Kosan

Aku terus berjalan menyusuri, jalan setapak yang ada sampai aku tiba di jalan yang terdapat sebuah peringatan.

"Jembatan putus akibat hujan deras satu hari yang lalu, jadi saat ini jembatan sedang diperbaiki, kemungkinan besar satu minggu kedepan baru jembatan bisa digunakan kembali" 

Aku membaca pemberitahuan yang dipajang di pinggir jalan secara saksama.

"Sial" ucap ku, 

"kenapa nasibku sangat buruk hari ini?" ucapku lagi.

Tapi semuanya terbayar saat aku menoleh ke bawah tempatku berdiri, karena disitu ada sebuah desa yang mungkin ada tempat tinggal yang masih bisa dihuni untukku untuk satu minggu kedepan, setidaknya aku sekarang bisa beristirahat dan mengisi perutku yang kosong.

Aku segera berjalan ke desa yang tadi aku lihat dari atas sesampainya di desa itu keadaan sangat sunyi seperti desa mati, tidak ada satupun orang yang berlalu lalang di desa itu, tapi aku tak berpikir banyak, mungkin orang-orang di desa itu sedang bekerja ataukah sedang tidur pagi, pikirku.

Aku terus menelusuri desa itu sampai aku menemukan sebuah tulisan 'Ada kosan kosong' itulah yang tertera di papa depanku sekarang, dengan perasaan senang aku segera melangkah masuk ke dalam untuk bertemu dengan sang pemilik kosan.

Aku membuka pintu gerbang perlahan, karena kalau aku berteriak takut mengundang kebisingan di desa yang sangat sunyi ini.

"Permisi" ucap ku. "Apakah ada orang disini?" aku kembali bersuara tapi sayang tidak ada yang menanggapi ucapan ku.

Karena tidak ingin usahaku sia-sia aku terus mengeluarkan suaraku.

"Permisi, apakah ada orang disini?"

"Ada yang bisa saya bantu nona?"

Aku yang kaget dengan suara barusan, hampir saja jantungku copot, tapi beruntung aku bisa mengendalikan semua itu, hanya saja kenapa pria paruh baya di depan ku ini terlihat sangat menakutkan, dia orang yang membuat jantungku hampir copot barusan.

"Aku lihat di depan kos an ini ada yang kosong, berapa bayar sewanya selama satu minggu?" tanyaku ramah.

"Aku berharap harganya tidak terlalu mahal, dan semoga saja bisa mendapatkan makanan sekaligus" batinku, sambil menunggu pria paruh baya itu menjawab aku terus berdoa agar mendapatkan harga sewa yang murah.

"Hmmm" dia berdehem, tapi aku tetap sabar menunggu dia menjawab pertanyaanku barusan.

"Bayar sewa selama satu minggu 300 ribu ditambah makan 100 ribu" ucapnya enteng, aku saja yang mendengar biaya sewanya selama satu minggu hampir kaget, itu terlalu mahal untukku.

"Kenapa malah sekali?" protesku.

"Kalau kau tidak mau ya sudah" 

Setelah berkata seperti itu bapak-bapak tadi pergi duduk kembali di tempatnya semula, tanpa memperdulikan ku, sungguh aku sangat kesal tapi mau bagaimana lagi protes juga percumah.

Baru saja aku akan kembali melangkah tapi seorang wanita paruh baya berparas ayu menghadangku.

"Tunggu dulu nona cantik" ucapnya pada ku, aku terpaksa kembali memberhentikan langkahku.

"Kau ini kenapa membiarkan pelanggan kita pergi" ocehnya pada bapak-bapak tadi, tapi bapak-bapak itu sama sekali tidak peduli.

"Aku akan memberimu 300 ribu, itu semua sudah dengan uang makan bagaimana apa kamu setuju?" tawarnya.

"Baiklah, aku setuju" tanpa pikir panjang lagi aku segera menyetujui, setidaknya harganya sudah turun daripada yang tadi bukan.

"Kau memang pintar nona, mari ikut aku ke atas kamarmu ada di lantai atas"

"Tolong berikan kuncinya sayang" ucap wanita tadi, sepertinya mereka berdua suami istri tebakku.

"Sebelumnya siapa nama anda nona manis?" 

"Aku Nayla putri, panggil saja Nayla" jujur ku. "Lalu aku harus memanggil kalian dengan ssbutan apa?" tanyaku berusaha ramah, walaupun muka mereka terlihat menakutkan.

"Panggil saja kami paman dan bibi, mari ikut aku" 

Tanpa membantah aku mengikuti bibi dari belakang, dia menaiki satu persatu anak tangga begitu juga dengan ku

"Kenapa rasanya suasan disini sangat mencengkram"  batinku, tapi aku hanya bisa ngebatin tidak ingin menyinggun pemilik kosan.

Yang aneh kenapa bibi mengetuk pintu kamar itu terlebih dahulu.

"Tok, tok" 

"Apakah ada orang?" tanya ku penasaran.

"Tidak, tapi kau harus terbiasa Nayla" aku tidak mengerit apa maksud yang bibi ucapkan tapi aku hanya diam saja.

Saat pintu kamar itu terubuka hawa dingin dan sangat menyesakan masuk keronggan hidungku.

"Hmm, bibi bisakah aku ganti kamar?" pinta ku, aku sedikit tidak nyaman dengan kamarku yang sekarang.

"Nayla sudah aku katakan, hanya satu kamar ini yang tersisa, mari masuk" ajaknya.

Lagi-lagi aku hanya bisa pasarah, "Semoga kamu betah tinggal di tempat ini, Nayla sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini" ucap bibi ragu.

"Adaapa? Apakah ada hal yang serius?" tanyaku sedikit takut.

"Tidak buka apa-apa, hanya saja jika malam burung hantu sering hinggap di jendela ini, jadi tolong tutup jendela jika malam hari" jelasnya.

"Huh, aku kira ada apa"

"Sudahlah semoga tidurmu neyenyak, aku pergi dulu" 

Setelah bibi pergi aku segera membersikan diri yang terasa sangat lengket, tapi aku merasa merinding sediri sekarang di dalam kamarku, ada apa ini sebenarnya. 

"Oke Nyala, janga berpikir yang aneh-aneh sekarang, jika kau terus berprasangka buruk maka kau akan melihat yang seharunya tidak kau lihat" ucapku pada diri sendiri, sebelum aku beranjak untuk membersihkan diri.

Aku yang sudah selesai membersihkan diri segera membaringkan tubuhku yang amat sangat lelah, tapi saat aku akan menutup jendela terlebih dahulu, aku tidak melihat satupun penghuni desa itu berada, benar-benar seperti desa mati tapi hidup, entah seperti apa itu.

"Sepertinya aku terlalu banyak berpikir, sekarang lebih baik beristirahat" setelah menutup jendela seperti yang dikatakan bibi aku benar-benar terlelap dalam tidurku.

Terpopuler

Comments

Ilmara

Ilmara

siapa nama nada

2022-07-16

0

Ilmara

Ilmara

tidak terlalu mahal

2022-07-16

0

El 1

El 1

semangat kak sukses selalu

2022-06-13

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!