Rumah Kutukan

Rumah Kutukan

Prolog

Alisha Dhanureza seorang gadis desa yang merantau ke kota karena hubungannya yang kurang harmonis dengan keluarganya. Keluarganya selalu mengekang ia dan selalu bertengkar di depan matanya yang membuat Alisha merasa sangat tidak nyaman untuk tinggal dirumahnya sendiri bersama dengan kedua orangtuanya.

Alisha membeli sebuah rumah mewah di perkotaan dengan harga yang sangat murah dibandingkan dengan rumah-rumah mewah pada umumnya. Alisha hanya membayar sepertiga dari harga rumah mewah pada umumnya.

Rumah itu memang luas dan besar namun terlihat sangat menyeramkan walaupun hanya dilihat dari luarnya saja mungkin karena sudah sangat lama tidak berpenghuni. Menurut warga sekitar, rumah itu sudah 20 tahun tidak berpenghuni, namun cat dan bangunannya masih sangat kokoh, belum ada yang rusak sedikit pun, sangat jauh berbeda dengan rumah lain yang sudah sangat lama tidak berpenghuni.

Alisha tidak memikirkan hal itu, ia tidak peduli mengapa rumah itu sampai tak berpenghuni 20 tahun, dan siapa penghuni terdahulunya, yang ia pikirkan adalah ia bisa tinggal di rumah yang sangat mewah dengan harga beli yang sangat murah itu, sangat membuatnya bahagia.

Menurut rumor yang tersebar luas di kalangan tetangga, penghuni pertama rumah itu adalah seorang noni Belanda yang tewas karena dibunuh didalam rumah itu dan menurut rumor yang beredar semenjak kematian noni Belanda itu banyak sekali kejadian mistis yang terjadi di dalam rumah hingga mengakibatkan satu keluarga tewas mengenaskan di dalam rumah itu.

Menurut seorang wanita indigo yang selamat dari mautnya saat tinggal di rumah itu mengatakan bahwa noni Belanda itu telah mengutuk rumah itu sebelum ajal menjemputnya. Di detik-detik terakhir noni Belanda itu mengatakan jika tidak boleh ada satu orang pun yang tenang untuk tinggal di dalam rumahnya itu, ia akan melakukan apapun untuk membuat penghuni baru di rumah itu merasa tersiksa tinggal di dalam rumahnya dan akhirnya meninggalkan rumah itu dengan selamat atau tinggal nama belaka.

Semenjak penuturan gadis indigo itu, setiap orang yang ingin membeli rumah itu membatalkan niatnya hingga rumah itu terbengkalai selama 20 tahun lamanya, namun Alisha yang bersikeras tidak ada apapun di dalam rumah itu tetap membelinya, dan tidak menghiraukan rumor yang beredar tentang seberapa menyeramkannya rumah mewah itu.

Rumah itu masih terlihat rapih dan bersih seperti tidak terbengkalai, ruang tamu dan kamar tidurnya juga masih tertata rapih dan tidak ada debu sama sekali yang menempel, rumah itu seperti istana mewah yang baru dibangun bukan seperti istana lama yang terbengkalai. Tidak ada rumput liat yang tumbuh di pekarangan rumah itu hanya pohon yang tertata dengan rapih.

Batinnya bertanya-tanya, benarkah rumah sebagus, serapih, dan sebersih ini adalah rumah yang telah lama terbengkalai?

Dimata Alisha rumah itu seperti istana yang tertata dengan rapih dan bersih namun dimata warga sekitar rumah itu seperti rumah hantu yang sangat menyeramkan dengan cat depan rumah yang sudah mengelupas dan berubah warna menjadi kehitaman, rumput liat dan ilalang yang sangat tinggi dan ketika Alisha membuka pintu rumahnya ada salah satu warga yang melihat penampakan rumah itu benar-benar sangat tidak terawat, atap rumah dipenuhi oleh sawang yang menjuntai panjang ke bawah dan ada salah satu warga yang melihat penampakan sosok noni Belanda yang tersenyum menatap ke luar. Noni Belanda itu seperti sangat senang dengan kehadiran Alisha di dalam rumahnya.

Hari demi hari, minggu demi minggu Alisha tinggal di dalam rumah itu, Alisha merasa semakin tidak tenang dan gelisah, ia seperti merasakan kehidupan lain di dalam rumahnya padahal ia hanya tinggal sendiri di dalam rumah itu.

Alisha merasa ada seseorang yang terus memandangi dan mengikutinya setiap kali ia pergi di belakangnya, namun setiap kali ia melihat ke belakang untuk memastikan apakah ada orang atau tidak, ia tidak melihat satu orang pun yang mengikuti di belakangnya.

Keanehan demi keanehan ia rasakan saat berada di dalam rumah itu sendirian. Mulai dari suara teriakan seorang wanita, suara rintihan kesakitan, suara seseorang meminta pertolongan dan suara orang seperti membawakan tembang Jawa.

Tidak sampai di situ saja, air di dalam bak mandinya pun sering berubah warna menjadi kemerahan dan berbau amis. TV yang semula mati tiba-tiba hidup dan menayangkan adegan-adegan menyeramkan. Lampu yang semula menyala tiba-tiba padam dan menyala dengan cepatnya, banyak suara langkah kaki yang berlarian mengelilinginya serta bau busuk, kemenyan dan melati yang selalu tercium setiap malamnya.

Alisha sering merasakan jika saat ia di dapur dan di dalam kamarnya seperti ada tangan yang memegang tangan atau menepuk pundaknya namun setiap kali ia mengecek tidak siapapun di belakangnya.

Ketika sedang bercermin, Alisha melihat rambutnya berubah menjadi hitam panjang padahal rambutnya hanya sebahu dan berwarna kecoklatan. Ia juga sering melihat wajahnya di cermin berubah menjadi pucat pasi seperti mayat hidup dan kantung mata yang sangat hitam seperti mata hantu. Alisha sering menampar pipinya sendiri untuk menyadarkan dirinya sendiri saat pipinya merasakan sakit semua kembali normal, bayangan di kaca sama seperti dirinya yang berambut pendek kecoklatan bukan berambut hitam panjang dan kantung matanya pun terlihat biasa saja tidak menghitam seperti saat pertama ia lihat, wajahnya juga tidak pucat pasi lagi.

Karena ketakutan yang berlebih, akhirnya Alisha mengajak teman laki-lakinya untuk tinggal bersamanya, saat pria itu masuk ia sudah disambut oleh banyaknya kejadian diluar nalar yang membuat ia berlari sekencang-kencangnya dari rumah itu.

Ada apa sebenarnya dengan rumah itu? mengapa rumah itu terasa seperti ada banyaknya aktivitas kehidupan? padahal hanya ia seorang yang tinggal di dalam rumah itu, siapa orang yang selalu mengikutinya? Apakah orang itu nyata ataukah hanya sekedar halusinasi Alisha belaka?

Pertanyaan demi pertanyaan selalu menghantui pikirannya namun seperti ada sesuatu yang menahan langkah kakinya untuk pergi dari rumah itu selamanya. Sangat sulit baginya untuk pergi meninggalkan rumah itu padahal ia merasa sangat tidak nyaman untuk tinggal lama di dalam rumah itu, namun mengapa ia tidak pernah bisa untuk meninggalkan rumah itu? ia seperti selalu mendengar bisikan-bisikan seorang wanita yang mengatakan padanya untuk tidak pernah pergi dari dalam rumah itu, mengapa? siapa wanita yang selalu berbisik padanya itu? sampai ia selalu mengikuti bisikan-bisikan itu yang pada akhirnya membuat ia merasa sangat tertekan untuk tinggal di dalam rumahnya sendiri namun seperti terbelenggu di dalam sana. Seperti ada sesuatu yang mengikat kakinya untuk tidak jauh melangkah pergi dari dalam rumah itu. Tubuhnya terasa sangat berat seperti memikul beban dan kakinya terasa sangat kaku seperti di rantai, mengapa? ada apa sebenarnya?

Terpopuler

Comments

Zhilla Senja

Zhilla Senja

halo kakka aku pembaca baru salam kenal

2023-07-01

2

𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡

𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡

cerita baru nih seram lagi go lah horor love datang

2023-03-10

1

𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡

𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡

aku itu yang buntuti kamu mau minta sumbangan hihi

2023-03-10

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!