Di tengah malam saat aku tertidur, perasaanku sangatlah resah, seperti ada yang mengganggu tidurku. Tidurku benar-benar tidak nyeyak.
"Ha-ha-hah" aku terbangun dengan nafas yang tersengal-sengal dan keringat di sekujur tubuhku, aku tidak tahu mimpi apa yang baru saja aku rasakan, tapi yang pasti aku tidur dengan tidak tenang.
"Serek" aku menoleh ke arah suara yang baru saja mengalihkan perhatianku, setelah mengatur nafas dengan baik aku segera mendekat ke arah jendela, dimana suara tadi berada.
"Siapa disana?" tanyaku, saat ini aku sedang menahan rasa takutku yang sedari tadi menguasai tubuhku.
"Keluar! aku tidak takut" aku bersuara lagi sambil menahan getaran di tubuhku, bukan lagi rasa takut tapi sudah gemetar.
Sampai aku teringat ucapan bibi tadi sore. "Nayla itu hanya burung hantu" ucapku pada diri sendiri, setelahnya aku bernafas lega.
Karena penasaran aku membuka sedikit hordeng jendela kamarku, aku ingin melihat seperti apa suasana desa di sini saat malam hari.
"Aneh, kenapa banyak orang yang berkeliaran di malam hari? sedangkan saat pagi dan siang juga sore hari tidak ada satupun orang yang berlalu lalang di desa ini" pikirku.
Saat aku membuka sedikit celah hordeng, aku melihat banyak sekali orang yang berlalu lalang di desa itu, tapi yang membuat aku penasaran, kenapa orang-orang itu terus melihat ke bawah?.
"Aku bingung kenapa sekarang aku suka memikirkan hal-hal yang menyeramkan?" gumunku.
"Lebih baik aku kembali tidur" putusku akhirnya, tapi sayang sepertinya mataku tidak ingin kembali terpejam.
Aku memutar bola mataku, untuk melihat isi di sekeliling kamarku, sepertinya saat aku masuk ke kamar ini belum memperhatikan semua isinya dengan saksama.
"Tidak ada yang aneh, dari kamar ini" batinku, tapi kenapa perasaanku tidak tenang sama sekali seperti kehilangan sesuatu.
Melihat tasku yang tergeletak begitu saja, aku segera mengambilnya dan melihat isinya siapa tahu ada hal penting yang tidak aku periksa secara benar.
"Ini fotoku dengan siapa?" aku memandang foto itu dengan rasa penasaran yang sangat mendalam, tapi saat aku melihat tulisan di belakang foto tersebut menjadi semakin penasaran, pasalnya aku sama sekali tidak bisa membaca tulisan yang terdapat pada foto tersebut.
"Siapa dia?, sepertinya sangat familiar"
"Sudahlah, sepertinya percumah saja aku terus mengingat siapa orang yang berada di dalam foto ini bersama ku, karena semakin kukuh aku ingin mengingatnya kepalaku semakin sakit"
Aku meletakan kembali foto yang kupegang tadi ke dalam tasku, saat aku terus mengotak atik tasku, aku menemukan dua botol obat, aku tidak tahu itu obat apa, dengan segera aku membaca kegunaan obat itu.
"Untuk meredakan sakit di kepala" bacaku pelan. Aku masih mencerna tulisan yang tertera di dua botol obat yang masih aku pegang.
"Argh…!" sungguh kenapa kepalaku kembali sakit sekali? ini terjadi saat aku berpikir keras.
Tanpa menunggu lama lagi aku segera menelan dua pil berukuran besar itu sekaligus, siapa tahu setelah itu kepalaku sembuh dengan obat ini.
Benar saja tiga menit kemudian, kepalaku yang tadinya sangat sakit kini sudah tidak terasa lagi sakitnya, obat tadi menyembuhkan sakit kepalaku secara berangsur-angsur. Kantuk kembali menyerangku, aku segera mapan untuk tidur kembali, aku sangat berharap nanti saat aku bangun semuanya baik-baik saja.
***
Hembusan angin yang sangat tipis, tapi sangat dingin hinggan menusuk tulang kulit mampu masuk kesela-sela celah jendela kamar membangukan Nayla yang sedang tertidur lelap, setelah terjaga di malam hari.
"Sudah pagi rupanya" gumun Nayla, sambil berusaha membuka kedua matanya.
Setelah nyawanya terkumpul Nyala segera membersihkan diri, tidurnya semalam benar-benar tidak nyenyak.
Nayla berjalan ke arah jendela untuk membuka hordeng kamarnya agar matahari bisa masuk dengan leluasa ke dalam kamarnya.
"Kemana orang-orang semalam? semalam bukannya di desa ini sangat ramai? tapi kenapa saat pagi sepi sekali?" Nayla terus menggerakkan matanya ke seluruh penjuru desa itu, siapa tahu dia bisa menangkap seseorang yang masih berkeliaran dengan matanya seperti semalam. Nayla yang berada di lantai atas kosan itu bisa lebih leluasa melihat ke seluruh penjuru desa, karena tempatnya lumayan tinggi.
"Apakah orang-orang di desa ini seperti kelelawar? mereka berkeliaran di malam hari tapi di siang hari akan beristirahat" pikir Nayla.
Setelah berpikir terlalu lama dan belum menemukan jawaban tentang desa yang Nayla temui. Desa ini memang sangat aneh!. Nayla memutuskan turun kebawah agar segera mengisi perutnya yang sudah keroncongan sedari tadi.
Nayla membuka pintu kamarnya dengan perlahan, yang membuatnya bingung kenapa kosan ini sepi sekali? padahal bibi bilang semua kamar sudah penuh, tapi kenapa dia belum bertemu dengan satupun orang penghuni kosan itu selain paman dan bibi.
"Ini benar-benar aneh, kemana semua orang? bukan kah bibi bilang semua kamar disini penuh lalu dimana orang-orang itu sekarang, apakah mereka seperti orang yang berada di desa ini juga? jika malam berkeliaran sedangkan saat pagi mereka beristirahat? sepertinya nanti malam aku harus keluar kamar, semalam aku terlalu lelah jadi tidak sempat keluar" gumun Nayla, sambil berjalan menelusuri lorong yang menghubungkan tangga dengan kamarnya.
Sore harinya Nayla ingin pergi untuk berkeliling desa, siapa tahu ada orang yang bisa dia jadikan teman, tapi niatnya dia urungkan karena terlalu malas untuk berjalan, sepertinya efek sedari kemarin terus berjalan jadi kakinya terasa sangat pegal.
"Lebih baik aku beristirahat, tapi kenapa aku belum menemukan penghuni kosan disini sedari tadi selain diriku sendirin? apakah aku harus bertanya denga bibi?" pertanyaan itu terus muncul dipikiran Nayla, entah kenapa dia ada merasa hal yang sangat jangal di tempat ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments
El 1
lanjut
2022-06-13
2