2. Datangnya Parakang part 2

Dia menghisap anaknya!!!

Tubuh Baya terlihat masih gemetar, ia masih terlihat ketakutan.

Parakang itu terlihat menghisap pusat bayi yang masih basah hingga bayi mungil itu terlihat gemetar seperti disetrum. kedua kaki dan tangannya gemetar hingga suara tangisan bayi itu lenyap secara perlahan.

Kedua mata Baya melebar karena tak menyangka jika bayinya telah tiada. Bibirnya bergetar ingin bicara tapi tidak bisa. Takut! Rasa takut mencengkram pikirannya.

"Kau makan anakku Parakang!!!" jerit Caya dengan air mata yang membasahi pipinya.

"Aaaaaaa!!!" teriaknya lagi berusaha untuk mendekati bayinya yang sudah tak bernyawa.

Kepala Parakang itu menoleh menatapnya membuat Caya tersentak kaget. Parakang itu kembali melompat kegirangan menatapnya hingga mata merah bisa Caya lihat dari beberapa helai rambut yang bergerak memperlihatkan wajah Parakang dengan mulut penuh darah.

Engka panasa maridi!!!

(Ada Nangka masak!!!)

Caya memundurkan tubuhnya ke belakang setelah mendengar suara itu. Parakang selalu melihat santapannya dengan sosok buah dan kali ini Parakang itu melihat Caya seperti sebuah buah.

"Bukan!!! Jangan saya!!!"

Parakang itu mendekat dengan jalan merangkak membuat papan itu berbunyi pelan dan menakutkan.

Nafas Caya sesak sembari berusaha untuk menjauhkan dirinya dari sosok Parakang yang terlihat kelaparan. Darah segar dari jalan lahirnya terlihat memenuhi papan saat Caya memundurkan tubuhnya ke belakang.

Caya menggeleng, ia memohon agar Parakang itu tidak mendekatinya.

"Ja-ja-jangan! Tolong jangan Parakaaaaaaaaaang!!!"

Parakang itu melompat mendekati Caya membuat Caya dengan cepat memejamkan kedua matanya.

"Oh Daeeeeeeeenggg!!!" jeritnya.

Baya yang sedang menimba air di sumur itu menoleh setelah mendengar suara teriakan Caya. Dengan cepat ia meraih bawang dari atas lemari dan berlari menaiki tangga belakang rumah.

"Ada ap- Oh Puang!!!!" teriak Baya.

Bawang yang ada ditangannya itu berjatuhan ke papan setelah melihat sosok parakang yang sedang menghisap jalan lahir Caya yang kini sedang gemetar dengan kedua matanya yang terbuka lebar. Mulutnya terlihat menganga dan meringis kesakitan tidak jelas dengan bola matanya yang naik ke atas nyaris seperti orang kejang.

Baya memundurkan langkahnya hingga punggungnya terbentur ke dinding rumah dengan tubuh gemetar ketakutan.

"Parakaaaaaang!!!" teriaknya.

Mendengar teriakan itu membuat Parakang itu berlari menembus dinding rumah yang jadi berlubang.

Edi menoleh menatap ke arah rumah setelah mendengar suara teriakan dukun beranak istrinya. Dengan cepat ia meraih obor yang ada sampingnya dan berlari menuju rumah.

Edi membuka pintu dan membuatnya terbelalak menatap bayi dan istrinya yang sudah tergeletak tak bernyawa. Edi menoleh menatap Baya yang sedang menangis di pojok rumah sambil memeluk lututnya.

Edi berlari menghampiri bayinya yang seluruh tubuhnya membiru. Tangan gemetarnya meraih bayi laki-lakinya yang terasa dingin dengan mulutnya terlihat menganga.

"Ke-ke-kenapa anakku, Mak?"

"Kenapa anakku?!!" teriaknya membuat Baya semakin menangis seperti orang bodoh.

Tubuh Baya terlihat masih gemetar, ia masih terlihat ketakutan setelah menjadi saksi kematian Caya yang telah disantap roh halusnya oleh Parakang.

Edi menoleh menatap istrinya. Pandangannya turun menatap jalan lahir istrinya yang koyak memperlihatkan usus yang berhamburan keluar di atas papan.

"Cayaaaaaa!!!" teriak Edi yang berlari mendekati istrinya.

Bau amis tercium menyengat pada indra penciumannya yang begitu menusuk hatinya. Ini semua tak pernah ia harapkan akan terjadi pada istrinya.

"Kenapa istriku, Mak?!!" teriaknya.

Baya masih menangis membuat Edi geram dan menghampiri Baya dan mengguncang kedua bahunya dengan keras. Ia memaksakan tubuh dukun beranak istrinya itu agar mau bicara.

Edi bisa merasakan tubuh Baya dingin dan menggigil bahkan sampai menembus ke baju yang ia gunakan.

"Katakaaaaan!!!" teriaknya.

Baya meringis saat suara teriakan itu seakan menembus gendang telinganya bertubi-tubi. Tubuhnya masih diguncang oleh Edi yang meminta jawaban.

"Cepat katakan, Mak!!!"

"Istri dan Anakmu dimakan Parakang!!!"

Guncangan tangan Edi terhenti setelah mendengar suara teriakan Baya dengan mata memerah karena telah menangis tepat di hadapan wajahnya.

"Parakang yang sudah makan Anakmu!!! Parakang!!!"

Edi melepaskan pegangannya dari bahu Baya. Nama itu, nama itu kembali terdengar di telinganya. Parakang kembali datang dan kali ini ia yang merasakannya.

Edi menoleh menatap bayi dan istrinya secara bergantian. Meninggal dengan cara mengenaskan dan perbuatan itu dilakukan oleh mahluk jadi-jadian bernama Parakang.

Dada Edi kembang kempis menahan amarah yang siap meledak di detik ini juga. Persetan dengan mahluk pembawa keresahan keseluruh desa.

Edi mengenggam rambutnya dengan kuat dan menariknya dengan keras. Kini tubuhnya terasa panas menggigil tak menentu.

"Oh Parakang!!! Kau makan anak dan istriku!!!"

"Kau makan manusia yang tidak berdosa!!!"

"Kau hancurkan kehidupanku, Parakang!!!"

Edi memukul papan dengan keras membuat Baya meringis saat rumah terasa terguncang karena amukan dari Edi. Edi mendongak menatap lubang dimana Parakang itu telah berhasil lolos dan pergi begitu saja.

"Oh parakang!!!"

Edi mengangkat jari-jari tangannya dan menggenggamnya dengan kuat seakan sosok Parakang itu ada pada genggamannya membuat tubuhnya gemetar hebat.

"Pegang janjiku ini, tidak akanku lepaskan kau mahluk jadi-jadian setelah kau lakukan ini kepada keluargaku!!!"

"Tidak akan!!!"

"Akan aku tangkap kau dan aku bunuh dengan tangan aku sendiri!!!"

"Aaaaaaaa Parakaaaaaang!!!"

Terpopuler

Comments

Sarita

Sarita

udah tau ada parakang istri habis melahirkan di tinggal sendiri .parah

2024-09-10

0

ani nurhaeni

ani nurhaeni

mahlukk jadi jadiian kaahhh
😲😲😲

2022-11-24

3

⍣⃝ꉣꉣAndini Andana

⍣⃝ꉣꉣAndini Andana

keren kak! aku lanjut baca ah

2022-10-02

1

lihat semua
Episodes
1 1. Datangnya Parakang
2 2. Datangnya Parakang part 2
3 3. Raina
4 4. Terulang Kembali
5 5. Mencaritahu
6 6. Rencana
7 7. Lalai
8 8. Bukan Parakang?
9 9. Curiga
10 10. Kembali Mencaritahu
11 11. Kemana Perginya Dia?
12 12. Dia Parakang
13 13. Kembali
14 14. Buka Pintu!
15 15. Luka
16 16. Kematian Puang Bakri
17 17. Pertanyaan
18 18. Ayam Hitam
19 19. Mengikuti
20 20. Desa Sebelah
21 21. Erni
22 22. Pulang
23 23. Keputusan
24 24. Bantu
25 25. Dia Datang
26 26. Tolong!!!
27 27. Erni Atau Saoda
28 28. Membujuk
29 29. Kedatangan Puang Edi
30 30. Keluar!
31 31. Perdebatan
32 32. Pertanyaan.
33 33. Masuk!!!
34 34. Menemukan
35 35. Lari!!!
36 36. Mencoba Menyelamatkan
37 37. Rintangan
38 38. Tengah Hutan
39 39. Teriakan
40 40. Sadar
41 41. Tali
42 42. Sapu Lidi
43 43. Pukulan
44 44. Bakar Raina?
45 45. Pergi!!!
46 46. Kisah Lalu
47 47. Anak Laki-laki Yang Menyebalkan
48 48. Makan Malam
49 49. Rembulan Malam
50 50. Parakang Kisah Nyata
51 51. Pulang
52 52. Apakah Parakang Itu Ada?
53 53. Kelahiran
54 54. Keong Tumis
55 55. Makan bersama.
56 56. Kematian Bayi Ria
57 57. Fitnah
58 58. Lemparan
59 59. Perkelahian
60 60. Lemparan Batu
61 61. Bakar
62 62. Pedih
63 63. Balas Dendam
64 64. Bunga Kamboja
65 65. Pulang Ke Rumah
66 66. Kehidupan Baru
67 67. Sarung
68 68. Tidur Di Dalam kesunyian
69 69. Mencuci Pakaian
70 70. Saoda Yang Melakukannya?
71 71. Saoda Yang Melakukannya
72 72. Saoda Yang Berubah
73 73. Nama Kerbau
74 74. Pulang
75 75. Kembali Bermimpi
76 76. Melihat Pelaku
77 77. Pinsan
78 78. Sebuah Rasa
79 79. Gadis yang Tuo suka
80 80. Pernikahan
81 81. Hari Yang Baik
82 82. Nyaris Ketahuan
83 83. Susana Yang Begitu Indah
84 84. Kasih Sayang
85 86. Bahri
86 87. Kotor
87 88. Kemana Saoda?
88 89. Kembali
89 90. Bingung
90 91. Tergiang Kejadian
91 92. Mimpi Yang Menyatu
92 93. Menenangkan Diri
93 94. Pernikahan Bahri
94 95. Tawaran
95 96. Tuo Ternyata....
96 97. Kabar Mengenai Parakang
97 98. Bagaimana Jika Aku adalah Parakang?
98 99. Penjelasan Tuo
99 100. Mual
100 101. Mangga Muda
101 102. Malam Jumat
102 103. Jalan Menuju Rumah Puang Banga.
103 104. Kejaran Anjing
104 105. Hutan Belantara
105 106. Jalan Dan Puang Banga
106 107. Membatalkan
107 108. Pulang
108 109. Alasan Saoda
109 Pengumuman
Episodes

Updated 109 Episodes

1
1. Datangnya Parakang
2
2. Datangnya Parakang part 2
3
3. Raina
4
4. Terulang Kembali
5
5. Mencaritahu
6
6. Rencana
7
7. Lalai
8
8. Bukan Parakang?
9
9. Curiga
10
10. Kembali Mencaritahu
11
11. Kemana Perginya Dia?
12
12. Dia Parakang
13
13. Kembali
14
14. Buka Pintu!
15
15. Luka
16
16. Kematian Puang Bakri
17
17. Pertanyaan
18
18. Ayam Hitam
19
19. Mengikuti
20
20. Desa Sebelah
21
21. Erni
22
22. Pulang
23
23. Keputusan
24
24. Bantu
25
25. Dia Datang
26
26. Tolong!!!
27
27. Erni Atau Saoda
28
28. Membujuk
29
29. Kedatangan Puang Edi
30
30. Keluar!
31
31. Perdebatan
32
32. Pertanyaan.
33
33. Masuk!!!
34
34. Menemukan
35
35. Lari!!!
36
36. Mencoba Menyelamatkan
37
37. Rintangan
38
38. Tengah Hutan
39
39. Teriakan
40
40. Sadar
41
41. Tali
42
42. Sapu Lidi
43
43. Pukulan
44
44. Bakar Raina?
45
45. Pergi!!!
46
46. Kisah Lalu
47
47. Anak Laki-laki Yang Menyebalkan
48
48. Makan Malam
49
49. Rembulan Malam
50
50. Parakang Kisah Nyata
51
51. Pulang
52
52. Apakah Parakang Itu Ada?
53
53. Kelahiran
54
54. Keong Tumis
55
55. Makan bersama.
56
56. Kematian Bayi Ria
57
57. Fitnah
58
58. Lemparan
59
59. Perkelahian
60
60. Lemparan Batu
61
61. Bakar
62
62. Pedih
63
63. Balas Dendam
64
64. Bunga Kamboja
65
65. Pulang Ke Rumah
66
66. Kehidupan Baru
67
67. Sarung
68
68. Tidur Di Dalam kesunyian
69
69. Mencuci Pakaian
70
70. Saoda Yang Melakukannya?
71
71. Saoda Yang Melakukannya
72
72. Saoda Yang Berubah
73
73. Nama Kerbau
74
74. Pulang
75
75. Kembali Bermimpi
76
76. Melihat Pelaku
77
77. Pinsan
78
78. Sebuah Rasa
79
79. Gadis yang Tuo suka
80
80. Pernikahan
81
81. Hari Yang Baik
82
82. Nyaris Ketahuan
83
83. Susana Yang Begitu Indah
84
84. Kasih Sayang
85
86. Bahri
86
87. Kotor
87
88. Kemana Saoda?
88
89. Kembali
89
90. Bingung
90
91. Tergiang Kejadian
91
92. Mimpi Yang Menyatu
92
93. Menenangkan Diri
93
94. Pernikahan Bahri
94
95. Tawaran
95
96. Tuo Ternyata....
96
97. Kabar Mengenai Parakang
97
98. Bagaimana Jika Aku adalah Parakang?
98
99. Penjelasan Tuo
99
100. Mual
100
101. Mangga Muda
101
102. Malam Jumat
102
103. Jalan Menuju Rumah Puang Banga.
103
104. Kejaran Anjing
104
105. Hutan Belantara
105
106. Jalan Dan Puang Banga
106
107. Membatalkan
107
108. Pulang
108
109. Alasan Saoda
109
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!