Ketika Ara baru saja menutup matanya, terdengar suara benda jatuh yang entah darimana.
"Gedebug!" suara benda terjatuh yang entah berasal darimana.
"Astagfirullahaladzim, apaan itu tadi yang jatuh?" tanya Ara terkejut dan langsung terbangun dari tidurnya.
Ara pun keluar dari dalam kamarnya untuk memeriksa suara itu.
Ketika Ara melewati tangga ia kembali melihat kejadian yang dulu pernah ia lihat saat ia tinggal di rumah yang saat ini ditempati oleh Alisha.
"Oouah!, tadi aku ketiduran ya?, mana belum mandi lagi" ucap Alisha terbangun dari tidurnya sembari menguap karena masih mengantuk.
"Eh, Ara kemana?, kok gak ada sih?, apa dia keluar?" tanya Alisha yang langsung keluar dari dalam kamarnya mencari keberadaan Ara.
Seorang wanita yang hendak dilempar oleh beberapa pria ke bawah dari atas tangga. Pria itu mendorong wanita itu ke bawah dari atas tangga.
Alisha yang melihat sontak berteriak.
"Arkhhh!" teriak Alisha.
Ara yang mendengar suara Alisha sontak menengok ke belakang.
Namun saat wanita itu terjatuh seorang pria meletakkan kasur di bawahnya agar wanita itu tidak terjatuh, nampaknya beberapa pria itu hanya ingin mempermainkan mental wanita itu.
Alisha melihat ke bawah untuk memastikan.
"HUFT!, untung aja dia gak jatuh" ucap Alisha menghela nafasnya.
"Apa kamu bisa melihatnya?" tanya Ara menatap Alisha.
"Iya, kamu juga lihat kan?" tanya Alisha.
"Apa dia memang bisa melihat?, atau karena pengaruh hantu itu semata?" batin Ara bertanya-tanya.
Wanita yang jatuh diatas kasur itu kemudian dihampiri oleh beberapa pria yang langsung mengerubunginya dan menertawakannya.
"Bagaimana hm?, apa kamu menyukainya?" tanya salah satu pria menertawakan wanita itu.
"Apa dia mengerti bahasa Indonesia?" tanya salah satu pria dengan polosnya.
"Iya juga ya, wajahnya sangat cantik, dan kulitnya juga seputih salju, seperti bukan orang Indonesia" ucap pria yang tadi berbicara dengan bahasa Indonesia.
"Hey, where are you from?" tanya pria lain.
"I'm from Amsterdam, I'm here for a reason" kata wanita itu dengan suara lemah.
"Can you speak Indonesian language?" tanya pria lain.
"Iya, saya mengerti bahasa Indonesia, karena saya sudah mempelajarinya sebelum saya tinggal di Indonesia" kata wanita itu.
Para pria yang mendengar sontak tertawa.
"Ara, dia terluka, lihatlah tubuhnya mengeluarkan darah" kata Alisha menatap Ara dengan panik dan menunjuk ke arah wanita yang ada dibawahnya itu.
Ara hanya terdiam tidak merespon perkataan Alisha, karena ia tahu, jika wanita itu bukanlah manusia, melainkan hantu noni Belanda yang selama ini telah merenggut banyak nyawa manusia yang tidak bersalah, hanya karena dendamnya kepada para pria yang telah membunuhnya dengan kejam itu.
Para pria itu mencambuk wanita itu dan wanita itu pun mengerang kesakitan.
"Arkhhh!, Please stop it!" kata wanita itu kesakitan sembari menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakitnya.
Para pria itu sontak tertawa mendengar perkataan wanita itu dan menghentikan aksinya.
Para pria menggeret tubuh wanita itu membawanya pergi dan seketika menghilang seperti ditelan bumi.
"Lah kok tiba-tiba ilang sih?, cepet banget deh perginya" kata Alisha kebingungan melihat semua kejadian yang ada di depan matanya itu.
"Al" panggil Ara.
"Iya Ra" kata Alisha.
"Lupakan, abaikan saja wanita itu, jangan terlalu hanyut dalam perasaan bingung mu itu" kata Ara.
"Tapi Ra, dia kasian" kata Alisha.
"Ra, aku lebih kasian sama kamu, apa kamu lebih peduli dengan wanita itu daripada nyawa kita sendiri?" tanya Ara.
"Apa maksudmu?" tanya Alisha.
"Al, dia itu bukan manusia" kata Ara keceplosan.
"Bukan manusia kamu bilang?, terus dia siapa Ra?" tanya Alisha.
"Al, dia itu hantu, hantu yang telah merenggut banyak nyawa di dalam rumah ini, sadar Al, sadar Al, jangan sampai hanyut terbawa suasana, jika kamu terlalu hanyut terbawa suasana, aku takut, jika sesuatu yang buruk akan menimpa kita nantinya, stop Al, aku mohon, kendalikan diri kamu, semua kejadian yang kamu lihat itu gak nyata, itu semua hanya kejadian di masa lalu yang menimpa wanita itu" kata Ara.
"Tapi Ra, kita harus menolong wanita itu, agar ia bisa kembali dengan tenang ke alamnya dan tidak membunuh banyak nyawa yang tidak bersalah, aku yakin kok, kalau sebenarnya wanita itu baik, aku yakin sebenarnya ia hanya ingin meminta pertolongan pada penghuni baru di rumah ini, hanya saja dengan cara yang salah, Ra, aku mohon bantuin aku untuk nolongin wanita itu agar ia bisa kembali dengan tenang ke alam barunya" pinta Alisha berlinang air mata.
"Apa kamu yakin?" tanya Ara.
"Iya Ra, aku yakin, aku yakin kalau sebenarnya dia gak jahat, hanya karena caranya salah bukan berarti dia jahat, apa kamu tidak melihat ekspresi wanita itu, dia terlihat sangat baik, Ra, sejahat-jahatnya manusia dia masih punya hati nurani, dan aku yakin dia pasti masih punya hati nurani walaupun dia bukan manusia" kata Alisha.
"Kamu mengatakan tadi kalau sejahat-jahatnya manusia dia pasti masih punya hati nurani kan?, lantas mengapa kamu pergi dari rumah mu itu hanya karena perlakuan orangtua mu?, kamu mengatakan hanya karena caranya salah bukan berarti dia jahat, lantas mengapa kamu berfikir jika kedua orangtua mu itu jahat?" tanya Ara.
"Ara, ini bukan waktu yang tepat untuk membahas hal itu, yang terpenting sekarang kita harus menolong wanita itu" kata Alisha.
"Menolongnya?, menolong arwah gentayangan?, bagaimana caranya Alisha?, apa kamu tahu bagaimana cara untuk menolongnya?" tanya Ara.
"Aku juga tida tahu Ra, tapi kita harus cari tahu lebih jauh lagi tentang wanita itu, agar kita bisa menolongnya" kata Alisha.
"Jadi maksud kamu itu kita harus menyaksikan semua kejadian yang ia perlihatkan itu?, iya Al?" tanya Ara.
"Iya Ra, kalau kita terus menyaksikan segala kejadian yang menimpanya, kita akan tahu awal mulanya, kita akan tahu mereka mengubur jasad wanita itu dimana, jika kita tahu, kita bisa menggali tempat itu dan memakamkan wanita itu secara layak, dia berhak dimakamkan secara layak Ra, kita harus menolongnya, dengan cara terus menyaksikan segala kejadian yang ia perlihatkan kita itu, aku yakin, jika itu semua akan menuntun kita ke tempat dimana tubuhnya berada, aku yakin, niat baik akan berbuah baik, aku yakin dia tahu kalau niat kita baik ingin menolongnya, dan aku yakin dia tidak akan menyakiti kita, percaya sama aku Ra" kata Alisha.
"Hm, oke lah jika itu kemauan mu, aku akan selalu membantu mu, walaupun hal itu sebenarnya bertentangan dengan pemikiran ku, tapi tak apa" kata Ara tersenyum.
"Makasih ya Ra" kata Alisha tersenyum dan langsung memeluk Ara.
"Sama-sama Al" kata Ara tersenyum dan memeluk Alisha.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments