Hari Pertama Tinggal

Pagi harinya Alisha tiba di Jakarta, ia mencari alamat rumah yang sahabatnya berikan. Sahabatnya berkata ada salah satu rumah mewah di perkotaan yang dijual dengan harga yang sangat murah.

Cukup jauh mencari akhirnya Alisha menemukan rumah itu ia langsung menghubungi pemilik rumah yang nomornya tertera di depan pintu pagar untuk membeli rumah itu.

Alisha mendapatkan harga rumah mewah itu hanya dengan harga lima puluh juta saja. Harganya yang dikatakan tidak sebanding dengan kemewahan di rumah itu. Alisha mengirimkan uangnya dan pemilik itu mengatakan jika sebentar lagi akan seorang pria yang menghampirinya untuk memberikan kunci rumah itu.

''Neng ngapain di depan rumah itu?'' tanya salah satu warga sekitar.

''Nungguin seseorang yang akan memberikan kunci rumah ini bu, rumah ini sudah saya beli tadi'' ucap Alisha.

''Hah? beli? beli ke siapa neng? pemiliknya udah meninggal dunia dua puluh tahun yang lalu'' ucap salah satu warga yang menghampirinya.

''Akh ibu, bisa aja deh, gak boleh gitu bu, orang pemiliknya masih hidup kok, tadi saya habis teleponan sama pemiliknya'' ucap Alisha.

''Oh gitu'' ucap warga itu ketakutan menatap sekeliling rumah.

''Iya bu'' ucap Alisha.

''Neng beli rumah ini berapa juta?'' tanya warga.

''Lima puluh juta aja kok bu, murah banget ya untuk rumah sebesar ini, kata pemiliknya sih di dalam rumah peralatannya masih lengkap ada kasur, sofa, dan lain-lainnya bu'' ucap Alisha tersenyum menatap sekeliling rumah barunya.

''Lima puluh juta?'' tanya warga terkejut.

''Iya bu, ada apa?'' tanya Alisha.

''Saya saja membeli rumah itu sudah seratus lima puluh juta itu pun sudah dua puluh tahun yang lalu sepertinya, kok bisa neng dapat harga semurah itu? apa neng gak takut gitu? atau curiga mengenai rumah ini?'' tanya warga itu ketakutan.

''Takut kenapa bu?, rumahnya bagus kok, kelihatannya juga nyaman banget'' ucap Alisha menatap sekeliling rumah barunya.

''Hah bagus? rumah udah pada lepas gitu cat temboknya pasti di dalamnya kotor banget deh, ilalang ama rumput udah pada tinggi, secara rumah itu kan udah terbengkalai selama 20 tahun, gak mungkin sih dalam rumahnya masih bagus'' batin ibu itu.

Tak lama kemudian seorang pria paruh baya datang menghampirinya.

''Permisi, neng yang beli rumah ini ya?'' tanya pria itu.

''Iya pak'' ucap Alisha tersenyum.

''Perkenalkan nama saya Dadang, saya tukang bersih-bersih di rumah ini, ini kunci rumahnya neng'' ucapnya memberikan kunci.

''Makasih ya pak'' ucap Alisha tersenyum menerima kunci rumahnya.

''Sama-sama neng'' ucap pak Dadang tersenyum, mengangguk dan langsung pergi meninggalkan mereka.

''Kuncinya bisa terbang, gak benar banget deh ini'' batin ibu itu.

''Bu saya masuk dulu ya'' ucap Alisha tersenyum.

''Iya neng silakan'' ucap warga itu ketakutan.

Alisha membuka rumah itu dan terpukau akan keindahan rumah itu.

''Wow rumahnya bagus banget, bersih, rapih, pasti dalamnya lebih bagus lagi deh'' ucap Alisha tersenyum menatap sekeliling.

''Hah bagus dia bilang? itu dia gak sadar apa gimana sih? dia itu daritadi jalan di tengah-tengah rumput sama ilalang yang udah sepinggang dia, malah di bilang bagus lagi'' ucap ibu itu perlahan.

Ketika sampai di depan pintu rumah dan ingin membuka dengan kuncinya, pintu itu tiba-tiba terbuka lebar dengan sendirinya yang membuat Alisha sempat kebingungan.

''Perasaan aku belum masukkan kunci ini deh, kenapa pintunya kebuka sendiri ya? aneh banget deh, apa jangan-jangan ini pintu otomatis ya? yang kalau ada orang berdiri di depannya langsung terbuka, tapi emangnya ada ya pintu otomatis yang terbuat dari kayu jati? sepertinya ini bukan pintu otomatis deh tapi kenapa bisa terbuka sendiri ya?'' batin Alisha bertanya-tanya.

''Assalamualaikum'' ucap Alisha memasuki ruang tamu rumahnya.

Ketika Alisha masuk ia disambut dengan seorang Noni Belanda yang tersenyum menyambut kehadiran Alisha di dalam rumahnya, namun Alisha tidak bisa melihat keberadaan Noni Belanda yang berada tepat di depannya.

''Itu orang berani banget ya tinggal di rumah kayak gitu sendirian lagi, malah cewek pula, penampakan rumahnya aja sudah sangat tidak layak untuk di huni lagi, udah pada retak atap rumahnya, ada yang bolong juga, belum lagi sawang di langit rumahnya panjang banget udah kayak rumah hantu, tapi wajar sih ya kalau penampakannya kayak gitu, gak ada yang nempatin juga 20 tahun, emang sih peralatannya lengkap, ada TV segala macamnya tapi kalau rumah setan percuma, bukannya untung malah buntung'' batin warga sekitar yang menyapa Alisha tadi di depan rumah.

Noni Belanda yang sedang berlalu lalang di ruang tamu pun mengangguk dan tersenyum sembari menyapa warga sekitar yang tengah asik memperhatikan rumahnya.

''Mau masuk juga bu ke dalam rumah ku?'' tanya Noni Belanda itu tersenyum pada warga sekitar.

'''Gak deh, makasih ya atas tawarannya tapi saya tidak berminat, permisi'' ucap warga itu berlari ketakutan.

''Itu ibunya kenapa lari kayak gitu? kayak orang lagi ketakutan aja deh, masa takut sih sama rumah sebagus ini, aneh'' ucap Alisha saat melihat warga sekitar berlari ketakutan.

Ketika Alisha berbalik arah, ia dikejutkan oleh pintu rumah yang tertutup kencang dengan sendirinya.

Brakkkk!!! bunyi pintu itu sangat kencang.

''Astagfirullahaladzim, tadi kebuka sendiri sekarang ketutup sendiri, aneh banget sih itu pintu udah kayak jelangkung aja, datang tak dijemput pulang tak diantar, tapi siapa yang mau antar jemput pintu ya? kurang kerjaan banget deh'' ucap Alisha tertawa sendiri.

Alisha melanjutkan langkah kakinya, menyusuri setiap tempat yang ada di rumah itu, dan memegang setiap peralatan disana.

''Ini rumah bersih banget ya, gak ada debu sama sekali, pemiliknya pasti orangnya rapih banget deh makanya rumahnya sama sekali gak ada debu, kalau aku yang tinggal mungkin udah kayak kapal pecah kali ya? berantakan kemana-mana haha'' ucap Alisha tertawa.

Alisha membuka penutup salah satu bingka foto besar yang terpasang di depan TV.

''Ini foto siapa ya? cantik banget mukanya, tapi kok kayak orang Belanda zaman dulu ya bajunya? apa ini rumah peninggalan kolonial Belanda? akh gak mungkin akh kalau nih rumah peninggalan kolonial Belanda kenapa tadi pemiliknya di telepon pakai bahasa Indonesia lancar banget, nada bicaranya juga sangat khas suku Jawa, apa mungkin kalau dia itu tergila-gila sama foto cewek-cewek Belanda vibes penjajahan kali ya? mungkin aja sih, eh bentar itu di matanya apaan ya merah-merah? kayak darah deh, gak mungkin akh kalau darah, itu kan hanya bingkai foto biasa, tapi netes terus, coba akh pegang itu darah atau bukan'' ucap Alisha mendekatkan wajahnya dan hendak memegang bingkai foto itu untuk memastikan cairan yang mengalir tepat di matanya itu darah atau bukan namun ia dikagetkan dengan foto itu yang tiba-tiba berkedip.

''Astagfirullah kenapa matanya bisa berkedip ya? itu kan hanya gambar saja yang dipasang di dalam bingkai foto, mana mungkin bisa berkedip tapi tadi aku lihat dengan jelas matanya berkedip, perasaan aku aja kali ya? kecapean mungkin ya? kan aku juga baru sampai di Jakarta belum sarapan juga mungkin karena itu makanya aku jadi berhalusinasi seolah-olah mata di dalam gambar itu berkedip, ya udah deh aku beli makanan dulu, beresinnya nanti aja, ini juga udah rapih paling tinggal masukin baju aku ke dalam kamar, ya udah deh'' ucap Alisha berjalan ke depan pintu rumahnya dan pintu itu terbuka kembali saat Alisha berdiri di depannya.

''Kebuka sendiri lagi pintunya, beneran pintu otomatis dong ini? keren banget sih, arsitekturnya canggih banget nih, bisa bikin pintu otomatis dari kayu jati, patut di apresiasi sih'' ucap Alisha tersenyum menepuk tangannya lalu pergi untuk membeli sarapan.

Terpopuler

Comments

Minartie

Minartie

bagus

2025-01-28

1

𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡

𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡

lucunya kamu alisha orang Belanda nya dah les Jawa sama aku makanya bisa bahasa Jawa wkwk

2023-03-10

1

𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡

𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡

udah di persilahkan masuk sama penunggunya

2023-03-10

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!