Dari sisi matanya Leon melihat kereta mereka dikepung, terlebih saat para bandit berteriak penuh semangat. "Apa kau mengaggap ku remeh?" Kesal karena Leon tidak melawannya dengan serius, Hangard terus saja menyerangnya dengan membabi buta. Bahkan untuk seorang Leon pun, ia mulai merasa lemas pada kedua tangannya karena serangan Hangard yang begitu kuat.
"Kalau begini terus, aku yang akan kalah lebih dulu." Benaknya.
Dengan memusatkan aliran mana pada pedangnya, Leon menciptakan pedang Aura yang lebih kuat dari sebelumnya. Leon melompat cukup tinggi membuat Hagard harus mengangkat kepalanya. Sebuah cahaya merah nampak menyelimuti pedang Leon. Insting Hangard tahu kalau serangan leon kali ini begitu berbahaya. Ia lalu meletekkan pedang besarnya dihadapannnya dan mencoba menahan serang Leon.
[ Meteor Impact! ] Teriak Leon sambil mendorong tebasan pedangnya ke tanah.
Serangan berdaya penuh yang menghantam ke tanah membuat area sekitar mereka meledak. Debu dan pasir yang berterbangan menutupi pandangan Hangard. Dari awal Leon memang tidak berniat untuk menyerang Hagard menggunakan kemampuan itu. Ia hanya mencari celah untuk menjauh dan segera menuju ke kereta kuda.
Dalam cemasnya Leon berharap kalau Alice baik-baik saja. Ia terseret cukup jauh dari kereta mereka karena pertarungnnya melawan Hangard. Tapi sayang kecemasannya itu sia-sia. Leon tidak percaya dengan pemandangan di depan matanya. Puluhan mayat dari para bandit tergeletak disekitar kereta. Bahkan menyisakan seorang prajurit yag tersungkur ketanah yang gemetar melihat ke arah kereta. Bandit itu tampak pucat dan tak berdaya. "Apa yang telah terjadi?" Bandit itu terlihat seperti baru saja mengalamai sesuatu yang amat mengerikan. Leon menggelengkan kepalanya untuk mengembalikan fokusnya pada Alice. "Tidak, bukan saatnya untuk itu." Ia berlari mendekati kereta kuda mereka.
"Nona!"
" Apa kau suda selesai?"
Sekali lagi Leon terkejut. Alice dengan begitu santainya masih membaca buku. "Apa anda baik-baik saja?"
"Ya, aku baik-baik saja." Jawab santai Alice masih memandangi bukunya. Alice kemudian membalik satu lembran dan dia terlihat sangat menikmati waktunya.. "Apa kau sudah selesai?" Tanya Alice sekali lagi, lalu ia menutup bukunya dan menoleh pada Leon.
Leon tak tahu harus merespon seperti apa. "B-belum nona." Jawabanya sedikit gugup karna bingung. Saat ini Leon seperti kehilangan seutas kabel dalam kepalanya yang membuat ia kehilangan kata-kata. Tak lama Hangard kembali mendapatkan penglihatannya. Ia sangatlah marah dan dengan kemampuan [ Haste ] nya, Hagard melesat menuju kereta kuda Alice.
"Berani-beraninya kau!!!"
Baru saja ia hendak mengincar kepala Leon dan segera ingin menebasnya. Sebuah tekanan energi yang kuat tiba-tiba menghantamnya. Hangard kehilangan momentumnya dan berhenti di tempat. Kakinya terasa berat dan bergetar hebat. "A...apa ini? Siapa yang mempunyai kekuatan yang hebat ini?" Meski ia tak merasakan adanya fluktuasi mana atau energi sihir dengan jumlah besar tapi sekali lagi instingnya membuatnya bertekuk lutut.q
Leon hampir melakukan serangan untuk menahan Hangard tapi ia heran dengan kondisi Hangard yang tiba-tiba diam dan memucat. Keringat dingin mengucur hebat dari pelipisnya. "Sebenarnya apa yang sedang terjadi?" Benak Leon.
Hangard masih terpaku pada tempatnya. Seolah ia berhadapan dengan seekor monster buas yang akan memangsanya, Hangard bahkan kesulitan untuk mengeluarkan suaranya.
"Katakan pada siapapun yang menyuruhmu. Cepat atau lambat aku akan menemui mereka, jadi sampai saat itu rawatlah lehermu baik-baik." Jelas suara yang dingin masuk dalam kepalanya.
"Transmisi suara? apakah ini sihir transmisi suara?" Hangard melirik ke sekitarnya namun ia tak menemukan siapaun selain Leon di hadapannya dan gadis yang ada dalam kereta kuda tersebut yang menjadi incaran mereka. Karena tidak yakin Hangard melihat tajam kedalam kereta kuda itu. Namun ia terkejut karena menemukan sepasang mata yang dingin dan menusuk seolah ia tak bisa menyembunyikan apapun dari kedua mata itu.
Sesaat ketika tekanan dari energi itu menghilang Hangard dengan cepat melompat mundur menjauh dari sosok menakutkan yang ada dalam kereta. Leon terheran-herean melihat tingkah Hangard yang begitu ketakutan. "Apa yang terjadi pada taring berdarah ini? Apakah dia masih sama dengan Hagard yang tadi ku lawan." Pikirnya sambil ia menyarungkan kembaki pedangnya.
Lebih daripada itu Leon curiga dengan mata Hangard yang tidak bisa lepas dari kereta kuda yang Alice tumpangi. Matanya memancarkan ketakutan yang mendalam, tapi...pada siapa ia takut? Mary? Tidak mungkin. Kalau begitu.." Apa mungkin itu karena Nona Alicia?" Gumamnya pelan.
Kecurigaan Leon semakin besar pada Alicia. Namun, ia belum bisa menarik kesimpulan. Setelah Hangard pergi, Mereka akhirnya bisa berisirahat dengan baik. "Aku heran ,kau bahkan masih bisa tertidur nyenyak meski dengan kegaduhan semalam." Gumam Alicie sembari melihat wajah damai Mary yang masih tertidur pulas.
Ketika pagi tiba. Mereka pun mekanjutkan perjalanan mereka. Canggung untuk bertanya, Leon hanya bisa memperhatikan kereta kuda yang Alice tumpangi dari sisi luar.
~
"Master, mata-mata kami melihat mereka sudah tiba di gerbang ibukota. Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"
Dalam ruangan dengan tumpukan buku dan tertutup tanpa kehdiran orang lain, tampak seseorang dengan pakaian serba hitam sedang berlutut pada sosok yang ada di depannya. Sosok itu sedang merapikan buku-buku yang ada di lemari tanpa memandang orang yang berlutut di sampingnya.
"Tetap awasi. Jangan gegabah dan sebisa mungkin jaga jarak."
"Baik, Master." Kata orang yang berlutut itu lalu ia lenyap meninggalkan tempatnya.
Sosok itu berjalan mengambil sebuah lukisan yang ada di atas meja. Ia mengusap perlahan lukisan itu seolah ia benar-benar bisa menyentuh orang yang ada dalam lukisan itu. Mata sayunya memancarkan kerinduan yang amat mendalam.
"Alicia Lein Strongfort. Karena kau sudah tiba disini, bukankah tidak sopan jika aku tidak menyambutmu." Gumamnya lalu ia menggulung lembaran lukisan itu dan menyimpannya. Dengan senyuman di wajahnya sosok itu meninggalkan ruangan tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 306 Episodes
Comments
Ipeh Cantik
siapakaj dia
2023-03-02
1