Marile berjalan pelan begitu turun dari sepeda motor yang ia pesan secara online, (ojek online ) Sudah tiga jam semenjak di memergoki Bram dan Sephora berselingkuh di kamar apartemen, tapi sepertinya mereka bergerak lebih cepat sehingga memutuskan untuk mendatangi rumahnya. Bukan hanya menebak saja, tapi mobil yang biasa digunakan Bram kini telah terparkir di halaman rumah, jadi sudah jelas kalau mereka pasti sudah lebih dulu datang, dan bisa jadi juga mereka sudah menyusun kalimat serta alasan sehingga bebas dari tuduhan buruk, dan lagi Marile merasa kalau pada akhirnya dia akan lagi-lagi menjadi pihak yang dirugikan. Sebentar Marile menghela nafas, dia diam sejenak menata hati dan pikirannya karena dia tidak ingin terbawa suasana dan menangis seperti biasanya tanpa bisa melawan.
Tak ada yang bicara begitu Marile sampai di ruang tamu, hanya tatapan aneh tak bisa di artikan terarah padanya. Tapi lima menit dari sekarang juga belum tentu akan setenang ini, jadi coba saja menikmati ketenangan ini sebelum suara nyelekit dari mulut Ibu tiri terdengar seolah hampir saja menembus gendang telinganya.
" Dari mana saja kau? "
Benar-benar seorang Ayah yang sangat baik dan luar biasa sopan, setiap kali bertanya kepada Marile seolah Marile adalah tersangka pembunuhan yang mangkir dari hukuman. Tidakkah dia ingat bahwa Marile adalah putrinya juga? Sedari kecil hanya bisa memperlakukan Marile seperti anak adopsi, lalu dengan terang-terangan memperlakukan Sephora dengan lembut seolah tubuh Sephora terbuat dari adonan tepung roti yang harus dia jaga dengan sangat teliti karena takut meleyot.
" Dari menyendiri menghilangkan stres dan kesedihan karena pacar dan kakak tiri ku baru kepergok sedang ewita di apartemennya Bram. "
Lancang? Iya, memang begitu sifat Marile. Bukan sedari kecil, tapi semenjak Ibunya dipenjara, dan dia harus ikut tinggal bersama dengan Ayah yang kembali menikahi mantan istrinya, lalu entah apa yang di bisikkan oleh Ibu tirinya sehingga sang Ayah perlahan-lahan mulai berubah dan memperlakukan Marile dengan buruk. Tak hanya Ayah kandungnya saja, tapi Ibu tiri juga Sephora selalu menindas dengan alasan menghukum Marile karena Marile melakukan kesalahan fatal. Jadi, karakter Marile sekarang ini adalah hasil dari lingkungannya tinggal.
" Dasar anak kurang ajar! " Satu tamparan begitu panas dan perih terasa di pipi Marile, tapi gadis yang sudah lelah menangis itu hanya bisa diam dan menatap bola mata hitam Ibu tirinya yang dengan berani mengangkat tangan padanya di hadapan Ayahnya, juga yang lain.
" Anakmu sudah ewita dengan pacarku, apa dia sudah kau tampar? "
" Tutup mulutmu! "
Marile terkekeh dengan tatapan heran, padahal sudah jelas anaknya bersalah, tapi wanita yang adalah Ibu tirinya malah tak terima saat ada yang mengingatkan kesalahan putri kandungnya sendiri. Tapi kalau yang melakukan itu adalah Marile, seluruh badannya pasti sudah di gorok habis dengan dalih menghukum anak yang berbuat salah. Memang benar keluarga cemara ya? Sangat cerah seperti matahari, seindah gemerlap bintang di malam hari. Benar-benar kotoran kambing! Kalau saja Ibu kandungnya adalah Ashanti, benar dia akan bersujud kepada suruh penghuni alam ini.
" Seharusnya kau tidak perlu memaksa Bram, dia itu jelas mencintai Sephora! Kau saja yang murahan dan bodoh! Sekarang Bram dan Sephora akan menjalin hubungan, kedepannya juga akan bertunangan dan menikah, jadi jangan berharap bisa menjalin hubungan dengan Bram lagi! Kau juga tidak boleh menceritakan ini kepada siapapun. Kalau ada yang bertanya, bilang saja selama ini kau berteman dengan Bram saja. "
Marile terkekeh lagi semakin tak percaya dengan apa yang dia dengar. Apakah wanita yang katanya Ibu tiri itu sangat bodoh ya? Mau mengatai orang bodoh, murahan, tidak tahu diri, tapi masih memohon di balik kata memerintah agar tidak membuka atau menyebar aib putri kandungnya. Oh, beri tepuk tangan untuk Ibu tiri yang seperti ini.
" Tidak mau! Kalau ingin aku tidak menceritakan, bagaimana kalau suruh mereka berdua sujud di kakiku dan memohon, jangan lupa memanggilku Yang Mulai Marile nan agung. "
Ayah kandung Marile menatap wajah Marile yang nampak begitu berbeda dari sebelumya. Padahal biasanya dia hanya akan menatap tajam saat sedang di marahi, lalu menangis saja dan berakhir meminta maaf. Ada apa, lalu kenapa dia begitu berbeda?
" Dasar anak wanita rendahan! Tidak tahu sopan santun pula! "
Lagi, dengan sekarang sudah puluhan, bahkan ratusan kali dia mendengar Ibu tirinya memaki dengan sangat menyakitkan. Tahukah bahwa saat dia memaki Ibunya dengan kalimat itu rasa ya sangat menyakitkan? Benar, Ibunya dipenjara sepuluh tahun lalu karena tuduhan korupsi, tapi bagaimana dia bisa di anggap murahan hanya karena sebuah tuduhan yang sampai saat ini masih dibantah keras oleh Ibunya?
Sudah bertahun-tahun, tapi mulut Ibu tirinya malah jadi semakin licin sehingga begitu lancar dalam memaki dan mengutuk Ibunya. Maka jangan salahkan Marile yang dalam tiga jam lalu sudah berhasil merubah dirinya menjadi wanita yang kuat tak kenal takut karena bertemu dengan seorang pria misterius.
" Jangan lupa, nasi yang kau makan hari ini adalah uang keluarga Ibuku, aku bisa menuntut mu dan merampasnya jika kau tidak bisa mengontrol mulut kotor mu. "
Ibu tiri semakin terperangah menahan kesal tapi juga terhalang kebenaran saat ingin kembali menampar Marile. Sementara Sephora, gadis itu masih menunduk seolah begitu bersalah dan kasihan. Ayah Marile, atau sebut saja Tuan Diro semakin terdiam karena tak percaya dengan sifat Marile yang begitu berubah. Bahkan dia yang tadinya tidak pernah sekalipun perduli dengan harta peninggalan nenek kakeknya sekarang jadi mengungkit dengan begitu tegas seolah tahu kalau uang itu berjumlah cukup banyak.
" Oh iya, kalau ingin membuatkan orang-orang tahu aku dan Bram hanya berteman, maka minta saja Bram melakukannya. Soalnya dia yang selalu mengajakku kesana kemari lalu mengenalkan aku sebagai pacarnya. Oh, media sosialnya juga selalu aktif mengunggah photo ku, jadi jangan melibatkan ku dengan hubungan aneh anak mu yang sudah tidak tahu berapa banyak laki-laki ewita dengan dia. "
" Bajingan, brengsek! " Ucap Ibu tiri hanya bisa berteriak kesal tak berani melakukan apapun. Semetara Bram, pria itu kini menjadi dilema dan memutuskan untuk segera pergi dari sana mengabaikan Sephora yang terus memanggilnya dan memohon untuk jangan pergi dari sana sampai masalah hubungan mereka selsai dulu. Tapi Bram yang pikirannya sedang kacau dan dilema hanya bisa acuh dan melesat segera menjauh tanpa menoleh lagi.
" Ibu, bagaiman ini?! Hari pernikahan dengan pria cacat itu sudah akan sebentar lagi, aku tidak mau menikah dengan dia, Ibu! " Rengek Sephora.
Sebentar Ibu tiri menghela nafas, sedangkan Tuan Diro beranjak pergi karena tidak tahan dengan kepalanya yang sakit.
" Tenang saja, sayang. Kau tidak perlu menikahi orang cacat itu, kita buat saja Marile yang menikah dengan dia, jadi kau bisa menikah dengan Bram. Selain kaya, Bram itu anak kesayangan dari keluarganya, jadi akan untung banyak kalau kau menikah dengan dia. ''
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
Anfit Annisa Fitri Tangka
Thor, awal2 da bikin emosi q naik …. Untung aq da minum obat tensi amlod*pin kl gak bisa bahaya.
2023-06-06
1
Marhaban ya Nur17
selalu saja harta n tahta yg jd masalahnya
2023-05-16
0
Aya Vivemyangel
Baru ini tau istilah ewita ,, apaAn artiy 🤔
2023-02-13
0