8. Bukan Parakang?

"Aaaa!!!" jerit Raina ketakutan setelah ia merasakan seseorang menyentuh bahunya.

Raina menoleh menatap sosok Saoda yang kini berdiri di hadapannya dengan lilin buatan yang sedang ia pegang kelengnya. Separuh wajahnya terlihat setelah terpapar cahaya lilin. Kedua mata Saoda terlihat melotot ke arahnya, sepertinya bukan hanya Raina yang terkejut tapi Saoda juga.

Dada Raina kembang kempis begitu kuat sementara jantungnya nyaris melompat keluar dari rongganya.

"Ada apa? Kenapa kau berteriak?" tanya Saoda dengan raut wajahnya yang terlihat kesal.

Bagaimana tidak kesal jika suara teriakan Raina sangat nyaring bahkan burung-burung hantu berterbangan menjauhi rumah setelah mendengar suara teriakan dari Raina.

"Maaf, Indo. Aku terkejut," jawabnya sambil mengelus dada yang begitu berdebar.

Apakah jantungnya masih aman? Hah, bahkan Raina merasa jika jantungnya telah rusak setelah dikagetkan oleh sosok Saoda yang menyentuhnya secara tiba-tiba.

Saoda menatap dari ujung kaki sampai ujung rambut Raina dengan tatapan penuh curiganya. Ia melirik menatap ke arah pintu yang sedikit terbuka memperlihatkan pemadangan di luar rumah yang begitu gelap dengan wajah datarnya.

"Mau kemana kau?" tanya Saoda akhirnya.

"A-a-aku ingin a-aku ingin-"

"Katakan!"

"Tadi aku terbangun dari tidur dan tidak ada Indo di kamar," jawabnya.

Saoda masih terdiam. Tatapannya tajam menatap Raina yang kini terlihat takut dan sesekali terlihat menelan salivanya.

"A-aku pikir Indo pergi."

"Kemana?"

"A-a-aku juga tidak tahu, Indo."

"Kembalilah!"

"Apa?"

"Kembali ke tempat tidur!"

Raina mengangguk cepat. Ia menoleh menatap pintu sejenak dan kembali menatap Saoda yang terlihat masih menatapnya. Tatapan tajam yang selama ini tak pernah dirasakan oleh Raina membuatnya gemetar.

Raina mendorong pintu sejenak membuat pintu itu rapat disusul Raina yang kemudian melangkah pergi meninggalkan Saoda sendiri dengan wajah datar tanpa ekspresi.

Raina menghentikan langkahnya setelah ia telah tiba di depan pintu kamar. Ia menatap Saoda sejenak yang terlihat berdiri menatap ke arah pintu membelakanginya. Raina menelan salivanya. Apakah Saoda merasa curiga dengannya? Semoga saja tidak, Raina harap seperti itu.

"Masuklah! Apa lagi yang kau tunggu?"

Raina tersentak kaget bersamaan dengan kedua matanya yang melotot. Bagaimana bisa ia tahu?

Dengan buru-buru Raina berlari masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuhnya ke atas kasur. Raina menyelimuti kepalanya dengan sarung dan memejamkan kedua matanya sangat rapat. Kali ini ia memaksakan matanya untuk tidur dengan cepat.

...****...

Raina terbangun dari tidurnya disaat cahaya matahari yang berhasil mengenai kelopak matanya setelah menembus celah papan yang telah mengeropos dimakan usia.

Raina membalikkan badannya dan merabah permukaan kasur yang kini kembali kosong. Raina membuka kedua matanya dengan perlahan hingga sosok Saoda sudah tak terlihat lagi.

Raina bangkit dari kasur dan mengusap kedua matanya. Ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan kamar. Suara kicauan burung-burung terdengar di luar sana membawa Raina tanpa sadar membuka jendela. Senyumnya terukir saat ia menatap burung-burung kecil yang bertengger di salah satu ranting pohon yang ada di tepi hutan.

Pemandangan indah yang selalu ia lihat di setiap pagi serta udara malam yang begitu sangat segar hingga terasa pada rongga paru-parunya.

"Raina!"

Raina menoleh menatap Saoda yang kini dengan cepat menoleh menatap Saoda yang kini melangkah keluar dari dapur sembari membawa dua piring nasi goreng.

"Ayo makan!"

Raina tersenyum. Ia melangkah mendekati Saoda dan duduk di sampingnya yang kini tersenyum menatap ke arah wanita yang terlihat sibuk meletakkan piring ke papan. Untuk beberapa detik senyum Raina hilang dari bibirnya.

Bagaimana bisa ia berpikir jika wanita tua yang ada di hadapannya ini adalah seorang Parakang. Wanita baik hati dan penuh dengan kasih sayang, bagaimana bisa dia seorang Parakang?

Rasanya Raina menyesal setelah menaruh curiga pada sosok Neneknya yang selama ini telah menggantikan sosok Ibu dan Ayahnya yang telah lama meninggal.

"Ada apa?" tanya Saoda membuat pikiran Raina membuyar.

Ia tersenyum lalu menggeleng.

"Apa nasinya terasa asin?"

"Tidak."

"Lalu?"

"Hanya bahagia."

Saoda tersenyum setelah mendengar hal tersebut terlebih lagi disaat Raina mendekat dan memeluknya begitu erat. Saoda mengelus rambut Raina dengan jejari tangan kanannya yang bergerak lambat dan penuh perasaan. Kedua tatapannya menatap ke arah pintu luar rumah lalu ia tersenyum.

Episodes
1 1. Datangnya Parakang
2 2. Datangnya Parakang part 2
3 3. Raina
4 4. Terulang Kembali
5 5. Mencaritahu
6 6. Rencana
7 7. Lalai
8 8. Bukan Parakang?
9 9. Curiga
10 10. Kembali Mencaritahu
11 11. Kemana Perginya Dia?
12 12. Dia Parakang
13 13. Kembali
14 14. Buka Pintu!
15 15. Luka
16 16. Kematian Puang Bakri
17 17. Pertanyaan
18 18. Ayam Hitam
19 19. Mengikuti
20 20. Desa Sebelah
21 21. Erni
22 22. Pulang
23 23. Keputusan
24 24. Bantu
25 25. Dia Datang
26 26. Tolong!!!
27 27. Erni Atau Saoda
28 28. Membujuk
29 29. Kedatangan Puang Edi
30 30. Keluar!
31 31. Perdebatan
32 32. Pertanyaan.
33 33. Masuk!!!
34 34. Menemukan
35 35. Lari!!!
36 36. Mencoba Menyelamatkan
37 37. Rintangan
38 38. Tengah Hutan
39 39. Teriakan
40 40. Sadar
41 41. Tali
42 42. Sapu Lidi
43 43. Pukulan
44 44. Bakar Raina?
45 45. Pergi!!!
46 46. Kisah Lalu
47 47. Anak Laki-laki Yang Menyebalkan
48 48. Makan Malam
49 49. Rembulan Malam
50 50. Parakang Kisah Nyata
51 51. Pulang
52 52. Apakah Parakang Itu Ada?
53 53. Kelahiran
54 54. Keong Tumis
55 55. Makan bersama.
56 56. Kematian Bayi Ria
57 57. Fitnah
58 58. Lemparan
59 59. Perkelahian
60 60. Lemparan Batu
61 61. Bakar
62 62. Pedih
63 63. Balas Dendam
64 64. Bunga Kamboja
65 65. Pulang Ke Rumah
66 66. Kehidupan Baru
67 67. Sarung
68 68. Tidur Di Dalam kesunyian
69 69. Mencuci Pakaian
70 70. Saoda Yang Melakukannya?
71 71. Saoda Yang Melakukannya
72 72. Saoda Yang Berubah
73 73. Nama Kerbau
74 74. Pulang
75 75. Kembali Bermimpi
76 76. Melihat Pelaku
77 77. Pinsan
78 78. Sebuah Rasa
79 79. Gadis yang Tuo suka
80 80. Pernikahan
81 81. Hari Yang Baik
82 82. Nyaris Ketahuan
83 83. Susana Yang Begitu Indah
84 84. Kasih Sayang
85 86. Bahri
86 87. Kotor
87 88. Kemana Saoda?
88 89. Kembali
89 90. Bingung
90 91. Tergiang Kejadian
91 92. Mimpi Yang Menyatu
92 93. Menenangkan Diri
93 94. Pernikahan Bahri
94 95. Tawaran
95 96. Tuo Ternyata....
96 97. Kabar Mengenai Parakang
97 98. Bagaimana Jika Aku adalah Parakang?
98 99. Penjelasan Tuo
99 100. Mual
100 101. Mangga Muda
101 102. Malam Jumat
102 103. Jalan Menuju Rumah Puang Banga.
103 104. Kejaran Anjing
104 105. Hutan Belantara
105 106. Jalan Dan Puang Banga
106 107. Membatalkan
107 108. Pulang
108 109. Alasan Saoda
109 Pengumuman
Episodes

Updated 109 Episodes

1
1. Datangnya Parakang
2
2. Datangnya Parakang part 2
3
3. Raina
4
4. Terulang Kembali
5
5. Mencaritahu
6
6. Rencana
7
7. Lalai
8
8. Bukan Parakang?
9
9. Curiga
10
10. Kembali Mencaritahu
11
11. Kemana Perginya Dia?
12
12. Dia Parakang
13
13. Kembali
14
14. Buka Pintu!
15
15. Luka
16
16. Kematian Puang Bakri
17
17. Pertanyaan
18
18. Ayam Hitam
19
19. Mengikuti
20
20. Desa Sebelah
21
21. Erni
22
22. Pulang
23
23. Keputusan
24
24. Bantu
25
25. Dia Datang
26
26. Tolong!!!
27
27. Erni Atau Saoda
28
28. Membujuk
29
29. Kedatangan Puang Edi
30
30. Keluar!
31
31. Perdebatan
32
32. Pertanyaan.
33
33. Masuk!!!
34
34. Menemukan
35
35. Lari!!!
36
36. Mencoba Menyelamatkan
37
37. Rintangan
38
38. Tengah Hutan
39
39. Teriakan
40
40. Sadar
41
41. Tali
42
42. Sapu Lidi
43
43. Pukulan
44
44. Bakar Raina?
45
45. Pergi!!!
46
46. Kisah Lalu
47
47. Anak Laki-laki Yang Menyebalkan
48
48. Makan Malam
49
49. Rembulan Malam
50
50. Parakang Kisah Nyata
51
51. Pulang
52
52. Apakah Parakang Itu Ada?
53
53. Kelahiran
54
54. Keong Tumis
55
55. Makan bersama.
56
56. Kematian Bayi Ria
57
57. Fitnah
58
58. Lemparan
59
59. Perkelahian
60
60. Lemparan Batu
61
61. Bakar
62
62. Pedih
63
63. Balas Dendam
64
64. Bunga Kamboja
65
65. Pulang Ke Rumah
66
66. Kehidupan Baru
67
67. Sarung
68
68. Tidur Di Dalam kesunyian
69
69. Mencuci Pakaian
70
70. Saoda Yang Melakukannya?
71
71. Saoda Yang Melakukannya
72
72. Saoda Yang Berubah
73
73. Nama Kerbau
74
74. Pulang
75
75. Kembali Bermimpi
76
76. Melihat Pelaku
77
77. Pinsan
78
78. Sebuah Rasa
79
79. Gadis yang Tuo suka
80
80. Pernikahan
81
81. Hari Yang Baik
82
82. Nyaris Ketahuan
83
83. Susana Yang Begitu Indah
84
84. Kasih Sayang
85
86. Bahri
86
87. Kotor
87
88. Kemana Saoda?
88
89. Kembali
89
90. Bingung
90
91. Tergiang Kejadian
91
92. Mimpi Yang Menyatu
92
93. Menenangkan Diri
93
94. Pernikahan Bahri
94
95. Tawaran
95
96. Tuo Ternyata....
96
97. Kabar Mengenai Parakang
97
98. Bagaimana Jika Aku adalah Parakang?
98
99. Penjelasan Tuo
99
100. Mual
100
101. Mangga Muda
101
102. Malam Jumat
102
103. Jalan Menuju Rumah Puang Banga.
103
104. Kejaran Anjing
104
105. Hutan Belantara
105
106. Jalan Dan Puang Banga
106
107. Membatalkan
107
108. Pulang
108
109. Alasan Saoda
109
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!