Menemani Nayla

Sebelum Erlangga, Dika dan Arin pergi ke kamarku, aku terlebih dahulu memeriksa kembali kamar yang terdapat tepat di depan kamarku, kamar yang aku datangi sebelumnya, aku harus memastikan bahwa apa yang dikatakan bibi benar jika yang memegang tanganku semalam hanyalah sebuah patung yang bibi miliki.

Aku berjalan mengendap-endap ke arah kamar itu, takut-takut bibi atau paman memergokiku, jika yang memergokiku adalah Arin, maka aku akan mengajaknya untuk ikut bersama denganku, untuk memeriksa apa yang sebenarnya ada di dalam kamar itu.

Saat sudah sampai di depan pintu kamar itu, aku membuka pintu kamarnya secara perlahan di dalam kamar ini hanya ada cahaya yang remang-remang, saat aku sudah berhasil membuka pintu itu bau busuk dari dalam kamar tersebut masuk ke dalam hidung ku, entah bau busuk apa yang masuk ke dalam hidungku ini, tapi aku harus menahannya sampai aku benar-benar memastikan jika yang dibilang bibi benar adanya, yang memegang tanganku hanya sebuah patung.

Mungkin karena sekarang malam hari dan di tambah di dalam kamar ini hanya ada cahaya sedikit, jadi kamar ini terkesan sangat menakutkan.

Sedari tadi aku berusaha untuk tidak mengeluarkan suara agar tidak mengganggu makhluk lain siapa tahu berada ditempat ini, aku melihat sebuah benda besar ditutupi dengan kain yang sangat panjang.

Dengan gerak pelan aku membuka kain itu, aku bernafas lega saat kain itu sudah terbuka, ternyata di dalam kain tersebut benarlah hanya sebuah patung. Karena merasa apa yang bibi katakan benar aku segera pergi dari kamar ini menuju kamarku, siapa tahu Erlangga, Dika dan Arin sudah berada di dalam kamarku.

Saat sudah sampai di depan pintu kamarku aku merasa beruntung, karena mereka baru saja datang.

"Aku pikir kalian sudah datang dari tadi" ucapku pada mereka bertiga.

"Nunggu si Arin lama banget Nay" jawab si Dika, dan si Dika langsung mendapatkan tatapan tajam dari Arin.

"Sayang jangan marah dong" bujuk Dika pada Arin, aku rasa Dika pasti menyesali ucapannya sendiri.

"Aku tadi beresin kamar dulu" aku beralih menatap Erlangga yang baru saja berbicara, aku hanya mengangguk kecil sambil tersenyum pada Erlangga untuk mengerti dengan apa yang dia katakan barusan, setelahnya aku dan Erlangga kembali menatap Arin dan Dika yang sedang membuat drama antara mereka berdua.

"Masuk yuk" ajakku pada mereka, mereka bertiga mengikutiku masuk ke dalam kamarku, aku kira setelah aku mengajak mereka masuk ke dalam kamarku Arin dan Dika akan menyudahi drama mereka yang sangat menggelikan itu.

"Sudah kalian tidak usah terus berdebat" cegah ku pada  Dika dan Arin. "Katanya kesini mau main denganku kenapa kalian malah ribut?" ucap ku lagi.

"Kamu sih" kata Arin sambil marah dengan Dika. "Kok aku?" Dika menunjuk dirinya sendiri, seakan dia tidak terima jika Arin menyalahkan dirinya. "Kan kamu yang duluan" tambah Dika lagi.

"Berantemnya nanti aja di kamar kalian, katanya kesini mau nemenin Nayla" suara Erlangga mampu membuat Arin dan Dika berhenti bertengkar, ada-ada saja hanya hal kecil bisa membuat sepasang kekasih ini bertengkar.

"Ayo duduk" ajakku, sebelumnya aku memang sudah menyiapkan meja dan kursi untuk mereka.

"Ayo main" ajak Arin antusias, sepertinya Arin sangat menyukai kartu.

"Kalian saja yang main aku tidak mau ikut, aku boleh meminjam bukumu atau laptop kamu Nay?" 

"Semuanya ada di atas naskah Er, ambil saja" ucapku, aku membiarkan Erlangga menggunakan laptop dan bukuku, sedangkan aku fokus bermain kartu dengan Arin dan Dika.

"Aku dengar tiga hari lagi jembatan akan jadi, setelah jembatan jadi kamu mau kemana Nay?" tanya Arin padaku, disela-sela kami sedang bermain.

"Aku ingin segera keluar dari sini dan pulang ke rumahku" jawabku sambil tersenyum, saat aku berkata seperti itu aku tidak sengaja melihat tangan Erlangga yang digenggam kuat, aku tidak tahu apa yang terjadi pada Erlangga, karena dia  duduk dengan cara membelakangi kami bertiga.

"Kalau kalian akan kemana?" tanyaku

"Kami juga akan segera pulang mungkin" aku rasa Dika menjawab dengan asal, setelah pembicaraan sebentar itu tidak ada lagi satupun dari kami yang bersuara, kami hanya fokus dengan permainan saat ini, sedangkan Erlangga tetap fokus pada laptop dan bukuku yang dia pinjam.

"Aku sudah mengantuk, dan sekarang juga hampir larut malam, aku dan Arin pergi ke kamar kami dulu untuk tidur" ucap Dika, mereka bertiga hampir satu jam berada di kamarku.

"Baiklah, kalian juga harus istirahat, terima kasih banyak sudah mau menemaniku malam ini" ucapku.

"Er, kita duluan" pamit Arin dan Dika bersama, Erlangga mengangguk untuk merespon ucapan Dika dan Arin.

Sepeninggalan Arin dan Dika, kini di dalam kamarku hanya ada aku dan Erlangga, aku berjalan mendekati Erlangga yang masih fokus pada layar laptopku.

"Er, kau sedang apa? sepertinya sangat fokus" ucapku pada Erlangga, saat aku hendak melihat apa yang Erlangga lakukan dengan laptopku, Erlangga sudah mematikan laptopku, sepertinya kegiatanya sudah selesai.

"Aku hanya sedang memindahkan potretan ku Nay, terima kasih banyak kamu sudah meminjamkan aku laptop Nay, kalau gitu kamu istirahat gih Nay sekarang sudah malam" tutur Erlangga lembut padaku.

"Sekarang aku kembali ke kamarku dulu Nay, good night sampai bertemu besok Nay, inget langsung tidur" pesan Erlangga padaku, saat berkata denganku Erlangga tetap mempertahankan senyum manisnya.

"Night Er, makasih udah mau nemenin aku malam ini" ucapku sambil mengantar Erlangga ke depan pintu kamarku.

Saat Erlangga sudah pergi dari kamarku, aku segera membereskan semuanya, meja dan kursi yang tadi terletak di tengah kini sudah aku pinggirkan semua, saat aku sudah membereskan kamarku, tiba-tiba saja aku merasa merinding sendiri seakan ada orang lain selain diriku di dalam kamar ini, aku yang sudah merasa takut mulai memejamkan mataku secara perlahan agar rasa takutku hingga, dan saat aku bangun hari sudah pagi, jika sudah terang aku tidak perlu lagi merasa takut. 

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!