
PENGUMUMAN NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!