“Ada yang mau gangguin kita, dan dia penunggu rumah ini,”
“Apa?! Penunggu?!” tanya Satrio dan Dimas bersamaan. Mata keduanya sudah membelalak tidak percaya dengan ucapan yang Riko lontarkan.
“Bukan penunggu sih, dia tuh ... Kaya kiriman,” lanjut Riko lagi sambil menerawang ke depan.
“Apa?!” pekik Dimas dan Satrio lagi. Belum hilang rasa terkejut mereka, kini mereka harus di kejutkan lagi dengan ucapan Riko yang seakan sudah tahu semuanya.
“Kalian bisa nggak, jangan kencang-kencang teriaknya. Sakit nih, kuping aku,” gerutu Riko merasa kesal dengan kedua temannya itu.
“Maaf, Rik. Tapi, bagaimana kamu bisa tahu kalau mereka adalah kiriman,” tanya Dimas yang mulai tertarik dengan topik pembahasannya kali ini. Pasalnya, Dimas juga dihantui oleh salah satu dari mereka.
Namun yang membuat Dimas merasa aneh, makhluk yang Dimas lihat di dalam kamar mandi dan kantornya itu, sekarang sudah tidak menampakkan dirinya lagi di hadapan Dimas. Hanya pada saat awal-awal Dimas memasuki rumah yang sekarang dia tinggali.
Apa karena kekuatan doa yang membuat makhluk itu pergi dan tidak mengganggu dirinya lagi?
Jika itu benar, Dimas akan senantiasa berdoa di setiap langkah yang akan dirinya ambil.
Dimas menatap Riko yang malah melamun dan tidak menjawab pertanyaan darinya. Satrio juga menunggu jawaban yang akan Riko kasih untuk menjawab pertanyaan yang juga mengisi di benaknya.
“Aku bisa melihat mereka,” ungkap Riko yang berhasil membuat gelak tawa renyah terdengar dari mulut Satrio. Dia sudah tertawa terbahak-bahak mendengar ungkapan yang Riko lontarkan. Pasalnya, Satrio tidak percaya dengan hal-hal berbau mistis tersebut.
Sedangkan Dimas, dia terdiam dan berusaha mencerna kalimat yang Riko ucapkan. Dirinya tidak bisa melihat makhluk tak kasat mata itu. Tapi setelah satu minggu berada di kantor dinas, banyak sekali kejadian yang Dimas alami. Dimas juga melihat mereka yang tak kasat mata.
Dimas jadi bertanya-tanya, apakah perempuan berbaju kebaya di pohon beringin itu, sama dengan sosok yang menampakkan dirinya di kamar mandi?
“Kamu serius bisa melihat mereka? Kamu punya indera keenam berarti, Rik?” tanya Dimas mulai serius.
“Setiap orang punya, bedanya hanya pada kepekaannya,” jawab Riko yang berhasil membuat Satrio berhenti dari tertawa meledeknya. Satrio tiba-tiba merasa kikuk karena telah menganggap ucapan Riko adalah gurauan.
“Maaf Rik, aku kira kamu bercanda. Aku tidak terlalu percaya dengan hal seperti itu karena seumur hidupku, aku tidak pernah mendengar suara atau melihatnya secara langsung,” ucap Satrio sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“Suatu saat kamu pasti akan percaya karena aku juga pernah melihat mereka di rumah ini dan di ... Sana,” ungkap Dimas yang berhasil membuat Riko menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa dia artikan. Sedangkan Satrio, dia hanya mengernyit kebingungan karena tidak terlalu percaya dengan yang Dimas katakan.
“Selama aku tinggal di sini, aku nggak pernah di temui sama mereka,” ucap Satrio santai.
“Kata siapa? Tadi malam kalau bukan di temui lalu apa?” tanya Riko sambil tersenyum meremehkan.
Satrio langsung mengerjapkan mata berulang-ulang, otaknya berpikir keras pada kejadian semalam yang mengira Dimas tertidur di ruang tengah padahal tidak.
Flashback on.
Satrio merasa tenggorokannya sangat kering dan butuh dialiri air. Karena merasa tidak tahan, akhirnya Satrio beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju dapur untuk mengambil air.
Saat sampai di dapur, Satrio bisa mendengar suara berisik dari televisi yang masih menyala. Setelah menenggak dua gelas air putih, Satrio berjalan ke ruang tengah untuk memastikan apa Dimas tertidur di sana. Pasalnya tadi, saat dirinya melewati ruang tengah, tidak ada siapa pun dan lampu sudah berganti gelap.
Benar saja, Satrio bisa melihat Dimas yang tertidur di sofa dengan televisi yang masih menyala. Mungkin tadi, Satrio tidak terlalu memperhatikan sekitar karena matanya masih terasa berat untuk terbuka.
Satrio mengambil remot yang tergeletak di atas meja guna untuk menekan tombol on off agar televisi mati. Setelah televisi mati, Satrio berbalik untuk kembali ke dalam kamarnya. Namun gerakannya tiba-tiba terhenti saat tangannya dicekal oleh Dimas begitu saja.
“Pergi dari sini!” ucap Dimas namun Satrio merasa, suara Dimas terdengar berbeda dari biasanya. Kayaknya, Dimas mengigau deh. Tapi kok suaranya beda ya? Bodo amatlah, mending tidur lagi sampe pagi. Gumam Satrio tidak terlalu peduli.
Satrio berusaha melepaskan tangannya dari cekalan Dimas dengan sekuat tenaga. Cekalan Dimas ini semakin lama semakin erat dan membuat tangan Satrio terasa kebas. “Dimas, lepas!” ucap Satrio sedikit meninggikan nada suaranya.
Entah mengapa, Satrio merasa tangan Dimas terasa sangat dingin saat menyentuh permukaan kulitnya. Mungkin karena Dimas tidak memakai selimut sehingga Dimas kedinginan. Pikir Satrio logis.
Akhirnya Dimas melepaskan cekalannya. Bisa Satrio lihat bahwa tangan Dimas meninggalkan bekas kemerahan pada pergelangan tangannya. Satrio merasa aneh karena bisa-bisanya Dimas memiliki tenaga yang begitu besar saat sedang tidur.
Flashback off.
“Satrio! Satrio! Kamu kenapa?” panggil Dimas yang membuat lamunan Satrio tersadar.
Satrio langsung memeriksa tangannya yang semalam Dimas pegang sangat erat hingga meninggalkan bekas kemerahan. Mata Satrio langsung membelalak, mulutnya menganga lebar saking tidak percayanya dengan apa yang dirinya lihat.
Bekas kemerahan itu masih ada dan sangat terlihat jelas membentuk ke lima jari di pergelangan tangan Satrio.
“Tangan kamu kenapa, Sat? Kok bisa sampai begitu?” tanya Riko yang juga di angguki oleh Dimas.
“Jadi benar, semalam kamu nggak tidur di depan televisi?” tanya Satrio memastikan dengan ekspresi wajahnya yang sudah ketakutan.
“Tidak, aku tidur di kamar semalam,” ungkap Dimas yang memang benar adanya.
“Lalu siapa yang semalam tidur di depan televisi dan mencekal tanganku sampai meninggalkan jejak seperti ini?” tanya Satrio lengkap dengan wajah piasnya.
Dimas dan Riko saling melempar pandang seakan berbicara lewat telepati.
*
Dimas sudah kembali ke dalam kamarnya lagi setelah berbincang cukup lama dengan kedua teman laki-lakinya. Dimas sedang berusaha keras mengingat mimpi yang kemarin baru saja dia alami
Dimas merasa, mimpinya itu terasa sangat nyata. Namun, Dimas tidak bisa melihat dengan jelas satu-persatu orang yang berada dalam mimpinya. Sekuat dan sekeras apa pun Dimas berusaha, tetap saja Dimas tidak bisa mengingatnya.
Satu hal yang Dimas ingat adalah, baju kebaya yang di pakai oleh gadis bernama Bening itu sangat mirip dengan ...
Dimas seketika membelalak tak percaya saat ingatannya berputar pada kejadian kemarin sore. Sosok perempuan berkebaya yang Dimas lihat di bawah pohon beringin itu sama dengan gadis yang Dimas lihat di dalam mimpinya.
Dimas juga ingat, jika sosok perempuan berkebaya itu meminta tolong kepadanya. Apa dia membutuhkan bantuanku? Apa hanya aku yang dia mintai tolong? Apa Riko yang bisa melihatnya, tidak dia mintai tolong? Seketika pikiran Dimas berkecamuk dengan berbagai pertanyaan.
Dimas harus membicarakan lagi masalah ini dengan Riko. Walau Riko bisa melihat ‘mereka’ tapi Dimas mengatakan, dia belum bisa berkomunikasi dengan mereka. Riko hanya bisa mendengar dan melihat keberadaan mereka. Riko belum bisa melihat masa lalu apa yang telah para hantu itu alami.
Tapi masalah makhluk yang berada di dalam rumah, itu sangat berbeda dengan sosok perempuan yang berada di bawah pohon beringin. Riko juga mengatakan bahwa sosok yang berada dalam rumah merupakan makhluk kiriman.
Lalu siapa yang mengirim makhluk semacam itu ke dalam rumah yang masih di tinggali? Apa tujuannya?
Banyak sekali pertanyaan dan teka-teki yang belum bisa Dimas pecahkan. Satu persatu petunjuk mulai bermunculan di kepala Dimas untuk bisa mencerna kejadian yang dia alami selama satu minggu ini berada di rumah dinas.
Pantas saja banyak yang tidak betah tinggal di sini. Ternyata di dalam rumah sebesar ini, tidak hanya ada manusia, tapi juga makhluk tak kasat mata. Dimas bergumam pada dirinya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ayo Dimas,Riko,dan Satria tolong Bening biar arwahnya tenang 💪💪💪
2023-09-19
1
Putri Minwa
semangat terus
2022-10-24
0
Puspa Elok
visual aku skip tekejut aku 😱
2022-08-22
0