20. Desa Sebelah

Raina menoleh menatap ke segala arah menatap jalanan yang belum pernah Raina lewati seumur hidupnya.

Raina kembali menatap Saoda yang masih melangkah melewati jalanan kecil yang di hampit oleh pohon-pohon besar. Sesekali Raina terjatuh saat tanpa disengaja kakinya tersandung oleh batang pohon yang menghalangi langkahnya.

Raina memeluk tubuhnya yang begitu kedinginan ditambah suara hewan-hewan seperti anjing, burung hantu dan beberapa hewan lainnya yang bersahutan bergantian membuat Raina takut.

Raina menghentikan langkahnya menatap Saoda yang terlihat melintasi sungai yang airnya mengalir begitu jernih dan tenang. Seketika Raina kembali terheran pasalnya sungai ini adalah sungai yang membatasi desa tempat tinggal Raina dan desa sebelah yang konon katanya desa ini adalah desa yang memiliki banyak ilmu hitam.

Raina tak mengerti mengapa Saoda pergi ke tempat itu dan apa tujuan yang membawanya ke sana dengan kantong hitam dan satu ekor ayam berbulu hitam.

Raina menoleh ke kiri dan kanan sebelum ia menginjakkan kakinya satu persatu melewati beberapa batu lapang untuk melewati sungai yang masih tenang ini. Apa sungai ini memiliki buaya? Bahkan Raina hanya memikirkan semoga ia tak ketinggalan jejak Saoda yang sudah agak jauh.

Bruak

Raina terjatuh ke rerumputan basah setelah ia memutuskan untuk melompat ke pinggir sungai. Ia bangkit dan mengusap dadanya sejenak yang terasa sesak dan basah.

Ia mendongak menatap Saoda yang sudah tak terlihat lagi membuat Raina berlari berusaha untuk mencari sosok Saoda. Entah kemana dia pergi.

Raina berlari kecil ke belakang pohon yang tidak tidak terlalu besar saat ia melihat dari kejauhan sosok Saoda yang kini terlihat berdiri di depan sebuah rumah kayu tua.

Saoda menoleh ke kiri dan kanan dengan wajah yang terlihat memantau situasi sekitar rumah membuat Raina dengan cepat menyembuyikan tubuhnya di balik pohon berusaha untuk bersembunyi.

Tak berselang lama Raina kembali mengintip menatap Saoda yang terlihat melangkah mendekati rumah dan mengetuknya sambil sesekali kepalanya menoleh ke kiri dan kanan menatap ke sekitarnya seakan takut ada orang yang akan melihat.

"Mau apa Indo ke situ?" bisik Raina pada dirinya sendiri.

Tak berselang lama pintu rumah tua itu terbuka memperlihatkan sosok pria tua berpakaian serba hitam yang sedang membuka pintu. Mereka terlihat sedang berbicara namun, tak bisa Raina dengar karena jaraknya yang terlalu jauh dari Raina.

Pria tua itu melangkah masuk ke dalam rumah membuat Saoda menoleh ke kiri dan kanan berusaha untuk memastikan tidak ada orang yang melihatnya hingga ia memutuskan untuk masuk ke dalam dan berakhir pada pintu yang kini tertutup dengan rapat.

Raina mengernyit heran. Entah ada hubungan apa Saoda pada pria tua itu dan untuk apa ayam serta mengangapa Saoda datang di jam tengah malam begini. Yah, itu semua yang kini sedang memenuhi pikiran Raina.

Raina duduk sejenak sembari pikirannya yang berusaha untuk menerka-nerka apa yang terjadi di dalam sana.

Raina menggeleng pelan, ini tak boleh dibiarkan. Raina harus tahu apa yang mereka lakukan di dalam sana dan apa tujuan Saoda datang ke rumah ini lalu menemui pria tua itu.

Raina menoleh ke kiri dan kanan berusaha untuk memastikan tak ada orang di tempat ini yang melihatnya. Setelah merasa aman Raina kemudian melangkahkan kakinya dengan pelan mendekati rumah tua itu dan menyandarkan tubuhnya tepat di samping jendela yang tertutup rapat.

Raina mengintip di celah kecil yang ada di jendela yang telah rapuh di makan oleh panas dan hujan. Dari sini Raina bisa melihat sosok Saoda yang duduk di depan sesaji dan sebuah wadah berisi bara api yang menyala-nyala.

Apa dia seorang dukun? Yah, ini yang muncul setelah Raina melihat sesaji itu ditambah saat ia melihat pria tua berbaju hitam itu menaburkan kemenyan yang menyengat baunya, itu bisa Raina cium bahkan disaat ia berada di luar rumah.

"Berapa orang yang sudah kau jadikan mangsa untuk membalaskan dendam kau yang sudah lama ini pada musuh kau?" tanya pria itu membuat Raina mengernyit heran. Musuh apa yang pria tua itu katakan.

Raina berpikir sejenak, bahkan ia tak tahu jika Saoda punya musuh. Keluar rumah saja ia jarang lalu bagaimana bisa ia punya musuh.

"Ampun Puang. Aku sudah membunuh sepuluh orang."

Raina menutup mulutnya dengan kedua matanya yang membulat kaget. Sepuluh orang? Sebanyak itu?

"Sebutkan salah satunya!"

"Istri dan anak dari Puang Edi, Indo dari kepala desa, Bayang dan Puang Bakri," sebutnya.

Raina begitu tak menyangka setelah mendengarnya, jadi benar kematian orang-orang yang Raina kenal itu semuanya adalah ulah dari Saoda, Neneknya sendiri yang telah membesarkannya selama ini.

Yang lebih membuat Raina kaget sekaligus sedih adalah kematian Nenek Bayang yang merupakan Nenek dari Erni yang merupakan sahabatnya sendiri yang mengakibatkan Erni kini tinggal sendiri dan hidup sendiri. Raina tak meyangka jika kesedihan Erni semua berasal dari Saoda.

Sebenarnya apa alasan Saoda melakukan hal ini semua? Apa salah mereka?

"Aku mengucapkan banyak terima kasih karena telah memberikan saya ilmu hitam untuk menjadi Parakang, Puang Sampe."

Pria bernama Puang Sampe itu tersenyum sinis lalu mengangguk pelan.

"Kau sudah tahu kan apa akibatnya jika kau sudah menjelma dan mengikuti ilmu Parakang ini?"

"Iya, Puang," jawabnya sambil mengangguk dan kemudian ia tertunduk seakan tak berani untuk menatap kedua mata Puang Sampe.

"Sekali kau menjadi Parakang maka tetap menjadi Parakang. Kau bisa saja lepas dan berhenti menjadi Parakang, tapi itu tidak mudah."

"Kau ingat! Jika kau mati dan musuh-musuh kau yang telah kau tuliskan namanya di atas kertas belum mati semua maka salah satu keturunan kau harus melakukannya dan melanjutkan tugas kau yang telah tertunda."

Saoda mengangguk.

"Apa kau sudah punya pengganti dan menyiapkan orang yang berasal dari keturunan kau untuk menggantikan kau nantinya?"

Saoda mengangguk walau ia terlihat ragu membuat Raina mengernyit bingung.

"Siapa calon pengganti kau itu?"

"Dia adalah cucu aku, Puang. Namanya Raina," jawab Saoda.

Bagai disambar petir setelah Raina mendegarnya. Apa yang Saoda katakan? Apa ini nyata atau Raina yang salah dengar? Bagaimana mungkin dengan teganya Saoda menjadikannya calon Parakang, jika nantinya Saoda tiada sementara musuh-musuh Saoda belum tiada.

"Apa cucu kau tahu semuanya?"

"Tidak, Puang. Cucu aku belum tahu ini semua bahkan dia juga tidak tahu kalau aku adalah sosok jadi-jadian bernama Parakang itu."

"Tapi aku yakin, Puang kalau aku bisa membalaskan dendam aku kepada semua musuhku sampai aku mati nantinya."

"Sisa berapa musuh kau itu?"

"Sisa satu, Puang."

"Siapa orangnya?"

Episodes
1 1. Datangnya Parakang
2 2. Datangnya Parakang part 2
3 3. Raina
4 4. Terulang Kembali
5 5. Mencaritahu
6 6. Rencana
7 7. Lalai
8 8. Bukan Parakang?
9 9. Curiga
10 10. Kembali Mencaritahu
11 11. Kemana Perginya Dia?
12 12. Dia Parakang
13 13. Kembali
14 14. Buka Pintu!
15 15. Luka
16 16. Kematian Puang Bakri
17 17. Pertanyaan
18 18. Ayam Hitam
19 19. Mengikuti
20 20. Desa Sebelah
21 21. Erni
22 22. Pulang
23 23. Keputusan
24 24. Bantu
25 25. Dia Datang
26 26. Tolong!!!
27 27. Erni Atau Saoda
28 28. Membujuk
29 29. Kedatangan Puang Edi
30 30. Keluar!
31 31. Perdebatan
32 32. Pertanyaan.
33 33. Masuk!!!
34 34. Menemukan
35 35. Lari!!!
36 36. Mencoba Menyelamatkan
37 37. Rintangan
38 38. Tengah Hutan
39 39. Teriakan
40 40. Sadar
41 41. Tali
42 42. Sapu Lidi
43 43. Pukulan
44 44. Bakar Raina?
45 45. Pergi!!!
46 46. Kisah Lalu
47 47. Anak Laki-laki Yang Menyebalkan
48 48. Makan Malam
49 49. Rembulan Malam
50 50. Parakang Kisah Nyata
51 51. Pulang
52 52. Apakah Parakang Itu Ada?
53 53. Kelahiran
54 54. Keong Tumis
55 55. Makan bersama.
56 56. Kematian Bayi Ria
57 57. Fitnah
58 58. Lemparan
59 59. Perkelahian
60 60. Lemparan Batu
61 61. Bakar
62 62. Pedih
63 63. Balas Dendam
64 64. Bunga Kamboja
65 65. Pulang Ke Rumah
66 66. Kehidupan Baru
67 67. Sarung
68 68. Tidur Di Dalam kesunyian
69 69. Mencuci Pakaian
70 70. Saoda Yang Melakukannya?
71 71. Saoda Yang Melakukannya
72 72. Saoda Yang Berubah
73 73. Nama Kerbau
74 74. Pulang
75 75. Kembali Bermimpi
76 76. Melihat Pelaku
77 77. Pinsan
78 78. Sebuah Rasa
79 79. Gadis yang Tuo suka
80 80. Pernikahan
81 81. Hari Yang Baik
82 82. Nyaris Ketahuan
83 83. Susana Yang Begitu Indah
84 84. Kasih Sayang
85 86. Bahri
86 87. Kotor
87 88. Kemana Saoda?
88 89. Kembali
89 90. Bingung
90 91. Tergiang Kejadian
91 92. Mimpi Yang Menyatu
92 93. Menenangkan Diri
93 94. Pernikahan Bahri
94 95. Tawaran
95 96. Tuo Ternyata....
96 97. Kabar Mengenai Parakang
97 98. Bagaimana Jika Aku adalah Parakang?
98 99. Penjelasan Tuo
99 100. Mual
100 101. Mangga Muda
101 102. Malam Jumat
102 103. Jalan Menuju Rumah Puang Banga.
103 104. Kejaran Anjing
104 105. Hutan Belantara
105 106. Jalan Dan Puang Banga
106 107. Membatalkan
107 108. Pulang
108 109. Alasan Saoda
109 Pengumuman
Episodes

Updated 109 Episodes

1
1. Datangnya Parakang
2
2. Datangnya Parakang part 2
3
3. Raina
4
4. Terulang Kembali
5
5. Mencaritahu
6
6. Rencana
7
7. Lalai
8
8. Bukan Parakang?
9
9. Curiga
10
10. Kembali Mencaritahu
11
11. Kemana Perginya Dia?
12
12. Dia Parakang
13
13. Kembali
14
14. Buka Pintu!
15
15. Luka
16
16. Kematian Puang Bakri
17
17. Pertanyaan
18
18. Ayam Hitam
19
19. Mengikuti
20
20. Desa Sebelah
21
21. Erni
22
22. Pulang
23
23. Keputusan
24
24. Bantu
25
25. Dia Datang
26
26. Tolong!!!
27
27. Erni Atau Saoda
28
28. Membujuk
29
29. Kedatangan Puang Edi
30
30. Keluar!
31
31. Perdebatan
32
32. Pertanyaan.
33
33. Masuk!!!
34
34. Menemukan
35
35. Lari!!!
36
36. Mencoba Menyelamatkan
37
37. Rintangan
38
38. Tengah Hutan
39
39. Teriakan
40
40. Sadar
41
41. Tali
42
42. Sapu Lidi
43
43. Pukulan
44
44. Bakar Raina?
45
45. Pergi!!!
46
46. Kisah Lalu
47
47. Anak Laki-laki Yang Menyebalkan
48
48. Makan Malam
49
49. Rembulan Malam
50
50. Parakang Kisah Nyata
51
51. Pulang
52
52. Apakah Parakang Itu Ada?
53
53. Kelahiran
54
54. Keong Tumis
55
55. Makan bersama.
56
56. Kematian Bayi Ria
57
57. Fitnah
58
58. Lemparan
59
59. Perkelahian
60
60. Lemparan Batu
61
61. Bakar
62
62. Pedih
63
63. Balas Dendam
64
64. Bunga Kamboja
65
65. Pulang Ke Rumah
66
66. Kehidupan Baru
67
67. Sarung
68
68. Tidur Di Dalam kesunyian
69
69. Mencuci Pakaian
70
70. Saoda Yang Melakukannya?
71
71. Saoda Yang Melakukannya
72
72. Saoda Yang Berubah
73
73. Nama Kerbau
74
74. Pulang
75
75. Kembali Bermimpi
76
76. Melihat Pelaku
77
77. Pinsan
78
78. Sebuah Rasa
79
79. Gadis yang Tuo suka
80
80. Pernikahan
81
81. Hari Yang Baik
82
82. Nyaris Ketahuan
83
83. Susana Yang Begitu Indah
84
84. Kasih Sayang
85
86. Bahri
86
87. Kotor
87
88. Kemana Saoda?
88
89. Kembali
89
90. Bingung
90
91. Tergiang Kejadian
91
92. Mimpi Yang Menyatu
92
93. Menenangkan Diri
93
94. Pernikahan Bahri
94
95. Tawaran
95
96. Tuo Ternyata....
96
97. Kabar Mengenai Parakang
97
98. Bagaimana Jika Aku adalah Parakang?
98
99. Penjelasan Tuo
99
100. Mual
100
101. Mangga Muda
101
102. Malam Jumat
102
103. Jalan Menuju Rumah Puang Banga.
103
104. Kejaran Anjing
104
105. Hutan Belantara
105
106. Jalan Dan Puang Banga
106
107. Membatalkan
107
108. Pulang
108
109. Alasan Saoda
109
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!