Sephora membuang tasnya begitu saja ke atas tempat tidur. sepulang dari RC untuk menemani Bram dia benar-benar seperti singa yang baru saja kehilangan jatah makannya. Tentu saja itu karena melihat bagaimana Presdir Nard memperlakukan Ariel dengan baik, sementara menjabat tangannya saja dia tidak bersedia.
Ibunya Sephora yang melihat bagaimana putrinya kembali dengan wajah yang terlihat sangat kesal, akhirnya mendatangi Sephora demi untuk menanyakan apa yang terjadi pada putrinya itu.
" Sephora, kau ini kenapa? Apa kau bertengkar dengan Bram? " Tanya Ibunya Sephora, dia kini sudah duduk di sebelah Sephora, menatap penuh perhatian karena memang Sephora adalah anak satu-satunya, ditambah lagi Sephora kan akan menikah dengan Bram yang nantinya akan bisa membantu keuangannya orang tuanya, terlebih dia sebagai Ibu.
Sephora membuang nafas sebalnya sebelum memulai untuk bicara dan menceritakan apa yang dia lakukan dan apa yang dia rasakan saat ini.
" Ibu tahu kan hari ini aku menemani Bram untuk pergi ke perusahaan RC? " Ibunya Sephora mengangguk karena memang dia tahu, Sephora dan Bram kan sudah meminta izin sebelum pergi tadi pagi.
" Disana aku bertemu dengan Ariel, Ibu. ibu pasti tidak akan percaya kalau Ariel benar-benar sudah berubah. Dia sekarang ini jadi sangat pandai bicara, bahkan juga membalikkan ucapan dia dengan mudah bisa membuatku tidak bisa berkata-kata lagi. "
Ibunya Sephora menghela nafas panjangnya.
" Ya sudahlah, tinggal pukul saja dia seperti biasanya. Nanti dia juga akan diam kok. Duku itu dia kan suka melotot kesal setiap kali kita marahi, tali karena kita sering pukul dia, dia tetap tidak berani melawan kan? "
" Tali yang membuatku kesal bukan hanya itu, Ibu! " Protes Sephora yang merasa masih belum menceritakan inti masalah yang membuatnya kesal.
" Memang apa masalahnya? "
" Ibu tahu Presdir RC kan? "
" Tidak tahu, dia itu orangnya sangat misterius, juga tidak sembarangan orang bisa bertemu dengannya. "
" Tidak Bu! Aku bertemu dengannya! Aku pernah melihat wajah itu dari paparazi. Kalau di lihat aslinya, Presdir Nard itu sangat tampan Ibu, wajahnya seperti wajah campuran. Matanya kecoklatan, rambutnya agak coklat dan juga sangat tebal. Alisnya tebal, hidungnya sangat mancung, bibirnya kemerahan, dan dia terlihat sangat seksi. Ah, apalagi suaranya, dan saat melihat tubuhnya yang bidang tinggi besar itu, aku deg-degan sekali. "
Ibunya Sephora mengeryit bingung, kini dia hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Jadi, masalahnya ada dimana? Apakah dia sedang jatuh cinta dengan Presdir Nard dan itu adalah sebuah masalah?
" Ibu tahu tidak? "
" Tidak. "
" Ah, Ibu! " Kesal Sephora.
" Ibu masih tidak mengerti apa dan dimana masalahnya. "
Sephora membuang nafas sebalnya.
" Masalah terbesarnya adalah, aku menjabat tangan kepada Presdir Nard, tapi dia bilang kalau dia gila kebersihan jadi tidak mau menjabat tanganku. Anehnya setelah mengatakan itu, dia memegang kepala Ariel dan membawanya masuk ke dalam mobilnya. "
" Apa?! " Ibunya Sephora terkejut bukan main. Bagaimana tidak? Ariel kenapa bisa dekat dengan Presdir Nard yang sangat misterius itu? Padahal kalau Sephora bisa dekat dengan Presdir Nard, itu benar-benar adalah sebuah berkah yang luar biasa. RC itu kan sangat terkenal, gaji karyawan biasa saja di sana juga terbilang besar dan di atas upah minimum reguler.
" Kenapa bisa ada Ariel disana?! "
" Aku sih mendengar kalau Presdir Nard memanggil Ariel dengan sebutan Asisten Marile. "
Ibunya Sephora terdiam sembari berpikir, seperti biasanya, dia akan menggigit kuku jempolnya saat sedang berpikir keras. Hal ini mana bisa di biarkan begitu saja? Kalau Ariel sampai dekat dengan Presdir Nard, bukan tidak mungkin kalau nanti Presdir Nard akan membantu Ariel membebaskan Ibunya dari tahanan kan? Tidak! Ini benar-benar adalah masalah besar, kalau si Leo sih mana bisa melakukan hal itu? Leo itu kan hanya cucu manja dari seorang pembisnis batu bara, jadi tidak mungkin dia bisa memiliki kemampuan untuk membebaskan Ibunya Ariel.
" Sephora, kau carilah cara supaya Ariel tidak terlalu dekat dengan Presdir Nard! "
Sephora mengeryit bingung.
" Bagaimana caranya Ibu? Melihat cara Presdir Nard memperlakukan Ariel, aku rasa agak sulit deh melakukanya. " Ujar Sephora karena memang dia bisa melihat sendiri bagaimana dinginnya Presdir Nard, dan jelas sekali dia bukan orang yang bisa dibodohi seperti Bram.
" Cari cara saja, kau bisa coba bekerja disana juga kan? Pokoknya jangan sampai kalau Ariel terlalu dekat dengan Presdir Nard. Karena Presdir Nard adalah orang yang punya pengaruh besar, bukan tidak mungkin kalau nanti dia akan membantu Ariel membebaskan Ibunya. Kalau sampai itu terjadi, posisi kita tidak akan aman, kita juga bisa mati kutu. "
Sephora membuang nafas sebalnya.
" Nanti akan kucari caranya, tapi Ibu jangan terllau panik begitu. Toh wanita itu kan tidak akan mungkin berani melakukan apa-apa kepada kita. " Ujar Sephora.
***
Ariel terdiam sembari membatin heran. Sebenarnya apa yang dia lihat tadi itu nyata atau tidak sih? Padahal selama ini yang dia kenal Presdir Nard adalah pria yang sangat mudah tersenyum, suka sembarangan menyentuh, bicaranya juga agak aneh seperti pria yang sedang menggoda wanita. Tapi tadi, cara menatap Presdir Nard benar-benar mirip seperti yang dikatakan tiga gadis yang ia temui di toilet beberapa hari yang lalu.
" Kau membawa bekal? Kenapa tidak di makan? "
Ariel terperanjak kaget karena suara dari orang yang sedang dibicarakan di dalam hati terdengar olehnya.
" Oh iya, nanti Presdir Nard. Aku juga belum terlaku lapar. "
" Makan saja, perjalanan ke bandara kan lumayan jauh, masih ada empat puluh lima menit. Jadi mumpung masih ada waktu, cepatlah makan. "
Tuh kan? Mana coba sifat aslinya yang sebenarnya? Kalau dia sok perhatian seperti ini, sebenarnya malah lebih membuat Ariel merinding dari pada Presdir Nard yang dingin seperti beberapa saat lalu. Apalagi kalau melihat cara dia tersenyum seperti sedang menggodanya, rasanya ingin sekali dia tusuk kedua mata itu dengan garpu. Aduh, sudahlah, tenangkan diri saja dan makan dengan baik, batin Ariel.
" Presdir Nard, ini sungguhan tidak apa-apa aku makan di mobil? Apa tidak takut mobilnya jadi bau? " Tanya lagi Ariel karena takutnya nanti dia kena omel.
" Santai saja, makanlah yang banyak. " Ariel membulatkan matanya karena terkejut dengan tangan Presdir Nard yang lagi-lagi mengacak rambutnya, seperti Ariel adalah adik kandung atau kekasihnya saja.
Kalau saja dia bukan Presdir di tempatku bekerja, aku pasti akan menendang telor kembar mu karena terus bersikap seolah aku ini wanita yang mudah di rayu. Maaf saja, aku sudah trauma dengan pria tampan. Kalau dipikir-pikir, Bram saja yang tidak setampan Presdir Nard saja berkhianat, apalagi kalau Presdir Nard sendiri, Ih! setan sekali, sudah berapa juta lubang donat perempuan dia icip icip?
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
kuaci
trauma org tampan ariel
2024-09-01
0
oncom
🙃😭😭😭
2024-07-02
0
Marhaban ya Nur17
piktor mele se marile neh ke nard or leon
2023-05-18
0