"Ibu mau 1 ya" ucap Alisha tersenyum.
"Iya, neng orang baru disini ya?" tanya ibu penjual nasi uduk sembari membungkus pesanan Alisha.
"Iya bu, saya baru aja pindah tadi" jawab Alisha tersenyum.
Penjual itu memberikan nasi uduk pesanan Alisha.
"Ini neng" kata penjual nasi uduk tersenyum.
"Berapa bu?" tanya Alisha.
"7.000 neng" kata penjual nasi uduk.
"Ini bu" kata Alisha tersenyum sembari memberikan uang.
"Tinggal dimana neng?" tanya ibu penjual nasi uduk.
"Tinggal di rumah yang dijual diujung jalan sana bu" kata Alisha tersenyum.
"Rumah yang kosong 20 tahun itu neng?" tanya penjual nasi uduk.
"Hm, iya bu" kata Alisha.
"Emang rumah itu masih layak huni ya neng?" tanya penjual nasi uduk.
"Masih kok bu, tempatnya masih bagus kok, semuanya tertata rapih, seperti bangunan yang baru ditinggalkan bu" kata Alisha tersenyum.
"Ini cewek stres kali ya?, masih bagus katanya?, rapih?, gubuk iya, gak mungkin lah ada rumah yang udah 20 tahun terbengkalai masih bagus dan rapih, cantik-cantik kelainan nih cewek" batin ibu penjual nasi uduk sembari menatap Alisha dengan ekspresi wajah julid.
"Ibu kenapa ya?, kok ngeliatin saya kayak gitu sih?, emangnya ada yang salah ya sama saya" tanya Alisha yang langsung mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dan bercermin.
"Hah?, engg-enggak kok neng, gak ada yang salah kok neng, ya cuma ibu rada bingung aja gitu, kok bisa ya rumah itu masih bagus dan rapih?, padahal selama ibu tinggal dirumah itu, gak pernah itu ibu ngeliat satu pun orang yang membersihkan rumah itu, terakhir ibu liat ya 20 tahun yang lalu itu neng, yang pas anak indigo itu tinggal dirumah itu gak lama terus pindah neng, karena gak kuat diteror terus sama hantu noni Belanda neng" kata ibu penjual nasi uduk.
"Apa bu?, hantu noni Belanda?, apa maksud ibu yang ini?" tanya Alisha sembari memperlihatkan foto noni Belanda yang tadi ia ambil dari bingkai yang terpajang di depan ruang tamu.
"Dapat foto ini darimana neng?" tanya ibu penjual nasi uduk.
"Dari bingkai foto yang terpasang di depan ruang tamu rumah itu bu" kata Alisha.
"Berarti benar dong rumor yang beredar?, kalau rumah itu dulunya dihuni oleh noni Belanda" kata ibu penjual nasi uduk dengan gigi bergemeretak ketakutan.
"Kalau penghuni terdahulu sih saya kurang tahu bu, saya hanya menemukan foto itu terpasang di ruang tamu, wajahnya sangat cantik ya bu" kata Alisha tersenyum menatap foto noni Belanda di ponselnya.
"Iya neng cantik, tapi setan" kata ibu penjual nasi uduk itu pelan.
"Apa bu?, ibu ngomong apa tadi?" tanya Alisha.
"Engg-enggak kok neng, tadi itu ibu ngomong, apa neng gak sebaiknya pulang aja ke rumah neng, jangan tinggal di rumah itu lagi, daripada nanti nasib neng berakhir sama seperti penghuni rumah itu sebelumnya neng" kata ibu penjual nasi uduk.
"Emang penghuni sebelumnya kenapa sih bu?" tanya Alisha.
"Sebelum neng tinggal disitu pernah ada seseorang yang menempati, semuanya tewas mengenaskan didalam rumah itu, dan hanya ada satu orang yang bisa keluar dengan selamat dari rumah itu yaitu penghuni terakhir rumah itu neng, yang gadis indigo itu, cuma dia yang berhasil keluar selamat dari dalam rumah itu, kalau untuk nasib selanjutnya sih ibu kurang tahu ya neng, tapi kalau pun ada yang berhasil keluar selamat dari dalam rumah itu dan pindah rumah tetap akan diteror oleh si hantu noni Belanda itu neng, sampai dia tewas" kata ibu penjual nasi uduk.
"Ibu tahu gak, noni Belanda itu matinya karena apa?" tanya Alisha.
"Dengar-dengar nih ya, katanya noni Belanda itu diperkosa oleh puluhan orang neng, sertifikat rumahnya diambil sama harta lainnya, terus disiksa dan katanya penyiksaannya itu sadis neng, jari jemarinya dipotong satu persatu, itunya dipotong, terus telapak tangan dan kakinya dipotong sampai katanya terakhir sebelum lehernya mau dipotong juga dia mengeluarkan sumpah serapah neng katanya itu "aku bersumpah akan menghabisi siapapun orang yang tinggal didalam rumahku termaksud juga dengan kalian, aku akan menghabisi kalian, ketika nanti aku tiada, aku tidak akan pernah memaafkan laki-laki bajingan seperti kalian, setiap darahku yang mengalir akan tergantikan oleh nyawa orang yang tinggal didalam rumahku nantinya" terus katanya cowok yang megang samurai itu murka neng, langsung nebas lehernya neng, tapi gak tahu ya neng itu benar apa kagak, rumor yang beredar sih gitu neng, dan ya setiap ada yang tinggal dirumah itu selalu berakhir mengenaskan neng, ada yang terlempar dari atas dan jatuh kebawah, ada yang ditemukan tubuhnya seperti tercabik-cabik, banyak lah neng pokonya" kata ibu penjual nasi uduk.
Alisha yang mendengar sedikit ketakutan dan langsung pergi dari sana.
"Eh neng mau kemana?, tinggalkan rumah itu neng, rumah itu sangat berbahaya untuk ditinggali neng" kata penjual nasi uduk.
Alisha yang nampak sangat ketakutan pun tidak mendengar suara penjual nasi uduk itu.
Alisha membuka pintu rumahnya dengan tangan bergetar dan masuk ke dalam rumahnya dengan sangat ketakutan. Alisha memandangi sekelilingnya dengan wajah pucat. Alisha menghela nafas panjang dan langsung pergi ke dalam kamarnya.
"Hm, tenang Al, tenang, itu cuma rumor biasa yang belum dipastikan kebenarannya, jangan panik Alisha, tetap tenang, siapa tahu aja itu cuma gosip emak-emak komplek biasa kan?, karena sering nonton film pembunuhan makanya mereka terbawa suasana dan menyebarkan rumor negatif kayak gitu" kata Alisha berusaha menenangkan pikirannya.
"Tapi ngeri juga ya kalau itu bukan sekedar rumor belaka" kata Alisha.
Ketika sedang termenung memikirkan kebenaran yang ada, tiba-tiba bel pintunya berbunyi, Alisha segera berlari ke depan untuk membukakan pintu.
"Assalamualaikum" kata seorang wanita tersenyum pada Alisha saat Alisha membukakan pintu rumahnya.
"Wa'alaikumsalam, ayok masuk mbak" kata Alisha sembari tersenyum.
"Iya mbak makasih" kata wanita itu sembari tersenyum.
"Duduk mbak" kata Alisha tersenyum.
"Iya mbak" kata wanita itu tersenyum dan langsung duduk di sofa Alisha.
"Sebentar saya ambilkan minuman dulu" kata Alisha tersenyum.
"Gak usah repot-repot mbak" kata wanita itu.
"Gak repot kok, tunggu sebentar ya" kata Alisha tersenyum.
"Iya mbak" kata wanita itu tersenyum.
Alisha pergi ke dapur mengambil stok minumannya, wanita itu menoleh ke arah kepergian Alisha. Wanita itu berjalan mengikuti Alisha melewati cermin, namun tidak nampak bayangannya di dalam cermin itu. Wanita itu tepat dibelakang Alisha dan memegang lehernya perlahan dengan tersenyum jahat.
"Perasaan kayak ada yang megang aku deh, astagfirullahaladzim, Alisha, ingat, kamu gak boleh berpikiran yang enggak-enggak, kasian mbak Anna nunggu kelamaan diluar" kata Alisha yang langsung pergi menghampiri Anna.
Alisha kembali ke rumah tamu dan anehnya Anna sudah kembali duduk di sofa ruang tamu padahal tadi tepat berada di belakang Alisha.
"Ini mbak minumnya, diminum dulu" kata Alisha tersenyum sembari memberikan sebotol air mineral.
"Iya mbak, terima kasih" kata wanita itu tersenyum.
"Maaf ya mbak cuma ada air mineral, saya baru pindah kesini soalnya" kata Alisha tersenyum kecil.
"Iya, gak apa-apa kok mbak" kata wanita itu tersenyum dan membuka botol air itu, meminumnya sedikit.
"Mbak siapa ya?, ada keperluan apa kesini?" tanya Alisha.
"Saya Anneliese panggil aja Anna mbak, tetangga sebelah, cuma mau kenalan doang kok" kata wanita itu sembari tersenyum mengulurkan tangannya.
"Oh gitu, kenalin nama saya Alisha" kata Alisha tersenyum membalas uluran tangan Anna.
"Senang deh mbak punya tetangga baru lagi, ya setelah rumah ini kosong 20 tahun yang lalu, rasanya kayak gimana gitu mbak, tapi sekarang udah ada mbak Alisha, semoga betah ya mbak dirumah ini" kata Anna tersenyum.
"Iya makasih" kata Alisha tersenyum.
"Saya pamit pulang mbak" kata Anna.
"Iya mbak, biar saya antar ke depan" kata Alisha tersenyum.
"Ini minumnya saya bawa ya mbak" kata Anna mengambil botol minumnya.
"Iya mbak, bawa aja" kata Alisha tersenyum.
Alisha mengantarkan Anna sampai pintu pagarnya.
"Saya pamit pulang ya mbak, assalamualaikum" kata Anna tersenyum.
"Iya wa'alaikumsalam" kata Alisha tersenyum.
Setelah Anna pulang, ia mengunci pintunya dan masuk kembali ke dalam rumahnya. Alisha menyalakan televisi sembari menyantap nasi uduk yang tadi ia beli.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments