Teror di Dalam Kamar Mandi

"Udah akh aku masuk, mau mandi dulu, tadi kelupaan belum mandi langsung tidur" kata Alisha.

"Oke" kata Ara.

"Oh iya nanti temenin gw ke apartemen ya, mau ngambil barang-barang" pinta Ara.

"Oke, nanti habis mandi kita langsung ke apartemen kamu aja" kata Alisha.

"Oke" kata Ara.

Alisha mengambil jubah mandinya dan handuk keramasnya.

Alisha menuangkan shampo ke tangannya dan menggosokkan ke rambutnya.

Alisha meraba sekelilingnya untuk menyalakan shower. Setelah shower menyala airnya terasa sangat panas hingga membuatnya teriak kesakitan.

"Aargghh!, panas banget" teriak Alisha yang langsung mematikan air shower itu dan mengguyur rambutnya dengan air yang ada di ember.

Ara yang mendengar teriakan Alisha dari dalam kamar mandi pun menghampirinya.

"Al, kamu kenapa?" tanya Ara mengetuk pintu kamar mandi.

"Air shower itu panas banget Ra" kata Alisha.

"Astagfirullahaladzim, pasti itu gangguan dari noni Belanda itu lagi deh" kata Ara pelan.

"Kamu ngomong apa Ra?, gak kedengaran" teriak Alisha dari dalam kamar mandi.

"Enggak kok Al bukan apa-apa" kata Ara.

Ketika membuka matanya perlahan botol shampoo miliknya seketika terbang ke arahnya hingga mengenai matanya.

"Aargghh!" teriak Alisha saat matanya terkena botol shampoo.

"Al kamu kenapa?" tanya Ara panik.

"Botol shampo ku terbang sendiri Ra, kena mataku" kata Alisha.

Alisha membuka perlahan matanya dan menatap cermin yang ada di dalam kamar mandinya. kedua matanya bengkak dan seketika mengalir deras darah segar.

"Argh!" teriak Alisha terkejut saat melihat darah segar mengalir dari kedua matanya.

"Al kamu kenapa?" tanya Ara panik.

"Ra mata aku dua-duanya keluar darah Ra, aku harus apa Ra?" tanya Alisha panik.

"Akh astagfirullahaladzim, benar-benar deh ya tuh setan satu" gerutu Ara.

"Ra aku harus apa Ra?, darahnya ngalir terus" kata Alisha.

"Kamu hafal ayat kursi gak Al?" tanya Ara.

"Iya Ra, hafal kok, tapi apa hubungannya Ra?" tanya Alisha.

"Ada hubungannya Al, itu semua hanya tipu daya syaitan, coba kamu baca ayat kursi deh Al" pinta Ara.

"Iya Ra" kata Alisha.

"HUFT!, ayok Al, semoga aja benar kata Ara, Allohu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa nauum, la Huu maa fis samawaati wa maa fil ardh, mann dzalladzii yasyfa’u ‘inda Huu, illa bi idznih, ya’lamu maa bayna aidiihim wa maa kholfahum, wa laa yuhiituuna bisyayim min ‘ilmi Hii illaa bi maa syaa’, wa si’a kursiyyuus samaawaati walardh, wa laa yauudlu Huu hifdzuhumaa, wa Huwal ‘aliyyul ‘adziiim" kata Alisha yang membacakan ayat kursi sesuai dengan perkataan Ara padanya.

"Tokk.. tokk, permisi" ketukan pintu terdengar dari luar rumah Alisha.

Ara yang menunggu di depan pintu kamar mandi Alisha pun menjadi tidak fokus karena ada suara ketukan pintu dari luar.

"Al, sebentar ya gw keluar dulu, depan rumah lu ada suara ketukan pintu tuh" kata Ara di depan pintu kamar mandi Alisha dan langsung berlari pergi.

"Ra jangan tinggalin gw dong" pinta Alisha.

Ara yang berlari pun tidak mendengar perkataan dari Alisha.

Perlahan darah itu seketika menghilang dan tidak ada bengkak sedikit pun di kedua matanya. Alisha pun dengan cepat menyelesaikan mandinya.

Ketika ia mengambil handuk mandi kimono miliknya yang berwarna biru keanehan terjadi lagi. Kimono yang semula berwarna biru terang berubah menjadi warna merah dan ketika ia sentuh kimono itu sangat basah seperti habis dipakai padahal ia belum menggunakannya sama sekali. Ketika Alisha menyentuh kimono miliknya itu, ada cairan berwarna merah menempel di tangannya.

"Lah kok merah sih?, ini apaan deh?, kok merah-merah?, tadi kan gw bawa dari rumah nih handuk warna biru kenapa jadi warna merah?, apa gw salah ngambil ya?, akh tapi masa iya sih?, persada tadi waktu gw gantungin disitu warna biru deh bukan merah, kok bisa berubah warna sih?, basah pula nih handuk, perasaan tadi kagak ke guyur air deh, kenapa jadi kuyup begini, tuh kan kuyup banget sampai pada ngalir ke lantai, tapi cairan apaan merah?, kimononya luntur?, akh masa luntur sih?, kalau luntur, gw beli mahal-mahal jelek banget deh masa luntur, akh gak bagus nih kualitasnya parah banget masa luntur dikasih harga mahal hm, eh kok bau amis ya?" tanya Alisha mengendus sekelilingnya.

"Perasaan gw belum menstruasi deh, kok bau amis ya?, apa gw barusan menstruasi?, tapi amis banget baunya, wait, itu menggumpal apaan?, darah?" tanya Alisha dengan wajah pucat melihat gumpalan darah di lantainya.

Alisha pun kembali memegang kimono miliknya yang basah kuyup dan mencium cairan merah yang ia pikir itu adalah lunturan kimono miliknya dengan tangan gemetar dan wajah pucat saking takutnya. Alisha mencium perlahan cairan yang menempel di tangannya. Setelah mencium aroma yang menempel di tangannya Alisha pun mengendus kimono miliknya.

"Hm, amis banget sumpah, jangan-jangan?, akh SHiA!, ternyata handuk gw yang bau amis, tapi kok baunya kayak amis darah sih?, ketempelan darah siapa deh?" tanya Alisha pada dirinya sendiri kebingungan.

"Wah!, udah gak benar ini mh, gw harus secepatnya keluar dari dalam kamar mandi ini" kata Alisha yang berusaha membuka pintu kamar mandinya.

"Ikh, kok pintunya susah dibuka sih?, Ra, Ra, bukain pintunya dong, gw ke kunci di dalam nih, pintunya gak bisa dibuka dari dalam Ra" kata Alisha menggedor-gedor pintu kamar mandi dari dalam.

"Oh iya, tadi kan Ara bilang dia mau keluar gara-gara ada suara ketukan pintu ya?, terus gimana caranya gw keluar dari dalam sini?" tanya Alisha panik.

Seketika barang-barang yang ada di dalam kamar mandi itu beterbangan ke atas, Alisha yang melihat pun semakin panik dan terus menggedor-gedor pintu sembari memanggil nama Ara.

"Ra bukain dong Ra, Ra bukain Ra, gw takut Ra, lu dimana Ra?, Ra cepetan dong bukain pintunya, Ara, Ra keluarin gw dari dalam sini Ra, Ara balik dong Ra, cepetan!, gw takut!" kata Alisha menggedor-gedor pintunya dari dalam sembari sesekali melihat ke belakangnya.

Ara yang sampai di depan mengecek siapa yang bertamu pun dibuat terkejut karena tidak ada satu orang pun yang bertamu dan Ara pun bergegas kembali ke atas menemui Alisha.

"Aneh!, kok gak ada orang ya?, terus tadi siapa yang ketuk pintunya?, jangan-jangan...?, akh gak beres ini mh, kenapa gw bisa sampai masuk ke tipu daya syaitan sih, Alisha?, Alisha sendirian di dalam kamar dan pintu kamar mandinya juga masih terkunci" kata Ara yang langsung berlari ke atas menemui Alisha yang tengah tak sadarkan diri tepat di belakang pintu kamar mandi.

Barang-barang yang beterbangan pun seketika melayang ke wajah Alisha yang membuatnya langsung tak sadarkan diri karena wajahnya terkena banyak barang yang ada di dalam kamar mandi itu.

Wajah Alisha terlihat memerah dan barang-barang itu jatuh menimpa tubuhnya yang tak sadarkan diri tepat bersandar di pintu kamar mandi.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!