11. Penjebakkan

Sosok di depannya ini, benar-benar ada dan sedang berjalan terseok ke arah dirinya. Dimas mundur untuk menghindar dengan posisi masih terduduk di lantai.

Deg. Deg. Deg.

Dimas berusaha menghindar dengan selalu memundurkan tubuhnya saat sosok tersebut berjalan mendekati dirinya. Bisa Dimas lihat sosok di depannya ini sosok yang sama yang Dimas lihat di bawah pohon beringin. Dia sosok wanita yang menggunakan baju kebaya.

Dimas bisa melihat sosok tersebut berhenti mendekati dirinya. Dimas bergerak gelisah takut sosok tersebut tiba-tiba ada di depan wajahnya seperti yang Dimas lihat di film-film horror yang Dimas tonton.

Namun dugaan Dimas salah, sosok tersebut berhenti dan menunjuk ke arah luar. Dimas menoleh dan mengikuti ke mana arah yang sosok di depannya tunjuk. Ternyata dia menunjuk pohon beringin yang berada di pelataran rumah.

Dimas menoleh ke arah sosok wanita tersebut berdiri. Namun Dimas sudah tidak menemukan sosok tersebut. Dimas bisa bernafas dengan lega karena tidak melihat sosok itu lagi. Kemudian Dimas berdiri dan menatap pohon beringin yang berada di pelataran rumah.

*Sepertinya memang ada sesuatu di sana,* monolog Dimas pada dirinya sendiri. Tanpa berpikir panjang, Dimas berjalan keluar rumah untuk mengecek pohon beringin yang ada di depan rumah.

Saat kakinya tinggal lima langkah lagi mendekati pohon beringin tersebut, tubuhnya seakan ada yang menarik dari belakang hingga Dimas terlempar sekitar lima meteran.

"AW!" Pekik Dimas saat merasakan seluruh tulang-tulangnya seakan remuk karena terhantam paving. Saat sedang sibuk dengan rasa sakitnya, Dimas bisa mendengar suara cekikikan dari seorang wanita.

Deg.

Jantung Dimas semakin berdetak tidak karuan. Namun Dimas berusaha menguatkan diri untuk melihat apa yang sedang terjadi di depannya. Perlahan Dimas mengangkat kepalanya dan betapa terkejutnya Dimas ketika sosok yang Dimas lihat di kamar mandi sedang melayang-layang di depannya.

Namun saat mata Dimas menatap ke bawah, ada sosok wanita berkebaya yang berada di belakang sosok yang bisa dimas sebut sebagai kuntilanak. Hanya saja, kuntilanak tersebut mempunyai wajah yang rusak dan salah satu bola matanya keluar.

Sosok berkebaya itu menatap Dimas dan menggelengkan kepala seakan tidak mengizinkan Dimas untuk mendekat. Pikiran Dimas semakin tidak karuan. Apalagi sosok kuntilanak itu memandang ke arahnya selalu.

Dengan sekuat tenaga yang masih tersisa, Dimas memberanikan diri untuk melawan sosok kuntilanak yang bisa Dimas tebak, dia memiliki energi negatif yang sangat kuat.

Saat Dimas sudah berdiri, dengan sekuat tenaga dan doa yang selalu Dimas panjatkan, dia berjalan mendekati pohon beringin itu lagi. Namun, lagi-lagi kaki Dimas ada yang menyeretnya.

Sreereet.

"Aaaaaa!!" Dimas memekik karena merasakan sakit pada seluruh tubuhnya. Dimas bisa merasakan bau anyir darah yang keluar dari ujung bibirnya. Kepala dimas benar-benar pening. Hingga beberapa detik kemudian, pandangan Dimas terasa gelap dan di saat pandangan Dimas gelap, Dimas bisa melihat sosok wanita berkebaya itu menghilang bersama suara tawa dari sosok kuntilanak yang tadi berada di depan Dimas.

*

"Dimas! Bangun Dimas! Kenapa kamu ada di sini?" ucap Riko panik karena melihat Dimas sudah tergeletak di pelataran rumah. Dia akan membuat makanan untuk sarapan, namun saat melihat keluar, Riko terkejut saat melihat Dimas sudah terbaring tak berdaya di depan rumah.

Perlahan Dimas membuka matanya. Dimas bisa melihat hari yang sudah berganti terang tidak seperti tadi malam yang masih sangat gelap.

"Riko?" ucap Dimas lirih saat melihat temannya sedang menepuk-nepuk pipinya. "Iya, ini aku Dimas. Ayo kita masuk dulu," ajak Riko lalu membantu Dimas berdiri dan memapahnya menuju ke dalam rumah.

"Ini udah nggak bisa di biarin, Rik. Secepatnya kita harus bertindak," ucap Satrio saat sudah mendengarkan penjelasan Dimas tentang apa yang sudah terjadi pada dirinya. Dimas sudah menceritakan semuanya.

"Iya, kita harus segera bertindak," jawab Riko yang menyetujui ucapan Satrio. Dimas juga mengangguk membenarkan. "Kita harus mencari orang yang berpengalaman untuk memecahkan teka-teki tentang semua ini," ucap Dimas.

Riko mengangguk membenarkan. "Aku akan meminta bantuan kakekku untuk masalah ini. Aku akan menghubungi dia untuk datang ke sini," putus Riko pada akhirnya.

"Ya udah, Dim. Kamu istirahat dulu. Kita semua akan jagain kamu," ucap Satrio yang memang mengerti perasaan Dimas karena dirinya juga baru saja ada di posisi Dimas.

Dimas mengangguk dan menggumamkan terima kasih kepada kedua temannya itu. Setelah kedua temannya pergi, Dimas mulai memejamkan matanya karena tubuhnya sangat lelah dan sakit bersamaan di sekujur tubuhnya.

Tidak berapa lama, Dimas akhirnya tertidur. Di dalam tidurnya Dimas bermimpi tentang gadis yang bernama Bening lagi. Mimpi itu seperti berlanjut dari mimpi yang sebelumnya.

"Kalau kamu udah cantik begini, pasti pak Broto bakal seneng karena pengantinnya di tukar dengan yang lebih cantik," ucap tante Bening yang berhasil membuat bening membelalak tak percaya dengan ucapan tantenya.

"Maksud Tante, aku mau di nikahkan sama pak Broto? Bukannya yang punya utang itu Tante sama om, kenapa aku yang suruh nikah, bukannya anak Tante sendiri," protes Bening merasa tidak terima masa depannya akan di hancurkan begitu saja.

"Udah deh, kamu diam aja nggak usah banyak protes. Sekarang aku tuh udah nggak punya apa-apa lagi karena semua harta sudah menjadi milik aku," ucap seorang gadis yang di duga adalah anak Tante bening.

Tanpa menunggu lebih lama lagi, seseorang yang disebut Tante oleh bening itu menyeret bening untuk segera keluar dari kamar. Dengan langkah yang terseok, Bening mengikuti ke mana tantenya akan membawa dirinya.

Saat sudah di pelataran rumah, Bening bisa melihat om nya yang sudah duduk di mobil dengan berlagak sombong. Bening tidak bisa terus-terusan menurut dengan manusia yang disebut keluarga namun kelakuan seperti iblis.

Bening langsung berlari untuk menghindari di nikahkan secara paksa oleh seorang bapak-bapak yang sudah tua bernama Pak Broto.

Bening melepaskan cekalan tangan tantenya dengan mudah dan berlari menuju pohon beringin agar bisa menghindar.

"Jangan kabur kamu! Papa, kejar dia!" Pekik Tante bening lalu dirinya juga berlari untuk menangkap bening. Begitu juga dengan om nya Bening. Bening berusaha menghindar agar tidak tertangkap oleh manusia berhati iblis itu.

Bening melihat ke arah pintu keluar yang sama sekali tidak di jaga oleh siapapun, saat dirinya akan berlari menuju pintu keluar, tiba-tiba tubuhnya di tarik paksa dengan keras oleh omnya.

Bening sudah tidak bisa melarikan diri lagi. "Kena kau! Jangan macam-macam kamu ya," ucap tantenya bening memperingatkan. Bening berusaha memberontak dan mendorong tubuh tantenya dengan sekuat tenaga hingga dia terjatuh ke tanah.

Bening juga menggigit tangan Om nya hingga dia melepaskan cekalannya.

Bening berlari lagi sambil menoleh ke belakang takut om dan tantenya mengejar dirinya lagi. Namun bening lupa, ada anak dari om dan Tante yang juga ikut dalam penjebakkan ini.

Bening tidak menyadari jika sepupunya sudah berdiri di dekat pohon beringin dengan membawa tongkat bisbol di tangannya.

Pandangannya seperti sudah siap untuk menukik tubuh Bening agar tidak memberontak lagi.

DUK!

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

keluarga om Bening Dajjal semua 😠😠😠😠

2023-09-19

1

Putri Minwa

Putri Minwa

hai say, kk putri hadir ya

2022-10-27

0

Reni Ardiana

Reni Ardiana

percayalah hukum karma itu pasti ada,,tunggu y clarissa😘

2022-08-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!