14. Buka Pintu!

Raina benar-benar takut sekarang.

Ia memeluk lututnya dan membekap mulutnya yang telah menangis sesegukan. Oh Tuhan, Raina benar-benar sangat takut sekarang. Entah kepada siapa lagi Raina harus berlindung sementara satu-satunya orang yang ia punya ternyata adalah mahluk jadi-jadian yang bernama Parakang.

Kedua mata Raina terpejam erat berusaha untuk memaksakan dirinya untuk tidur sekarang, tapi ini tidak mudah. Tidur dalam ketakutan tidaklah mudah. Pikiran Raina sekarang sedang kacau. Bayangan tentang sosok Parakang yang memanjat dinding rumah serta teriakan itu seakan terbayang di pikiran Raina.

Tok

Tok

Tok

"Raina!!!"

Kedua mata terbuka dengan tiba-tiba ketika ia mendengar suara ketukan dan suara Saoda yang terdengar memanggilnya di luar sana.

Raina semakin membekap mulutnya dan kembali memejamkan kedua matanya dengan erat. Rasanya sekujur tubuh Raina terasa mengigil karena ketakutan.

"Rainaaa!!!" panggilnya lagi.

Suaranya dingin yang terdengar lelah bahkan terdengar seperti orang yang merintih.

"Rainaaaa!!! Buka pintu!!!"

*Bruk

Bruk

Bruk*

Pintu terdengar dipukul membuat Raina tersentak kaget.

"Rainaaa, ini Indo!!!" teriaknya.

"Buka pintu!"

"Raina!!!"

"Buka pintu, Raina!!!"

Raina bangkit dari kasur dengan pelan membuatnya sesekali tersentak saat suara Saoda dan pukulan pintu kembali terdengar.

"Raina, buka pintu!!!"

Raina menelan salivanya dan detak jantungnya yang kembali berdetak sangat cepat.

"Raina, buka pintu!!!"

"Iya, Indo!!!" teriak Raina dengan bibir bergetar.

Raina melangkahkan kakinya dengan hati-hati ia mendorong lemari dan membuka pintu kamar. Raina menoleh menatap pintu rumah yang terlihat bergerak saat dipukul dari luar membuat Raina sesekali melangkah mundur dengan wajah takutnya.

"Rainaaa!!!"

"Buka pintu!!!"

Raina melangkah maju mendekati pintu dan menggeser kursi kayu yang telah ia letakkan tadi di belakang pintu.

Bruk

Bruk

Bruk

Raina melangkah mundur bersamaan dengan tersentaknya ia karena terkejut.

"Raina!!!"

"Iya, Indo," jawab Raina lalu kembali melangkahkan kakinya mendekati pintu dan membukanya dengan pelan.

Pintu terbuka saat didorong oleh Saoda membuat Raina melangkah mundur menjauhi sosok Saoda yang kini berdiri di hadapannya. Kedua mata Raina terbelalak dengan tubuh gemetar menatap Saoda yang tak memakai pakaian sedikitpun persis seperti apa yang sering Raina lihat.

Raina menelan salivanya menatap takut pada Saoda yang kini tersenyum dengan kedua mata sayup serta wajah pucatnya bahkan rambutnya juga terlihat acak-acakan. Tak berselang lama Saoda melangkah maju membuat Raina dengan cepat menggeser dan bersandar pada dinding rumah.

Tubuh Raina bergetar saat Saoda melintas tepat dihadapannya membuat Raina bisa mencium aroma darah segar yang menyengat pada tubuh Saoda. Saoda terlihat melangkah masuk ke dalam kamar dengan langkah yang begitu pelan membuat Raina ingin menangis sekencang kencangnya.

Apakah mungkin aroma darah dari tubuh Saoda adalah aroma darah dari Puang Bakri, suara teriakan yang ia dengar dari rumah tua yang selalu ia lewati saat ke pasar.

Apakah benar Saoda telah menjadikan Puang Bakri sebagai mangsanya, jika seperti ini maka siapa lagi yang akan Saoda jadikan sebagai mangsa berikutnya.

Apa mungkin dirinya juga dapat menjadi mangsa dan korban berikutnya. Raina menggeleng pelan, ia tak mau mati dengan cara mengenaskan seperti itu yakni dimangsa oleh sosok Parakang seperti warga desa yang telah dimangsa oleh sosok Parakang.

Ia mengigit jari tangannya dengan keras berusaha untuk memberi kekuatan pada dirinya agar ia kuat untuk berdiri walaupun ini tidak mudah.

Raina mendekap mulutnya kuat-kuat berusaha untuk mencegah agar ia tak menangis walau sejujurnya pipinya telah basah karena ia kini sedang menangis sekarang.

Ketika Saoda telah masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya dengan cepat Raina berlari masuk ke dalam kamar dan ikut menutup pintu kamarnya dengan rapat.

Ia berlari menaiki kasur dan menutup tubuhnya dengan sarung. Raina memeluk lututnya dan menarik bantal lalu meletakkannya di atas kepala.

Siapa yang bisa menolongnya sekarang?

Episodes
1 1. Datangnya Parakang
2 2. Datangnya Parakang part 2
3 3. Raina
4 4. Terulang Kembali
5 5. Mencaritahu
6 6. Rencana
7 7. Lalai
8 8. Bukan Parakang?
9 9. Curiga
10 10. Kembali Mencaritahu
11 11. Kemana Perginya Dia?
12 12. Dia Parakang
13 13. Kembali
14 14. Buka Pintu!
15 15. Luka
16 16. Kematian Puang Bakri
17 17. Pertanyaan
18 18. Ayam Hitam
19 19. Mengikuti
20 20. Desa Sebelah
21 21. Erni
22 22. Pulang
23 23. Keputusan
24 24. Bantu
25 25. Dia Datang
26 26. Tolong!!!
27 27. Erni Atau Saoda
28 28. Membujuk
29 29. Kedatangan Puang Edi
30 30. Keluar!
31 31. Perdebatan
32 32. Pertanyaan.
33 33. Masuk!!!
34 34. Menemukan
35 35. Lari!!!
36 36. Mencoba Menyelamatkan
37 37. Rintangan
38 38. Tengah Hutan
39 39. Teriakan
40 40. Sadar
41 41. Tali
42 42. Sapu Lidi
43 43. Pukulan
44 44. Bakar Raina?
45 45. Pergi!!!
46 46. Kisah Lalu
47 47. Anak Laki-laki Yang Menyebalkan
48 48. Makan Malam
49 49. Rembulan Malam
50 50. Parakang Kisah Nyata
51 51. Pulang
52 52. Apakah Parakang Itu Ada?
53 53. Kelahiran
54 54. Keong Tumis
55 55. Makan bersama.
56 56. Kematian Bayi Ria
57 57. Fitnah
58 58. Lemparan
59 59. Perkelahian
60 60. Lemparan Batu
61 61. Bakar
62 62. Pedih
63 63. Balas Dendam
64 64. Bunga Kamboja
65 65. Pulang Ke Rumah
66 66. Kehidupan Baru
67 67. Sarung
68 68. Tidur Di Dalam kesunyian
69 69. Mencuci Pakaian
70 70. Saoda Yang Melakukannya?
71 71. Saoda Yang Melakukannya
72 72. Saoda Yang Berubah
73 73. Nama Kerbau
74 74. Pulang
75 75. Kembali Bermimpi
76 76. Melihat Pelaku
77 77. Pinsan
78 78. Sebuah Rasa
79 79. Gadis yang Tuo suka
80 80. Pernikahan
81 81. Hari Yang Baik
82 82. Nyaris Ketahuan
83 83. Susana Yang Begitu Indah
84 84. Kasih Sayang
85 86. Bahri
86 87. Kotor
87 88. Kemana Saoda?
88 89. Kembali
89 90. Bingung
90 91. Tergiang Kejadian
91 92. Mimpi Yang Menyatu
92 93. Menenangkan Diri
93 94. Pernikahan Bahri
94 95. Tawaran
95 96. Tuo Ternyata....
96 97. Kabar Mengenai Parakang
97 98. Bagaimana Jika Aku adalah Parakang?
98 99. Penjelasan Tuo
99 100. Mual
100 101. Mangga Muda
101 102. Malam Jumat
102 103. Jalan Menuju Rumah Puang Banga.
103 104. Kejaran Anjing
104 105. Hutan Belantara
105 106. Jalan Dan Puang Banga
106 107. Membatalkan
107 108. Pulang
108 109. Alasan Saoda
109 Pengumuman
Episodes

Updated 109 Episodes

1
1. Datangnya Parakang
2
2. Datangnya Parakang part 2
3
3. Raina
4
4. Terulang Kembali
5
5. Mencaritahu
6
6. Rencana
7
7. Lalai
8
8. Bukan Parakang?
9
9. Curiga
10
10. Kembali Mencaritahu
11
11. Kemana Perginya Dia?
12
12. Dia Parakang
13
13. Kembali
14
14. Buka Pintu!
15
15. Luka
16
16. Kematian Puang Bakri
17
17. Pertanyaan
18
18. Ayam Hitam
19
19. Mengikuti
20
20. Desa Sebelah
21
21. Erni
22
22. Pulang
23
23. Keputusan
24
24. Bantu
25
25. Dia Datang
26
26. Tolong!!!
27
27. Erni Atau Saoda
28
28. Membujuk
29
29. Kedatangan Puang Edi
30
30. Keluar!
31
31. Perdebatan
32
32. Pertanyaan.
33
33. Masuk!!!
34
34. Menemukan
35
35. Lari!!!
36
36. Mencoba Menyelamatkan
37
37. Rintangan
38
38. Tengah Hutan
39
39. Teriakan
40
40. Sadar
41
41. Tali
42
42. Sapu Lidi
43
43. Pukulan
44
44. Bakar Raina?
45
45. Pergi!!!
46
46. Kisah Lalu
47
47. Anak Laki-laki Yang Menyebalkan
48
48. Makan Malam
49
49. Rembulan Malam
50
50. Parakang Kisah Nyata
51
51. Pulang
52
52. Apakah Parakang Itu Ada?
53
53. Kelahiran
54
54. Keong Tumis
55
55. Makan bersama.
56
56. Kematian Bayi Ria
57
57. Fitnah
58
58. Lemparan
59
59. Perkelahian
60
60. Lemparan Batu
61
61. Bakar
62
62. Pedih
63
63. Balas Dendam
64
64. Bunga Kamboja
65
65. Pulang Ke Rumah
66
66. Kehidupan Baru
67
67. Sarung
68
68. Tidur Di Dalam kesunyian
69
69. Mencuci Pakaian
70
70. Saoda Yang Melakukannya?
71
71. Saoda Yang Melakukannya
72
72. Saoda Yang Berubah
73
73. Nama Kerbau
74
74. Pulang
75
75. Kembali Bermimpi
76
76. Melihat Pelaku
77
77. Pinsan
78
78. Sebuah Rasa
79
79. Gadis yang Tuo suka
80
80. Pernikahan
81
81. Hari Yang Baik
82
82. Nyaris Ketahuan
83
83. Susana Yang Begitu Indah
84
84. Kasih Sayang
85
86. Bahri
86
87. Kotor
87
88. Kemana Saoda?
88
89. Kembali
89
90. Bingung
90
91. Tergiang Kejadian
91
92. Mimpi Yang Menyatu
92
93. Menenangkan Diri
93
94. Pernikahan Bahri
94
95. Tawaran
95
96. Tuo Ternyata....
96
97. Kabar Mengenai Parakang
97
98. Bagaimana Jika Aku adalah Parakang?
98
99. Penjelasan Tuo
99
100. Mual
100
101. Mangga Muda
101
102. Malam Jumat
102
103. Jalan Menuju Rumah Puang Banga.
103
104. Kejaran Anjing
104
105. Hutan Belantara
105
106. Jalan Dan Puang Banga
106
107. Membatalkan
107
108. Pulang
108
109. Alasan Saoda
109
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!