Mulai Latihan.

"Pelan-pelan Nis makannya, nanti keselek." Ujar Tika mengingatkan Nisa yang memakan rujak terburu-buru.

Nisa nyengir kuda menampakkan deretan gigi putihnya." Enak Tika, kalau nggak cepet entar keburu habis." Cicit Nisa kembali mengunya irisan kedondong.

Tika geleng-geleng kepala, sedangkan Santi dan Jesica hanya tersenyum.

"Nggak gitu juga kali Nis, kendondong nya masih banyak no." Tunjuk Tika ke arah keranjang yang sebagian berisis buah kedondong yang sudah tua.

Reflek mata Nisa melihat ke arah yang di tunjuk oleh Tika." Hhheee,, ternyata masih banyak. Jes nanti Aku minta ya buat di bawah pulang." Ujar Nisa dengan wajah memelas.

Jesika manggut-manggut." Iya Nis, ambil saja. Di kebun paman ku lagi panen kedondong, makanya Aku bawaknya banyak, biar sekalian kalian bisa bawak pulang." Jelas Jesica.

" Iya Jes, makasih ya." Jawab mereka kompak.

Acara merujak pun terus berlanjut, terkadang terdengar gelak tawa mereka yang sedang bercanda ataupun bercerita ria tentang banyak hal.

Mereka baru saja selesai membereskan bekas mereka merujak, dan mencuci peralatan yang tadi mereka gunakan." Jes Aku pulang dulu ya, Aku harus bantu kakak beres-beres rumah." Pamit Nisa.

"Iya Nis, lain kali kita ngumpul-ngumpul lagi ya." Ujar jesica.

Nisa, Santi dan Tika manggut-manggut.

Mereka pun bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing.

" Oh iya Jes, makasih udah ngasi kita buah kedondong." Ujar Nisa lagi degan menenteng kresek yang berisi buah kedondong, Tika dan Santi juga sudah menenteng kresek kedondong mereka masing-masing di tangannya.

" Iya sama-sama, santay saja." Balas Jesica.

"Ya sudah, Kami pulang dulu. Bye bye." Ujar mereka berlenggang meninggalkan Jesica yang berdiri di teras rumah mengantar mereka pulang.

"Sampai jumpa lagi gays." Teriak Jesica.

Nisa Dan teman-temannya berjalan meninggalkan kediaman Jesica. Saat melewati pos penjaga tak lupa mereka menyapa pak satpam yang tengah membukakan pintu untuk mereka.

Kini Nisa sudah sampai di rumahnya, ia langsung masuk ke dapur untuk meletakkan buah kedondong yang ia bawa ke atas meja.

Lalu bersiap untuk melakukan tugas rumah yang biasa di kerjakan olehnya.

*

*

*

Malam semakin larut, sedangkan Nisa masih setia dengan buah kedondong di tangannya. Ya Nisa kini tengah memakan buah kedondong layaknya buah apel. Mengigit seperti tiada rasa asam sama sekali.

Setelah menghabiskan satu buah kedondong ukuran besar, Nisa akhirnya berhenti mengunya, karena dirinya takut akan menyebabkan sakit perut jika ia terus memakan buah kedondong.

Malam ini Nisa lebih cepat masuk ke kamar, dan beralasan ingin lebih lama belajar, namun nyatanya ia malah memakan buah berasakan asam dan bukan belajar lebih lama seperti yang ia katakan kepada orangtuanya.

Setelah puas makan kedondong yang terasa asam, Nisa beralih duduk ke kursi yang tersedia di sisi meja belajarnya. Ia akan memulai belajar.

*

*

*

Setelah pulang dari sekolah, Nisa sudah nampak sudah siap dengan setelan celana olahraganya. Nisa kini tengah duduk di teras rumahnya, Ia tengah menunggu Tina menjemputnya untuk berangkat latihan silat bersama.

Karena masih anak baru, dan belum memiliki seragam. Maka mereka di perbolehkan memakai seragam olahraga ataupun trening terlebih dahulu atau pakaian bebas pantas.

Sudah lima belas menit Nisa menunggu, namun Tina belum juga menunjukkan batang hidung nya.

" Kemana Tina ya, kok belum datang?, jangan-jangan tersesat lagi." Gumam Nisa khawatir, pasalnya Tina belum pernah sama sekali ke rumah nya.

Tadi saat di sekolah pun Tina hanya meminta penjelasan dena nya saja. Tidak langsung ikut mampir ke rumahnya.

Nisa jalan mondar mandir menunggu kedatangan Tina yang belum datang juga. Ia khawatir, namun tak lama ia mendengar suara klakson di depan pagar rumah nya.

Tiiiinnn,,,,

Sontak Nisa melihat ke arah pagar rumahnya, nampak Tina sedang berdiri menyangga motornya yang masih menyala.

"Nisa cepetan berangkat, keburu telat." Ujar Tina yang berada di luar pagar.

"Iya tunggu, Aku pamit sama kakak dulu." Teriak Nisa kuat, karena jarak mereka masih jauh di tambah suara motor Tina yang masih menyala.

Nisa langsung berjalan lebar memasuki rumah menuju kamar kakaknya yang berada di ujung bersebelahan dengan dapur.

Setelah mendapat izin Nisa segera keluar menghampiri Tina yang sedang menunggunya di motor. Tentunya menutup pintu terlebih dahulu.

"Ayo Tin berangkat." Ajak Nisa, dan mendapat anggukan dari Tina.

Tina kembali menghidupkan mesin motor dengan Nisa duduk di belakangnya.

Mereka mengendarai motor dengan kecepatan sedang, melewati rumah penduduk yang berjejeran di pinggir jalan.

Gelak tawa sesekali terdengar menemani perjalanan mereka menuju rumah sekolah untuk latihan silat.

"Kamu tadi kesasar nggak nyari rumah Aku." Ujar Nisa di sela perjalanan mereka.

"Nggak, cuma hampir saja. Sebelum masuk ke jalan menuju rumah kamu Aku sempat nanya sama Ibu-ibu yang sedang duduk di warung. Aku ragu."

"Karena jalan ke rumah kamu bercabang dua, dan Aku lupa, belok ke kiri atau ke kanan." Jelas Tina.

"Oohhh,, untung Kamu nanya. Kalau nggak bisa di pastikan Aku nunggu kamu sampai malam." Cicit Nisa.

"Ya iyalah, Aku gitu lo. Anak yang pintar." Ujar Tina membanggakan diri nya.

Tak terasa kini mereka sudah sampai di depan gerbang, banyak anak-anak yang lain yang melewati mereka. Nampak juga di dalam sana sudah ada yang datang lebih duluan, terlihat juga ada Dia dan Ayu yang sudah menunggu mereka berdua.

Tina memarkirkan motornya bersama motor anak-anak yang lainnya, setelah memarkirkan motor Tina ikut bergabung sedangkan Nisa sudah bergabung lebih dulu. Karena Tina harus memarkirkan motornya lebih dulu.

Setelah menunggu sekitar sepulu menit, akhirnya latihan segera di mulai. Karena sang pelatih baru saja mengintruksi agar berkumpul membentuk barisan agar melakukan pemanasan terlebih dahulu.

Tujuannya agar tubuh lebih rileks dan terhindar dari cidera otot.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!