7. Lalai

Raina menelan salivanya, kali ini ia tak boleh tidur. Ia harus bisa mencaritahu jawaban atas apa yang selalu membebani pikirannya selama ini.

Tubuh Saoda terlihat bergerak membuat Raina dengan cepat menutup kedua matanya agar tak ketahuan oleh Saoda jika ia belum tidur.

Tak berselang lama suara gerakan papan ranjang terdengar membuat Raina mulai membuka sebelah matanya secara perlahan dan mendapati Saoda yang kini telah kembali membelakanginya.

Suasana gelap gulita tak dapat menghalangi pandangan Raina untuk bisa melihat sosok Saoda yang tubuhnya telah terbalut dengan kain sarung yang selalu ia gunakan untuk tidur.

Suasana gelap gulita di malam yang sunyi ini telah menjadi kebiasaan bagi Raina. Di desa ini tak ada aliran listrik karena belum terjangkau oleh pemerintah dan belum ada bantuan untuk pengaliran arus listrik.

Raina memejamkan kedua matanya berusaha untuk berpura-pura tidur. Sejujurnya ia mengantuk tapi ia tak boleh melewatkan kesempatan ini untuk mencaritahu sebuah kebenaran. Raina harus membuktikan jika Saoda bukanlah sosok Parakang yang beberapa hari ini selalu muncul di pikirannya. Ia harus membuktikan jika dugaannya selama ini adalah salah.

Kedua mata Raina telah terpejam tapi pendengarannya masih berfungsi dengan baik. Suara gonggongan anjing bisa ia dengar dengan jelas. Beberapa suara binatang lainnya terdengar saling bersahutan di luar sana membuat Raina sadar betapa menyeramkan tempat tinggalnya selama ini.

Hembusan nafas yang berhasil lolos dari indra pernafasannya membawanya pada sebuah kenyamanan hingga rasa ngantuk tak lagi bisa Raina tahan.

Kedua mata Raina terbuka secara tiba-tiba bersamaan dengan detakan jantungnya yang berdetak sangat cepat. Nafas Raina entah mengapa tiba-tiba saja menjadi meningkat. Raina merabah permukaan kasur yang ada di sebelahnya dimana Saoda tidur di sana namun, tak ada sosok Saoda di sana.

Kemana dia?

Raina dengan cepat bangkit dari tempat tidurnya dan pandangannya langsung menatap ke segala arah berusaha untuk mencari sosok Saoda.

Raina mendecapkan bibirnya karena merasa kesal pada dirinya sendiri yang dengan bodohnya lalai dan malah ikut tertindur.

Sekarang lihat! Saoda sudah tidak ada di tempat tidurnya. Entah dimana perginya sekarang.

Raina menyalakan korek api dan menyalakan pada sumbu lilin buatan pada kaleng berisi minyak tanah. Setelah lilin itu menyala Raina menoleh menatap ke arah luar kamar yang begitu sangat gelap gulita.

Raina melangkahkan kakinya keluar dari kamar dengan hati-hati dan begitu sangat pelan mengakibatkan suara papan berbunyi perlahan membuat detak jantung Raina berdetak sangat cepat.

Raina menelan salivanya dengan paksa setelah ia merasa sangat takut untuk melangkahkan kakinya. Tatapannya kini menatap ke seluruh ruangan yang sunyi dan sepi, tak ada sosok Saoda di sini.

"Hah!"

Raina terkejut setelah ia mendengar suara burung hantu yang hinggap di atap rumah membuat kayu di atap rumah itu ikut berbunyi. Raina menghela nafas lega dengan kedua bibirnya yang terbuka berusaha untuk mencari pasokan udara.

Ia mengangkat tangan kirinya untuk membantu memegang kaleng besi berisi minyak tanah saat ia bisa merasakan tangan kanannya gemetar karena ketakutan.

Hawa dingin dari luar yang bertiup melewati celah rumah berhasil membuat bulu kuduk Raina merinding tak karuan. Kedua lututnya terasa ngilu untuk memaksakan dirinya berdiri. Berdiri saja ia harus susah payah, bagaimana bisa ia harus berjalan.

Suara papan yang Raina injak berbunyi pelan menghasilkan suara mengerikan disaat kesunyian malam yang begitu sangat Raina takuti. Raina juga tidak mengerti pada dirinya, mengapa ia bisa menjadi penakut seperti ini padahal sebelumnya rasa takut bukanlah salah satu dari sifatnya.

Berita dan isu Parakang itu membuatnya menjadi seperti ini dan perilaku aneh Saoda membawanya pada rasa penasaran dan menenggelamkan-nya pada rasa ketakutan.

Raina menelan salivanya saat ia sudah ada di depan pintu keluar. Mungkin saja Saoda sudah pergi dan ini semua karena dirinya yang dengan bodohnya malah tertidur.

Raina memegang paku dengan jari dingin gemetarnya yang siap untuk membuka pintu. Bayangan hutan dan kebun yang gelap gulita telah terbayang di pikiran Raina jika nanti ia telah berhasil membuka pintu.

Ia mengerakkan paku itu dengan perlahan dan membuang jauh-jauh pikiran buruknya pada hal mengerikan itu. Pintu terbuka dengan perlahan membuat sekujur tubuh Raina merinding.

"Raina!"

"Aaaa!!!" jerit Raina ketakutan setelah ia seseorang menyentuh bahunya.

Episodes
1 1. Datangnya Parakang
2 2. Datangnya Parakang part 2
3 3. Raina
4 4. Terulang Kembali
5 5. Mencaritahu
6 6. Rencana
7 7. Lalai
8 8. Bukan Parakang?
9 9. Curiga
10 10. Kembali Mencaritahu
11 11. Kemana Perginya Dia?
12 12. Dia Parakang
13 13. Kembali
14 14. Buka Pintu!
15 15. Luka
16 16. Kematian Puang Bakri
17 17. Pertanyaan
18 18. Ayam Hitam
19 19. Mengikuti
20 20. Desa Sebelah
21 21. Erni
22 22. Pulang
23 23. Keputusan
24 24. Bantu
25 25. Dia Datang
26 26. Tolong!!!
27 27. Erni Atau Saoda
28 28. Membujuk
29 29. Kedatangan Puang Edi
30 30. Keluar!
31 31. Perdebatan
32 32. Pertanyaan.
33 33. Masuk!!!
34 34. Menemukan
35 35. Lari!!!
36 36. Mencoba Menyelamatkan
37 37. Rintangan
38 38. Tengah Hutan
39 39. Teriakan
40 40. Sadar
41 41. Tali
42 42. Sapu Lidi
43 43. Pukulan
44 44. Bakar Raina?
45 45. Pergi!!!
46 46. Kisah Lalu
47 47. Anak Laki-laki Yang Menyebalkan
48 48. Makan Malam
49 49. Rembulan Malam
50 50. Parakang Kisah Nyata
51 51. Pulang
52 52. Apakah Parakang Itu Ada?
53 53. Kelahiran
54 54. Keong Tumis
55 55. Makan bersama.
56 56. Kematian Bayi Ria
57 57. Fitnah
58 58. Lemparan
59 59. Perkelahian
60 60. Lemparan Batu
61 61. Bakar
62 62. Pedih
63 63. Balas Dendam
64 64. Bunga Kamboja
65 65. Pulang Ke Rumah
66 66. Kehidupan Baru
67 67. Sarung
68 68. Tidur Di Dalam kesunyian
69 69. Mencuci Pakaian
70 70. Saoda Yang Melakukannya?
71 71. Saoda Yang Melakukannya
72 72. Saoda Yang Berubah
73 73. Nama Kerbau
74 74. Pulang
75 75. Kembali Bermimpi
76 76. Melihat Pelaku
77 77. Pinsan
78 78. Sebuah Rasa
79 79. Gadis yang Tuo suka
80 80. Pernikahan
81 81. Hari Yang Baik
82 82. Nyaris Ketahuan
83 83. Susana Yang Begitu Indah
84 84. Kasih Sayang
85 86. Bahri
86 87. Kotor
87 88. Kemana Saoda?
88 89. Kembali
89 90. Bingung
90 91. Tergiang Kejadian
91 92. Mimpi Yang Menyatu
92 93. Menenangkan Diri
93 94. Pernikahan Bahri
94 95. Tawaran
95 96. Tuo Ternyata....
96 97. Kabar Mengenai Parakang
97 98. Bagaimana Jika Aku adalah Parakang?
98 99. Penjelasan Tuo
99 100. Mual
100 101. Mangga Muda
101 102. Malam Jumat
102 103. Jalan Menuju Rumah Puang Banga.
103 104. Kejaran Anjing
104 105. Hutan Belantara
105 106. Jalan Dan Puang Banga
106 107. Membatalkan
107 108. Pulang
108 109. Alasan Saoda
109 Pengumuman
Episodes

Updated 109 Episodes

1
1. Datangnya Parakang
2
2. Datangnya Parakang part 2
3
3. Raina
4
4. Terulang Kembali
5
5. Mencaritahu
6
6. Rencana
7
7. Lalai
8
8. Bukan Parakang?
9
9. Curiga
10
10. Kembali Mencaritahu
11
11. Kemana Perginya Dia?
12
12. Dia Parakang
13
13. Kembali
14
14. Buka Pintu!
15
15. Luka
16
16. Kematian Puang Bakri
17
17. Pertanyaan
18
18. Ayam Hitam
19
19. Mengikuti
20
20. Desa Sebelah
21
21. Erni
22
22. Pulang
23
23. Keputusan
24
24. Bantu
25
25. Dia Datang
26
26. Tolong!!!
27
27. Erni Atau Saoda
28
28. Membujuk
29
29. Kedatangan Puang Edi
30
30. Keluar!
31
31. Perdebatan
32
32. Pertanyaan.
33
33. Masuk!!!
34
34. Menemukan
35
35. Lari!!!
36
36. Mencoba Menyelamatkan
37
37. Rintangan
38
38. Tengah Hutan
39
39. Teriakan
40
40. Sadar
41
41. Tali
42
42. Sapu Lidi
43
43. Pukulan
44
44. Bakar Raina?
45
45. Pergi!!!
46
46. Kisah Lalu
47
47. Anak Laki-laki Yang Menyebalkan
48
48. Makan Malam
49
49. Rembulan Malam
50
50. Parakang Kisah Nyata
51
51. Pulang
52
52. Apakah Parakang Itu Ada?
53
53. Kelahiran
54
54. Keong Tumis
55
55. Makan bersama.
56
56. Kematian Bayi Ria
57
57. Fitnah
58
58. Lemparan
59
59. Perkelahian
60
60. Lemparan Batu
61
61. Bakar
62
62. Pedih
63
63. Balas Dendam
64
64. Bunga Kamboja
65
65. Pulang Ke Rumah
66
66. Kehidupan Baru
67
67. Sarung
68
68. Tidur Di Dalam kesunyian
69
69. Mencuci Pakaian
70
70. Saoda Yang Melakukannya?
71
71. Saoda Yang Melakukannya
72
72. Saoda Yang Berubah
73
73. Nama Kerbau
74
74. Pulang
75
75. Kembali Bermimpi
76
76. Melihat Pelaku
77
77. Pinsan
78
78. Sebuah Rasa
79
79. Gadis yang Tuo suka
80
80. Pernikahan
81
81. Hari Yang Baik
82
82. Nyaris Ketahuan
83
83. Susana Yang Begitu Indah
84
84. Kasih Sayang
85
86. Bahri
86
87. Kotor
87
88. Kemana Saoda?
88
89. Kembali
89
90. Bingung
90
91. Tergiang Kejadian
91
92. Mimpi Yang Menyatu
92
93. Menenangkan Diri
93
94. Pernikahan Bahri
94
95. Tawaran
95
96. Tuo Ternyata....
96
97. Kabar Mengenai Parakang
97
98. Bagaimana Jika Aku adalah Parakang?
98
99. Penjelasan Tuo
99
100. Mual
100
101. Mangga Muda
101
102. Malam Jumat
102
103. Jalan Menuju Rumah Puang Banga.
103
104. Kejaran Anjing
104
105. Hutan Belantara
105
106. Jalan Dan Puang Banga
106
107. Membatalkan
107
108. Pulang
108
109. Alasan Saoda
109
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!