16. Mama

Selepas waktu Maghrib, Yanto akhirnya memutuskan pergi untuk membeli sate untuk makan Tita, anaknya.

Tita disuruhnya mengunci pintu karena takut ada yang asal masuk. Belakangan ini, ada satu fakta mengejutkan, bahwa pelecehan pada anak-anak meningkat sangat tinggi.

Mungkin karena selain mereka dianggap lemah, polos, mudah diintimidasi, hingga tak akan berani bicara pada siapapun, orang-orang yang menjadi pelaku juga pada dasarnya sudah kesetanan, sakit jiwa, dan bisa dibilangnya tidak ada otaknya.

Dan mengerikan sekali, jumlah mereka cukup banyak di sekitar kita, hingga negeri kita ada yang bilang surganya pelaku kejahatan ini.

Tentu saja, ini bukan sebuah prestasi membanggakan.

Setelah sempat ada berita aborsi pada remaja di kita dibilang tertinggi di Asia, belum lagi juga penyumbang pencemaran laut terbanyak, perusakan hutan, ada lagi dibilang sampah, ada lagi terbanyak korup, dan masih banyak hal lain yang menyedihkan, sekarang dibilang surganya para pelaku kejahatan pelecehan pada anak.

Ini jelas menjadi ketakutan untuk orangtua yang memiliki anak-anak, yang lebih mengerikannya lagi, korban pelecehan justeru adalah anak laki-laki, bukan anak perempuan.

Jadi tak heran, jika Yanto meminta Tita mengunci pintu rumah karena saat ini ia berada sendirian di rumah.

Sepeninggal Ayahnya, Tita pun berjalan masuk kamar lagi, ia sempat melihat ke arah ruang makan yang jika dari pintu kamar Tita bisa dilihat dengan jelas.

Ruang makan yang semula lampunya menyala, tiba-tiba mati sendiri. Tita menatap ruang makan dengan ekspresi sedikit takut.

Hantu kah?

Batin Tita.

Hingga kemudian Tita mendengar seperti keran air menyala di tempat cucian piring di dapur.

Dapur yang letaknya bersebelahan dengan ruang makan dan posisinya tepat di sebelah kamar Tita.

Tita yang yakin dia sendirian di rumah, akhirnya berlari ke dalam kamar, ia baru akan menutup pintu, saat tiba-tiba sebuah tangan menyelonong menahan pintu kamar agar tak perlu menutup.

Tita kaget, ia mundur beberapa langkah dengan tubuh gemetaran.

Kedua matanya yang bulat lucu menatap pintu yang kini pelahan kembali terbuka, dan...

Tak ada siapapun, Tita makin ketakutan, ia lari naik ke atas tempat tidur dan meringkuk di bawah selimut.

"Jangan ganggu Tita... Jangan ganggu Tita... Sungguh Tita bukan anak nakal."

Kata Tita di bawah selimut.

Sayup kemudian, Tita mendengar suara cekikikan perempuan, suara itu seolah berada di belakang Tita yang kini meringkuk di atas tempat tidurnya.

Tita jelas makin takut,

Seluruh tubuhnya merinding. Apalagi ketika dirasakannya sebuah tangan menyentuh lengannya dengan lembut.

"Tita... Ini Mama..."

Terdengar suara yang seperti terbawa angin.

Tita mengerutkan kening.

Saat kemudian selimut yang dipakai Tita untuk bersembunyi itu ditarik pelan tangan tak terlihat, dan Tita merasakan tangan itu mengelus kepalanya.

"Mama...?"

Lirih Tita, namun belum berani menoleh.

"Kamu tak pernah benar-benar sendirian, Mama di sini, jangan takut."

Suara itu kembali terdengar, seiring dengan usapan lembut tangan tak terlihat itu di kepala Tita.

Merasa suara yang Tita dengar memang mirip dengan suara Mama, maka Tita pun pelahan memberanikan diri membuka matanya dan menoleh ke belakang.

Sepi...

Kosong...

Tak ada siapapun...

Hanya ada aroma bunga yang ditabur di pemakaman.

Dan...

Suara perempuan yang sayup terdengar mendendangkan lagu dari ruang makan, suaranya sayup-sayup saja, tapi Tita tahu arahnya dari sana.

Mama...

Ya Mirna memang biasanya seperti itu, saat menyiapkan makan malam, atau mengerjakan tugasnya mengurus rumah, ia akan melakukannya sambil bersenandung lirih lagu-lagu lama kesukaannya.

**-----------**

Terpopuler

Comments

novita setya

novita setya

gur tuku sate mbok anake digowo..eala yanto2

2024-04-17

1

Bambang Setyo

Bambang Setyo

Penasaran mirna beneran apa bukan

2023-12-27

0

Bintang kejora

Bintang kejora

Tita aja sempat takut krn lampu mati sendiri & keran air pun nyala dg sendirinya.
Kasian Tita. jiwanya pasti resah krn dia tau mamanya sdh meninggal tp msh bs menemui dirinya.

2022-07-07

0

lihat semua
Episodes
1 1. Mirna...
2 2. Satu Sosok Di Pemakaman
3 3. Bisikan Lirih
4 4. Kasih Mama
5 5. Mama Di Sini
6 6. Sebuah Senyuman
7 7. Tita Ingin Ikut
8 8. Keluhan Warga
9 9. Emosi
10 10. Suara Tak Asing
11 11. Dia Bukan Kunti
12 12. Sebuah Tatapan
13 13. Desas Desus
14 14. Halusinasi?
15 15. Pulanglah Mirna
16 16. Mama
17 17. Ada Hantu
18 18. Tunggu Mama
19 19. Kuntilanak
20 20. Baru Meninggal
21 21. Hanya Menyapa
22 22. Sosok Dari Masa Lalu
23 23. Nyi Parijem
24 24. Harus Bagaimana?
25 25. Siapa Di Sana?
26 26. Aku Pulang Mas
27 27. Tamu Tiba-tiba
28 28. Sedihnya
29 29. Gempar
30 30. Syarat Isyarat
31 31. Undangan Pak RT
32 32. Ancaman
33 33. Ke Mana Dia?
34 34. Usir Saja
35 35. Mama Juga Rindu
36 36. Tita Sayang
37 37. Protektif
38 38. Simpan Dulu
39 39. Sedih
40 40. Tumbal Palsu
41 41. Bukan Aku
42 42. Benang Kusut
43 43. Sang Penjaga
44 44. Peringatan
45 45. Hantu Lain
46 46. Penampakan Lagi
47 47. Celaka
48 48. Kisah Kasih
49 49. Bincang Malam
50 50. Senyuman Mama
51 51. Misteri Cincin
52 52. Pertemuan
53 53. Mirna Yang Asing
54 54. Mirna & Marni
55 55. Dua Perempuan
56 56. Cerita Bu RT
57 57. Kembalinya Masa Lalu
58 58. Dia Milikku
59 59. Mencari Jawaban
60 60. Sedikit Lagi
61 61. Sulit Dipercaya
62 62. Mirna
63 63. Sang Perantara
64 64. Terungkap
65 65. Akhirnya Mengerti
66 66. Kotak Kayu
67 67. Tabirpun Tersingkap
68 68. Masa Lalu Yang Pahit
69 69. Ungkapkan Rasa
70 70. Ketulusan Mbak Ukha
71 71. Selamat Tinggal
Episodes

Updated 71 Episodes

1
1. Mirna...
2
2. Satu Sosok Di Pemakaman
3
3. Bisikan Lirih
4
4. Kasih Mama
5
5. Mama Di Sini
6
6. Sebuah Senyuman
7
7. Tita Ingin Ikut
8
8. Keluhan Warga
9
9. Emosi
10
10. Suara Tak Asing
11
11. Dia Bukan Kunti
12
12. Sebuah Tatapan
13
13. Desas Desus
14
14. Halusinasi?
15
15. Pulanglah Mirna
16
16. Mama
17
17. Ada Hantu
18
18. Tunggu Mama
19
19. Kuntilanak
20
20. Baru Meninggal
21
21. Hanya Menyapa
22
22. Sosok Dari Masa Lalu
23
23. Nyi Parijem
24
24. Harus Bagaimana?
25
25. Siapa Di Sana?
26
26. Aku Pulang Mas
27
27. Tamu Tiba-tiba
28
28. Sedihnya
29
29. Gempar
30
30. Syarat Isyarat
31
31. Undangan Pak RT
32
32. Ancaman
33
33. Ke Mana Dia?
34
34. Usir Saja
35
35. Mama Juga Rindu
36
36. Tita Sayang
37
37. Protektif
38
38. Simpan Dulu
39
39. Sedih
40
40. Tumbal Palsu
41
41. Bukan Aku
42
42. Benang Kusut
43
43. Sang Penjaga
44
44. Peringatan
45
45. Hantu Lain
46
46. Penampakan Lagi
47
47. Celaka
48
48. Kisah Kasih
49
49. Bincang Malam
50
50. Senyuman Mama
51
51. Misteri Cincin
52
52. Pertemuan
53
53. Mirna Yang Asing
54
54. Mirna & Marni
55
55. Dua Perempuan
56
56. Cerita Bu RT
57
57. Kembalinya Masa Lalu
58
58. Dia Milikku
59
59. Mencari Jawaban
60
60. Sedikit Lagi
61
61. Sulit Dipercaya
62
62. Mirna
63
63. Sang Perantara
64
64. Terungkap
65
65. Akhirnya Mengerti
66
66. Kotak Kayu
67
67. Tabirpun Tersingkap
68
68. Masa Lalu Yang Pahit
69
69. Ungkapkan Rasa
70
70. Ketulusan Mbak Ukha
71
71. Selamat Tinggal

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!