Leo kini sudah berada di ruangan yang sama dengan Ibu Maria, sementara Ariel berada di luar ruangan sesuai dengan peraturan yang sudah di beritahu sejak awal. Untuk sejenak mereka hanya terdiam setelah Leo menyapa. Jujur, Ibu Maria sangat kecewa dengan suaminya yang sudah menikahkan putrinya dengan pria yang wajahnya rusak karena luka bakar, belum lagi duduk di kursi roda yang berarti jelas kalau dia itu lumpuh.
Ibu Maria menghela nafas, dia sungguh tidak tahu harus berkata apa setelah melihat keadaan suami dari putrinya itu. Padahal awalnya dia ingin mengatakan banyak permohonan untuk menjaga putrinya, tapi melihat keadaan Leo, sepertinya pria itulah yang membutuhkan Ariel untuk menjaga dan mengurusnya.
" Jangan terus menghela nafas seperti itu, Ibu mertua. Aku paham sekali apa yang kau pikirkan, tapi percayalah aku tidak membutuhkan apapun dari putrimu. Aku, bisa melakukan segalanya sendiri, ingat saja itu. " Leo tersenyum, sementara Ibu Maria tersentak karena dia terkejut dengan ucapan Leo yang jelas kalau semua pemikirannya bisa dengan mudah di tebak tanpa dia memberikan statement apapun.
" Ariel sedang berjuang untuk mengeluarkan mu dari penjara dengan semua uang yang sedang ia kumpulkan. Sebenarnya aku ingin mengatakan padanya bahwa itu tidak akan berhasil, tapi aku tidak mampu mengatakan apapun karena dia sama sekali tidak pernah menceritakan tentang anda kepada saya. "
Ibu Maria terdiam, dari cara Leo menatap dan berbicara, Ibu Maria paham benar bahwa pria yang duduk di kursi roda, pria yang pernah dia remehkan ternyata adalah pria yang sangat tidak bisa diremehkan sedikitpun.
" Putrimu, Marile hidup dengan sangat menderita. Mungkin yang kau dengar adalah suami dan mantan istrinya yang sekarang sudah menikah lagi itu memperlakukan Marile dengan baik, nyatanya Marile hanyalah batu pengganggu bagi mereka. "
" Apa kau bilang? "
Leo tersenyum miring.
" Aku tahu, ucapan ku terdengar sangat kejam dan seolah-olah seperti sebuah drama saja. Tapi apa yang aku katakan bukanlah kebohongan tanpa bukti. "
Ibu Maria terdiam, dia mengingat benar cerita dari Tuan Diro yang sering datang mengunjunginya. Dia menceritakan banyak hal menggembirakan, bahkan dia juga bilang bahwa pernikahan Tuan Diro dan mantan istrinya semata-mata agar Marile tidak kekurangan kasih sayang dari seorang Ibu. Pria di hadapannya yang juga adalah menantunya sepertinya juga bukan orang yang suka berbohong, jadi apakah sungguh ini benar?
" Kau bisa bertanya dengan Ariel, dia mungkin tidak akan mengakuinya, tapi kau pasti bisa membaca isi hatinya lewat tatapan matanya kan? "
Ibu Maria menitihkan air mata.
" Ceritakan padaku yang sesungguhnya, aku tahu anda bukan orang yang menggilai uang, jadi aku akan membantu Ibu mertua untuk keluar secepatnya. Lalu Ibu mertua bisa melihat sendiri bagaimana perlakuan mereka terhadap Ariel, dan bagaimana mereka mempermainkan ketulusan anda yang beda tipis dengan kebodohan. "
Ibu Maria mencengkram kain baju tahanan yang sudah puluhan tahun melekat di tubuhnya.
" Diro memang terlibat sangat banyak, tapi Diro bukan pelaku utamanya. Aku tahu itu saat tidak sengaja mendengar percakapan Diro dua bulan sebelum korupsi itu diketahui. "
" Baiklah, aku akan menyelidikinya. Mungkin butuh satu Minggu, tapi aku bisa pastikan Ibu mertua akan segera bebas, tapi nantinya anda harus turun tangan sendiri untuk mengungkapkan siapa pelaku utamanya. Tenang saja, aku akan terus membantu anda dan memantau anda. Minum ini, Ibu mertua. " Ini adalah vitamin obat terbaik, anda harus sehat, karena anda harus menunjukkan kepada mereka bahwa anda sudah lelah menjadi orang baik yang berkorban. "
Ibu Maria menerima botol vitamin itu, dia tersenyum, lalu mengangguk.
" Terimakasih. Aku benar-benar akan melakukan apa yang aku bisa. "
Leo tersenyum.
Setelah itu penjaga datang dan menyalakan bahwa waktu untuk menjenguk tahanan sudah habis. Tapi sebelum Ariel dan Leo pergi, seorang polisi yang tadi menjaga menyerahkan selembar kertas yang katanya itu adalah dari Ibunya. Agak acak-acakan tulisannya, mungkin karena Ibu terburu-buru untuk menulis surat itu.
Tunggu Ibu, Marile ku. Ibu akan keluar dari penjara, Ibu janji akan membersihkan nama Ibu, jadi kau tidak akan malu lagi. Jagalah suami mu dengan baik, percayalah kalau dia orang yang bisa menjagamu dibanding siapapun sekarang ini.
Ariel melipat kertas itu dan segera memasukkan segera ke saku bajunya. Dia terdiam, sebentar dia melirik mencuri pandang ke arah samping tepatnya dimana Leo duduk sekarang. Pria itu tak menghiraukannya sama sekali, dia begitu sibuk dengan iPad nya begitu mereka masuk ke dalam mobil. Apakah sungguh pria yang seperti itu bisa melindunginya? Lalu dari mana kepercayaan diri Ibunya berasal? Mengapa setelah bertemu dengan Leo dia yakin kalau bisa keluar dari penjara? Padahal sudah lama sekali dia menyerah dan tidak lagi memimpikan kebebasan. Apa yang sebenarnya dikatakan Leo dan Ibunya tadi?
" Hei, kau? "
" Leo! Namaku Leo. Aku juga lebih tua sembilan tahun darimu, jadi jangan asal saja memanggil hei hei! "
Ariel terdiam tak lagi ingin bicara. Bukan marah, tapi dia jadi semakin berpikir, apa benar pria yang mulutnya seperti kubangan itu bisa melindunginya? Jalan saja tidak bisa, mandi saja harus dibukakan baju, bagaimana caranya dia akan melindunginya?
" Kau mau bekerja, atau mau pulang dulu kerumah? " Tanya Leo.
" Kerja saja, dirumah juga palingan hanya bertengkar denganmu. Mulutku sedang pegal, jadi malas bicara. "
" Oh, sama. Kupingku juga sedang pegal, jadi tidak ingin mendengar suara dari mulut mu. "
Ariel mendengus kesal, duh! ingin sekali menjitak kepala Leo sampai berlubang, tapi ya dia tidak berani karena mulut pria itu terllau tajam, sudah begitu ada Win yang seperti bodyguard, ada juga sopirnya yang pastilah akan membela Leo di banding dirinya yang hanya remahan Indomie tiada arti di mata mereka.
Sesampainya di gedung RC, Ariel tadinya ingin mengucapkan terimakasih dulu, tapi si menyebalkan itu malah meminta Win untuk segera bergegas karena waktunya sudah banyak terbuang jadi membuat Ariel merasa kesal dan ogah mengucapkan terimakasih.
" Eh, kau Ariel? Kau kok ada di gedung RC? "
Oh my Gosh! Ariel ingin sekali meninju wajah perempuan centil yang entah mengapa ada di perusahaan RC, dan dia adalah Sephora.
" Iya lah, aku bekerja di RC. Kau kenapa ada disini? " Tanya Ariel judes.
" Aku menemani Bram, dia kan mewakili Ayahnya untuk mengantarkan dokumen penting. Ngomong-ngomong, kau bekerja sebagi apa? "
Aduh kedengarannya perhatian sekali ya? Tapi tatapan mata Sephora benar-benar terlihat mengejek.
Ariel tersenyum miring dengan tatapan mata mengancam.
" Aku bekerja sebagai penyeimbang. "
Sephora mengeryit bingung.
" Penyeimbang apa? Memang ada pekerjaan seperti itu? "
" Ada kok, misalnya menyeimbangkan sesuatu yang besarnya tidak sama. " Ariel menatap dada Sephora dan sontak gadis itu menutup bagian dadanya dengan tas yang ia kenakan.
" Kau gila! " Kesal Sephora.
" Ah, atau meluruskan yang bengkok juga bisa. "
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
kuaci
ayok marile lawan trs tu sephora
2024-08-31
0
Disya♡💕
ngakak asli🤣🤣
2024-05-21
0
Wiwik Wardoyo
gesreekk nya Ariel 🤣🤣🤣🤣
2023-01-05
0