Kerasukan Setan Apa.

"Gays, kata si Keyla besok sudah mulai latihan silat. Kita pada datang nggak?, gue takut kalau sendirian." Kata Tina, kini mereka tengah mngobrol di teras sekolah.

Ayu dan Dia nampak sedang berfikir." Kalau Aku si maunya dateng, tapi belum tau berangkat nya sama siapa. kalau bawak motor sendiri pasti nggak di bolehin. latihannya di sekolah kan?. " Tanya Nisa.

" Iya Nis di sekolah, atau nggak Kamu berangkatnya bareng Aku saja. Tapi Kamu yaaa gitulah." Jelas Tina dengan memainkan jarinya.

Ayu dan Dia membenarkan." Iya, iya Aku bareng Kamu, kira-kira Aku nolongnya berapa?." Tanya Nisa mengerti maksud kode dari Tina yaitu membantu membeli bensin motor.

"Seikhalas Kamu saja Nis, yang penting kita sama-sama bisa berangkat latihan." Jawab Tina.

Nisa menarik sudut bibirnya dan manggut-manggut." Oh ya Yu, Kamu bagaima?, Kamu di anter sama siapa." Tanya Nisa, karena setau mereka Ayu tidak bisa mengendarai sepeda motor.

Ayu memasukkan keripik ubi pedas manis ke dalam mulut nya, Ayu tampak sedang berfikir." Iya ya, Aku nanti berangkatnya bagaimana?." Ucap Ayu balik bertanya.

"Minta anter sama kakak laki-laki ku saja de, kita latihankan di luar jam sekolah. Dan Kakak ku juga sudah pulang sekolah" Kata Ayu kemudian.

"Memangnya Kakak kamu masih sekolah Yu? ." Tanya Nisa kepo." Kelas berapa?." Sambung Nisa.

Ayu melihat ke arah Nisa." Kakak ku sekarang kelas tiga sekolah menengah atas." Kata Ayu.

"Oh, berarti satu sekolahan sama kakak Aku. Tapi kok Kamu nggak pernah bareng Kakak kamu berangkat sekolah?, selalu di anter sama ibu Kamu." Nisa benar-benar kepo.

" Iya, Kakak ku berangkat nya sama temannya, dan temannya itu nggak punya kendaraan, jadinya di biarin sama ibu Aku. Kata ibu nggak apa-apa, hitung-hitung meringankan beban orang lain."

Nisa, Tina, dan Dia manggut-mangut mengerti.

"Kakak Kamu ganteng nggak Yu?." Tanya Dia tiba-tiba dengan genitnya.

"Ganteng lah, Adek nya saja cantik, apalagi Kakaknya." Jawab Ayu dengan percaya dirinya.

"Tumben Kamu Dia nanya cowok." Nisa menimpali, karena setaunya Dia tidak pernah membahas tentang laki-laki.

"Iya Kamu Dia, kerasukan setan apa?, Nggak biasanya." Sambung Tina dengan senyum mengejek.

Dia nampak tidak terima dirinya dikatakan kerasukan setan." Apa'an kalian memangnya tidak boleh!, Aku kan normal. Memangnya kayak situ tu yang setiap hari ngebahas laki-laki melulu." Sindir Dia dengan muka masam.

"Emang Kamu mau yu punya Kakak ipar nenek sihir kayak si Dia itu.?" Tanya Tina pada Ayu yang duduk di samping nya sedangkan Dia di sebelah Ayu.

Ayu diam tak menjawab pertanyaan Tina. Karena ia merasa hawa panas berada di antara kedua temannya yang selalu bak tikus dan kucing.

"Ye Aku beda sama Kamu Tin, Aku cuma nanya. Siapa tau bisa temenan sama Kakak nya Ayu. Nggak kayak Kamu umur masih bau kencur tapi udah mikirin jadi istri. Otaknya di pinjem ke mana itu!." Balas Dia tak mau kalah.

"Biarin, suka-suka Aku dong. Kita lihat saja nanti pasti calon suamiku nembak Aku dan segera melamar Aku jadi istrinya." Khayal Tina.

"Jangan mimpi terlalu tinggi, nanti jatuh baru tau rasa."

Dia dan Tina terus-terusan saling adu mulut.

Nisa geleng-geleng kepala melihat keduanya."Sudah yuk Yu, kita masuk kelas saja." Nisa mengandeng tangan Ayu meninggalkan mereka berdua yang masih saling mengejek dan perang muka masam. Semasam jeruk nipis.

Mereka berdua saling melempar pandangan, dan berlalu menyusul Nisa dan Ayu yang sudah lebih dulu masuk ke dalam kelas.

*

*

*

"Ayu latihan silat nya jam berapa ya?." Tanya Nisa pada Ayu yang berada di samping nya.

" Jam tiga sore Nis." Ujar Ayu yang sedang mengoles bedak tabur di wajahnya yang ia masukkan ke dalam secarik kertas yang di bawak dari rumah. Tentunya tampa sepengatahuan Ibu nya.

Nisa melihat ke arah Ayu yang sudah nampak terlihat lebih cantik dengan bedak tipis di wajahnya." Ya ampun rempong amat, pakai bawak bedak ke sekolah segala." Cicit Nisa.

Ayu melihat sebentar ke arah Nisa lalu kembali memperhatikan wajahnya di cermin yang ia pegang. Apakah bedaknya sudah rata atau belum.

" Kamu ini Nis, cewek itu memang begitu. Penampilan memang menjadi nomor satu, Kamu seharusnya belajar dari Aku bagaiman cara berdandan yang benar, agar aura cewek mu keluar jangan kayak aura cowok melulu. Ini kalau kamu mau." Jelas Ayu panjang lebar serta tangan yang mengulurkan bendak nya ke hadapan Nisa.

Tangan Nisa bergerak menghadang bendak yang disodorkan Ayu pada nya." Nggak Yu, makasih. Tadi di rumah Aku sudah pakek."Tolak Nisa.

"Mana, orang nggak ada lagi. Lihat itu muka mu sudah kayak baju kelamaan di jemur. Kusam banget." Tutur Ayu cerewet.

Nisa kembali menggeleng." Nggak mau yu, Kamu saja yang pakai." Nisa kekeh dengan pendiriannya.

" Ya ampun Nisa, mau di bikin cantik saja susah amat. Kamu mau jadi jomblo abadi?."

Dia dan Tina yang mendengar kebisingan mereka pun menoleh kebelakang.

"Apa'an si kalian berdua, kayak Ibu-ibu yang lagi arisan saja. Berisik tau nggak." Omel Tina yang merasa tergangu aktivitasnya yang sedang mengerjakan tugas dari guru sebelum meninggalkan kelas.

"Iya Kamu berdua berisik banget." Sambung Dia.

Nisa dan Ayu sontak melihat ke depan.

Ayu menarik kembali tangannya." Ya sudah kalau nggak mau, Aku juga nggak maksa." Balas Ayu padahal tadi ia sempat memaksa Nisa.

*************

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!