Sephora menggigit bibir bawahnya dengan perasaan kesal. Padahal dia benar-benar penasaran pekerjaan apa yang lakukan Ariel di RC yang jelas adalah perusahaan besar, bahkan sebenarnya dia datang ke RC untuk mengajukan kerja sama yang belum tentu akan diterima oleh RC yang sangat detail dan memilih itu. Ini sudah ke empat kalinya dalam setahun perusahaan orang tuanya Bram menawarkan kerja sama bahkan rela mendapatkan keuntungan lebih sedikit agar bisa menarik RC ke perusahaannya, baru nanti bisa memperlebar relasi dengan embel-embel RC.
" Kau tidak di minta duduk di dalam, tapi berdiri di sini malah seperti pak satpam. Pergilah sana! Kasihan pak satpam karena pekerjaannya jadi tidak fokus karena ada sampai di dekatnya. Iya kan pak satpam? "
Satpam yang sedari tadi hanya pura-pura tidak lihat hanya bisa memaksakan senyumnya. Ah, siapa sih yang tidak tahu Ariel? Dia itu kan sudah di umumkan menjadi asisten pribadi Presdir Nard yang bahkan katanya sabat misterius dan juga introvet luar biasa.
" Ariel, kau sekarang sudah sangat berani membalas ucapan ku, dan juga menghinaku ya? " Sephora menatap dengan tatapan marah, dia juga dengan jelas menunjukkan lewat mimik wajahnya bahwa dia seperti bersiap untuk membalas dendam dengan Ariel.
Ariel menghela nafas sebalnya. Iya, kalau di ingat-ingat lagi, kenapa dia dulu begitu bodoh dan menerima saja saat diperlakukan tidak adil ya? Padahal jelas sekali rasanya sangat lega saat dia bisa membalas dan membalikkan hinaan kepada sang penghina itu sendiri.
" Aku malah tidak habisnya heran dengan mu, Sephora. Kau ini kan sudah tua, kau sudah pasti bukan hanya ewita dengan Bram saja kan? Tapi kenapa kau masih tidak bisa berpikir dewasa? Katanya ada yang bilang kalau ewita itu dapat merefresh otak agar menjadi jernih dan bisa berpikir positif, tapi kenapa tidak ada gunanya padamu? Kau pasti dengan laki-laki lain ewita, dengan tetangga yang kau pacari waktu itu juga kau ewita di mobil kan? Ah, dengan teman Ayah juga kau ewita juga kan? Cih! Padahal ewita di sini ewita disana tapi otaknya malah amblas. "
Sephora terperangah dengan kata-kata Ariel yang luar biasa lepas tidak pakai filter.
" Ariel, otakmu benar-benar terkontaminasi dengan kata aneh itu kan?! Bagaimana bisa pikiran mu seaneh itu! Ingat juga, umurku baru dua puluh enam! Mana boleh kau mengatai ku tua?! Masalah berhubungan badan, aku tidak segencar itu dengan semua pria! "
Ariel menaikkan sisi bibirnya.
" Yah mana aku tahu. Yang aku pergoki si cuma sama tetangga di mobil, terus yang kedua dengan Bram. Aduh, kalau ingat itu aku jadi ingat dengan dada mu yang besar sebelah. Hehehe.... "
Sephora memejamkan mata sebentar mengatur nafas untuk bisa menahan diri agar jangan membuat masalah di sana karena takutnya itu tidak akan baik untuk Bram nantinya.
" Waktu itu kami kan dalam posisi yang tidak benar, jadi bisa saja kau salah lihat! "
" Masa iya? Tapi aku juga lihat tanda lahir mu di dekat itu loh, hahaha..... ''
Sephora sudah tidak tahan lagi, dia sudah maju selangkah untuk memukul Ariel, tali suara Bram terdengar dan membuatnya menggagalkan niatnya itu.
" Honey? "
Ariel terperangah mendengar panggilan sayang dari Bram untuk Sephora. Honey? Huek! Ingin muntah sekali rasanya.
" Love? Sudah selesai? "
Love? Ariel menaikkan sisi bibirnya dengan tatapan jijik. Honey? Love? Iuh!!!! Boleh muntah dimuka mereka tidak sih?!
" Sudah, tapi- " Kalimat Bram tak dilanjutkan karena Bram kaget juga melihat Ariel berada disana.
" Ariel? Kau kenapa ada disini? "
Ariel menghela nafas, dia sebentar menatap Bram yang juga tengah menatapnya, tapi segera di buang pandangan karena ogah sekali berlama-lama menatap si Lope Lope nya Sephora ngok ngok itu!
" Kenapa aku disini, yang jelas aku tidak sedang mengikuti kalian berdua. " Jawab Ariel tegas.
" Ariel, kau pasti belum bisa moge on dariku kan? Tapi kau kan sudah menikah dengan pria selingkuhan mu itu. Kau juga sedang hamil, jadi jangan mengharapkan aku lagi, aku dan Sephora akan bertunangan. "
Hamil? Pria selingkuhan? Ariel menatap Sephora dengan tatapan kesal, tapi Sephora justru membuang muka dan itu cukup membuktikan bahwa pria bodoh yang tak lain adalah Bram ternyata hanyalah seorang pria tanpa otak. Yah, tidak perlu menjelaskan apapun, nyatanya Ariel juga harus bersyukur juga dengan kejadian ini dia bisa melihat dengan jelas bahwa Bram adalah pria yang tidak patas untuk dia cintai.
" Ah, terserah kau saja mau bilang apa, dasar cucung imut! "
Ariel tadinya memang ingin melangkah meninggalkan Bram dan Sephora disana. Tali suara yang sangat laki-laki macho itu terdengar di belakang tubuhnya.
" Asisten Marile, aku sudah menunggumu sedari tadi, tapi kau malah berdiskusi dengan orang yang tidak penting disini. "
Ariel menoleh kebelakang, berbarengan dengan tubuhnya yang mengikuti. Dia tersenyum kikuk karena merasa tak enak, sementara Sephora menatap kagum pria yang menegur Ariel, dan pria itu adalah Presdir Nard.
" Presdir Nard, aku salah. Maaf kan aku, aku tidak akan mengulang lagi. " Ariel menunduk sopan memohon maaf.
" Sudahlah, aku kan sudah bilang jangan terlalu formal denganku. "
Presdir Nard? Sontak Sephora semakin melotot kaget juga kagum dengan betapa gagahnya Presdir Nard, bahkan wangi tubuhnya benar-benar terasa menyenangkan. Bram, pria itu bangga juga karen pada akhirnya dia bisa bertemu secara langsung dengan Presdir RC yang sulit untuk ditemui, bahkan Ayahnya atau rekan bisnis terkenal yang Ayahnya kenal juga kesulitan untuk bertemu dengan Presdir Nard.
" Selamat pagi menjelang siang, Presdir Nard? Maaf saya menyela pembicaraan. Saya Bramantyo, saya anak dari pemilik perusahaan Loxson. Hari ini saya datang untuk mengajukan kerja sama dengan RC. Dokumennya sudah saya serahkan kepada Resepsionis yang bekerja hari ini. " Bram membungkuk hormat, sementara Sephora masih memandang dengan senyum yang tak teralihkan karena pesona Presdir Nard memang sangat kuat.
" Oh, baiklah. " Jawab Presdir Nard dengan wajah yang datar tali terasa hawa dingin yang menekan sulit untuk dijelaskan lebih rinci rasanya.
Ya Tuhan, suaranya sangat seksi!
Sephora mengangkat telapak tangannya, laku menyodorkan ke hadapan Presdir Nard berharap untuk di sambut.
" Selamat pagi, Presdir Nard? Perkenalkan, nama saya Sephora. Saya adalah kakaknya Ariel, ah maksudnya Marile. " Sephora tersenyum manis berharap tangannya akan segera disambut.
Ariel, gadis cantik itu lagi-lagi hanya bisa mencaci lewat sisi bibirnya yang ia naikan dengan tatapan kesal. Sementara Presdir Nard, pria tampan itu masih membiarkan kedua tangannya berada di dalam saku celananya.
" Maaf, aku tidak terbiasa menjabat tangan orang sembarangan. Aku gila kebersihan, mohon di maklumi. " Jawab presdir Nard dengan wajah yang bisa dibilang agak dingin.
" Pft! " Ariel menahan tawanya.
Sephora tersenyum kikuk, lalu menurunkan tangannya.
Benar-benar pria yang sangat keren! Batin Sephora.
" Presdir Nard, kita berangkat sekarang? "
" Tidak, bulan depan saja! " Presdir Nard meraih belakang kepala Ariel, lalu mendorongnya agar dia segera melangkah masuk kedalam mobil dan itu sukses membuat Bram dan Sephora menganga bingung.
Kenapa dengan Ariel mereka seperti sangat akrab?
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
kuaci
itu suamimu riel
2024-08-31
0
Rara Kusumadewi
ya karena dia suaminya.....dasar kau sepora....kok mirip nama jamur ya😂
2023-10-20
0
wil wil
Ariel Ariel kamu mah bikin ngakak 😂😂
2022-10-25
1