Marile melangkahkan kaki untuk segera pulang kerumah, ini sudah akan jam tujuh malam, kalau tidak juga sampai dirumah takutnya si bayi besar itu akan marah, lalu kumat lagi bermain kosa kata.
Mulai sekarang, Marile panggil saja Ariel ya? Maklum aja, jemari othor kadang-kadang suka melencong nggak jelas, haha.
Setelah berada di pemberhentian Bus, Ariel sebentar berdiri karena Bus baru akan sampai sekitar tujuh menitan lagi. Hari ini memang melelahkan, tapi karena dia melakukan dengan semangat, rasanya jadi menyenangkan dan tidak begitu membuat kapok.
" Cie, sudah menikah sama si buruk rupa yang katanya kaya tapi kok masih mau naik Bus juga? "
Ariel memutar bola matanya karena merasa jengah dengan orang yang berada di satu mobil berhenti tak jauh darinya. Siapa lagi yang punya mulut seperti kubangan sampah kalau bukan Sephora? Gadis bermata jengkol itu selalu saja membuatnya ingin tarik urat. Apalagi pria yang duduk disebelahnya, diam saja seperti kutu terjepit serit.
" Ariel, bagaimana kalau naik saja dibelakang? Aku akan sekalian mengantar mu, mumpung mobilku belum di cuci. " Aril melongo kesal, bagaimana tidak? Baru saja dia bilang kalau Bram itu diam saja seperti kutu terjepit sisir serit, kenyataannya dia malah sudah terkontaminasi mulut biadab seorang Sephora.
Ariel menarik nafas dalam menghembuskan perlahan, jika saja itu adalah Ariel beberapa waktu lalu, dia pasti hanya akan diam saja sama seperti pengecut yang hanya bisa memprotes di dalam hati tapi menatap berani saja tidak mampu melakukannya. Sephora memang sudah biasa menjahati dengan segala cara, entah itu secara lisan ataupun perbuatan. Tapi anehnya sekarang Bram bisa ikut mencercanya, ini bisa jadi Sephora sudah menyuapi banyak sekali tipuan untuk Bram makan. Maklum saja, Bram itu adalah pria yang lurus, tapi karena lurusnya terbuat dari karet, maka akan beluk kapan saja saat ada yang menariknya.
" Tidak usah, kalau duduk di mobil mu aku takut pantat ku gatal. Sephora, kau duduk di tempa duduk yang sering aku pakai loh, apa tidak takut tertular gatal? "
Sephora melotot kesal, kalau saja tidak ada Bram disana, rasanya ingin sekali meninju mulut Ariel yang sudah beberapa hari ini terlalu berani dengannya. Huh! Kalau saja ponselnya tidak dibanting oleh Ariel sampai rusak, dia juga ogah sekali sok menegur untuk membuatnya panas. Tapi Bram kan sudah menyetujui pernikahan mereka, jadi Ariel pasti akan cemburu kan? Sephora tersenyum bangga.
" Jangan begitu, Ariel. Aku tahu kau marah dengan kami, tapi kau tidak boleh merendahkan Bram dengan mengatai mobilnya membuat pantat gatal-gatal. "
Ariel menaikkan sisi bibirnya dengan tatapan mengejek. Duh elah, lembut sekali cara bicaranya! Angin saja bisa kalah lembut rasanya. Tapi sayang sekali karena itu hanyalah akting basi dari Sephora yang sudah sangat Ariel hafal.
" Dasar bloon! Untuk apa juga aku merendahkan yang sudah rendah? " Kesal Ariel enggan menatap Sephora yang kini menggigit bibir bawahnya karena menahan kesal.
" Jangan begitu, Ariel. Kau menjadi pemarah apakah karena suami buruk rupa dan cacat itu tidak bisa memuaskan mu jadi membuat mu amat sensitif? " Ledek Bram, dia tersenyum mengejek setelahnya yang membuat Ariel mulai naik darah.
" Kalian ini tahu apa? Siapa bilang aku tidak puas? Asal kalian tahu saja ya? Pagi siang, malam, subuh, pertengahan subuh ke pagi pun aku selalu di ewita oleh dia. Satu lagi ya Bram, cucung dia itu besar sekali loh, tidak seperti cucung mu yang imut seperti cucung bayi! Menghina suamiku tidak bisa memuaskan, tapi tidak sadar dengan cucung mu yang bengkok! " Ariel melengos kesal, tapi sungguh wajahnya memerah menahan malu dengan ucapannya sendiri. Di ewita, cucung besar, cucung imut, cucung bengkok? Ampun Tuhan! Ampuni mulut durjana itu!
Sephora terperangah kesal, begitu juga dengan Bram yang langsung tidak bisa berkata-kata. Mau mengelak nyatanya Ariel memang pernah melihat miliknya saat memergoki dirinya dan Sephora tengah ewita saat ulang tahun Ariel.
" Ariel! Jagan sembarangan! Cucung Bram tidak bengkok! Juga tidak imut! Kalau bicara jangan sembarangan! Lagi pula kalau memang benar, kenapa juga kau masih seperti orang susah yang naik Bus? " Ejek Sephora yang jelas lah dia tidak mau kalah oleh Ariel.
Ariel berdecih sebal, rona merah di wajahnya sudah menghilang, jadi dia percaya diri untuk menatap Sephora.
" Ini namanya orang kaya ramah lingkungan, bloon! Rata-rata orang kaya yang sudah berada di level atas akan semakin merendah, bahkan tidak malu ke sana sini pakai sendal sepuluh ribuan. Tapi kalau orang kaya bohong-bohongan ya gayanya melebihi tingginya langit. padahal ****** ***** saja sudah satu Minggu tidak diganti karena cuma punya itu. Sudah begitu suka pamer, contohnya seperti kalian. "
Ampun! Sephora menggeleng keheranan sekaligus bingung mau menjawab apa. Niatnya mau merendahkan Ariel dan membuat gadis itu marah lalu menangis, tapi sekarang dia dan Bram lah yang akan di buat marah lalu menangis.
" Sudah sana pergi! Mataku sedang sibuk! Tidak ada waktu untuk melihat sepasang lalat pacaran. Pulang, cuci kaki, cucu tangan, jangan lupa cebok, terus minum pil anti gila dulu sebelum tidur. Ingat, jangan sering-sering ewita di luar nikah, nanti seperti film di saluran ikan terbang loh, mati gara-gara ewita terus tidak bisa lepas. ''
Sephora masih menganga tapi dia juga kesal. Dia membenahi duduknya, menutup jendela mobilnya tanpa berkata satu kata pun.
" Sayang, kita pergi dari sini. Otakku keram parah ketika bicara dengan Ariel. " Ujar Sephora masih syok wajahnya.
" Aku juga, aku benar-benar kaget ternyata Ariel adalah gadis seperti itu. Aku sampai tidak bisa berkata-kata dibuatnya. "
Ariel menjulurkan lidahnya begitu Bram dan Sephora melajukan mobil yang mereka tumpangi. Hemp! Kesal sekali, cuma mobil butut begitu saja bangga! Eh, tapi dia juga tidak mampu beli sih. He..
***
Leo yang baru saja sampai dirumah langsung saja masuk keruang kerja pribadinya. Disana sudah ada Win yang berdiri untuk melaporkan kegiatan apa saja yang di lakukan Ariel selepas dari dirinya.
" Bagaimana dengan wanita itu? " Tanya Leo.
Win tersenyum sebentar, lalu menggeser letak teh agar lebih dekat dengan Leo.
" Tehnya sudah tidak terlalu panas, bisa langsung diminum, Tuan. Di perjalanan pulang Nona Ariel bertemu dengan Kakak tiri dan mantan pacarnya, mereka sedikit berdebat, hanya itu saja. "
Leo menghela nafasnya.
" berdebat tentang apa? "
Win berjalan mendekat, menyerahkan sebuah rekaman suara yang jelas terdengar perdebatan itu. Mungkin Ariel tidak menyadari, tapi selama ini dia selalu di ikuti oleh orang suruhan Leo melalui Win.
Brep.....
Leo menyemburkan teh yang baru saja dia seruput perlahan.
" Perempuan gila ini dari mana kehebatan berbohong itu?! Dia, be berani sekali bicara begitu. " Leo menutup wajahnya dengan satu telapak tangan. Ah, dia malu sekali sampai pipinya memerah.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
Marhaban ya Nur17
bang Leo ge er wkwkkw
2023-05-18
0
Dede Exis
ammpun dj
2023-03-31
0
Dede Exis
asseekk hajar riel
2023-03-31
0