Tayangan Mengerikan di Televisi

Ketika sedang asik menonton televisi, tiba-tiba saluran di televisi itu menghilang seluruhnya.

"Lah kok aneh sih?, kenapa tiba-tiba saluran tv ilang semua?, apa yang mau gw tonton ini?, semut?, akh ilah" kata Alisha yang memeriksa langsung tv nya.

"Ini udah ada set top box nya tapi kok gak ada saluran satu pun ya?" tanya Alisha terheran dan kembali mencari saluran tv yang tersambung.

Tiba-tiba muncul sebuah tayangan yang tidak ada di saluran yang biasa ada di televisi.

Tayangan itu menunjukkan seorang wanita yang selesai mandi dan mengeringkan rambutnya. Tiba-tiba ada segerombolan pria memasuki rumahnya dan memasukkan satu persatu barang-barang yang ada di rumah wanita itu. Pria itu membuka kamar yang di dalamnya tepat berada seorang wanita yang sedang mengeringkan rambutnya itu. Pria itu langsung masuk ke dalam kamar yang memang tidak terkunci. Wanita itu terkejut dan menutupi badannya dengan selimut. Pria itu menghampiri wanita itu dan melakukan perilaku tak senonoh kepada wanita itu. Wanita itu dipaksa untuk melayani segerombolan pria itu dan salah satu pria menggunting salah satu boba wanita itu hingga membuatnya teriak kesakitan. Mereka yang melihat pun nampak senang dan tertawa terbahak-bahak.

Pria lain memelintir boba yang satunya dengan kencang hingga membuatnya putus dan membuat wanita itu teriak kesakitan. Darah mengalir dari keduanya yang membuat Alisha yang menyaksikan tayangan video itu tak kuasa dan mencoba mematikan televisi dengan remot, namun remot itu seolah tidak berfungsi. Televisi itu terus menayangkan kejadian-kejadian mengilukan.

Pria itu memelintir tangan wanita itu ke belakang dengan kencang hingga tangannya berbunyi. Mereka melepaskan wanita itu dan membantingnya. Salah satu pria mengambil remot televisi dan memasukkannya ke dalam lubang wanita itu. Alisha yang menyaksikan tayangan itu sontak melihat ketakutan remot yang ada di tangannya, Alisha langsung melemparkan remot TV yang ia pegang itu ke lantai. Alisha nampak sangat ketakutan hingga membuat tubuhnya bergetar dan keringat yang bercucuran di sekujur tubuhnya.

Ketika Alisha sedang dilanda ketakutan karena menyaksikan tayangan mengerikan tadi dan tv yang mendadak mati, tiba-tiba sebuah botol yang entah darimana datangnya mengenai kepala Alisha.

"Argh! astagfirullahaladzim, siapa lagi yang ngelempar nih botol" ucap Alisha menatap sekelilingnya sembari memegangi kepalanya.

TV itu kembali menyala dan menayangkan satu adegan mengerikan lainnya. Seorang wanita yang tadi ia saksikan di televisi, kini tengah dipukuli dengan sebuah botol kaca. Wanita itu berteriak kesakitan, matanya terpejam, namun para laki-laki itu terus menampar pipi itu wanita itu hingga ia kembali sadar dan berteriak kesakitan karena dipukuli dan ditampar secara terus-menerus.

"Ya Allah ini adegan apa sih?, kok horor banget gini sih?, apa film kayak gini beneran tayang di televisi?, jika tidak, lalu apa yang aku saksikan ini" ucap Alisha menutup bibirnya dengan tangannya dengan ekspresi wajah sangat ketakutan dan tubuh gemetar.

"Ya Allah hentikan, aku mohon" ucap Alisha dengan wajah yang semakin pucat karena ketakutan menyaksikan tayangan yang ada di televisi kamarnya itu.

TV itu pun tiba-tiba mati, dan kembali menayangkan kartun Spongebob Squarepants yang tadi sedang ia tonton.

"Hah?, kok jadi kartun lagi?, perasaan tadi aku gak nyalain kaset DVD deh, terus tadi yang creepy itu apa?, aneh banget deh, apa itu cuma imajinasi aku aja?, akh tapi masa iya sih tadi itu cuma imajinasi aku aja, tapi mungkin juga sih, ya mungkin karena aku terlalu banyak nonton film zikopet sama film horor jadi bikin aku berimajinasi yang aneh-aneh, padahal sebenarnya itu gak ada apapun, hm, ya udah lah, pasti tadi itu emang halusinasi aku aja sih, buktinya itu di TV kartun kesukaan aku kan bukan adegan-adegan creepy?, akh emang otak aku aja nih gak bener, lagi korslet nih kayaknya otak aku, makanya jadi keluar adegan-adegan yang gak banget, bikin merinding, oke lah, mulai sekarang berarti aku harus kurangin nonton yang begituan, biar gak kebanyakan berhalusinasi" ucap Alisha pada dirinya sendiri.

"Tapi jujur, film kayak gitu tuh seru plis, akh tapi entar aku kumat lagi berhalusinasi yang menyeramkan kayak tadi, terus aku nonton apa dong?, hm bosen sih nonton kartun mulu, apa aku keluar aja kali ya?, mumpung masih pagi lah gak terlalu siang, masih bisa jogging lah, kurang olahraga juga kayaknya aku, kan katanya kalau kurang olahraga bisa bikin pikiran kita gak tenang, ya udah deh aku lari pagi aja dulu" ucap Alisha memakai sepatunya dan mematikan televisi.

Alisha menutup pintu kamarnya dan berlari kecil keluar rumah. Alisha mengunci pintu rumahnya serta menggembok pagar rumahnya. Alisha pun lari pagi mengelilingi komplek perumahan.

Ketika Alisha pergi, di dalam kamarnya nampak seorang wanita yang entah darimana masuknya, padahal semua pintu sudah dikunci oleh Alisha, begitupun dengan pagar rumahnya yang sudah ia gembok, wanita itu berwajah sangat pucat yang berdiri sembari tersenyum mengarah ke pintu dan menghilang secara tiba-tiba.

Ketika tengah berlari, Alisha dihampiri seorang wanita yang akhirnya mereka lari bersama mengelilingi komplek perumahan.

"Hai, aku Safaira Bechara panggil aja Ara" ucap seorang wanita yang menghampiri Alisha.

"Hai juga, aku Alisha Dhanureza, panggil aja Alisha" ucap Alisha tersenyum.

"Oh oke Al, aku boleh lari sama kamu gak?, ya biar ada teman ngobrol aja gitu" ucap Ara tersenyum.

"Boleh kok" ucap Alisha tersenyum.

Alisha dan Ara pun berlari bersama mengelilingi komplek. Beberapa saat kemudian beristirahat di taman dan membeli minuman.

"Kita istirahat dulu yuk disana" ucap Ara menunjuk sebuah taman.

"Ayok" ucap Alisha menganggukkan kepala.

"Kamu mau minum apa?, biar lu yang traktir" kata Ara tersenyum.

"Hm gak usah, aku beli sendiri aja" ucap Alisha.

"Gak apa-apa kok, kamu mau apa?" tanya Ara.

"Es teh aja deh" ucap Alisha tersenyum kecil menatap Ara.

"Oke" ucap Ara tersenyum.

"Bang, mau es teh dua ya" ucap Ara kepada penjual minuman yang berada di taman.

"Ini mbak" ucap penjual memberikan satu persatu es teh.

Ara memberikan gelas pertama untuk Alisha dan membayar minumannya.

"Thanks ya Ra" ucap Alisha tersenyum menatap Ara.

"Iya sama-sama" ucap Ara tersenyum.

"Oh iya, kamu tinggal dimana?, habis ini aku boleh gak mampir ke rumah kamu?, biar nanti kita bisa sering main keluar bareng" ucap Ara tersenyum.

"Boleh kok" ucap Alisha tersenyum.

"Oh iya, aku boleh minta nomor wa kamu gak?" tanya Ara.

"Boleh kok" ucap Alisha tersenyum dan menyebutkan nomor WhatsApp ia pada Ara.

Mereka saling tertawa satu sama lain seperti seseorang yang sudah kenal dalam waktu yang lama.

Terpopuler

Comments

Pink Blossom

Pink Blossom

Aku udh mampir ya kk🤗 semangat terus😘

2023-01-29

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!