Raina benar-benar takut sekarang.
Ia memeluk lututnya dan membekap mulutnya yang telah menangis sesegukan. Oh Tuhan, Raina benar-benar sangat takut sekarang. Entah kepada siapa lagi Raina harus berlindung sementara satu-satunya orang yang ia punya ternyata adalah mahluk jadi-jadian yang bernama Parakang.
Kedua mata Raina terpejam erat berusaha untuk memaksakan dirinya untuk tidur sekarang, tapi ini tidak mudah. Tidur dalam ketakutan tidaklah mudah. Pikiran Raina sekarang sedang kacau. Bayangan tentang sosok Parakang yang memanjat dinding rumah serta teriakan itu seakan terbayang di pikiran Raina.
Tok
Tok
Tok
"Raina!!!"
Kedua mata terbuka dengan tiba-tiba ketika ia mendengar suara ketukan dan suara Saoda yang terdengar memanggilnya di luar sana.
Raina semakin membekap mulutnya dan kembali memejamkan kedua matanya dengan erat. Rasanya sekujur tubuh Raina terasa mengigil karena ketakutan.
"Rainaaa!!!" panggilnya lagi.
Suaranya dingin yang terdengar lelah bahkan terdengar seperti orang yang merintih.
"Rainaaaa!!! Buka pintu!!!"
*Bruk
Bruk
Bruk*
Pintu terdengar dipukul membuat Raina tersentak kaget.
"Rainaaa, ini Indo!!!" teriaknya.
"Buka pintu!"
"Raina!!!"
"Buka pintu, Raina!!!"
Raina bangkit dari kasur dengan pelan membuatnya sesekali tersentak saat suara Saoda dan pukulan pintu kembali terdengar.
"Raina, buka pintu!!!"
Raina menelan salivanya dan detak jantungnya yang kembali berdetak sangat cepat.
"Raina, buka pintu!!!"
"Iya, Indo!!!" teriak Raina dengan bibir bergetar.
Raina melangkahkan kakinya dengan hati-hati ia mendorong lemari dan membuka pintu kamar. Raina menoleh menatap pintu rumah yang terlihat bergerak saat dipukul dari luar membuat Raina sesekali melangkah mundur dengan wajah takutnya.
"Rainaaa!!!"
"Buka pintu!!!"
Raina melangkah maju mendekati pintu dan menggeser kursi kayu yang telah ia letakkan tadi di belakang pintu.
Bruk
Bruk
Bruk
Raina melangkah mundur bersamaan dengan tersentaknya ia karena terkejut.
"Raina!!!"
"Iya, Indo," jawab Raina lalu kembali melangkahkan kakinya mendekati pintu dan membukanya dengan pelan.
Pintu terbuka saat didorong oleh Saoda membuat Raina melangkah mundur menjauhi sosok Saoda yang kini berdiri di hadapannya. Kedua mata Raina terbelalak dengan tubuh gemetar menatap Saoda yang tak memakai pakaian sedikitpun persis seperti apa yang sering Raina lihat.
Raina menelan salivanya menatap takut pada Saoda yang kini tersenyum dengan kedua mata sayup serta wajah pucatnya bahkan rambutnya juga terlihat acak-acakan. Tak berselang lama Saoda melangkah maju membuat Raina dengan cepat menggeser dan bersandar pada dinding rumah.
Tubuh Raina bergetar saat Saoda melintas tepat dihadapannya membuat Raina bisa mencium aroma darah segar yang menyengat pada tubuh Saoda. Saoda terlihat melangkah masuk ke dalam kamar dengan langkah yang begitu pelan membuat Raina ingin menangis sekencang kencangnya.
Apakah mungkin aroma darah dari tubuh Saoda adalah aroma darah dari Puang Bakri, suara teriakan yang ia dengar dari rumah tua yang selalu ia lewati saat ke pasar.
Apakah benar Saoda telah menjadikan Puang Bakri sebagai mangsanya, jika seperti ini maka siapa lagi yang akan Saoda jadikan sebagai mangsa berikutnya.
Apa mungkin dirinya juga dapat menjadi mangsa dan korban berikutnya. Raina menggeleng pelan, ia tak mau mati dengan cara mengenaskan seperti itu yakni dimangsa oleh sosok Parakang seperti warga desa yang telah dimangsa oleh sosok Parakang.
Ia mengigit jari tangannya dengan keras berusaha untuk memberi kekuatan pada dirinya agar ia kuat untuk berdiri walaupun ini tidak mudah.
Raina mendekap mulutnya kuat-kuat berusaha untuk mencegah agar ia tak menangis walau sejujurnya pipinya telah basah karena ia kini sedang menangis sekarang.
Ketika Saoda telah masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya dengan cepat Raina berlari masuk ke dalam kamar dan ikut menutup pintu kamarnya dengan rapat.
Ia berlari menaiki kasur dan menutup tubuhnya dengan sarung. Raina memeluk lututnya dan menarik bantal lalu meletakkannya di atas kepala.
Siapa yang bisa menolongnya sekarang?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments