17. Pertanyaan

Ditempat yang sama kini Erni terdiam menatap aneh pada sikap Raina yang sangat sensitif jika membahas tentang mahluk bernama Parakang itu. Kejadian ini bukan hanya terjadi sekali tapi sudah terjadi beberapa kali.

Raina selalu pergi disaat ia atau orang lain yang membahas tentang sosok Parakang.

"Raina!!!" teriak Erni yang berlari mengejar Raina.

"Raina, kau mengapa pergi?"

"Aku ingin pulang," jawabnya tanpa menoleh menatap Erni yang sudah berjalan di sampingnya.

"Tapi kita belum membeli apa-apa di pasar."

"Aku tidak ingin membeli apa-apa, aku hanya ingin pulang sekarang juga."

Langkah Erni terhenti, tatapannya menatap kepergian Raina yang kini terus berjalan tanpa henti atau bahkan menoleh menatapnya juga tidak. Ada masalah apa dia?

Raina menghela nafas. Ia menoleh ke belakang untuk memastikan jika Erni tak mengikutinya lagi. Langkahnya kini menjadi perlahan sambil sesekali menghela nafas panjang.

"Hai anak muda!"

Seseorang berteriak membuat langkah Raina mendadak terhenti. Ia menoleh menatap Puang Tuo yang kini menghampirinya.

Raina menelan salivanya. Ada apa dengan Puang Tuo yang memangilnya? Apa mungkin ia merasa curiga dengan kematian Puang Bakri?

"A-a-ada apa?" tanya Raina yang benar-benar gugup.

Raina melangkah mundur dengan perlahan, ia merasa takut berhadapan dengan pria tua yang sedang memegang sapu seperti biasa Puang Tuo selalu menyapu halaman masjid setiap pagi hari.

"Aku ingin bicara denganmu," ujarnya membuat kedua mata Raina terbelalak.

"Apa?" tanya Raina.

Puang Tuo tersenyum. Ia menoleh menatap ke arah masjid lalu kembali menatap Raina.

"Boleh kita ngobrol di dalam."

"A-a-aku tidak bisa," jawab Raina lalu ia melangkah pergi meninggalkan Puang Tuo yang kini menghela nafas.

"Aku tahu apa yang kamu sembunyikan anak muda."

Langkah Raina terhenti. Ia langsung menoleh menatap Puang Tuo terlihat begitu sangat serius.

"Apa yang Puang katakan?"

"Aku tahu apa yang sedang kau sembunyikan sekarang."

"Aku tidak menyembunyikan apa-apa."

"Kau berbohong anak muda."

"Aku tidak berbohong."

Puang Tuo tersenyum sejenak. Senyum yang terlihat begitu sangat tipis membuat Raina ketakutan. Dari senyumnya, Raina bisa melihat jika Puang Tuo secara tidak langsung sedang menertawainya.

"Aku tahu apa yang sedang kau sembunyikan dan ini yang selalu membebani pikiranmu. Jangan menyembuyikan apapun dari aku, anak muda. Aku tahu semuanya."

"A-a-apa yang Puang tahu?"

"Tentang Parakang."

Kedua mata Raina membulat karena terkejut. Bagaimana bisa Puang Tahu tentang Parakang itu. Apakah Puang Tuo merasa curiga kepadanya setelah ia sempat bertanya tentang Parakang kepada Puang Tuo.

"Apakah Puang Tuo merasa jika aku adalah seorang Parakang?" tanya Raina membuat Puang Tuo tersenyum.

"Aku tidak bilang seperti itu, tapi yakinlah aku bisa mencium aroma Parakang dari tubuhmu itu."

Raina kini terdiam, ia tak tahu harus berkata apa.

"Kau harus bertindak lebih cepat untuk mengatasi Parakang ini jika tidak maka kau akan menjadi sasarannya."

"Aku bisa membantumu untuk keluar dari masalah ini."

Raina menghela nafas lalu mendecapkan bibirnya.

"Sepertinya Puang sudah salah mengira," jawab Raina.

Puang Tuo tersenyum. Ia melangkah mendekati Raina beberapa langkah yang kini masih terdiam.

"Aku tidak pernah salah dalam menebak apalagi jika mengenai sosok mahluk jadi-jadian yang bernama Parakang itu. Aku tahu semuanya, jadi tidak perlu berbohong."

"Aku sudah 50 tahun menjadi pemburu Parakang. Aku tahu semuanya. Aku tahu dari segi bau, ciri-ciri dan bahkan keberadaan Parakang."

"Katakan semuanya dan Inn sya Allah aku akan membantumu."

Raina tak tahu harus berkata danbberbuat apa kali ini.

"Katakan!"

Raina mendongak menatap Puang Tuo yang kembali bicara. Apa perlu ia memberitahu semuanya kepada Puang Tuo, tapi Raina takut hal buruk akan terjadi kepada Saoda jika ia memberitahu semuanya.

Raina sangat tahu bagaimana pandangan buruk dan rasa bencinya warga desa kepada mahluk bernama Parakang itu.

"Aku akan membantumu maka kau akan-"

"Raina!" potong Erni yang kini berlari menghampiri Raina.

"Apa yang kau lakukan disini? Dan apa yang kau-"

Erni menoleh menatap Puang Tuo yang kini terlihat tersenyum.

"Kau bicara dengan Puang Tuo?" bisik Erni.

"Tidak," jawab Raina lalu dengan cepat ia menarik pergelangan tangan Erni dan membawanya pergi.

"Ingat, Nak! Suatu hari nanti kau akan mencari aku dan meminta bantuan dariku!!!" teriak Puang Tuo membuat Erni menoleh menatap Puang Tuo dengan wajah bingungnya.

"Apa yang Puang Tuo katakan?"

Raina tak menjawab.

"Mengapa dia berkata seperti itu? Memangnya siapa yang mau meminta bantuan darinya?" tanya Erni lagi yang tak mendapat respon dari Raina.

Raina hanya bisa terdiam namun, pikirannya kini masih memikirkan semua perkataan Puang Tuo kepadanya. Harus apa Raina sekarang?

Terpopuler

Comments

Andin Yafa

Andin Yafa

Biarianlah biar raina is deadt ngyel beud dblingin

2022-12-25

0

Pecinta Horor

Pecinta Horor

Raina nunggu dl d mangsa...

2022-09-18

0

lihat semua
Episodes
1 1. Datangnya Parakang
2 2. Datangnya Parakang part 2
3 3. Raina
4 4. Terulang Kembali
5 5. Mencaritahu
6 6. Rencana
7 7. Lalai
8 8. Bukan Parakang?
9 9. Curiga
10 10. Kembali Mencaritahu
11 11. Kemana Perginya Dia?
12 12. Dia Parakang
13 13. Kembali
14 14. Buka Pintu!
15 15. Luka
16 16. Kematian Puang Bakri
17 17. Pertanyaan
18 18. Ayam Hitam
19 19. Mengikuti
20 20. Desa Sebelah
21 21. Erni
22 22. Pulang
23 23. Keputusan
24 24. Bantu
25 25. Dia Datang
26 26. Tolong!!!
27 27. Erni Atau Saoda
28 28. Membujuk
29 29. Kedatangan Puang Edi
30 30. Keluar!
31 31. Perdebatan
32 32. Pertanyaan.
33 33. Masuk!!!
34 34. Menemukan
35 35. Lari!!!
36 36. Mencoba Menyelamatkan
37 37. Rintangan
38 38. Tengah Hutan
39 39. Teriakan
40 40. Sadar
41 41. Tali
42 42. Sapu Lidi
43 43. Pukulan
44 44. Bakar Raina?
45 45. Pergi!!!
46 46. Kisah Lalu
47 47. Anak Laki-laki Yang Menyebalkan
48 48. Makan Malam
49 49. Rembulan Malam
50 50. Parakang Kisah Nyata
51 51. Pulang
52 52. Apakah Parakang Itu Ada?
53 53. Kelahiran
54 54. Keong Tumis
55 55. Makan bersama.
56 56. Kematian Bayi Ria
57 57. Fitnah
58 58. Lemparan
59 59. Perkelahian
60 60. Lemparan Batu
61 61. Bakar
62 62. Pedih
63 63. Balas Dendam
64 64. Bunga Kamboja
65 65. Pulang Ke Rumah
66 66. Kehidupan Baru
67 67. Sarung
68 68. Tidur Di Dalam kesunyian
69 69. Mencuci Pakaian
70 70. Saoda Yang Melakukannya?
71 71. Saoda Yang Melakukannya
72 72. Saoda Yang Berubah
73 73. Nama Kerbau
74 74. Pulang
75 75. Kembali Bermimpi
76 76. Melihat Pelaku
77 77. Pinsan
78 78. Sebuah Rasa
79 79. Gadis yang Tuo suka
80 80. Pernikahan
81 81. Hari Yang Baik
82 82. Nyaris Ketahuan
83 83. Susana Yang Begitu Indah
84 84. Kasih Sayang
85 86. Bahri
86 87. Kotor
87 88. Kemana Saoda?
88 89. Kembali
89 90. Bingung
90 91. Tergiang Kejadian
91 92. Mimpi Yang Menyatu
92 93. Menenangkan Diri
93 94. Pernikahan Bahri
94 95. Tawaran
95 96. Tuo Ternyata....
96 97. Kabar Mengenai Parakang
97 98. Bagaimana Jika Aku adalah Parakang?
98 99. Penjelasan Tuo
99 100. Mual
100 101. Mangga Muda
101 102. Malam Jumat
102 103. Jalan Menuju Rumah Puang Banga.
103 104. Kejaran Anjing
104 105. Hutan Belantara
105 106. Jalan Dan Puang Banga
106 107. Membatalkan
107 108. Pulang
108 109. Alasan Saoda
109 Pengumuman
Episodes

Updated 109 Episodes

1
1. Datangnya Parakang
2
2. Datangnya Parakang part 2
3
3. Raina
4
4. Terulang Kembali
5
5. Mencaritahu
6
6. Rencana
7
7. Lalai
8
8. Bukan Parakang?
9
9. Curiga
10
10. Kembali Mencaritahu
11
11. Kemana Perginya Dia?
12
12. Dia Parakang
13
13. Kembali
14
14. Buka Pintu!
15
15. Luka
16
16. Kematian Puang Bakri
17
17. Pertanyaan
18
18. Ayam Hitam
19
19. Mengikuti
20
20. Desa Sebelah
21
21. Erni
22
22. Pulang
23
23. Keputusan
24
24. Bantu
25
25. Dia Datang
26
26. Tolong!!!
27
27. Erni Atau Saoda
28
28. Membujuk
29
29. Kedatangan Puang Edi
30
30. Keluar!
31
31. Perdebatan
32
32. Pertanyaan.
33
33. Masuk!!!
34
34. Menemukan
35
35. Lari!!!
36
36. Mencoba Menyelamatkan
37
37. Rintangan
38
38. Tengah Hutan
39
39. Teriakan
40
40. Sadar
41
41. Tali
42
42. Sapu Lidi
43
43. Pukulan
44
44. Bakar Raina?
45
45. Pergi!!!
46
46. Kisah Lalu
47
47. Anak Laki-laki Yang Menyebalkan
48
48. Makan Malam
49
49. Rembulan Malam
50
50. Parakang Kisah Nyata
51
51. Pulang
52
52. Apakah Parakang Itu Ada?
53
53. Kelahiran
54
54. Keong Tumis
55
55. Makan bersama.
56
56. Kematian Bayi Ria
57
57. Fitnah
58
58. Lemparan
59
59. Perkelahian
60
60. Lemparan Batu
61
61. Bakar
62
62. Pedih
63
63. Balas Dendam
64
64. Bunga Kamboja
65
65. Pulang Ke Rumah
66
66. Kehidupan Baru
67
67. Sarung
68
68. Tidur Di Dalam kesunyian
69
69. Mencuci Pakaian
70
70. Saoda Yang Melakukannya?
71
71. Saoda Yang Melakukannya
72
72. Saoda Yang Berubah
73
73. Nama Kerbau
74
74. Pulang
75
75. Kembali Bermimpi
76
76. Melihat Pelaku
77
77. Pinsan
78
78. Sebuah Rasa
79
79. Gadis yang Tuo suka
80
80. Pernikahan
81
81. Hari Yang Baik
82
82. Nyaris Ketahuan
83
83. Susana Yang Begitu Indah
84
84. Kasih Sayang
85
86. Bahri
86
87. Kotor
87
88. Kemana Saoda?
88
89. Kembali
89
90. Bingung
90
91. Tergiang Kejadian
91
92. Mimpi Yang Menyatu
92
93. Menenangkan Diri
93
94. Pernikahan Bahri
94
95. Tawaran
95
96. Tuo Ternyata....
96
97. Kabar Mengenai Parakang
97
98. Bagaimana Jika Aku adalah Parakang?
98
99. Penjelasan Tuo
99
100. Mual
100
101. Mangga Muda
101
102. Malam Jumat
102
103. Jalan Menuju Rumah Puang Banga.
103
104. Kejaran Anjing
104
105. Hutan Belantara
105
106. Jalan Dan Puang Banga
106
107. Membatalkan
107
108. Pulang
108
109. Alasan Saoda
109
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!