Setelah berada di rumah sakit, Dimas langsung mencari Riko dan Satrio yang pastinya masih berada di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Setelah mencari-cari keberadaan Riko, akhirnya Dimas menemukannya.
Dimas segera berjalan mendekati Riko yang sedang duduk di kursi di pinggir brankar. Dimas bisa melihat tangan Satrio ditancapi infus. Dimas berpikir, sepertinya Satrio sudah mendapatkan penanganan.
"Dimas, kamu udah datang? Rumah gimana? Pak Wongso mau beresin kan?" tanya Riko saat melihat Dimas sudah berdiri di samping brankar Satrio. Sejak tadi Riko melamun, sehingga tidak menyadari kehadiran Dimas.
Dimas mengangguk sebagai jawaban. "Kamu kan bisa lihat mereka, Rik, apa kamu juga bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Satrio?" tanya Dimas mencoba mencari tahu.
Riko terkesiap dengan pertanyaan yang Dimas lontarkan. Seandainya Riko bisa melihat apa yang terjadi pada Satrio, mungkin Riko sudah menjelakskanya pada Dimas.
Riko menggeleng lemah untuk menjawab pertanyaan Dimas. Dia juga sedang heran dengan kepekaannya yang seakan berkurang. Riko juga tidak tahu apa penyebabnya. Mungkin annti Riko akan menanyakan pada kakeknya yang juga bisa melihat sosok dari alam lain.
"Aku ngerasa aneh banget, Dim. Kepekaan aku terhadap mereka tuh seakan berkurang. Aku bahkan nggak bisa menerawang apa yang terjadi pada Satrio yang sebenarnya," ucap Riko yang mulai mengeluarkan semua keresahan yang ada di dalam hatinya.
Dimas tampak mengenyit tanda bingung. "Emang biasanya kamu bisa tahu dan lihat? Kalau kaya arwah penasaran, kamu udah pernah komunikasi nggak sama mereka?" tanya Dimas yang mulsi tertarik dengan pembahasannya kali ini.
"Justru itu, setelah aku tinggal di rumah dinas itu, aku menjadi kurang peka terhadap mereka. Lihat bisa, cuma udah nggak bisa melihat ke masa lalu apa yang menimpa arwah gentayangan itu," jawab Riko yang merasa heran dengan sistem kepekaannya terhadap hal-hal gaib.
Dimas tampak mengenyit karena tidak memahami hal semacam itu. "Apa ada sesuatu yang mengahalangi mungkin?" tanya Dimas memastikan.
Riko menggeleng lemah dan berkata. "Entahlah. Aku harus bertanya pada kakekku. Dia yang tau tentang semua yang aku alami," ucap Riko akhirnya. Dimas mengangguk dan tidak mau ikut campur terlalu jauh.
Tidak berapa lama, Satrio sadar dan membuka matanya. Saat pertama kali membuka mata, Satrio langsung terperanjat dan duduk menekuk lututnya seakan merasa ketakutan. "Riko, tenang. Ini aku Dimas," ucap Dimas berusaha menenangkan.
Satrio terlihat mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan pandangan mata yang penuh rasa takut. Dimas mendekati Satrio untuk memberikan ketenangan. "Tenang, Sat. Kamu aman di sini,"
Setelah mendengar ucapan Dimas barusan, barulah Satrio bisa di tenangkan. Riko masih setia memandang Satrio yang seakan ketakutan akan sesuatu. Namun Riko memilih untuk tidak bertanya lebih dulu. Karena Riko khawatir malah akan membuat Satrio semakin merasakan ketakutan.
Biarlah nanti Satrio sendiri yang menceritakan semuanya.
Setelah Satrio sudah lebih tenang, Dimas melepas pelukannya dan menatap Satrio dengan tatapan penuh tanya. Satrio yang sadar akan tatapan Dimas, dia pun berucap. "Kayaknya, aku di ganggu sama mereka," ungkap Satrio dengan tubuh yang bergetar karena ketakutan.
"Jangan pikirkan itu dulu. Kamu harus sehat dulu," ucap Riko menenangkan yang juga diangguki oleh Dimas.
*
Satrio di rawat di rumah sakit hanya selama satu hari saja. Setelah itu, Satrio di perbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik. Hanya saja, dokter menyarankan agar Satrio istirahat lebih banyak lagi.
Dimas dan Riko izin tidak bekerja selama tiga hari ini. Mereka sudah sepakat untuk menemani Satrio dan menjaganya.
Malam sudah tiba dan suasana rumah dinas seakan berubah menjadi mencekam setelah kejadian yang Satrio alami. Satrio masih tidak tahu apa penyebab dirinya di ganggu dua hari yang lalu. Padahal, dirinya tidak pernah menganggu 'mereka'.
"Aku tidur di kamar kamu ya, Dim," ucap Satrio meminta izin. Dia belum berani untuk menempati kamarnya lagi. Ada rasa trauma yang menjalar di hatinya.
"Iya, kamu boleh tidur di kamarku dulu kok, Sat," jawab Dimas sambil tersenyum maklum. "Kamu juga bisa tidur di kamarku, Sat," ucap Riko yang juga memaklumi kondisi Satrio saat ini.
Satrio Mengangguk dan menggunakan terima kasih kepada dua temannya itu.
Setelah itu, mereka masuk ke kamar untuk tidur. Tidak berapa lama, Dimas bisa mendengar dengkuran halus keluar dari mulut Satrio.
Dimas bisa bernafas lega mengetahui Satrio bisa tertidur malam ini. Sedangkan dirinya, Dimas masih bingung dan penasaran dengan keajdian yang dia dan temannya alami selama berada di rumah dinas tersebut.
Dimas merebahkan dirinya dengan posisi telentang mengahadap langit-langit kamar. Mimpi yang waktu itu mengisi tidurnya seakan sulit sekali diingat. Tapi Dimas masih sangat mengingat gadis bernama Bening itu.
Akhirnya Dimas memilih untuk tidak memikirkannya lagi. Dia akan pergi tidur agar besok pagi tubuhnya kembali bugar.
Sudah satu jam lamanya Dimas hanya berguling-guling di ranjang karena matanya seakan enggan untuk tertidur. Karena merasa lelah mencoba untuk tidur, Dimas akhirnya memilih duduk.
Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa semuanya seakan penuh teka-teki? Monolog Dimas dalam hati. Dimas benar-benar bingung saat ini. Dia juga pernah di ganggu seperti Satrio. Bedanya, Satrio sudah di ganggu hingga menyerang fisik dan psikisnya.
Memang, kekuatan psikis seseorang berbeda-beda. Ada yang begitu tahan banting menerima setiap tekanan yang ada. Ada juga yang mudah lemah saat psikisnya mulai diserang.
Karena merasa bosan, akhirnya Dimas memilih untuk keluar dari kamar. Mungkin minum air dingin akan membuat kepalanya juga menjadi dingin.
Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Dimas masih saja tidak mengantuk. Entah apa yang terjadi pada tubuhnya itu.
Dimas memilih duduk di ruang tengah yang bisa melihat langsung pemandangan di luar rumah karena ada jendela kaca di sana.
Dimas lagi-lagi terpaku menatap pohon beringin yang tumbuh begitu lebat di depan rumah. Dimas merasakan ada sesuatu di sana. Seperti menyimpan sebuah misteri yang begitu kelam.
Gubrak!
Dimas langsung terlonjak kaget hingga kakinya Naik ke atas sofa. Jantungnya sudah berdetak tidak normal karena suara gubrakan yang terdengar dari arah dapur. Apalagi kondisinya baru saja melamun. Lengkap sudah rasa akhir yang Dimas rasakan. Jantungnya seakan mau lompat dari tempatnya.
Dimas menghela dan menghembuskan nafasnya berulang kali untuk menenangkan diri. Kemudian, Dimas berjalan mengendap-endap menuju dapur untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya.
Saat Dimas berhasil sampai dapur, dia langsung menyalakan lampu yang memang kondisi ruangannya sudah gelap.
Cetek.
Saat lampu menyala, tidak ada siapapun di sana. Hanya saja, salah satu kursi di meja makan sudah dalam kondisi terjungkal. Dimas menggercap kan matanya sebelum mendekati kursi tersebut.
Dimas membenarkan posisi kursi ke tempat semula. Setelah itu, Dimas berjalan menuju saklar lampu lagi untuk mematikannya.
Cetek.
Kondisi dapur kembali gelap. Namun yang membuat jantung Dimas berdetak tidak karuan adalah karena melihat siluet seorang wanita yang sedang duduk di kursi yang baru saja Dimas benarkan posisinya.
Cetek.
Dimas menyalakan lampunya kembali dan tidak menemukan siapapun di sana.
Cetek. Cetek. Cetek. Cetek. Cetek.
Diams berulang kali menghidupkan dan mematikan lampunya. Penglihatannya masih sama. Saat lampu mati, Dimas melihat siluet seorang wanita sedang duduk, dan saat lampu menyala, dia tidak menemukan siapapun di sana.
Cetek.
"Huwaa!!" Dimas memekik histeris sampai tubuhnya terjungkal ke belakang dan berakhir mendarat di lantai.
Nafas Dimas tersengal-sengal dengan degupan jantung yang tidak beraturan.
Sosok di depannya ini, benar-benar ada dan sedang berjalan terseok ke arah dirinya. Dimas mundur untuk menghindar dengan posisi masih terduduk di lantai.
Deg. Deg. Deg.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
apa Bening ya 🤔🤔🤔🤔
2023-09-19
1
Puspa Elok
mngkin kluarganya clarissa yg ngrim gtuan biar rmhy gk bisa di tempatin & dy jg dpt uang pnjualan rmhnya.
2022-08-22
0
Imam Sutoto Suro
keren thor seruuuu
2022-08-18
0