Seharian sudah Marile berada di kamar. Hanya bisa berguling-guling di atas tempat tidur, menonton drama kesukaan di ponselnya, lalu mengerakkan tubuhnya dengan gaya asal-asalan yang penting lemak yang tadi ia makan tidak semua lari menjadi daging dan menempel seperti kuman.
Sudah hampir sore, tapi si manusia menyebalkan bernama Leo itu masih tak kunjung datang. Padahal yang Marile tahu Leo bekerja di ruangannya bersama dengan Win. Ngomong-ngomong, memang agak aneh sih. Bagaimana bisa orang seharian berada disebuah ruangan tanpa perlu keluar dari kamar hanya untuk bekerja? Ah sudahlah, dunia Leo dan dunia dia sangatlah berbeda. Siapa tahu pekerjaan Leo berhubungan dengan bintang, kan selama ini Leo tidak suka suara manusia kan?
Ah sudahlah! Membatin tentang Leo itu tidak ada habisnya, jadi lebih baik mencari tahu tentang perusahaan yang telah menerimanya itu. Sebentar Marile mengeryit bingung sembari mengingat-ingat apakah benar dia melamar di perusahaan properti yang sangat terkenal itu? Perasaan tidak deh! Marile kembali mengingat tapi karena terlalu banyak dia melamar pekerjaan, jadi bisa saja dia lupa kan?
" Lebih baik aku cari tahu dulu deh tentang perusahaan itu. "
Marile membaca semua informasi tentang perusahaan properti yang sudah banyak dikenal di kalangan umum, gedung tinggi di dekat dia sekolah juga ada karena perusahaan itu, pusat belanja yang terbesar di kota juga ada karena perusahaan itu, Rodrigo company, atau biasa dikenal dengan RC, perusahaan yang sudah menjual ribuan unit rumah, berikut juga berupa tanah, bahkan juga pusat belanja itu memang tidak diragukan lagi tentang pesonanya. Tapi, kalau dipikir-pikir lagi, seharusnya jutaan orang yang sudah melamar di perusahaan itu dan pasti mereka memiliki kemampuan yang jauh dibanding dirinya kan? Lalu, kenapa dia yang bum lama lulus kuliah, tidak punya pengalaman, bisa juga dibilang pup juga masih belepotan kok diterima dengan mudahnya? Bahkan anehnya di hubungi lewat telepon dengan sangat sopan.
" Perusahaan RC ini merekrut orang sembarangan apakah karena sudah terlalu banyak uang jadi merasa tidak perlu begitu selektif lagi? Tapi masa iya ada orang yang merasa cukup kalau hubungannya dengan uang? " Marile bergumam sendiri menebak-nebak tidak jelas disana.
Tok Tok
Setelah pintu diketuk, tak lama pintu juga terbuka, dan itu adalah Win yang sedang mendorong Tuannya untuk masuk.
" Selamat sore? " Sapa Marile setelah bangkit dengan buru-buru saat pintu di ketuk tadi.
" Mata mu sebelah mana yang melihat ini sore? Apakah se-gelap ini masuk hitungan sore? " Seperti biasa, pria itu memang selalu menyebalkan. Biarkan saja lah, mau menyebalkan seperti apapun, karena mulai besok dia sudah bisa bekerja dan tida perlu terlaku sering bertemu dengan pria menyebalkan itu.
" Oh, mataku selalu cerah, hatiku juga cerah, jadi aku selalu melihat dunia dengan cerah sehingga malam saja terlihat cerah bagi ku. "
" Orang gila saja akan menggeleng heran dengan kalimat mu barusan. "
Oh, memang apapun yang Marile katakan adalah hal tidak masuk akal, jadi biarkan saja pria menyebalkan itu mengatakan apa tadi? Orang gila saja akan menggeleng heran? Heh! Bukan orang gila! Tapi kau saja yang tidak punya otak! Cucung saja yang besar, tapi otak hanya seukuran bakteri!, Batin Marile di dalam hati.
Win yang merasa tak seharunya disana dengan segera beranjak pergi, tentunya dia sudah membungkuk hormat memohon izin terlebih dulu.
" Berhentilah memakiku di dalam hati, kalau mau masih terus melakukannya, aku akan mencongkel hatimu keluar, lalu akan ku lemparkan kepada anjing ku di belakang. "
Astaga! Marile yang kaget segera memegangi dadanya yang berdegup karena ngeri. Gila! Orag itu membicarakan hati manusia seolah sama dengan hati ayam yang harganya sepuluh ribu tiga. Apa dia tidak tahu seberapa berharganya hati manusia huh?!
" Bajuku! "
" Siap! "
" Jangan menjawab dengan nada seperti itu! "
Marile menghela nafasnya. Kesal? Ya iyalah! Dia bukan wanita solehud yang akan menjawab dengan lembut, lalu mengangguk saat suaminya memerintah, memaafkan saja saat suaminya membuat kesal, menasehati dengan lembut melebihi tepung kanji, Oh No! Marile itu wanita biasa jadi jangan berharap dia hanya akan menangis di dalam hati dan berdoa kepada sang maha kuasa agar menuntun suaminya ke jalan yang benar, oh bukan! dia tidak salah jalan kok, hanya saja mulutnya seperti kotoran sapi saja!
Marile menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan pelan, dia tersenyum seolah dia adalah seorang peri yang tak memiliki keinginan untuk merasa kesal dan sedih.
'' Baik, suamiku tercinta. Suami yang paling baik di dunia, di neraka- Maksudku, di surga. "
" Aku masih belum mati! "
" Oh ya ampun! Aku tidak bermaksud begitu loh, suamiku. "
Kalau kau mati aku akan buat pesta wine tiga hari tiga malam.
Marile berjalan mendekati lemari pakaian, membukanya, lalu megambil satu set baju tidur untuk Leo dan ia serahkan kepada Leo secara langsung.
Pria itu diam sebentar dengan tatapan sebal.
" Siapa yang menyuruhmu mengambil baju? "
" Tadi kau kan? "
" Kapan aku mengatakan ambilkan baju? "
Marile sudah akan membuka mulut, tapi dia teringat kembali bahwa Leo hanya mengatakan Bajuku!
" Itu tentu saja bukan salahku! Kan kau sendiri yang tidak mengatakan semua kalimat agar orang lain paham. Aku ini bukanya Roi Kimoci yang punya Indra ke enam. "
" Sekarang kau tahu apa maksudnya, jadi jangan membuang waktu lagi! "
Marile meletakkan baju tidur itu ke tempat tidur laku menatap Leo sebal.
" Hoi, yang mulia raja Leo, aku sudah bilang aku ini bukan Roi Kimoci, tolong bicaralah yang jelas. Kau hanya mengatakan Bajuku! Bajuku saja banyak sekali artinya loh. "
" Oh. "
What?! Oh? Just Oh? Benar-benar harus ekstra sabar sekali menghadapi Leonardo itu!
Dia ini sudah memancing emosiku sampai meluap-luap, bahkan nadi dan nafasku sampai kejang dia cuma Oh dan tidak bilang maaf? Sialan! Aku kutuk kau bedebah! Satu, dua, tiga, jadilah kau pria tampan! Walaupun mulutmu menyebalkan kalau wajahmu Tampa setidaknya bisa menutupi mulut busuk mu itu!
" Kau masih ingin berdiri di sana? Apa kau rindu upacara saat sekolah? "
Uh! Benar-benar kehabisan kata-kata deh!
" Jadi aku harus bagiamana? Berbuat apa, melakukan apa supaya yang mulai raja Leo ini puas? " Pasrah saja sudah, beradu mulut tidak mungkin menang, kalaupun beradu fisik adanya dia akan mati dihajar Win yang nadanya sangat besar dan tinggi itu.
" Buka bajuku! "
Sialan! Coba saja bilang dari tadi dua kalimat itu, mana mungkin aku bisa sekesal ini!
" Celananya juga? "
" Apa kau pikir mandi dengan celana panjang ini tidak aneh? "
Berhentilah menjawab pertanyaan dengan pertanyaaan!
" Cepat buka, atau kau terlalu gugup melihat punya? "
Kesal sudah, dan kini jadi semakin kesal.
" Mana mungkin! Aku pernah memandikan beberapa bayi laki-laki, jadi mana ada aku gugup. "
" Bayi laki-laki belum tahu caranya bereaksi, apa kau tidak takut aku bereaksi? "
Takutlah, bodoh!
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
kuaci
was bucin akut nnti kau leo
2024-08-30
0
sandranovia95
hahaha lucu lucu
2023-01-05
0
sandranovia95
hahaha
2023-01-05
0