Keanehan Ruang Bawah Tanah

Alisha yang terus berjalan mencari jalan keluar, menemukan sebuah patung yang wajahnya sangat mirip dengan yang ada di bingkai foto yang terpajang di depan ruang tamu.

"Patung?, wait, kok muka patung ini mirip sama foto yang ada di depan ruang tamu ya?" tanya Alisha menatap patung dan memegangnya.

Nampak bentuk patung itu sangat menyeramkan dengan ada noda merah di leher, tangan, kaki dan bagian tubuh lainnya.

"Ini kok patungnya merah-merah ya?, jari tangannya kenapa merah semua?, ini lagi leher, tangan, kaki, sama itunya juga merah, ini yang bikin patung siapa ya?, konsep patungnya gimana sih?, tema Halloween?, tapi kan hari Halloween udah kelewat, apa ini patung lama ya?, tapi masih putih, bersih kok, gak ada debunya, kalau patung lama kan pasti kotor, dekil, berdebu, tapi ini enggak, apa baru dibikin ya?, yang bikin zhikopet deh kayaknya, bisa kepikiran konsep patung kayak gini, akh, lapar, haus, pusing, mau keluar dari sini" kata Alisha terduduk lemas bersandar di pundak patung itu.

"Eh patung, gw lapar, haus, lu gak ada makanan, minuman gitu?, bagi kenapa, pelit banget lu tung, akh, kelamaan disini bisa mati kelaparan gw, tapi mau keluar lewat mana?, ini ruangan rapat banget, cuma ada sedikit celah, dibobol juga bukannya gede malah segitu-gitu aja gak nambah, HUFT!, tung, taratung, tung, tung, tung, eh apa sih kok gw malah nyanyi, akh lapar, dehidrasi, tung woy bangun, bantuin gw kenapa, diem aja lu, eh, ngomong dong, akh ilah" kata Alisha sembari mendorong-dorong patung itu.

Alisha pun berdiri dan mencari-cari di sekelilingnya apakah terdapat makanan dan minuman atau tidak.

"Akh alhamdulilah ada cemilan sama air mineral, lumayan lah buat ganjal perut, tapi kadaluarsa gak ya?" tanya Alisha mencari tanggal kadaluarsa yang tertera di kemasan.

"Alhamdulilah belum kadaluarsa jadi bisa aku makan, akh akhirnya" kata Alisha tersenyum mendorong kotak besar berisikan beberapa makanan dan minuman.

"Eh patung, aku minta makanan sama minuman kamu ya, lapar banget, dehidrasi aku" kata Alisha pada patung yang berada disampingnya.

"Iya makan aja" kata Alisha pelan.

"Akh makasih" kata Alisha tersenyum.

"Sama-sama" kata Alisha pelan.

"Oke" kata Alisha yang langsung membuka bungkus makanan.

"Kamu mau gak?" tanya Alisha menyodorkan makanan ke arah patung itu.

"Enggak" kata Alisha pelan.

"Oh ya udah" kata Alisha.

"Eh apaan sih, kenapa gw jadi ngomong sendiri deh?, hm, tapi daripada bete ya kan?, tapi kayak orang gila gak sih jatuhnya?, akh bodoamat lah, gw bete, udah gak ada handphone, gak ada earphone, gak ada TV pula, pengap banget lagi disini hm" kata Alisha menghela nafas panjang.

Seketika terjadi guncangan dahsyat yang membuat kepala Alisha terbentur salah satu dinding.

"Akh ada apa ini?, gempa, astagfirullahaladzim" kata Alisha yang terombang-ambing oleh dashyatnya getaran.

"ARgh!" rintih Alisha saat kepalanya terbentur dan seketika pingsan.

Ruangan itu seketika berubah menjadi kamar yang nyaman dengan kasur, kulkas dan bahkan ada AC di dalam ruangan itu.

Entah siapa yang membopong tubuh Alisha, tiba-tiba Alisha tengah berbaring di atas ranjang kasur. AC dan TV tiba-tiba menyala, Alisha pun tersadar.

"ARgh!" kata Alisha tersadar sembari memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit.

Ketika menatap sekelilingnya,. Alisha sontak terkejut melihat ruangan kosong itu seketika seperti kamarnya yang nyaman dengan perabotan lengkap di dalamnya.

Alisha membuka lemari pakaian yang ada di ruangan itu, bajunya tertata dengan rapih di dalam lemari, entah siapa yang menata ruangan itu.

"Lah kok aneh sih, siapa yang menata ruangan ini secepat itu?, perabotannya kan banyak, berat pula, siapa yang bawa?, lewat mana?, lewat lubang secuil itu?, ya gak mungkin lah kalau lewat lubang secuil itu, tapi lewat mana deh?, aku udah muter-muter cari jalan keluar gak ada sedikit pun celah selain lubang secuil yang tidak bisa diperbesar itu" kata Alisha kebingungan menatap ke arah atas.

"Eh iya aku ingat sesuatu, tadi kan ada guncangan dahsyat ya kayak gempa terus gw?, tadi gw ngapain ya?, gw pingsan?, masa iya sih?, akh ya udah lah, anggap aja tadi gw pingsan, kalau tadi gw pingsan terus gw bangun ada di ranjang kasur ini, berarti ada yang menggendong gw dan meletakkannya di atas kasur ini dong?, astagfirullahaladzim siapa?, Ara?, kayaknya gak mungkin Ara deh, dia aja aku panggil-panggil gak dengar, terus siapa dong?, apa di rumah ini ada orang jahat bersembunyi?, astagfirullahaladzim ya Allah lindungilah aku dari gangguan orang jahat atau apapun itu, dan semoga secepatnya aku bisa keluar dari semua keanehan yang tidak masuk akal ini aamiin" kata Alisha berdoa dan menatap ke atas.

Alisha pun berjalan menuju celah lubang kecil yang tidak bisa ia perbesar itu.

"Gw penasaran deh, desaign kamar ini persis banget sama desaign kamar gw, coba ngintip akh, apa ada yang berubah dari desaign kamar itu, atau emang sengaja design kamarnya dibikin sama semua" kata Alisha.

"Eh, eh, kok mirip ya sama desaign ruangan ini?, kamar itu gak ada yang berubah sedikitpun desainnya, gw penasaran deh sama itu cewek, dia siapa sih sebenarnya?, kenapa mukanya mirip banget gw, kan aneh banget, gw gak punya kembaran tapi bisa ada orang yang semirip itu sama muka gw yang kentang ini, katanya manusia memiliki 7 kembaran di dunia, apa dia salah satu kembaran gw?, tapi dia datang darimana?, apa Ara yang mengundangnya ke dalam rumah ini?, tapi Ara nemuin dia dimana deh?, rajin banget deh pakai segala nyari-nyari kembaran gw di dunia terus di bawa kemari, akh itu terlalu mustahil untuk terjadi, terus dia datang darimana dong?" tanya Alisha kebingungan mengintip Ara dan wanita yang sangat mirip dengannya itu.

Alisha berlari menghampiri patung wanita itu dan duduk di sampingnya.

"Eh patung, lu tahu kagak dia siapa?, masa mukanya bisa mirip banget sih sama gw?, kok dia mau ya mukanya mirip sama gw yang kentang ini?, eh enggak deng aku cantik, tapi kalau dibandingkan sama bule ya aku kalah yeay!, udah segitu aja ya tung, I lelah, eh bilangin sama Ara dong tung, biar ada sedikit kegunaannya kau tung, daripada diam-diam aja begitu, kagak encok tuh pinggang duduk terus hah?, akh udah lah pegel gw mau rebahan dulu bye" kata Alisha melambaikan tangannya ke patung dan langsung pergi meninggalkannya.

Alisha pun menonton televisi sembari rebahan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!