Fakta

Setelah ketiganya memberikan kode, mereka bertiga lari bersama dengan arah yang berlawanan, Dika dan Arin pergi menuju arah utara, sedangkan Nayla menuju arah selatan, dengan Nayla yang melewati pintu belakang kosan.

"Argh…! tolong….hiks…." Nayla hanya bisa menangis sambil berlari mengetahui kenyataan yang semua ini terjadi.

Nayla baru mengetahui fakta yang sebenarnya jika dia hidup di lingkungan makhluk tak kasat mata, bukan hidup di lingkungan manusia.

"Hahahahah" Nayla mengambil nafas secara perlahan saat hampir kehabisan nafas karena sedari tadi terus berlari.

Baru saja Nayla beristirahat setelah berlari dengan tidak karuan, sekarang dia sudah disuguhkan dengan pemandangan yang sangat menyeramkan.

Bagaimana tidak, dua makhluk tak kasat mata sedang menatapnya dengan tatapan berbeda dan rupa wajah yang sangat berbeda.

"Arghh….!" apalagi yang bisa dilakukan seorang Nayla sekarang kecuali dia hanya bisa berteriak dan berlari.

Dua makhluk tak kasat mata itu terus memandangi Nayla dengan tajam dan senyum manis. Yang satu beraut wajah mengerikan darah berada dimana-mana, tatapan tajam yang terus diberikan pada Nayla, makhluk tak kasat mata itu juga tidak memiliki mulut dan hidung yang terlihat hanyalah mata tajam yang terus menatap Nayla dengan darah yang selalu bercucuran dari mukanya. Makhluk ini sama persis seperti makhluk tak kasat mata yang Nayla jumpai beberapa hari yang lalu, tapi gadi cantik itu menyangkalnya jika dia melihat hantu.

Sedangkan makhluk tak kasat mata yang satu lagi, yang sekarang Nayla jumpai, masih tersenyum manis pada Nayla, sambil terus berjalan pelan mengikuti Nayla yang terus berteriak.

Bibirnya sangat manis ditambah dengan senyum manis khas makhluk tak kasat mata satu ini, sayangnya darah terus berkeluaran dari kedua mata dan hidungnya sehingga tidak lagi membuat senyum makhluk tak kasat mata ini manis.

"Hehehehe" sepanjang makhluk tak kasat mata itu mengikuti Nayla dengan pelan dia terus tertawa menyeramkan, tawanya akan membuat siapapun merasa merinding, sampai ke dalam-dalam.

"Aku takut banget" batin Nayla, dia terus berusaha untuk tidak menoleh ke belakang, Nayla tidak tahu apa yang akan dilihat jika kembali menoleh ke belakang.

Sampai dia tidak sadar karena terus berlari sedari tadi, Nayla hampir menabrak sesuatu.

Nayla melihat di bawah dekat kakinya apa yang baru saja dia  tabrka. Dengan saksama Nayla memperhatikan benda apa yang baru saja dia tabrak.

Nayla menutup mulutnya tidak percaya kalau otaknya kembali bekerja, apa yang baru saja dia tabrak, itu adalah papan kuburan.

Nayla kembali fokus untuk membaca nama yang tertera di papan nama untuk orang yang sudah meninggal itu.

"Apa! nggak ini nggak mungkinkan?" tanyanya pada diri sendiri, Nayla menutup mulutnya tidak percaya setelah membaca papan nama yang berada di atas kuburan ini.

"Bibi dan paman sudah mati sejak 5 tahun yang lalu" ucapnya lirih, air mata Nayla kembali membasahi wajah mulusnya.

Bukan karena patah hati atau semacamnya tapi, karena rasa takut bercampur tidak percaya dengan kenyataan yang saat ini dia temui.

"Hmmm, kamu sudah mengetahui semua kebenarannya Nayla" ucap bibi tiba-tiba.

Entah bibi dan paman datang dari mana, kini keduanya sudah berada di depan Nayla dengan tatapan iba, bagaimana bisa mereka berdua makhluk tak kasat mata menatap Nayla dengan tatapan ibu, sebenarnya apa yang terjadi.

"Jadi sekarang kamu sadar Nayla, kamu berada di alam yang berbeda, ini alam kami Nayla, alam gaib" tambah paman.

Nayla yang tidak percaya, lalu dia melihat Erlangga berjalan ke arah mereka, segera berlari menghampiri Erlangga yang belum sampai di depan mereka bertiga.

"Er, ayo kita pergi dari sini" ajak Nayla, sambil menarik tangan Erlangga.

Erlangga yang tadinya ingin membantah dia urungkan, karena melihat Nayla menangis dan ketakutan, dengan segera dia memegang erat tangan Nayla.

"Maaf Nay, mungkin belum waktunya kamu mengetahui semua kebenarannya" batin Erlangga merasa bersalah.

"Nayla! dengarkan kami dulu" teriak pama kesal.

"Biarkan sekarang Nayla tidak mengetahui kebenarannya, sekarang biarkan mereka semua bersama-sama, ada waktunya Nayla tau semua kebenaran yang ada" ucap bibi, pandangannya tak lepas dari tempat Erlangga dan Nayla pergi. 

"Tapi…."

"Biarkan mereka, Nayla butuh waktu" cegah bibi sebelum paman kembali melanjutkan ucapannya.

"Baiklah, baiklah" pasrah paman.

Sementara itu Nayla dan Erlangga yang terus berlari, mereka berdua bertemu dengan Arin dan Dika, terlihat dari wajah kedua kekasih itu yang sangat ketakutan dan lelah, keringat deras bercucur kemana-mana.

"Kalian berdua tidak apa-apa?" tanya Erlangga khawatir, dia masih setia memeluk Nayla yang tubuhnya sudah bergetar hebat, Erlangga yang tidak tega melihat Nayla seperti ini kembali memeluknya dengan erat.

"Kami tidak apa-apa, lalu sekarang kita akan pergi kemana?" 

"Nayla kenapa?" sekarang Arin tidak peduli dengan apapun dia hanya tak tega melihat keadaan Nayla sekarang.

Sama seperti Nayla, Arin dan Dika juga ketakutan tapi tidak separah Nayla.

Erlangga hanya diam membisu tanpa menjawab pertanyaan yang baru saja terlontar dari mulut Arin.

Sungguh dirinya benar-benar tidak tega melihat Nayla rapuh seperti ini. "Sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini" ucap Erlangga, setelah keheningan terjadi.

"Tapi kita kemana?" bingung Dika.

"Ikut aku" ucap Nayla, yang sudah lepas dari pelukan Erlangga.

Seakan sadar tidak sadar Nayla berjalan cepat disusul oleh ketiga orang yang sedari tadi mengkhawatirkannya.

"Maaf Nay" batin Erlangga, entah kenapa dia terus melafalkan maaf di dalam hatinya pada Nayla.

Karena kurang fokus, keempat orang itu terjatuh secara bersama ke dalam jurang yang sangat dalam.

"Nayla!" teriak Erlangga dia masih berusaha meraih tangan Nayla.

"Arghh…..!!" teriak mereka semua.

Tapi percumah saja tidak akan ada satupun orang yang menolong mereka.

Sepertinya Nayla lupa apa yang dikatakan paman dan bibi tadi, jika dirinya hidup di alam yang berbeda alam mereka, yaitu alam gaib.

Entah akan jatuh kemana mereka setelah ini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!