"Al, kalau kamu mau pulang ke rumah orangtua kamu biar aku anterin aja" kata Ara.
Alisha hanya menatap Ara tanpa menjawab perkataannya sedikitpun.
"Mau ngapain lagi aku kesana? orangtua aku aja udah usir aku kok"
"Al, kamu tidak bisa seperti ini terus, kamu tidak bisa membenci orangtua kamu terus, Al aku tahu kamu terluka atas perlakuan orangtua mu itu, tapi maafkan mereka Al, aku tahu mereka telah berbuat satu kesalahan, ya memang aku tidak merasakan rasa sakit mu itu secara langsung karena aku telah lama kehilangan mereka, Al kamu harus memaafkan semua kesalahan mereka, kamu telah lama meninggalkan mereka bukan? mungkin saja sejak kepergian mu itu takdir sudah merubah sifat mereka, mungkin saja takdir sudah menjadikan mereka sebagai seseorang yang lebih baik lagi, meninggalkan selingkuhan mereka karena mengingat kamu dan tidak ingin berpisah satu sama lain, kita tidak tahu apa yang di mau oleh takdir, untuk itu kita harus mencari tahu semuanya" kata Ara tersenyum memegang tangan Alisha.
"Hm ya udah, kalau gitu kita berangkat hari ini aja ke rumah orangtua ku"
"Iya Al" kata Ara tersenyum.
Alisha dan Ara memasukkan barang-barang mereka ke dalam tas untuk menemui orangtua Alisha di kampungnya. Alisha dan Ara memesan tiket bus untuk menuju kampung halamannya.
Alisha duduk termenung di dekat jendela menatap jalanan. Ara yang menyadari jika Alisha termenung pun menepuk pundaknya.
"Al jangan bengong, pamali tahu, kita juga kan ini lagi di daerah orang, kalau kamu bengong terus kayak gitu takutnya ada yang mengikutinya kita"
"Aku tidak bengong Ra, tapi aku sedang memikirkan apakah mungkin keluarga ku akan kembali seperti dulu, apakah mungkin orangtua ku akan meninggalkan selingkuhan mereka dan kembali bersama untuk ku? apa mereka tidak akan mengekang aku lagi?"
"Berdoa saja yang terbaik Al, takdir selalu punya cara untuk membolak-balikkan hati seseorang, takdir pasti akan kembali menyatukan keluarga kalian" kata Ara tersenyum menatap Alisha.
"Iya Ra" kata Alisha tersenyum.
Alisha mengambil earphone dari dalam tasnya dan mendengarkan musik galau sembari menatap sekelilingnya. Ara yang melihat Alisha kembali termenung hanya menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah lah setidaknya dia gak bengong-bengong banget kan dengerin lagu juga di earphone" kata Ara yang ikut menggunakan earphone.
Beberapa jam berlalu, kini mereka telah tiba di kampung Alisha.
"Kita kesana naik apa?" tanya Ara.
"Pesan gocar aja bisa gak ya? masih pagi banget soalnya" kata Alisha.
"Iya sih baru jam empat, udah ada mungkin, atau kita naik ojek aja gimana?" tanya Ara.
"Hm, enggak akh"
"Lho kenapa?"
"Aku takut kalau naik ojek gelap-gelapan begini, ya walaupun udah pagi tapi kan masih gelap"
"Hm, udah kamu tenang aja, gak akan terjadi apapun kok sama kita, ya udah ayok kita ke depan cari ojeknya" kata Ara menarik tangan Alisha.
Mau tidak mau akhirnya Alisha mengikuti keinginan Ara untuk naik ojek.
"Pak, ojek bukan?" tanya Ara menghampiri pria yang ada di depan terminal.
"Iya mba, mau kemana mbak?" tanya tukang ojek.
"Kita mau kemana Al?" tanya Ara menatap Alisha.
"Hm Manjung Ra" jawab Alisha tersenyum kecil.
"Manjung pak" kata Ara menatap tukang ojek.
"Ayok mbak mau kemana biar saya antar?" tanya tukang ojek lain datang dari arah belakang.
"Dia mau pada ke Manjung katanya" kata tukang ojek yang tadi berbicara dengan Ara.
"Ya udah ayok satunya sama saya, biar saya antarkan ke Manjung"
"Sana Al"
"Hm iya"
Alisha memberikan kopernya kepada tukang ojek. Di perjalanan Alisha merasa risih karena tukang ojeknya terus menatapnya dari kaca spion yang sengaja diarahkan kepadanya. Akhirnya mereka sampai di depan rumah Alisha.
"Makasih ya pak" kata Ara tersenyum memberikan uang kepada tukang ojek.
"Makasih" kata Alisha tersenyum kecil memberikan uang kepada tukang ojek.
Tukang ojek Ara langsung pergi sedangkan tukang ojek Alisha terdiam sejenak menatap Alisha.
"Ayok Al, kita masuk" kata Ara menarik tangan Alisha.
"Iya Ra"
"Rumah lu kok gelap banget Al? kayak gak berpenghuni deh, ada ortu lu gak sih di dalam?" tanya Ara menatap rumah Alisha yang nampak sangat gelap.
"Entahlah kan gw sama lu, mana gw tahu di dalam ada orang apa kagak, coba aja pencet bel itu" kata Alisha menunjuk bel yang ada di samping Ara.
Ara memencet bel yang ada di sampingnya. Ada seseorang yang keluar menghampiri mereka. Seseorang itu langsung membuka pintu pagar untuk Alisha dan Ara.
"Non Icha, silakan masuk non" kata penjaga rumahnya menganggukkan kepala sembari tersenyum kecil.
"Makasih pak, mama sama papa ada di rumah pak?"
"Ada non, tapi mungkin mereka masih tidur belum bangun"
"Oh gitu"
"Iya non"
"Non mau makan apa? biar saya siapkan makanannya"
"Hm apa aja deh terserah, aku ke kamar dulu ya sama teman ku, mau ganti baju, gerah banget pakai baju ini"
"Baik non" kata penjaga rumah Alisha menganggukkan kepala dan langsung pergi.
Alisha mengajak Ara untuk naik ke kamarnya.
"Rumah lu mewah juga ya" kata Ara melihat sekelilingnya.
"Thanks" kata Alisha tersenyum kecil.
"Eh tadi kenapa lu dipanggil Icha deh?"
"Nyokap gw manggil gw Icha, entahlah kenapa bisa jadi Icha, padahal dari Alisha ke Icha kan sangat jauh berbeda"
"Hm iya benar, makanya gw bingung tadi, lah kok Icha, Icha siapa kan pikiran gw gitu eh lu jawab, gw kira siapa kan gak ada yang namanya Icha, ternyata lu dipanggilnya Icha"
"Iya begitulah, udah lah gw mau mandi dulu, eh ini gw duluan atau lu duluan yang mandi?"
"Ya udah terserah gw mh, kalau lu mau mandi duluan silakan, gw mau rebahan dulu aja deh, pegel pinggang duduk mulu" kata Ara yang langsung rebahan di kasur Alisha.
Alisha mengambil handuk mandinya dan peralatan mandi lalu masuk ke kamar mandi.
Ara melihat foto keluarga Alisha yang nampak sangat bahagia.
"Hm kasian juga ya Alisha, dulu keluarganya nampak sangat bahagia, namun setelah kehadiran orang ketiga diantara keluarganya yang membuat Alisha merasa menderita, seandainya saja kedua orangtua Alisha bisa menyadari semua yang dilakukannya itu salah, pasti kebahagiaan itu akan tampak lagi di wajahnya" kata Ara menatap bingkai foto keluarga Alisha yang ada di atas meja.
"Orangtua Alisha lengkap berbeda dengan ku yang tidak memiliki orangtua karena aku adalah anak yatim piatu, tapi hanya orangtua Alisha saja yang lengkap namun tidak utuh, kedua orangtuanya berselingkuh, jika satu pihak selingkuh mungkin bisa diperbaiki, tapi jika pihak lain selingkuh juga, kecil kemungkinan bisa bersama lagi, tapi semoga kemungkinan yang kecil itu akan Alisha dapatkan" kata Ara tersenyum kecil meneteskan air matanya dan menaruh kembali bingkai foto itu ke atas meja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments