Tipu Daya Iblis

"Al tunggu" ucap Ara berlari mengejar kepergian Alisha.

Alisha hanya menoleh sejenak sembari berlari.

"Al lu mau kemana?, jangan balik lagi ke rumah itu Al" perintah Ara.

Alisha tidak menghiraukan perkataan dari Ara dan kembali ke rumah itu.

"Keluar kalian semua! jangan beraninya main belakang aja ya! dasar pengeecut! keluar kalian semua bangsaat! gw gak takut sama kalian semua! tunjukkan muka kalian semua di hadapan gw sekarang juga! keluar lu semua!" bentak Alisha.

Satu persatu para penghuni rumah itu berdatangan dan berdiri di depan Alisha. Alisha sempat ketakutan melihat wujud mereka yang menyeramkan dan dalam jumlah yang banyak.

"Ada apa kamu memanggil kita?"

"Aku minta kalian semua pergi dari rumah ku" bentak Alisha.

"Pergi dari sini?"

"Apa tadi kamu bilang? ini rumah kamu? ini adalah rumah ku, rumah ini milik ku dan para pria tidak bertanggungjawab itu memperkossa ku dan membunuh ku secara brutal, ada seseorang yang mengambil keputusan secara sepihak dengan menjual rumah ku ini, aku tidak rela dan aku tidak akan pernah melepaskan seseorang yang berusaha untuk menempati rumah ku ini, karena semua bagian tubuhku masih ada di dala rumah ini, selama tulang-tulang ku masih terkubur di sekitar rumah ini, selama itu jugalah tidak ada satupun yang boleh hidup dengan kebahagiaan menempati rumah ku ini! rumah ini adalah rumah ku bukan rumah mu! jadi sebaiknya kamu dan teman mu itu pergi dari rumah ini atau aku tidak punya pilihan lain lagi selain membunuh kalian berdua! tinggalkan tempat ini secepatnya dan aku berjanji akan melepaskan kalian setelah kalian pergi dari sini, tapi jika kamu bersikeras ingin tinggal di rumah ku, maka kamu harus sama dengan ku, kamu harus tiada bersama ku di dalam rumah ini, pergi atau mati? hanya ada dua pilihan itu untukmu!"

"Jadi selama ini kamu membohongi ku? kamu mengatakan jika kamu hanya membunuh seseorang yang berbuat asusila di dalam rumah ini, ternyata kamu juga membunuh seseorang yang tidak bersalah juga?"

"Itu benar hihihi! dan kamu percaya padaku? dasar wanita bodoh! katanya manusia diatas segalanya tapi mengapa kamu percaya padaku? sedangkan di dalam agama mu dilarang untuk percaya pada iblis, lalu mengapa kamu mempercayai setiap ucapan ku? aku telah bersumpah sebelum aku tiada, jika aku akan membunuh semua orang yang tinggal di dalam rumah ku ini, walaupun dia baik sekalipun jika dia menempati rumah ku ini, di mataku dia sama saja dengan seorang pencuri!, karena aku tidak pernah mengajaknya untuk masuk dan tinggal di dalam rumah ku ini, jangan sok suci kamu! di mataku kamu tidak lebih dari seorang penjahat! dan seorang penjahat tidak pantas untuk hidup!"

"Alisha" teriak Ara yang tiba-tiba datang di belakangnya.

Para penghuni tak kasat mata yang mengelilingi Alisha sontak ikut menatap Ara ke belakang.

"Al ayok kita pergi dari sini Al" teriak Ara dari arah belakang.

"Tidak Ra, aku baru akan pergi dari sini setelah semua teror dia berakhir, jika kita pergi hari ini juga, apa kamu tidak merasa kasian pada orang baru yang akan menempati rumah ini nantinya?, kita harus bantu dia Ra, kita harus mengakhiri semuanya saat ini juga Ra, kamu mau bantuin aku kan Ra?"

"Hai Ara, aku membebaskan mu untuk keluar hidup-hidup dari dalam rumah ini bukan? lantas mengapa kamu kembali lagi ke dalam rumah ini? apa kamu ingin aku merenggut nyawa mu itu Ara?"

"Pergilah Ara sebelum semuanya terlambat" ucap salah satu korban pembunuhan noni Belanda itu.

"Alisha ayok kita pergi dari sini Al, Al aku mohon turuti permintaan ku Al"

"Tidak Ara! aku tidak akan pergi dari rumah ini sebelum semuanya berakhir" kata Alisha yang mencoba berlari dari celah penghuni tak kasat mata itu.

Ara pergi ke kolam renang dan menuju ke ruangan yang Ara tunjukkan terakhir padanya itu.

"Alisha kamu mau kemana Al?" tanya Ara berlari mengejar kepergian.

"Al kita ngapain masuk ke dalam kamar ini lagi?"

"Patung itu Ra, aku yakin patung itu saling keterkaitan dengan hantu noni Belanda itu, kita harus mengeluarkan patung itu dari dalam sini, kita harus membakar patung itu Ra"

"Apa kamu yakin Al?"

"Iya aku yakin Ra, ayok bantu aku angkat patung ini"

"Iya Al"

Ara dan Alisha saling bekerjasama untuk mengangkat patung itu membawanya keluar agar mereka bisa membakarnya.

"Mau kalian bawa kemana patung ku itu?" bentak hantu noni Belanda.

"Abaikan saja dia Ra, ayok kita bawa patung ini keluar dari dalam kamar terkutuk ini"

"Iya Al"

Noni Belanda itu mengeluarkan kekuatannya hingga membuat Ara dan Alisha terpelanting ke belakang. Ara jatuh pingsan karena kepalanya terbentur ujung lemari, sedangkan Alisha masih tersadar setelah terbentur dinding kamar.

"Tidak ada satupun orang yang boleh menyentuh patung ini"

Patung itu seketika menghilang seiring dengan menghilangnya hantu noni Belanda itu.

"Hei kembalikan patung itu!" teriak Alisha menatap sekelilingnya dan memegangi kepalanya yang terasa sakit.

Setelah berkeliling mencari patung itu tidak kunjung ia temukan, Alisha pun menghampiri Ara yang masih tak sadarkan diri.

"Ra bangun Ra" ucap Alisha menepuk-nepuk pundak Ara.

Perlahan mata Ara mulai terbuka sedikit demi sedikit. Ara tersadar dan masih memegangi kepalanya yang terasa sakit. Perlahan Ara bangkit dari tempatnya dibantu dengan Alisha.

"Ayok Ra kita harus secepatnya keluar dari dalam kamar ini dan mencari kemana iblis itu membawa patungnya"

"Masih saja tentang patung! apa kamu lupa Al? kita jadi seperti ini itu karena keegoisan kamu! keegoisan kamu yang ingin melawan seluruh penghuni tak kasat mata yang ada di dalam rumah ini, sadar Ara, kita tidak akan bisa untuk melawan mereka semua"

"Sadarlah Ara, manusia diciptakan jauh lebih kuat daripada setan, lalu untuk apa manusia harus tunduk dan patuh pada perintah iblis? kita pasti bisa Ra mengakhiri semua ini, aku yakin kita pasti bisa kok Ra, Ra tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini asal kita mau berusaha, takdir pasti akan membantu kita mempermudahkan dalam mencari jalan keluar dari semua masalah kita, kamu harus yakin Ra, kamu harus bisa yakin jika kita bisa mengusir mereka semua dan menghentikan teror hantu noni Belanda itu, kita hanya perlu berusaha lebih keras lagi untuk memecahkan semua masalah ini, Ra buang pikiran tidak mungkin dari dalam logika kamu, sesulit apapun itu akan menjadi mungkin oleh takdir, percayalah Ra kita pasti bisa kok" ucap Alisha tersenyum menepuk pundak Ara.

Ara pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban "iya". Alisha yang melihat Ara menyetujuinya pun tersenyum dan membantu Ara berjalan perlahan. Alisha memegangi tangan Ara mengarungi kolam renang sebagai jalan keluar satu-satunya dari dalam kamar itu.

Terpopuler

Comments

tina yusuf

tina yusuf

Alisha benar pasti ada jalannya ,berjuanglah ,thor ak dah mampir ya ,mksh sdh dukung aku

2023-01-29

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!