15. Luka

Cahaya matahari nampak malu-malu untuk menerbitkan sinarnya di pagi hari yang cerah ini. Suara kicauan burung-burung terdengar seiring terbangnya dari ranting ke ranting.

Sinar matahari yang menebus celah papan yang mengeropos itu mengenai kelopak mata Raina yang masih tertidur di atas kasurnya. Dahi Raina mengkerut saat ia merasakan silau membuat tidurnya terganggu.

"Hah!!!" teriak Raina yang tiba-tiba bangkit dan duduk dari kasurnya.

Kedua matanya membulat dengan nafas yang terengah-engah serta detak jantungnya yang berdetak sangat cepat. Kejadian semalam masih membekas di benak Raina.

Raina memegang kepalanya dan mengusapnya dengan perlahan. Raina menoleh menatap ke sekeliling kamarnya yang begitu sangat sunyi

"Aaaaaw!!!" ringis Raina saat ia menggerakkan kakinya yang berniat untuk melangakahkan kakinya turun dari ranjang.

Rasanya ada yang berdenyut di telapak kakinya dan terasa sakit seakan di tusuk-tusuk berulangkali. Raina yang masih meringis itu menarik kakinya lalu menoleh menatap telapak kakinya yang penuh dengan duri bahkan telapak kakinya terdapat bercak darah yang telah mengering.

Yah, Raina kini sadar jika saat ia berlari mungkin ia menginjak duri dan tidak menyadarinya karena rasa takutnya lebih tinggi dari rasa sakit. Raina merabah permukaan betisnya yang terlihat terluka karena goresan rating pohon saat ia berlari meninggalkan hutan.

Raina mengangkat kedua tangannya dan mendapati telapak tangannya yang terlihat terluka dan membiru bahkan ada bercak darah di sana. Raina tak menyangka jika saat ia berlari ternyata ia mendapati banyak luka di tubuhnya.

Raina menghela nafas berat hingga kedua matanya menoleh menatap ke arah pintu kamar setelah mendengar suara kesibukan dapur, sepertinya Saoda sedang memasak di sana.

Raina melipat bibirnya berusaha untuk tidak meringis saat ia mencoba untuk menurunkan kedua kakinya dari ranjang.

"Aaaaaw!!!"

Raina meringis, ia menggenggam sprei kasurnya dengan erat saat ia mencoba untuk berdiri. Saat kedua kakinya rapat ke papan seketika juga Raina bisa merasakan sakit pada telapak kakinya yang berdenyut tanpa henti.

Raina mengigit bibir dengan nafasnya yang tertahan menahan rasa sakit. Kedua kaki Raina bergetar disaat Raina berusaha untuk berdiri dengan tegak hingga....

Bruak

Tubuh Raina terhempas ke papan saat ia tak lagi mampu untuk berdiri. Raina meringis kesakitan sambil menyentuh kakinya yang terlihat jelas duri-duri yang bersarang itu.

"Rainaaa!!!" teriak Saoda membuat Raina mendongak menatap Saoda yang kini sudah berdiri di depannya.

Saoda berlari mendekati Raina dan membantunya berdiri dan duduk di pinggir kasur membuat tubuh Raina bergetar karena takut. Ia menatap wajah Saoda yang terlihat khawatir melihatnya.

"Kau kenapa?" tanya Saoda.

Raina masih terdiam. Ia menatap wajah Saoda dengan serius. Sekilas kisah semalam dimana Saoda yang melayang ke udara dan berubah menjadi sosok Parakang terbayang di pikiran Raina.

Apakah kejadian semalam adalah mimpi atau itu adalah kenyataan?

"Kau kenapa, Raina?" tanya Saoda yang agak meninggikan nada suaranya membuat Raina tersentak kaget.

"I-i-iya?" tanya Raina yang terbata-bata

"Kau kenapa sampai bisa terjatuh seperti ini?"

"Ka-ka-kaki aku sakit," jawabnya.

"Ada apa dengan kakimu?"

Raina tak menjawab membuat Saoda menenggam pergelangan kaki Saoda dan menatapnya beberapa saat lalu ia mendongak menatap wajah Raina yang terlihat masih ketakutan.

"Ada apa dengan kakimu? Mengapa kakimu penuh dengan duri?"

Raina tak menjawab, ia hanya terdiam seperti orang bisu. Memangnya apa yang harus ia katakan, tidak mungkin Raina menjawab jujur dan mengatakan jika duri ini ia dapatkan saat ia mengejar Saoda yang sudah berbentuk seperti Parakang.

"Raina!" panggil Saoda membuat Raina tersentak kaget.

"Iya?"

"Kenapa kau diam? Apa yang kau pikirkan?"

Raina menggeleng pelan sambil tersenyum.

"Oh, lihat! Telapak tanganmu juga terluka dan berdarah?"

Raina menunduk, ia tersenyum tipis saat Saoda menunjukkan telapak tangannya yang terluka dan berdarah itu.

...************...

Raina hanya bisa terdiam menatap Saoda yang kini memeras kain kecil yang telah ia rendam ke baskom kecil berisi air hangat yang telah ia siapkan.

Saoda mengusapnya pada telapak kaki Raina membuat Raina meringis kesakitan.

"Tidak apa-apa! Ini memang sakit. Memangnya apa yang kau perbuat hingga bisa mendapat duri sebanyak ini?"

"Maaf, Indo. Kemarin....em kemarin Raina pergi ke hutan u-u-untuk mencari kayu bakar lalu setelah itu ada dua ekor anjing yang mengejar lalu aku lari dan tidak melihat ada duri dan aku menginjaknya," jelas Raina dengan nada pelan.

Jawaban yang mungkin saja bisa diterima oleh Saoda yang kini terlihat mengangguk tanda mengerti.

Saoda kemudian merendam kain kecil itu baskom dan meraih jarum yang selalu ia gunakan untuk menjahit.

"Mau apa, Indo?" tanya Raina yang sedikit takut.

"Duri pada kakimu harus dikeluarkan kalau tidak maka kakimu itu tidak akan sembuh sampai kapanpun."

Raina kini mengangguk membiarkan Saoda mengeluarkan duri itu dari telapak kakinya dengan pasrah walau sesekali ia meringis menahan rasa sakit pada telapak kakinya.

Raina kini terdiam menatap Saoda yang begitu sangat perhatian kepadanya. Raina tak tahu, apakah ia harus marah, sayang atau benci kepada Saoda yang selama ini telah menjadi musuh warga desa.

Harus apa sekarang? Kini secara tidak langsung ia sudah menjadi pihak Saoda yang merupakan sosok mahluk jadi-jadian yang orang namakan Parakang.

Jika orang lain tahu maka bisa saja semua warga desa akan datang dan menyerang ia dan juga Saoda lalu harus apa sekarang?

Episodes
1 1. Datangnya Parakang
2 2. Datangnya Parakang part 2
3 3. Raina
4 4. Terulang Kembali
5 5. Mencaritahu
6 6. Rencana
7 7. Lalai
8 8. Bukan Parakang?
9 9. Curiga
10 10. Kembali Mencaritahu
11 11. Kemana Perginya Dia?
12 12. Dia Parakang
13 13. Kembali
14 14. Buka Pintu!
15 15. Luka
16 16. Kematian Puang Bakri
17 17. Pertanyaan
18 18. Ayam Hitam
19 19. Mengikuti
20 20. Desa Sebelah
21 21. Erni
22 22. Pulang
23 23. Keputusan
24 24. Bantu
25 25. Dia Datang
26 26. Tolong!!!
27 27. Erni Atau Saoda
28 28. Membujuk
29 29. Kedatangan Puang Edi
30 30. Keluar!
31 31. Perdebatan
32 32. Pertanyaan.
33 33. Masuk!!!
34 34. Menemukan
35 35. Lari!!!
36 36. Mencoba Menyelamatkan
37 37. Rintangan
38 38. Tengah Hutan
39 39. Teriakan
40 40. Sadar
41 41. Tali
42 42. Sapu Lidi
43 43. Pukulan
44 44. Bakar Raina?
45 45. Pergi!!!
46 46. Kisah Lalu
47 47. Anak Laki-laki Yang Menyebalkan
48 48. Makan Malam
49 49. Rembulan Malam
50 50. Parakang Kisah Nyata
51 51. Pulang
52 52. Apakah Parakang Itu Ada?
53 53. Kelahiran
54 54. Keong Tumis
55 55. Makan bersama.
56 56. Kematian Bayi Ria
57 57. Fitnah
58 58. Lemparan
59 59. Perkelahian
60 60. Lemparan Batu
61 61. Bakar
62 62. Pedih
63 63. Balas Dendam
64 64. Bunga Kamboja
65 65. Pulang Ke Rumah
66 66. Kehidupan Baru
67 67. Sarung
68 68. Tidur Di Dalam kesunyian
69 69. Mencuci Pakaian
70 70. Saoda Yang Melakukannya?
71 71. Saoda Yang Melakukannya
72 72. Saoda Yang Berubah
73 73. Nama Kerbau
74 74. Pulang
75 75. Kembali Bermimpi
76 76. Melihat Pelaku
77 77. Pinsan
78 78. Sebuah Rasa
79 79. Gadis yang Tuo suka
80 80. Pernikahan
81 81. Hari Yang Baik
82 82. Nyaris Ketahuan
83 83. Susana Yang Begitu Indah
84 84. Kasih Sayang
85 86. Bahri
86 87. Kotor
87 88. Kemana Saoda?
88 89. Kembali
89 90. Bingung
90 91. Tergiang Kejadian
91 92. Mimpi Yang Menyatu
92 93. Menenangkan Diri
93 94. Pernikahan Bahri
94 95. Tawaran
95 96. Tuo Ternyata....
96 97. Kabar Mengenai Parakang
97 98. Bagaimana Jika Aku adalah Parakang?
98 99. Penjelasan Tuo
99 100. Mual
100 101. Mangga Muda
101 102. Malam Jumat
102 103. Jalan Menuju Rumah Puang Banga.
103 104. Kejaran Anjing
104 105. Hutan Belantara
105 106. Jalan Dan Puang Banga
106 107. Membatalkan
107 108. Pulang
108 109. Alasan Saoda
109 Pengumuman
Episodes

Updated 109 Episodes

1
1. Datangnya Parakang
2
2. Datangnya Parakang part 2
3
3. Raina
4
4. Terulang Kembali
5
5. Mencaritahu
6
6. Rencana
7
7. Lalai
8
8. Bukan Parakang?
9
9. Curiga
10
10. Kembali Mencaritahu
11
11. Kemana Perginya Dia?
12
12. Dia Parakang
13
13. Kembali
14
14. Buka Pintu!
15
15. Luka
16
16. Kematian Puang Bakri
17
17. Pertanyaan
18
18. Ayam Hitam
19
19. Mengikuti
20
20. Desa Sebelah
21
21. Erni
22
22. Pulang
23
23. Keputusan
24
24. Bantu
25
25. Dia Datang
26
26. Tolong!!!
27
27. Erni Atau Saoda
28
28. Membujuk
29
29. Kedatangan Puang Edi
30
30. Keluar!
31
31. Perdebatan
32
32. Pertanyaan.
33
33. Masuk!!!
34
34. Menemukan
35
35. Lari!!!
36
36. Mencoba Menyelamatkan
37
37. Rintangan
38
38. Tengah Hutan
39
39. Teriakan
40
40. Sadar
41
41. Tali
42
42. Sapu Lidi
43
43. Pukulan
44
44. Bakar Raina?
45
45. Pergi!!!
46
46. Kisah Lalu
47
47. Anak Laki-laki Yang Menyebalkan
48
48. Makan Malam
49
49. Rembulan Malam
50
50. Parakang Kisah Nyata
51
51. Pulang
52
52. Apakah Parakang Itu Ada?
53
53. Kelahiran
54
54. Keong Tumis
55
55. Makan bersama.
56
56. Kematian Bayi Ria
57
57. Fitnah
58
58. Lemparan
59
59. Perkelahian
60
60. Lemparan Batu
61
61. Bakar
62
62. Pedih
63
63. Balas Dendam
64
64. Bunga Kamboja
65
65. Pulang Ke Rumah
66
66. Kehidupan Baru
67
67. Sarung
68
68. Tidur Di Dalam kesunyian
69
69. Mencuci Pakaian
70
70. Saoda Yang Melakukannya?
71
71. Saoda Yang Melakukannya
72
72. Saoda Yang Berubah
73
73. Nama Kerbau
74
74. Pulang
75
75. Kembali Bermimpi
76
76. Melihat Pelaku
77
77. Pinsan
78
78. Sebuah Rasa
79
79. Gadis yang Tuo suka
80
80. Pernikahan
81
81. Hari Yang Baik
82
82. Nyaris Ketahuan
83
83. Susana Yang Begitu Indah
84
84. Kasih Sayang
85
86. Bahri
86
87. Kotor
87
88. Kemana Saoda?
88
89. Kembali
89
90. Bingung
90
91. Tergiang Kejadian
91
92. Mimpi Yang Menyatu
92
93. Menenangkan Diri
93
94. Pernikahan Bahri
94
95. Tawaran
95
96. Tuo Ternyata....
96
97. Kabar Mengenai Parakang
97
98. Bagaimana Jika Aku adalah Parakang?
98
99. Penjelasan Tuo
99
100. Mual
100
101. Mangga Muda
101
102. Malam Jumat
102
103. Jalan Menuju Rumah Puang Banga.
103
104. Kejaran Anjing
104
105. Hutan Belantara
105
106. Jalan Dan Puang Banga
106
107. Membatalkan
107
108. Pulang
108
109. Alasan Saoda
109
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!