Di sebuah penginapan sekitar alun-alun kota. Kevin si pria bertudung tadi sedang mengamati suasana kota dari lantai dua. Melihat Ramainya warga yang berlalu lalang dengan gembira, pria itu berharap agar tidak ada sesuatu yang terjadi yang membuat mereka kehilangan kebahagiaan tersebut.
Langkah kaki terdengar perlahan makin dekat. Tak lama pintu di kamar itu kemudian terbuka "Apakah kau sudah menemukan sesuatu?" Tanpa berbalik Kevin bertanya pada orang yang baru saja masuk.
"Maaf Tuan, kami masih belum menemukan petunjuk apapun." Pria itu memakai pakaian yang sama seperti yang Kevin pakai sebelumnya.
Kevin menghela nafasnya "Setelah upaya pembunuhan terhadap putri Duke, aku juga menemukan aktivitas aneh di hutan bagian selatan. " Benaknya. Kevin mengangkat satu tangannya seraya memberikan isyarat untuk melanjutkan tugasnya. "Satu hal lagi, aku ingin mencari tahu tentang gadis berambut coklat yang tadi ku temui." Tambahnya sebelum laki-laki itu meninggalkan ruangan. Kevin merasa tertarik dengan kemampuannya selain itu entah mengapa ada sesuatu yang membuat Kevin merasa tidak asing pada gadis itu.
Pria berjubah itu menunduk "Baik Tuan." Lalu ia berlalu dari kamar tersebut.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi dan siapa yang sedang merencanakan semua ini?" Kevin tenggelam dalam pikirannya sembari bersandar pada dinding dekat jendela. "Alicia Lein Strongfort bukanlah gadis yang berbakat bahkan orang-orang menganggapnya sebagai pembawa bencana. Jika bukan karena ketertarikannya dengan laki-laki tampan dan juga sifatnya yang sangat suka berfoya-foya. Orang-orang mungkin tak begitu peduli dengan arogansinya tapi sungguh disayangkan." Kevin menggelengkan kepalanya, ia harus menahan senyum pahit ketika ia harus menemui Alice yang selalu berusaha untuk merangkul lengannya "Selain itu yang membuatku pusing memikirkan jawabannya adalah kenapa mesti Alicia? jika kasus itu berkaitan dengan perebutan kekuasaan di kerajaan, akan lebih baik untuk melenyapkan Iris ketimbang Alicia."
Setelah berhari-hari meninggalkan istana, Kevin masih belum menemukan petunjuk yang ia cari. Ia masih kesulitan menemukan rencana sesungguhnya dan dalang di balik kekacauan yang terjadi saat ini.
Kerajaan Solus memang tampak tentram dan damai dari luarnya tapi terdapat kekacauan dalam keluarga kerajaan. Saat ini tiga dari empat keluarga besar yang memegang peranan penting dalam kerajaan berada dalam perselisihan. Selain dari kediaman Strongfort yang tetap netral, tiga yang lainnya seperti sedang merencanakan sesuatu. Beberapa surat kabar bahkan menyebutkan pergolakan dari rakyat biasa di wilayah utara.
"Bahkan Count Lehman jauh-jauh datang ke kota ini." Kevin meletakkan kecurigaannya pada Count Lehman. Berdasarkan menurut rumor yang beredar. Count Lehman masih melakukan operasi perdagangan budak yang dimana sudah dilarang oleh hukum kerajaan. Setiap kali Kevin mendapatkan info tentang pelelangannya. Count Lehman atau orang yang menjalankan acara tersebut berhasil bebas karena kurangnya bukti yang kuat untuk menahan mereka.
Mengetahui kedatangannya ke kota Vulture yang dipimpin oleh Duke Strongfort, pasti ada sesuatu yang ia rencanakan.
Sementara itu di lain waktu. Cloud yang telah selesai dengan tugasnya melindungi Alice sejak ia meninggalkan kastil Duke dan kembali pulang. Cloud kembali mengisi waktu luangnya di bar langganannya.
"Apa benar dia itu Alicia si putri dungu itu?" Gumamnya pelan selagi ia memutar-mutar telunjuknya di atas gelas minuman. "Bukankah dia itu suatu kegagalan? lantas bagaimana dengan perasaan menekan yang ia miliki tadi?" Cloud berpikir tentang bagaimana tugasnya tadi di sebut melindungi sedangkan orang yang harus ia lindungi bahkan lebih berbahaya.
Cloud si petualang Rank B merasa kalau ada sesuatu yang salah dengan apa yang selama ini ia dengar dan ketahui. Ia ingat saat Alice mengeluarkan niat membunuh yang begitu kuat. Karena perasaan itu masih Alice tahan, niat membunuh yang Alice keluarkan tidak dapat dirasakan oleh orang awam tapi bagi Cloud, tekanan itu terasa begitu berat seperti pundak dan dadanya tertekan dengan benda yang begitu berat.
"Hanya orang yang pernah membunuh begitu banyak nyawa yang bisa mengeluarkan niat membunuh sekuat itu"
Cloud pernah sekali mengawal seorang bangsawan dalam sebuah acara besar. Dari sanalah ia mendengar begitu banyak cerita dan cemoohan tentang Alicia putri pertama Duke Strongfort. Saat itu Cloud berpikir bahwa gadis yang bernama Alicia tidaklah jauh berbeda dengan bangsawan yang sering ia temui, yah meskipun dalam benaknya Alicia hanya lebih bodoh dari mereka. Bagaimana tidak? Cloud kerap kali menemui beberapa bangsawan yang menyiksa rakyat biasa di sekitar kota atau mereka yang suka seenaknya dengan angkuh dan sombong berjalan tanpa perasaan bersalah. Tiap kali Cloud mengingat hal itu, kepalanya serasa mendidih.
Cloud telah sering berpergian dari satu kota ke kota lainnya. Menurut kesimpulannya, para bangsawan itu semuanya hampir sama. Meskipun ada diantara mereka yang lebih baik tapi itu hanya segelintir saja.
Cloud meneguk minumannya secara perlahan lalu ia meletakkan kembali gelas itu di atas meja. "Apakah selama ini ia hanya berpura-pura untuk mengelabui orang-orang? Jika memang seperti itu...Aku bahkan tidak habis pikir seberapa liciknya ia." Pikirannya dengan menyipitkan matanya.
~
Setelah meminum beberapa potion untuk menstabilkan kondisi dan kekuatannya. Alice melakukan posisi duduk bersila. Alice memantapkan fokusnya pada tubuhnya dan sekitarnya. Meski tak memiliki Mana Heart tapi ia masih bisa membentuk energi Qi nya sendiri.
Dengan menyerap sejumlah energi dan bantuan dari potion penyembuh, Alice akhirnya bisa menstabilkan kondisi tubuhnya. Perlahan ia membuka kedua matanya "Dengan ini aku sudah bisa kembali latihan secara maksimal." Gumamnya sembari ia membuka tutup kepalan tangannya. Kemudian ia Kembali memejamkan matanya, Alice lagi-lagi tenggelam dalam latihannya. Seperti orang yang bersemedi. Alice fokus hanya pada diri dan energi yang bisa ia serap kedalam tubuhnya.
Perasaan bergejolak yang menumpuk di dadanya itu adalah tanda bahwa kekuatannya telah meningkat. Sejumlah besar energi dari area perut dan dadanya ia alirkan ke seluruh tubuhnya, memperbaiki setiap inci struktur tulang dan sendi serta memperlancar peredaran darahnya. Keringat mulai membasahi pelipisnya dan menetes ke atas ranjang. Piyama yang ia kenakan bahkan tampak basah.
Tak sadar akan waktu, satu malam telah berlalu dan berganti pagi. Alice akhirnya membuka matanya dan melihat keadaan sekitar. "Aku berhasil." Kedua sisi bibirnya terangkat sedikit.
Alice yang telah meningkatkan kekuatannya mencoba untuk merasakan kehadiran di sekitarnya. Ia seakan menelusuri wilayah di sekitarnya dengan alam bawah sadarnya. "Saat ini aku sudah bisa meluaskan kesadaran ku hingga puluhan meter." Hal itu berarti sekitar seperempat kastil duke Strongfort. Jarak yang begitu luas.
Suara ketukan pintu membuat Alice beranjak dari ranjang. "Masuk" Ucapnya.
"Nona, saya--Bau apa ini?" Mary yang baru saja masuk tiba-tiba hidungnya tersengat oleh bau yang cukup busuk untuk membuat ia menahannya nafasnya. Mary melihat-lihat sekeliling ruangan. "Tidak mungkin ini bau bangkai atau makanan yang sudah rusak. Bau ini tercium sedikit aneh." Benaknya heran. Melihat dan terus mencari dengan matanya. Perhatiannya akhirnya tertuju pada pakaian Alice yang terlihat begitu basah. "Eh?No-nona, apa yang terjadi? Kenapa pakaian anda bisa basah seperti itu?"
Alice tersenyum kecil "Aku baru saja selesai olah raga. Tidak terjadi apa-apa." Jawabannya singkat.
Mary mengabaikan kecurigaannya karena ia tak bisa menemukan asal bau itu selain keadaan Nona nya yang membuat ia penasaran "Saya sudah menyiapkan bak mandi anda."
"Terima kasih Mary."
Setelah melepas piyamanya Mary yang membantu Alice yakin kalau bau itu berasal dari Nona nya tapi yang lebih menarik perhatiannya kali ini adalah penampilan Alice yang tampak lebih menawan dari biasanya. Kulitnya terlihat begitu lembut dan halus. Entah kenapa Mary merasa kalau paras Alice menjadi lebih memikat dan bercahaya di banding sebelumnya, Bahkan ia cukup sulit untuk melepaskan pandangannya. Mary yang ragu dan tidak percaya, menggosok-gosok kedua matanya. "Apa benar ini masih nona yang sama? kok agak sedikit berbeda ya?" Benaknya penuh tanda tanya.
"Ada apa Mary?" Tanya Alice setelah ia merendam tubuhnya ke dalam bak mandi.
Mary tersipu dan tergagap "Ti-tidak ada. ma-maaf saya tidak bermaksud untuk tidak sopan pada anda." Ia segera membalikkan badannya. "Suaranya bahkan terdengar lebih lembut dari sebelumnya."Benak Mary.
Dari balik sekat kayu yang membatasinya. Alice bisa menebak apa yang Mary maksud. "Para kultivator yang melatih jiwa dan raga mereka bisa mempertahankan keawetan muda mereka, bahkan aku sendiri telah hidup hingga lima ratus tahun lamanya dan tetap tampak muda."
Dengan jumlah energi yang tetap stabil dalam tubuh. otot dan sirkulasi darah akan beregenerasi lebih mudah dan lancar. Bahkan ada beberapa kultivator yang tidak membutuhkan tidur atau makan dan hanya bersemedi saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 306 Episodes
Comments
Renata Maharani
jangan kan kultivasi nyoba buat fokus aja gak bisa, nyoba duduk diem aja sambil pejam mata yang ada bukan bisa fokus malah ketiduran😴🥴
2023-02-10
2