Marile menghela nafas sebal karena merasa lelah, juga sebal dengan Arumi yang seperti sengaja mempermainkannya. Benar, dia memberitahu banyak hal, tentang bagaimana cara bekerja dan menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan saat akan pergi rapat, dinas keluar kota, dinas keluar negeri, meeting dengan klien penting di luar, menghadiri pesta undangan dari keluarga, sahabat, juga klien Presdir Nard. Biasa saja sih dan juga wajar, hanya saja raut wajah Arumi benar-benar tidak bisa Marile pahami apa sebenarnya masalahnya. Arumi terus saja menjawab pertanyaan nya dengan nada sebal, juga nyeletuk seperti memiliki dendam pribadi kepada Marile. Ah, jelas-jelas kan baru saja berkenalan, dan ini juga pertemuan pertama mereka.
Dengan alasan ke toilet, akhirnya Marile sebentar bisa bebas dati Arumi.
" Kau dengar tidak kalau Presdir Nard mengangkat seorang pegawai baru untuk jadi asisten pribadinya? " Tiga orang gadis yang tak lain adalah pegawai RC kini telah bergosip, maklum saja entah itu pegawai, ibu rumah tangga, semua Ibu Ibu hampir suka kan bergosip? Hehe.... Sementara Marile, gadis itu diam saja duduk di atas closet yang ia tutup dan dijadikan tempat duduk.
" Aku baru dengar tadi pagi, aneh sekali ya? Padahal selama ini semuanya sudah di atur oleh Arumi, dan juga Thomas. Itu berarti Arumi di anggap tidak sanggup menjalankan tugasnya kan? "
" Tidak tahu sih, tapi menurut gosip selama ini kan Presdir Nard dan Arumi memiliki hubungan spesial. Kemungkinannya ya Presdir Nard tidak ingin Arumi kelelahan mungkin. "
" Tapi kalau aku boleh jujur, aku iri sekali loh dengan asisten pribadinya yang baru ini. Kita sudah bertahun-tahun bekerja kepada RC, tapi sekalipun tidak pernah melihat secara langsung wajah Presdir Nard. Dia, dengan mudahnya bisa melihat wajah Presdir Nard pasti sangat bersyukur sekali ya? "
" Iya, aku rasa setiap malam dia juga jarang bisa tidur deh gara-gara mengagumi wajah Presdir Nard. "
Marile menganga tak percaya. Sebenarnya dia memang kesulitan tidur saat malam, tapi bukan karena terpesona dengan wajah Presdir Nard, melainkan tidak bisa tidur karena harus bersama dengan pria menyebalkan, dingin seperti api, eh maksudnya es. Tidur saja tidak bergerak sama sekali, sukanya saat bangun pagi pasti Marile mendapati dirinya sedang memeluk tubuh Leo, dan sialnya lagi, Leo pasti akan menyeringai aneh setiap kali Marile bangun dan menyadari posisinya adalah wanita yang berinisiatif duluan.
" Menurutmu, Presdir Nard itu orang yang seperti apa? "
" Katanya sih, Presdir Nard itu sangat pendiam, tidak banyak bicara, bahkan katanya juga hampir tidak pernah terlihat bersama wanita kecuali Arumi saja. "
What's? Pendiam? Tidak banyak bicara? Apanya yang tidak banyak bicara?! Oh, tidak tidak! Kok mendengarnya tidak terima ya? Batin Marile.
" Iya, orang-orang yang pernah bertemu dengannya secara langsung mengatakan jika Presdir Nard itu sangat tidak suka tersenyum. "
Buset! Apanya yang tidak suka tersenyum?! Aduh, gatal gatal! Pokonya Marile Sangat gatal ingin bersuara juga, hingga cepat dia bangkit dan keluar dari sana untuk menimbrung obrolan mereka tadi.
" Siapa bilang Presdir Nard itu jarang tersenyum? Kalian tahu tidak? Dia itu malah sering sekali tersenyum seperti pria Casanova yang ada di drama drama itu loh. Aduh, kalian tahu kan kalau pria semacam itu pasti banyak wanitanya? "
Krik Krik
Hening sekali, kenapa? Itu karena ketiga gadis itu terkejut, tapi juga heran dengan Marile yang tiba-tiba muncul dan ikut saja masuk ke dalam obrolan mereka. Begitu melihat tatapan mata mereka yang bingung, Marile jadi tidak lagi ingin bicara terkecuali tersenyum kikuk karena menahan malu yang luar biasa.
" Kau siapa? " Tanya salah satu dari mereka.
Marile segera membungkuk memberi salam, lalu memperkenalkan diri setelah membenahi posisi tubuhnya.
" Nama saya adalah, Marile. Saya asisten pribadi Presdir Nard. "
" Apa?! " Kaget mereka bertiga dengan kompak.
Tak butuh waktu lama, mereka bertiga langsung mencoba berkenalan dengan Marile. Mulai dari menyanjung kecantikan Marile, senyum manisnya, bentuk tubuhnya yang indah padahal kurus kerempeng, bahkan mereka dengan cepat menawarkan pertemanan dan iya tentu saja mereka punya maksud tersembunyi.
" Marile, kita kan sudah bertukar nomor telepon, nanti kapan-kapan ajak kami saat ada kesempatan bersama dengan Presdir Nard ya? "
Marile dengan bangga menganggukkan kepala, Halah! Masa bodoh saja, mereka itu kan sedang membangun pertemanan palsu dengan satu maksud, yang begini-begini tentu saja adalah hal yang pernah di alami banyak orang kan?
Sekembalinya dari toilet, kini Marile bisa sedikit tersenyum karena berkat trio lenyap korek itu dia bisa latihan tertawa. Menertawakan kebodohan mereka yang begitu menggilai Presdir Nard yang jelas sekali adalah seorang Casanova level tertinggi, paling pantas juga kalau disandingkan dengan Raja Firaun yang banyak istrinya itu.
" Dari mana saja kau? Apa kau sedang bersantai-santai di toilet? Siapa yang menyuruhmu membuang waktu tiga puluh menit ku? Apa kau tahu tiga puluh menit itu sama artinya tiga puluh miliar bagiku?
Marile menghela nafas pelan-pelan agar tak terlalu nampak. Oh, dia kembali teringat dengan gosip tiga gadis di toilet tadi yang mengatakan jika Arumi adalah kekasih Presdir Nard. Jadi, apakah Arumi ini marah-marah dengan Marile cemburu karena Marile di ijinkan tinggal satu ruangan dengan Presdir Nard sementara dia sendiri yang adalah kekasih Presdir Nard malah tinggal di ruangan yang jauh dari ruangan Presdir?
" Maaf, Sekretaris Arumi. Aku sedang tidak enak perutnya. Jadi maaf karena sudah membuang tiga puluh miliar mu. "
" Duduklah, aku sudah harus mengerjakan pekerjaan lain, setelah ini kau harus segera kembali. "
" Baik. "
Sudah dijelaskan bagaimana pekerjaan Marile, dan kini Marile mendapat satu nasehat, oh atau ini sih bisa disebut dengan peringatan yang luar biasa.
" Kau harus fokus bekerja, jangan sampai terlena, apalagi memiliki hubungan ketertarikan dengan lawan jenis yang adalah Bos, atau bahkan rekan kerjamu, mau paham? "
" Iya, aku paham. "
Cih! Bilang saja kau terlalu cemburu, takut aku comot pria mu itu kan? Aduh duh! Sayang sekali, aku tidak tertarik dengan pria tampan.
" Jangan iya iya saja, tapi pada akhirnya kau akan ingkar janji. "
Marile ingin sekali rasanya membungkam mulut Arumi yang sedari tadi seperti menaruh kecurigaan dan sangat waspada padanya. Padahal sudah diiyakan peraturannya, masih saja tidak percaya. Jadi harus bagaimana sih supaya ucapannya tadi bisa di percaya?
" Sebenarnya saya sudah menikah, jadi saya juga tidak akan mungkin dengan mudah mengkhianati suami saya yang baik hati, mulutnya sopan sekali saat bicara, jadi aku merasa bersalah saja kalau sampai berkhianat. "
" Baguslah, kalau begitu semangat ya? " Arumi tersenyum begitu bahagia, dia meraih tangan Marile dan menggenggamnya erat.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
kuaci
arumi cemburu tu
2024-08-31
0
🦋stary🌼🌸🌼
blm tau aja dia siapa suami marlie
2023-01-05
0
wil wil
seru kak author 💪💪
2022-10-25
0