14. Jepit rambut

"Omah Iki Adem,"

Kakek Fakih berbicara dalam bahasa Jawa yang berarti, 'rumah ini dingin'. Satrio dan Dimas saling melempar pandang tanda tidak paham dengan maksud ucapan kakek Fakih. Riko yang memang sudah mengerti dan memahami, dia hanya mengangguk membenarkan.

"Rumah ini tidak layak di huni oleh manusia jika makhluk selain manusia sangat banyak menghuni rumah ini. Itu tidak akan baik bagi manusia yang tinggal di dalamnya," ucap kakek Fakih misterius.

Tapi bagi Dimas, dia bisa menangkap perkataan kakek Fakih. Memang, dari awal dia menginjakkan kakinya di rumah ini, dirinya begitu banyak mengalami kejadian aneh dan janggal. Tapi bagi Satrio, dia hanya mengalami satu kali kejadian mistis. Karena memang dia kurang percaya akan hal mistis seperti itu. Namun setelah disadarkan langsung oleh makhluknya, Satrio mulai percaya bahwa mereka yang tak terlihat memang ada.

"Setelah ini, kakek mau berbicara banyak pada kalian," ucap kakek Fakih yang berjalan lagi menuju ruang tengah. Ketiga pemuda itu hanya bisa mengikuti kakek Fakih layaknya anak buah dari kakek Fakih.

Mereka semua sudah berada di ruang tengah dan duduk anteng di sofa yang tersedia di sana. Dimas, Riko, dan Satrio sudah menatap kakek Fakih untuk menunggu kalimat apa yang akan keluar dari mulut kakek fakih.

Kakek Fakih tampak menghela nafasnya lelah dan berucap. "Rumah ini begitu banyak penghuni tak kasat mata. Penyebabnya adalah, karena penunggu pohon beringin yang ada di halaman itu," ucap kakek Fakih sambil menunjuk ke arah pohon beringin di luar rumah.

Tiga pemuda itu sontak mengalihkan pandangan ke arah di mana kakek Fakih menunjuk. Dimas kemudian berkata. "Pantas saja aku seperti mempunyai firasat bahwa banyak sekali misteri yang tersimpan pada pohon beringin itu," ujar Dimas ikut menjelaskan.

Riko juga ikut berbicara. "Kek, aku bisa melihat mereka tapi aku sudah tidak bisa lagi untuk menerawang ke masa lalu tentang apa yang menimpa sosok tersebut," ungkap Riko pada akhirnya. Karena tujuannya mengundang kakek Fakih yaitu karena ingin mencari tahu apa penyebab kepekaannya berkurang.

"Itu bisa saja terjadi, Rik. Jika makhluk tersebut tidak berkehendak untuk dilihat masa lalunya, dia tidak akan menunjukkannya padamu. Mereka bahkan bisa memilih untuk menampakkan dirinya atau tidak walau dirimu mempunyai kemampuan melihat mereka," ungkap kakek Fakih menjelaskan.

Tiga pemuda itu begitu serius mendengarkan setiap penjelasan yang kakek Fakih berikan. Kemudian kakek Fakih melanjutkan penjelasannya lagi. "Hanya orang-orang terpilih lah yang bisa mendapatkan informasi yang telah berlalu,"

Dimas tersentak dengan kalimat yang baru saja kakek Fakih katakan. Apa dirinya juga termasuk orang-orang terpilih tersebut? Tanya Dimas dalam hati. "Kalau semisal ada orang yang dia nggak punya kemampuan itu sejak kecil hingga dewasa. Namun, saat pindah rumah, dia jadi punya kemampuan itu. Itu apa kira-kira penyebabnya ya, Kek?" Dimas memilih bertanya daripada dirinya harus menanggung beban penasaran seumur hidup.

Kakek Fakih tersenyum dan menjawabnya. "Berarti orang tersebut termasuk orang-orang terpilih. Dia yang di percaya bisa membantunya. Seperti kamu contohnya," ungkap kakek Fakih sambil menatap Dimas dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.

Dimas terdiam untuk mencerna ucapan kakek Fakih. Riko dan Satrio juga ikut menyimak percakapan keduanya. "Apakah akan sulit, Kek?" tanya Dimas merasa ragu dengan kemampuan dirinya sendiri.

Kakek Fakih memalingkan wajah menatap pohon beringin yang ada di balik kaca jendela. "Pastinya tidak akan mudah. Tapi kamu sudah terpilih dan pasti bisa menyelesaikan semua misteri dan juga teka-teki," lanjut kakek Fakih penuh dengan kemisteriusan.

Mereka semua akhirnya terdiam. Termasuk Dimas yang pikirannya mendadak kacau. Semua itu seakan mustahil untuk Dimas. Bagaimana caranya Dimas akan membantu sosok perempuan berkebaya itu? Eh sebentar,Dimas harus menyelamatkan sosok wanita berkebaya itu bukan? Kebingungan Dimas semakin bertambah.

"Ya udah kalau gitu, Dimas pamit bersih-bersih dulu ya, Kek. Entar Dimas ke sini lagi buat bikin menu makan malam buat kita semua," pamit Dimas sopan santun. Kakek Fakih mengangguk mengizinkan. Riko juga ikut pamit untuk mandi. Hanya tinggal Satrio yang memilih menemani kakek Fakih terlebih dahulu.

Setelah Dimas dan Riko menghilang di balik pintu kamar masing-masing,kakek Fakih mulai membuka mulutnya lagi untuk berbicara dengan Satrio. "Nak, percaya tidak percaya, mereka yang tak kasat mata itu memang ada. Tugas kamu hanya menguatkan iman agar tidak mudah di perdaya oleh mereka," ucap kakek Fakih menasihati.

Satrio menatap kakek Fakih terkejut karena dia belum bercerita apapun dengannya. Tapi kakek Fakih sudah tahu jika dirinya tidak percaya dengan hal seperti itu. "Bagaimana kakek bisa tahu, kalau aku tidak percaya dengan hal seperti itu?" tanya Satrio penasaran.

Kakek Satrio tergelak renyah seakan pertanyaan Satrio kayaknya sebuah lelucon yang keluar dari mulut komedian. Recjeh..

"Makhluk yang waktu itu ganggu kamu, dia ingin menunjukkan keberadaannya yang tidak di anggap," setelah mengucapkan kalimat itu, kakek Fakih tergelak kembali. Satrio sampai merasa bingung apakah dia harus ikut tertawa atau merasa takut. "Dia ingin kamu tahu bahwa dia di sini di tugaskan untuk sebuah misi," lanjut kakek Fakih yang raut wajahnya berubah serius.

Satrio sampai merasa takut dengan sikap kakek Fakih yang bisa berubah dalam hitungan detik. Memang ya, aura orang indigo tuh berbeda dari yang lainnya. Kesan horrornya berasa dapat banget. batin Satrio memuji.

*

Dimas keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit pada pinggangnya. Setelah itu, dia berjalan menuju lemari tempat bajunya di simpan. Dimas mengambil kaos oblong dan celana pendek untuk dia kenakan. tidak lupa dia memakai sarungnya. Setelah selesai, Dimas memilih untuk melaksanakan salat ashar terlebih dahulu.

Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, namun Dimas tetap ingin melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim.

Dimas sangat khusyuk dalam salatnya. Dia melakukan gerakan salatnya dengan tumakninah.

Deg.

Saat salam, yaitu saat dimas menoleh ke samping kanan, ekor matanya sedikit menangkap sosok yang sedang berdiri di samping meja kerjanya.

Posisi Dimas saat ini adalah membelakangi meja kerjanya. Jadi Dimas hanya melihat sosok yang sedang berdiri di pinggir meja kerjanya itu sedikit saja. Entah itu hanya perasaan Dimas saja atau memang sosok itu memang ada.

Setelah selesai, Dimas tidak langsung menoleh ke belakang melainkan memilih untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Dia mencurahkan segala isi hatinya kepada Sang Khaliq.

Doa akhirnya selesai dan Dimas berani menoleh ke belakang. Jantung Dimas sebenarnya sudah tidak karuan sejak tadi. Tapi Dimas selalu menenangkannya bahwa masih ada Allah yang bersamanya.

Tidak ada siapapun di samping meja kerjanya. Dimas berdiri dan melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya. Dia ingin memastikan barangkali ada orang lain selain dirinya di dalam kamar tersebut.

Saat kakinya telah sampai di depan meja kerja, Dimas malah terfokus pada jepit rambut kupu-kupu yang berada di atas mejanya. Perasaan aku nggak punya jepitan deh? Lalu punya siapa ini? monolog Dimas pada dirinya sendiri.

Dimas masih belum berani memegang jepit rambut motif kupu-kupu itu. Dia masih ragu dan ada sedikit kejanggalan saat melihat jepit bisa tergeletak di atas meja kerjanya.

Sepertinya, sosok yang berdiri di sebelah meja kerjanya memang benar adanya. Namun dia sudah tidak menampakkan dirinya kembali di penglihatan Dimas.

Setelah di amati, Dimas seperti pernah melihat jepit rambut tersebut. Tapi Dimas tidak bisa mengingat siapa pemiliknya.

Milik siapa kira-kira jepit rambut tersebut?

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

kl gak punya Bening ya punya Clarissa

2023-09-19

1

Putri Minwa

Putri Minwa

lanjut thor semangat terus

2022-10-27

0

Reni Ardiana

Reni Ardiana

makin seru nih💪💪dimas

2022-08-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!