Marile tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin, ah cantik! Bayinya masih dengan bibir tersenyum. Setelan kantor kekinian yang dia beli secara online rupanya benar-benar pas dan cocok sekali untuk dia kenakan. Sudah punya tiga set sih, tentunya dia juga harus membeli lagi kan? Tidak apa-apa, uang yang ditinggalkan neneknya masih cukup banyak kok, jadi tidak apa-apa boros sedikit saja. Hati ini sengaja Marile bersiap lebih pagi, karena seperti janji yang diucapkan Ayahnya, hari ini Ibunya akan bebas dari penjara.
" Mau kerja? " Tanya Leo yang baru saja keluar dari kamar mandi. Untungnya dia sudah memakai handuk untuk menutupi bagian pinggang kebawah, kalau tidak pasti akan sial sekali kan? .asa iya pagi begini sudah harus obat hal tidak senonoh?
" Iya, kan kau sendiri yang bilang aku harus bekerja agar bisa memberimu makan. " Marile tersenyum memamerkan barisan giginya. Tidak apa-apa lah memberi makan pada pria menyebalkan itu, dari pada harus menghabiskan banyak waktu bersama dengan dia, tentu saja itu adalah hal yang paling membuatnya kesal.
" Oh. "
***
Marile menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan perlahan. Sudah dua hari dia tidak datang kerumah dimana dia tinggal beberapa tahun terakhir bersama dengan Ayah kandung, Ibu tiri, dan juga kaka tirinya itu. Setelah membuang nafas dia segera melakukan langkah kakinya mendorong pintu utama aga terbuka dan bisa dengan leluasa dia masuk ke dalam sana.
" Yah,obat ini! Perhiasan ini baru aku beli, anggap saja ini investasi kita sekalian aku bisa menghiasi jariku. " Ucap Ibu tiri, matanya berbinar bahagia melihat cincin berlian yang melekat di jari manisnya. Sephora juga ada disana, dan Marile juga bis melihat kalau Sephora sudah mengganti ponselnya dengan ponsel keluaran terbaru dan bisa dipastikan kalau itu mahal sesekali bagi Marile. Ayahnya, dia memilih untuk membaca koran tak menggubris istri dan anaknya yang tengah mengagumi benda-benda mewah yang ada di tangan mereka.
Marile, gadis itu hanya bisa tersenyum miris. Cincin berlian itu, ponsel itu pasti dibeli dengan uang yang diberikan Leo sebagai mahar kan? apakah mereka sebagian itu setelah menjualnya dengan leluasa bisa membeli barang-barang mewah? Tidak bisa dibiarkan, segera Marile masuk ke dalam sana, lalu menunjukkan betapa dia keheranan dengan senyum mengejek dan tatapan yang selaras dengan maksud dari senyumannya itu.
" Wah, jadi uang yang kalian dapatkan setelah menjual ku kalian gunakan untuk bersenang-senang ya? "
Ibu tiri segera menyimpan tangan di balik punggung dengan wajah terkejut, sementara Sephora acuh saja tak perduli.
" Kenapa kau datang pagi-pagi begini? " Tanya Tuan Diro masih dengan tatapannya yang datar tak menunjukkan emosi apapun. Oh, ataukah orang itu tak memiliki perasaan hangat, dan hanya ada perasaan datar dan marah saja?
" Dibanding menanyakan kedatanganku pagi ini, bisakah kalian memberikan jawaban apakah Ibuku sudah dibebaskan? "
Tuan Diro terdiam sesaat, segera dia menutup koran yang sedang ia baca, melipatnya dan meletakkan di meja. Dia kini menatap Marile setelah mengaitkan jemarinya.
" Ibumu tida bisa keluar, bukti terlaku jelas, dan juga banyak korban yang tidak setuju akan hal itu. "
Marile tersenyum miris dengan kepala menggeleng heran. Lagi-lagi dia harus tertipu dengan janji palsu pria yang katanya adalah Ayah kandungnya. Padahal sudah jelas mereka hanya ingin menjualnya saja demi uang dua miliar dan dua ribu gram emas dari Leo, aneh! Kenapa dia begitu bodoh? Iya, kenyataannya semakin jelas saat ini, Aya kandungnya beserta Ibu tirinya itu pasti tidak akan membiarkan Ibunya keluar dari penjara.
Marile berjalan mendekati Ibu tirinya, mengambil paksa tangan yang dia sembunyikan di balik punggungnya itu, melepas cincin berlian dengan paksa, lalu berjalan mendekati Sephora, membanting kuat ponsel itu, menginjak-injak nya mengabaikan Sephora yang berteriak berkali-kali bahkan hampir saja dia meraih tubuh Marile, tapi Marile dengan sigap menepis tubuh Sephora hingga jatuh membentur lantai.
" Dasar gila! " Ucap Ibu tiri, dia juga sudah mulai berjalan mendekat untuk merebut cincin berlian dari tangan Mariel, tapi dengan cepat Marile menjatuhkan ke lantai, menginjak-injak hingga lepas dari ring nya dan bisa dibilang rusak parah.
Sephora hanya bisa menatap ponsel miliknya yang hancur berantakan, Ibu tiri juga sampai gemetar melihat cincin berlian miliknya hancur.
" Marile! " Bentak Tuan Diro, matanya membelakak tajam. Iya jelas dia marah, tapi apakah dia tidak bisa berpikir bagaimana marahnya Marile saat ini? Bahkan seujung kuku pun tidak bisa dibandingkan dengan apa yang dirasakan Taun Diro saat ini.
" Apa?! Haha? Mau marah? Mau pukul seperti biasa? Heh! Uang yang kalian gunakan untuk membeli semua barang itu adalah hasil dari menjual ku kan? Apa kalian tidak tahu malu? Membohongiku, menyiksaku bertahun-tahun, menjual ku, bahkan juga menipu dengan janji palsu mu! "
Tuan Diro menghela nafas kasarnya.
" Pergilah dan kita bisa bicara besok lagi. "
" Pergi? Setelah kalian membohongiku sebanyak ini kau dengan mudahnya mengatakan pergi mengusirku agar kau tidak pusing? "
" Marile, saat ini Ayah sedang tidak ingin bertengkar denganmu. "
" Jangan menyebutmu sebagai Ayah lagi di hadapanku. Tidak ada Ayah yang akan menyakiti putrinya sampai ratusan kali, tidak ada Ayah yang menua putrinya demi kebahagian istri dan anaknya yang lain. Sekarang, berikan semua aset yang ditinggalkan nenek dan kakekku. "
Ibu tiri melotot kaget, dengan segera dia berjalan mendekati Taun Diro.
" Dasar anak durhaka! Kau jangan seenaknya saja! "
Marile tersenyum mengejek.
" Jangan pikir aku tidak tahu ya? Kalian menggadaikan surat kepemilikan tanah dan villa milik nenek dan kakek ku kan? "
" I itu karena untuk merawat kerusakan villa! Mana ada kami yang memakainya. " Kilah Ibu tiri.
" Heh! Dua miliar dua ratus tiga puluh juta. Itu adalah total pinjaman sekaligus bunga dari bank kan? Kalian tentu ingat sudah menandatangi perjanjian bersama pengacara Hendra, kalian juga tahu resikonya jika menyalah gunakan aset-aset yang nenek dan kakek ku tinggalkan kan? Kalau alasannya adalah memperbaiki kerusakan villa, maka jangan lupa juga kalau nenek dan kakek ku sudah menitipkan uang tunai juga di dalamnya. "
Ibu tiri menelan salivanya. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Marile akan mengetahui sebanyak ini, ditambah lagi dia juga tidak bisa mengelak sekarang. Ada sih uang untuk menembus sertifikat villa itu dari uang yang diberikan Leo, tapi mengembalikan uang tabungan yang saat itu ditinggalkan tentu saja mereka akan kesulitan nantinya.
" Suamiku, bagaimana ini? " Bisik Ibu tiri.
" Marile, nanti kami akan membayarnya, hanya bersabarlah beberapa hari. "
" Heh? Hahahaha...... Setelah memiliki berkali-kali sampai menjual ku kau masih ingin aku mengikuti janjimu? Oh, kau pikir orang tidak akan lelah berpura-pura bodoh setiap hari? "
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
zeus
Bnyk typo
Jadi kadang mlh ngurangin kenyamanan Baca nya, entah knp ga di revisi
2025-01-16
0
kuaci
jngn mau ngalah lg marile
2024-08-30
0
Aya Vivemyangel
Ayoo keluarin badasy 💃💃💃
2023-02-13
0