19. Mengikuti

Malam hening kini menyelimuti sosok Raina yang kini sedang membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang terasa dingin. Di luar sana terdengar sahutan anjing yang menggonggong bergantian.

Pintu kamar Raina terbuka membuat Raina tersentak kaget mendapati sosok Saoda yang berdiri di pintu masuk sambil memegang pinggiran pintu. Raina hanya mampu terdiam menatap takut pada Saoda yang kini masih menatapnya dengan tatapan tajam.

"Kau tidak tidur?"

"Aku baru akan tidur."

Saoda mengangguk lalu kembali menutup pintu membuat Raina mengernyit heran. Ada apa dengan Saoda.

Semenit kemudian cahaya dari celah papan yang membatasi antara kamarnya dan kamar Saoda lenyap, itu berarti Saoda telah mematikan lilinnya di dalam kamar dan akan segera tidur.

Raina bangkit dari ranjangnya dengan penuh hati-hati, berusaha untuk tidak mengeluarkan suara langkahnya sedikitpun.

Raina duduk di sudut ruangan kamar dan mengintip menatap ke arah celah kamar yang begitu sangat gelap. Raina menggeliat ngeri saat ia bisa merasakan bulu kuduknya merinding. Entah mengapa ia merasa takut saat ini.

Raina menelan salivanya sambil meremas jari-jari tangannya yang terasa dingin seakan ingin membeku. Raina takut, tapi mengapa ia takut sementara tidak terjadi apa-apa pada Saoda.

Raina duduk terpatung. Sepertinya ia harus menunggu sampai jam dua belas malam dan memastikan Saoda tidur dengan lelap. Sejujurnya Raina takut kalau Saoda kembali berubah menjadi sosok Parakang.

Entah siapa lagi mangsa selanjutnya yang akan menjadi korban keganasan Parakang ini. Dan sampai kapan Saoda akan menyerang warga desa.

Bruak

Suara keras terdengar setelah berjam-jam Raina duduk di sebelah kamar membuat Raina tersentak kaget dari tidurnya yang tak disengaja itu. Ia mendekatkan matanya ke celah kecil itu mendapati Saoda yang kini sedang terlihat memasukkan beberapa kain ke dalam kantung.

Dahi Raina mengkerut heran, mau kemana dia memasukkan kain ke dalam kantong di jam yang sudah tengah malam ini.

Raina bisa melihat setiap apa yang dilakukan oleh Saoda di tengah kegelapan malam. Tak berselang lama Saoda melangkah keluar membuat Raina bisa merasakan jika Saoda melangkah mendekati kamarnya.

Dengan gelagapan Raina segera berlari kecil menaiki tempat tidurnya dan berpura-pura tidur di atas sana.

Suara pintu terdengar terbuka membuat tubuh Raina yang berpura-pura tidur itu jadi gemetar ketakutan. Raina takut jika Saoda tahu bahwa Raina sedang berpura-pura hingga tak berselang lama pintu kembali ditutup dengan rapat bersamaan dengan terbukanya kedua mata Raina.

Mau kemana Saoda?

Dengan langkah pelan Raina bangkit dari ranjang dan melangkah keluar dari kamarnya. Raina menahan pintu kamar yang nyaris ia dorong setelah berhasil menatap Saoda yang sedang membuka pintu dan menutup pintu rumah.

Raina terdiam sejenak. Dari dalam kamarnya ia bisa mendengar suara langkah kaki yang menuruni anakan tangga dengan cepat disusul suara ayam yang seakan berteriak dan suara itu bergerak menjauh dari rumah.

Raina dengan langkah pelan mendekati jendela dan mengintip menatap Saoda yang kini sudah melangkah jauh.

"Mau kemana Indo?" bisik Raina.

Raina mengigit bibirnya dengan perasaan gunda. Mau kemana Saoda?

Tak butuh banyak pikir Raina berlari masuk ke dalam kamar dan meraih selendang hitam untuk menutupi kepalanya lalu berlari keluar dari rumah.

Langkah Raina tertahan saat ia ingin melangkahkan kakinya untuk menuruni anakan tangga. Tubuhnya gemetar saat ia bisa melihat pemandangan mengerikan dari hutan dan kebun yang terlihat samar-samar. Raina mendongak menatap bulan yang terlihat bulat sempurna membuatnya berhasil menelan salivanya. Yah, Raina baru ingat jika malam ini adalah malam jum'at kliwon.

Auuuuuuuu

Raina tersentak kaget setelah ia mendengar suara anjing yang bersahutan di dalam hutan ditambah dengan suara burung hantu yang berada di atap rumah.

Raina menarik nafas dan berusaha untuk mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengikuti langkah Saoda yang sudah tak terlihat lagi. Dengan langkah cepat bahkan sesekali ia berlari untuk mencari sosok Saoda yang belum terlihat dari pandangannya.

Telapak kaki Raina terlihat melintasi jalan bebatuan yang terasa basah, entah mengapa tanah ini terasa basah jika sudah tengah malam. Raina memelankan langkahnya dan berlari bersembunyi di balik pohon besar setelah ia berhasil melihat sosok Saoda yang masih melangkah di sana.

Raina mengintip menatap Saoda yang kini menatap ke arah pohon yang ia jadikan sebagai tempat persembunyiannya. Tubuh Raina bergetar ketakutan dan dengan cepat menyadarkan tubuhnya ke batang pohon.

Raina bisa mendengar suara langkah yang mendekat ke arah pohon membuat Raina memejamkan kedua matanya dengan erat.

Kedua mata Raina terbelalak ketika ia bisa merasakan sesuatu yang menyentuh kakinya dan bergerak membuat Raina mengigit bibirnya ketakutan. Raina menunduk dan membuka matanya dengan pelan membuat tangannya dengan cepat membungkam mulutnya dengan keras setelah melihat seekor ular sebesar betis yang kini menyentuh kaki Raina.

Raina mengerakkan kepalanya ke arah kanan membuatnya terkejut menatap sosok Saoda yang kini ada di sampingnya. Seketika nafas Raina tertahan karena takut jika Saoda melihatnya di sini.

Raina memejamkan kedua matanya dengan erat. Tubuhnya gemetar menahan takut pada Saoda dan ular yang masih bergerak dan melilit betisnya dengan erat. Seluruh tubuhnya menjadi dingin nyaris membeku.

Suara langkah terdengar menjauhinya membuat Raina membuka kedua matanya menatap Saoda yang sudah tak berada di sampingya.

Raina masih menahan nafasnya, Saoda belum terlalu jauh dari pohon besar sementara ular itu sudah melilit betis dan kepalanya bergerak naik ke pinggangnya.

Raina masih menahan nafas menunggu beberapa waktu agar memastikan Saoda benar-benar sudah jauh darinya. Raina membuka mata menatap Saoda yang sudah cukup jauh darinya.

"Hah!!!"

Raina menarik nafas dengan cepat membuatnya bisa merasakan paru-parunya kembali terisi oleh udara. Raina mengenggam erat kepala ular itu dan menariknya dengan cepat.

Raina mengigit bibirnya dan melepaskan lilitan ular yang benar-benar kuat. Tangisannya pecah ketika lilitan ular itu tak mau melepasnya namun, Raina tak menyerah. Raina dengan kuat menarik tubuh ular yang terasa basah dan melemparnya jauh-jauh darinya.

Bruak

Tubuh Raina terhempas ke tanah setelah dirinya melompat keluar dari balik pohon dan berusaha untuk jauh dari seekor ular yang berhasil membuatnya ketakutan.

Raina meringis, ia duduk dan menyentuh dadanya yang begitu sangat sakit setelah terhempas ke tanah. Nafas Raina sesak, ia hampir mati setelah beberapa menit menahan nafas.

Raina menyentuh kepalanya yang terasa pusing berkunang-kunang membuatnya kembali terkejut setelah dua ekor kalilawar melintas tepat di atas kepalanya.

Raina mendongak dan dengan cepat memeluk kepalanya lalu ia bangkit dari belari untuk mengikuti kepergian Saoda.

Tatapan Raina terus memantau kepergian Saoda yang terus melangkah tanpa henti sambil memeluk katong hitam dan sekor ayam hitam yang berada di tangannya.

Mau kemana Saoda pergi? Dan...

Raina menoleh menatap ke segala arah menatap jalanan yang belum pernah Raina lewati seumur hidupnya.

Terpopuler

Comments

Andin Yafa

Andin Yafa

Kapok kowe inaa

2022-12-25

0

lihat semua
Episodes
1 1. Datangnya Parakang
2 2. Datangnya Parakang part 2
3 3. Raina
4 4. Terulang Kembali
5 5. Mencaritahu
6 6. Rencana
7 7. Lalai
8 8. Bukan Parakang?
9 9. Curiga
10 10. Kembali Mencaritahu
11 11. Kemana Perginya Dia?
12 12. Dia Parakang
13 13. Kembali
14 14. Buka Pintu!
15 15. Luka
16 16. Kematian Puang Bakri
17 17. Pertanyaan
18 18. Ayam Hitam
19 19. Mengikuti
20 20. Desa Sebelah
21 21. Erni
22 22. Pulang
23 23. Keputusan
24 24. Bantu
25 25. Dia Datang
26 26. Tolong!!!
27 27. Erni Atau Saoda
28 28. Membujuk
29 29. Kedatangan Puang Edi
30 30. Keluar!
31 31. Perdebatan
32 32. Pertanyaan.
33 33. Masuk!!!
34 34. Menemukan
35 35. Lari!!!
36 36. Mencoba Menyelamatkan
37 37. Rintangan
38 38. Tengah Hutan
39 39. Teriakan
40 40. Sadar
41 41. Tali
42 42. Sapu Lidi
43 43. Pukulan
44 44. Bakar Raina?
45 45. Pergi!!!
46 46. Kisah Lalu
47 47. Anak Laki-laki Yang Menyebalkan
48 48. Makan Malam
49 49. Rembulan Malam
50 50. Parakang Kisah Nyata
51 51. Pulang
52 52. Apakah Parakang Itu Ada?
53 53. Kelahiran
54 54. Keong Tumis
55 55. Makan bersama.
56 56. Kematian Bayi Ria
57 57. Fitnah
58 58. Lemparan
59 59. Perkelahian
60 60. Lemparan Batu
61 61. Bakar
62 62. Pedih
63 63. Balas Dendam
64 64. Bunga Kamboja
65 65. Pulang Ke Rumah
66 66. Kehidupan Baru
67 67. Sarung
68 68. Tidur Di Dalam kesunyian
69 69. Mencuci Pakaian
70 70. Saoda Yang Melakukannya?
71 71. Saoda Yang Melakukannya
72 72. Saoda Yang Berubah
73 73. Nama Kerbau
74 74. Pulang
75 75. Kembali Bermimpi
76 76. Melihat Pelaku
77 77. Pinsan
78 78. Sebuah Rasa
79 79. Gadis yang Tuo suka
80 80. Pernikahan
81 81. Hari Yang Baik
82 82. Nyaris Ketahuan
83 83. Susana Yang Begitu Indah
84 84. Kasih Sayang
85 86. Bahri
86 87. Kotor
87 88. Kemana Saoda?
88 89. Kembali
89 90. Bingung
90 91. Tergiang Kejadian
91 92. Mimpi Yang Menyatu
92 93. Menenangkan Diri
93 94. Pernikahan Bahri
94 95. Tawaran
95 96. Tuo Ternyata....
96 97. Kabar Mengenai Parakang
97 98. Bagaimana Jika Aku adalah Parakang?
98 99. Penjelasan Tuo
99 100. Mual
100 101. Mangga Muda
101 102. Malam Jumat
102 103. Jalan Menuju Rumah Puang Banga.
103 104. Kejaran Anjing
104 105. Hutan Belantara
105 106. Jalan Dan Puang Banga
106 107. Membatalkan
107 108. Pulang
108 109. Alasan Saoda
109 Pengumuman
Episodes

Updated 109 Episodes

1
1. Datangnya Parakang
2
2. Datangnya Parakang part 2
3
3. Raina
4
4. Terulang Kembali
5
5. Mencaritahu
6
6. Rencana
7
7. Lalai
8
8. Bukan Parakang?
9
9. Curiga
10
10. Kembali Mencaritahu
11
11. Kemana Perginya Dia?
12
12. Dia Parakang
13
13. Kembali
14
14. Buka Pintu!
15
15. Luka
16
16. Kematian Puang Bakri
17
17. Pertanyaan
18
18. Ayam Hitam
19
19. Mengikuti
20
20. Desa Sebelah
21
21. Erni
22
22. Pulang
23
23. Keputusan
24
24. Bantu
25
25. Dia Datang
26
26. Tolong!!!
27
27. Erni Atau Saoda
28
28. Membujuk
29
29. Kedatangan Puang Edi
30
30. Keluar!
31
31. Perdebatan
32
32. Pertanyaan.
33
33. Masuk!!!
34
34. Menemukan
35
35. Lari!!!
36
36. Mencoba Menyelamatkan
37
37. Rintangan
38
38. Tengah Hutan
39
39. Teriakan
40
40. Sadar
41
41. Tali
42
42. Sapu Lidi
43
43. Pukulan
44
44. Bakar Raina?
45
45. Pergi!!!
46
46. Kisah Lalu
47
47. Anak Laki-laki Yang Menyebalkan
48
48. Makan Malam
49
49. Rembulan Malam
50
50. Parakang Kisah Nyata
51
51. Pulang
52
52. Apakah Parakang Itu Ada?
53
53. Kelahiran
54
54. Keong Tumis
55
55. Makan bersama.
56
56. Kematian Bayi Ria
57
57. Fitnah
58
58. Lemparan
59
59. Perkelahian
60
60. Lemparan Batu
61
61. Bakar
62
62. Pedih
63
63. Balas Dendam
64
64. Bunga Kamboja
65
65. Pulang Ke Rumah
66
66. Kehidupan Baru
67
67. Sarung
68
68. Tidur Di Dalam kesunyian
69
69. Mencuci Pakaian
70
70. Saoda Yang Melakukannya?
71
71. Saoda Yang Melakukannya
72
72. Saoda Yang Berubah
73
73. Nama Kerbau
74
74. Pulang
75
75. Kembali Bermimpi
76
76. Melihat Pelaku
77
77. Pinsan
78
78. Sebuah Rasa
79
79. Gadis yang Tuo suka
80
80. Pernikahan
81
81. Hari Yang Baik
82
82. Nyaris Ketahuan
83
83. Susana Yang Begitu Indah
84
84. Kasih Sayang
85
86. Bahri
86
87. Kotor
87
88. Kemana Saoda?
88
89. Kembali
89
90. Bingung
90
91. Tergiang Kejadian
91
92. Mimpi Yang Menyatu
92
93. Menenangkan Diri
93
94. Pernikahan Bahri
94
95. Tawaran
95
96. Tuo Ternyata....
96
97. Kabar Mengenai Parakang
97
98. Bagaimana Jika Aku adalah Parakang?
98
99. Penjelasan Tuo
99
100. Mual
100
101. Mangga Muda
101
102. Malam Jumat
102
103. Jalan Menuju Rumah Puang Banga.
103
104. Kejaran Anjing
104
105. Hutan Belantara
105
106. Jalan Dan Puang Banga
106
107. Membatalkan
107
108. Pulang
108
109. Alasan Saoda
109
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!