Kamar di dalam Air

Ketika Alisha dan Ara tengah tertidur pulas, tiba-tiba sebuah cairan merah menetes dari atap kamar mereka yang membuat mereka terbangun.

"Ini cairan apaan Ra?, hujan?, tapi masa rumah mewah bocor sih?" tanya Alisha menatap cairan merah di tangannya.

Ara mencium cairan merah yang menempel di tangannya itu.

"Hm, bau banget amis Al" ucap Ara.

"Amis?" tanya Ara yang langsung mencium cairan yang menempel di tangannya itu.

"Ikh iya Ra, bau banget amis, darah siapa ya Ra?" tanya Alisha.

"Gak tahu Al, kita ke atas aja yuk" ajak Ara.

"Emang di atas ada ruangan lagi Ra?" tanya Alisha.

"Dulu kan gw pernah tinggal disini, paling atasnya itu ada tempat kosong gitu yang buat jemuran baju Al, ada taman kecilnya juga di atas sana" ucap Ara.

"Tapi tangga ke atasnya dimana Ra?, kayaknya gw gak pernah lihat tangga lagi deh selain yang di depan itu" ucap Alisha.

"Tidak ada tangga Al" ucap Ara.

"Terus gimana cara kita ke atasnya?" tanya Alisha.

"Ada sebuah lift di tempat yang gak masuk akal Al" ucap Ara.

"Hah?, emang dimana lift nya?" tanya Alisha.

"Lu bisa berenang gak?" tanya Ara.

"Bisa kok" jawab Alisha.

"Ya udah ayok gw tunjukkan dimana lift nya" ucap Ara.

Alisha pun mengikuti langkah kaki Ara. Ara membawanya ke depan kolam renang.

"Kolam renang?, kita mau berenang?" tanya Alisha.

"Iya, makanya tadi gw nanya dulu ke lu, lu bisa berenang atau enggak, karena di dalam kolam renang itu ada sebuah kamar, dan di dalam kamar itu, ada lift yang akan membawa kita ke atas" ucap Ara.

"What?, kamar di dalam kolam renang?, emang bisa?" tanya Alisha.

"Bisa saja, jika arsitekturnya hebat" ucap Ara.

"Hm, iya sih" ucap Alisha menganggukkan kepalanya.

"Ya udah ayok" ucap Ara.

"Iya" ucap Alisha menganggukkan kepalanya.

Ara dan Alisha pun berenang menuju ke kamar yang di maksud oleh Ara.

Tak jauh mereka berenang, terlihat sebuah pintu kaca seperti rumah Sandy di kartun Spongebob Squarepants.

Ara memutar pintunya dan masuk diikuti Alisha. Di dalamnya masih ada pintu lagi sebelum masuk ke dalam kamar. Mereka membuka pintu dan masuk ke dalam kamar.

Alisha yang melihat tata letak kamar itu membuatnya teringat akan satu hal.

"Kamar ini kenapa mirip kamar yang waktu itu aku sama patung ya?" batin Alisha bertanya-tanya.

Alisha memperhatikan sekelilingnya dan melihat ada sebuah patung di sudut kanan kamar itu. Alisha berjalan ke arah patung itu, Ara yang menyadari sontak mengikutinya.

"What?, ini patung yang waktu itu aku ajakin ngobrol kan?, berarti ini kamar yang sama dengan kamar aku waktu itu" ucap Alisha memegangi patung wanita yang pernah ia ajak berbicara.

"What?, apa?, kamu pernah ada di kamar ini?" tanya Ara.

"Iya Ra, pas kejadian aku ke kunci di kamar mandi itu, aku terbangun di suatu ruang sempit dan hanya ada satu lubang kecil, ayok aku tunjukkan" ucap Alisha menarik tangan Ara.

"Waktu itu, aku terbangun disini, dan lihatlah, dari lubang kecil itu, aku bisa melihat kamu bersama dengan wanita yang sangat mirip dengan ku, aku memanggil-manggil nama kamu, tapi kamu tidak bisa mendengarnya, aku terjebak di ruang sempit ini secara berhari-hari, aku yang merasa kesepian akhirnya mengajak patung wanita ini berbicara, tiba-tiba ada sebuah getaran seperti gempa dan kepala ku terbentur lalu aku jatuh pingsan, saat aku tersadar, aku sudah berada di ranjang yang empuk, dan di dalam kamar, kamar itu mirip sekali dengan kamar yang tadi kita lalui, aku yakin itu kamar yang sama, karena patung wanita berada disini, aku kembali mengajak patung wanita ini berbicara dan ternyata dia bisa berbicara" ucap Alisha mengelus patung wanita itu dan menatap Ara sembari tersenyum.

"Hah?, bisa bicara?" tanya Ara terkejut.

"Iya, dia mengatakan jika ia hanya ingin seseorang mau untuk menolongnya, menguburkan potongan tubuhnya sesuai dengan noda darah yang menempel di patung itu, noda darah yang ada di patung itu, adalah bagian tubuhnya yang terpotong dan tersebar di rumah ini, untuk semua orang yang meninggal dunia di dalam rumah ini, karena ia tidak ingin jika penjahat tinggal di rumahnya, dia hanya membunuh para penjahat, namun rumor yang beredar hanya ia membunuhnya, padahal mereka adalah orang jahat, ada pasutri yang berselingkuh dan melakukan hubungan suami istri dengan selingkuhannya di rumah ini, lalu ia membunuh keduanya, sedangkan istrinya berselingkuh dengan laki-laki lain, dan dia pun juga membunuhnya, pernah ada seorang wanita yang diperkosa oleh banyak pria di halaman belakang rumah ini, wanita itu berlari ke dalam, dan wanita ini membunuh mereka, jadi menurut aku, wanita yang ada di patung ini tidak jahat, ya memang caranya salah, tapi cara setan berkomunikasi dengan manusia, ku rasa memang seperti itu" ucap Alisha.

"Wait, kamu bilang tadi itu kamu ada di ruangan ini selama berhari-hari berarti kamu gak makan dan minum selama berhari-hari?, dan berarti selama ini itu bukan kamu wanita yang bersama dengan ku?" tanya Ara kebingungan.

"Ayok iku aku" ucap Alisha menarik tangan Ara.

"Benar dugaan ku, ini memanglah kamar ku dulu, lihat, patung wanita itu yang memberiku makanan dan minuman ini, setelah ia memberikannya aku menghampirinya lalu ya kita berbincang seperti yang sudah aku ceritakan ke kamu itu, lalu aku tidak mengerti, mengapa aku bisa sampai menemui mu, entah darimana dia mengeluarkan ku karena aku berfikir hanya ada satu lubang kecil itu, dulu, pintu-pintu itu tidak ada, hanya ada ruangan sempit itu, dan kamar ini tanpa pintu, di depannya hanya ada gundukan tanah, tidak satu pun pintu, tiba-tiba aku ada di samping kamu, lalu aku tertidur, dan kita terbangun oleh cairan merah yang mengalir dari atas atap kamar kita" ucap Alisha.

"Berarti tadi itu kamu baru datang?" tanya Ara.

"Iya, aku baru saja tiba dan tertidur, namun cairan merah itu malah membangunkan ku" ucap Alisha.

"Wah gak beres nih rumah" ucap Ara.

"Kita melanjutkan ke atas atau kembali ke kamar kita?" tanya Ara.

"Kita lanjut ke atas aja Ra" ucap Alisha.

"Ya udah ayok" ucap Ara menarik tangan Alisa.

"Aneh sekali, dulu kamar ini tidak ada lift, tidak mungkin lift datang begitu saja" ucap Alisha.

Ara hanya menatap Alisha yang nampak kebingungan dengan semua yang terjadi.

Sesampainya di atas, mereka memeriksa setiap sudut, tapi tidak menemukan apapun dan akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke kamar mereka.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!